Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
187: Energi Kristal Dewa


Seiring dengan menghilangnya Roh Gadis Suci, Zhu Yin pun berhasil keluar dari Kubah Perisai kasat mata yang dibuat oleh Roh yang menghuni Pedang Pusakanya itu.


Ia segera memasukan kembali pedang Pusaka Gadis Suci ke dalam Gelang Ruang Dimensinya. Lalu segera menghampiri Yao Chan yang wajahnya terlihat lebih ceria dari sebelumnya.


"Chan Gege ... Apa yang kalian bicarakan tadi, aku tidak bisa mendengarnya karena ada dinding perisai kasat mata yang menghalangi pendengaran ku."


Zhu Yin segera saja bertanya kepada Yao Chan karena rasa penasaran dibenaknya. Sejauh ini ia tidak mengetahui nama sosok Roh Gadis Suci tersebut.


"Nanti kau akan tahu sendiri, kita harus menemui mereka yang berada di kota lain, apakah mereka baik-baik saja atau butuh bantuan kita."


Bibir Zhu Yin menjadi cemberut mendengar jawaban Yao Chan, namun ia diam saja dan membiarkan tangannya digenggam sang Kekasih.


Sekejap kemudian mereka telah berada di dekat Qing Mi dan Dewa Racun yang saat itu sedang minum arak bersama para prajurit Penjaga Kota.


Mereka terlihat gembira sekali, hal itu bisa diketahui dari suara tawa mereka yang terdengar terbahak-bahak. Yao Chan yang penasaran segera menghampiri mereka.


Namun ia menyesal mendatangi mereka karena para prajurit menanyakan tempat dimana mereka bisa membeli obat yang akan diberikan Yao Chan kepada Dewa Racun Barat.


Yao Chan melotot pada Dewa Racun Barat yang pura-pura tidak melihatnya. Ia pun mengabaikan permintaan para prajurit dan berbalik ke arah Qing Mi dan Zhu Yin seraya berkata kepada calon Kakeknya itu.


"Kakek, kami akan ke Ibukota, kakek mau ikut dengan kami atau mau terbang sendiri kesana?"


Mendengar itu Dewa Racun Barat segera melesat menghampiri Yao Chan yang telah menggenggam tangan Zhu Yin dan Qing Mi Cucunya.


"Bocah ... bagaimana kau akan membawaku, jika tanganku tidak kau genggam?"


Yao Chan mendengus kesal, ia pun meminta Dewa Racun Barat untuk menggenggam tangan Qing Mi.


Dewa Racun Barat terkekeh melihat hal itu, ia hanya sedang menggoda Yao Chan, karena apa yang dilakukan Yao Chan mengingatkan dirinya pada masa mudanya dulu, dimana ia menuntun dua isterinya dengan cara yang sama dengan yang Yao Chan lakukan saat ini.


Sekejap kemudian mereka telah muncul di Aula Istana dimana para menteri sedang mengadakan pertemuan dipimpin oleh Kaisar Wu Jian dengan Yu Lian berada disampingnya.


Belum sempat Kaisar Wu Jian berkata-kata menyapa Sang Kakak Ipar, Sosok Yao Chan telah kembali bersama Yu Ma dan Tetua Ma Hua.


Hingga akhirnya, sembilan orang yang baru saja bertarung mempertahankan tujuh Kota di Kekaisaran Wu itu, tiba di Aula dan menempati kursi tersendiri sebagai tamu kehormatan.


Yao Chan menjadi orang yang paling banyak bicara karena ia lah yang memiliki informasi terbanyak tentang mereka dengan jurus anehnya itu.


Tidak ada satu pun yang membantah keterangan yang Yao Chan berikan. Salah satu informasi Yao Chan membuat semua orang terdiam dan terlihat khawatir.


Hanya Dewa Obat saja yang bisa berkomentar tentang Sosok Guru dari Liang Hu dan Hong Qi itu. Karena ia pernah beberapa tahun berada di Kekaisaran Ming dan mendengar tentang Sosok yang berusia lebih dari dua ratus tahun itu.


Melihat wajah mereka yang khawatir, Yao Chan menjadi merasa bersalah karena seharusnya ia menyimpan saja informasi itu untuk dirinya.


