
Kedatangan lebih dari tiga ribu orang Aliansi Klan Aliran Hitam yang dipimpin oleh Lin Shan dari Benua Awan Hitam, membuat suasana Klan Bunga Sedap malam menjadi sangat ramai dari hari biasanya.
Sebelumnya Jing Mui, Ketua Klan Bunga Sedap malam, telah mengorganisir lebih dari tiga orang Anggota Aliansi Aliran Hitam yang berada di Benua Awan Biru.
Jumlah tersebut sudah termasuk beberapa Klan yang berasal dari Benua Merah, karena Huang Jun di kabarkan tewas bersama musnahnya klan Tapak Api neraka dan dua klan lainnya.
Dengan jumlah mereka yang kini mencapai enam ribu lebih, membuat para petinggi dan Anggota Aliansi merasa optimis akan meraih kemenangan.
Dari enam ribu pasukan mereka, empat ribu diantaranya berada di tingkat Pendekar Langit, Tiga Ribu pasukan berada di tingkat Pendekar Roh.
Sementara Puluhan orang berada di tingkat Pendekar Dewa dari Level satu hingga level sembilan.
Satu orang yang berada di Level Sembilan adalah Lin Shan sedangkan Jing Mui berada di Level tujuh bersama empat orang Ketua Klan lainnya.
Ke empat orang tersebut dua diantaranya berasal dari dua Klan asal Benua Hitam yaitu Zhao Wu Ketua Klan Golok Petir dan Zhang Feng Ketua Klan Pedang Semesta.
Sedangkan dari Benua Awan Biru bernama Gao Shen Ketua Klan Roda Angin. Dan satu orang lainnya adalah Xhu Jung Ketua Klan Tombak Api dari benua Merah.
“Jadi kapan kita akan menyerang Paviliun Harta Kultiva? Kurasa kekuatan Kita akan cukup untuk mengalahkan mereka.”
Gao Shen bertanya kepada Lin Shan yang saat itu sedang memimpin pertemuan bersama enam orang lainnya.
“Kita harus menunggu Kedatangan dua orang dari dunia lain untuk membantu kita. Hanya mereka berdua yang bisa melawan orang bernama Yao Chan itu.”
“Sehebat apakah kedua orang itu? Menurutku sebaiknya kita tidak menunggu mereka.” Jiang Mui berkata yang membuat Lin Shan mendengus kesal.
“Apakah kau tak percaya padaku? Lihatlah yang terjadi dengan Huang Jun dan Klannya. Aku kini mempercayai perkataan Guru Iblis Sejati, untuk itu aku tak ingin gegabah lagi.”
Lin Shan terdiam sejenak setelah menjawab perkataan Jing Mui yang terdiam, karena teringat akan kematian Huang Jun dan Klannya yang kini telah musnah.
“Mungkin nanti malam mereka akan tiba di dunia ini. Jika besok pagi mereka belum datang juga, kita berangkat tanpa mereka.”
Wajah ke enam petinggi Aliansi Klan Aliran Hitam itu terlihat senang mendengar keputusan Lin Shan.
“Baiklah jika begitu, Kami akan segera memberitahu Anggota Klan yang lain agar mereka bisa bersiap-siap.” Zhao Wu Ketua Klan Golok Petir berdiri seraya pamit undur diri meninggalkan pertemuan tersebut.
Empat orang lainnya pun segera menyusul hingga kini hanya Jing Mui dan Lin Shan yang berada di dalam ruangan tersebut.
“Shan Gege … kenapa wajahmu terlihat resah?” Jing Mui segera duduk disamping Lin Shan yang juga adalah Kekasihnya itu.
“Entahlah … Aku merasa gelisah jika mengingat Kematian Huang Jun dan Ye Mao. Ku harap kedua orang dari dunia lain itu, segera datang untuk membunuh si Bedebah Yao Chan itu.”
Lin Shan mengepalkan telapak tangan kanannya karena sangat dendam terhadap Yao Chan.
“Shan Gege … Tenanglah.. Nanti malam datanglah ke ruanganku, akan kuberi servis terbaikku untuk menghiburmu.”
Jing Mui mencium pipi Lin Shan sebelum beranjak pergi keluar ruangannya.
***
Siang itu, Gong Xhun duduk termenung di dalam ruangannya setelah membaca surat dari Ketua Zhou Kin.
Sesaat kemudian datanglah Ratu Es Abadi yang baru saja keluar dari ruang latihan. Ia memang berada di Klan Pedang Suci semenjak kepergian Yao Chan dan Ji Xia ke Alam Kristal Dewa.
“Selamat Ratu Es, sepertinya kekuatan anda kini berada di level sembilan juga.”
Gong Xhun mengucapkan selamat kepada Ratu Es Abadi yang telah berhasil memasuki level Sembilan Tingkat Pendekar Dewa.
“Aih … Selamat juga untukmu, Ketua Gong Xhun… Sepertinya anda juga telah berada di level sembilan.”
Ratu Es Abadi mengatakan hal yang sama saat menyadari kekuatan Gong Xhun yang berada di level yang sama dengan dirinya.