Namun ia lekas menenangkan mereka bahwa dalam waktu seminggu ini ia akan berlatih agar dapat menghadapi sosok tersebut.


Dewa Obat pun menyetujui hal tersebut, keduanya hendak segera pergi ke sebuah tempat yang disebutkan oleh Dewa Obat, namun suara seorang Nenek menghentikan langkah mereka.


"Chan'er, Apakah kau tidak mengantar kami pulang terlebih dahulu?"


Yao Chan tertegun, ia pun segera meminta maaf kepada Nenek gurunya itu. Lalu ia segera mengantar Guo Jin dan Xin Jia ke Lembah Dewa.


Sekembalinya dari Lembah Dewa, Yao Chan ingin segera pergi bersama Fu Mao si Dewa Obat, namun lagi-lagi suara seseorang menahan langkahnya.


"Bocah, bagaimana janjimu itu? Apa kau juga sudah lupa ?"


Suara Dewa Racun Barat membuat Yao Chan menggaruk kepalanya, ia pun menatap Dewa Obat yang terlihat kesal mendapati kebenaran bahwa Teman Yao Chan yang minta dibuatkan obat olehnya adalah Dewa Racun Barat.


"Baiklah akan aku buatkan yang paling hebat hingga kau tak ingin keluar rumah sebulan penuh setelah meminumnya."


Setelah berkata demikian Dewa Obat segera melesat keluar ruangan diikuti Yao Chan yang tertawa geli mendengar hal itu.


Mereka yang hadir di ruangan itu, sedang bertanya-tanya Obat macam apa yang di minta oleh Dewa Racun Barat hingga bisa membuatnya tidak ingin keluar rumah selama itu.


Dewa Racun Barat sendiri sedang tercenung, bukannya ia senang mendengar permintaannya akan di penuhi, justru ia merasa ada sesuatu dibalik perkataan Fu Mao Si Dewa Obat itu. Sesuatu yang membuatnya menggeram kesal


Yao Chan dan Dewa Obat telah tiba di tempat Yao Fu bekerja, ruang Obat Istana. Kedatangan keduanya, membuat Yao Fu menjadi heran.


Namun keheranannya terjawab setelah Dewa Obat memeriksa Tubuh Yao Chan. Ia sangat terkejut mendapati ada dua titik segel yang mengunci syaraf tubuh Yao Chan.


Selain itu ia menemukan bahwa otot tubuh Yao Chan masih belum maksimal menampung energi karena ada ribuan bola energi kecil sebesar debu di dalam ototnya.


Bola-bola energi itu lebih halus dan murni serta seratus kali lebih kuat dari energi qi. Dewa Obat berdecak kagum, saat menyadari bahwa bola energi itu berasal dari Kristal Dewa.


Kristal Dewa adalah Kristal yang merupakan sumber energi yang menopang keberadaan tiga Dunia yang dimiliki oleh Dewa Tertinggi.


Dewa Obat Fu Mao tak berani menyebutkan nama Dewa tertinggi itu saat Yao Chan bertanya tentang namanya.


Yao Chan pun tidak ingin menanyakan lebih lanjut saat Dewa Obat Fu Mao mengatakan bahwa Dewa tertinggi itu sangat kuat, hanya dengan menggerakan dua jarinya saja maka tiga dunia akan hancur dan berakhir menjadi kenangan saja.


Yao Chan pun bertanya bagaimana agar bola energi dari Kristal Dewa itu tidak menghalanginya untuk membentuk kristal qi.


Karena saat ini, dirinya selalu merasakan sakit saat ingin membentuk Kristal qi yang baru. Sehingga ia belum bisa meningkatkan kekuatannya ke tahap yang lebih tinggi lagi.


"Aku tidak mengetahui metodenya, tapi satu-satunya cara adalah dengan berkultivasi untuk menyerap Bola energi itu dan hanya manusia dari Alam Kultiva yang mengetahui metode tersebut."


Yao Chan terduduk lemas mendengar hal tersebut. Namun tiba-tiba ia bangkit dengan wajah yang terlihat antusias saat mengingat Sosok cantik dengan senyum yang sangat memikat itu berasal dari Dunia Kultiva.


******