Gong Xhun lalu menyerahkan surat dari Ketua Zhou Kin yang lalu segera dibaca oleh Ratu Es Abadi. Dahi Nenek itu mengerut setelah membacanya.
“Jika hanya membawa Pendekar Tingkat Langit dan Pendekar Tingkat Roh saja, jumlah mereka kurang lebih seribu orang.”
Jawaban Gong Xhun membuat Ratu Es Abadi menghela nafas panjang. Lalu Ia mengajak Ketua Gong Xhun untuk beranjak mempersiapkan keberangkatan mereka.
Satu Jam kemudian Seribu orang lebih Anggota Klan Pedang Suci, berangkat ke Kota Anmei untuk berkumpul bersama Anggota Aliansi Aliran Putih lainnya.
Sedangkan Serigala Angin dan Serigala Petir diminta oleh Gong Xhun untuk tinggal di Klan menemani dua Tetua yang menjaga keamanan Klan Pedang Suci.
Setelah beberapa jam menempuh perjalan udara, seribu orang lebih dari Klan Pedang Suci akhirnya tiba di Kota Anmei.
Ketua Zhou Kin menyambut mereka dengan wajah cerah setelah membuka Kubah Perisai Pelindung Kota yang dibuat oleh Yao Chan.
Kedatangan seribu orang anggota Klan Pedang Suci itu sangat berarti bagi Aliansi Klan Aliran Putih lainnya.
Dengan begitu kekuatan Aliansi Klan aliran putih itu, kini berjumlah Lima Ribu orang. Tiga ribu diantaranya berada di Tingkat Pendekar Langit dan Dua Ribu lebih berada di tingkat Pendekar Roh.
Namun begitu, Kekhawatiran tetap terlihat di wajah Ketua Zhou Kin saat Ia memasuki Ruangannya. Di dalam ruangan itu telah hadir lima Ketua Klan Aliran Putih lainnya.
“Selamat Saudara Xhun dan Ratu Es Abadi, anda sekarang telah mencapai level sembilan Pendekar Dewa.”
Lima orang ketua lainnya terkejut saat mengetahui tingkat kekuatan mereka berdua.
Empat Ketua Klan itu berada di level Lima Pendekar Dewa, sedangkan Satu orang berada di level Enam.
“Selamat juga untuk anda Ketua Zhou Kin.” Gong Xhun dan Ratu Es Abadi berkata nyaris bersamaan saat mengetahui Level mereka telah sama.
Akhirnya musyawarah pun segera dimulai kembali dengan menyusun strategi untuk menghadapi pasukan lawan yang jumlahnya sedikit lebih besar dari mereka.
Pembicaraan itu berlangsung hingga malam hari. Satu persatu, para ketua Klan kembali ke Anggota mereka untuk mengkoordinasi strategi yang telah mereka susun.
Sesaat setelah hanya mereka bertiga yang berada di dalam ruangan, Raut wajah Ketua Zhou Kin berubah.
“Mengapa anda terlihat gelisah Ketua Zhou? Apakah ada sesuatu hal yang anda khawatirkan?” Gong Xhun bertanya kepada Ketua Zhou Kin sesaat kemudian.
“Benar Ketua Xhun … Aku khawatir terhadap dua orang dari dunia lain yang akan datang membantu mereka. Kita tidak tahu seberapa tinggi level kekuatan keduanya. Sementara Tuan Chan saat ini belum juga tiba.”
Ketua Gong Xhun dan Ratu Es Abadi pun menghela nafas panjang. Ketiganya merahasiakan tentang dua orang tersebut dari yang lainnya agar tidak menurunkan semangat tempur ketua Klan lainnya.
“Aku Yakin Adik Chan pasti datang. Apalagi hari ini adalah genap sebulan sejak kepergiannya ke dunia Moxian.”
Ratu Es Abadi pun meyakinkan Ketua Zhou Kin bahwa Yao Chan pasti datang membantu mereka karena Ia memiliki tugas penting di tiga dunia ini.
Perkataan itu membuat Ketua Zhou Kin terlihat lebih tenang. Lalu mereka memutuskan untuk kembali ke ruangannya masing-masing dan bermeditasi memulihkan energi untuk hari Esok.
Pagi harinya, saat matahari baru saja terbit, Kota Anmei telah di kepung oleh ribuan orang dari Aliansi Klan Aliran Hitam.
Lin Shan memutuskan untuk menyerang Kota Anmei, setelah Kedua Orang yang Ia tunggu tidak juga menampakan dirinya.
Suara ledakan mulai terdengar sesaat kemudian. Ledakan yang berasal dari Serangan energi untuk menghancurkan Kubah Perisai yang dibuat oleh Yao Chan.
Namun Setelah hampir satu jam tidak berhasil menghancurkan dinding perisai itu, Lin Shan dan Jing Mu terlihat kesal.
Kekuatan Mereka tidak cukup untuk menghancurkan Dinding Kubah Perisai yang sangat kuat tersebut.
Semua anggota Aliansi Klan Aliran Hitam terkejut saat tiba-tiba merasakan Aura kekuatan yang sangat besar memenuhi udara.
Lin Shan tersenyum saat mengetahui siapa yang datang.
******