Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
221: Tentang Dua Pusaka


“Maaf baru bisa menemui Anda semua. Ada beberapa hal yang harus saya urus terlebih dahulu.”


Sosok berselempang kain putih yang terlihat seperti pertapa dengan kepala yang botak, menyapa Yao Chan dan yang lainnya.


Sehari setelah Pertempuran di tepi Lembah Hou Mon, Yao Chan baru mendatangi kediaman Raja Iblis putih.


Sosok yang merupakan Kakak dari Raja Iblis En Mo itu, memperkenalkan dirinya sebagai Lin Mo.


“Terimakasih atas bantuan anda semua, jika tidak, mungkin Lembah Hou Mon hanya tinggal nama tanpa penghuninya.”


Lin Mo melanjutkan kata-katanya, setelah tujuh tamunya itu duduk di sebuah batu yang dipahat seperti kursi.


“Sudah semestinya kami membantu anda Raja Iblis Putih. Karena jika tidak … mungkin akan terjadi kehancuran di Dunia Moxian ini akibat ambisi Raja Iblis En Mo”


Xian Chi menjawab perkataan Raja Iblis Putih dengan senyum manisnya.


“Kakek Raja Iblis Putih, bisakah Engkau menceritakan alasan mereka ingin merebut paksa Permata Jiwa Iblis itu?”


Lin Mo menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Yao Chan. Ia menatap pemuda yang ia ketahui, paling berperan dalam kemenangan pertempuran kali ini.


“Dahulu kala, leluhur kami generasi ketiga yang bernama Han Mo, mendapatkan warisan dua Pusaka Sakti. Mutiara Hati Iblis dan Permata Jiwa Iblis.”


Lin Mo menghela nafas panjang, lalu Ia pun melanjutkan penjelasannya.


Setelah mendapatkan Kedua Pusaka Itu, Han Mo yang mempunyai kecerdasan tinggi dalam beladiri, berhasil menjadi sosok yang sangat kuat bahkan terkuat di dunia Moxian.


Karena kekuatannya yang tiada lawan itu, membuatnya menjadi sosok yang kejam. Ia membunuh siapapun yang menolak atau melanggar peraturannya.Karena keturunan satu-satunya dari Raja dan Ratu Iblis sebelumnya, Han Mo pun dinobatkan sebagai Raja Iblis berikutnya.


Hal itu terjadi setelah meninggalnya Raja dan Ratu Iblis yang mati dengan tubuh yang hanya tulang berbalut kulit karena sakit.


Hanya sakit dalam waktu tujuh hari saja tubuh Raja dan ratu tersebut, menjadi kurus kering seperti itu.


Sebagian besar bangsa Iblis percaya, bahwa Han Mo lah yang membunuh kedua Orang Tuanya itu secara perlahan dengan cara menyerap energi kehidupannya dengan teknik tertentu.


Setelah dinobatkan sebagai Raja Iblis yang baru dan memimpin Bangsa Iblis selama tujuh hari, Han Mo pun berniat untuk memusnahkan Bangsa Peri dari dunia Moxian.


Ia pun memerintahkan para prajurit dan perwiranya untuk menghabisi setiap bangsa Peri yang mereka temui.


Hingga akhirnya terjadilah pertarungan hebat tak jauh dari Pohon Abadi Xian Fun Da Shi. Pertarungan tersebut berhasil membunuh lebih dari separuh bangsa Peri yang hidup dimasa itu.


Dewa Naga akhirnya muncul dan berhasil membunuh Han Mo setelah terjadi pertarungan sengit diantara mereka.


Saat Dewa Naga mengeluarkan sebuah tombak, Ia pun berhasil membunuh Han Mo dengan tombak tersebut.


Namun Roh Han Mo telah terlebih dahulu keluar dari tubuhnya dengan Teknik Melepas Roh Membekukan Tubuh.


Dewa Naga kemudian Menyegel roh Han Mo dengan menggunakan Tombak tersebut dan menempatkannya jauh di atas langit Dunia Moxian.


Sejak saat itu, Dewa Naga melarang Bangsa Iblis maupun bangsa Peri untuk melakukan hubungan suami isteri saat Roh mereka berada diluar jasad kasarnya.


Hal itu karena Roh Han Mo akan menyerap energi dari hubungan suami isteri yang dilakukan oleh kedua Roh yang jasadnya masih hidup tersebut.


“Lalu bagaimana dengan Kedua pusakanya itu Kek?”


Yao Chan menyela dengan pertanyaan tersebut saat Lin Mo menghela nafasnya.


“Dewa Naga memberikan Mutiara Hati Iblis kepada En Mo yang kemudian dinobatkan menjadi Raja Iblis, sementara Permata Jiwa Iblis diberikan kepadaku.”


Lin Mo melanjutkan kembali penjelasannya bahwa setelah berhasil menyerap kekuatan Mustika Hati Iblis selama ratusan tahun, Raja Iblis En Mo mulai berambisi untuk menyerap energi dari Permata Jiwa Iblis.


Hal itu membuat mereka berdua berseteru, Saat Raja Iblis En Mo meminta Permata Jiwa Iblis kepadanya.


Karena dirinya telah mendapat larangan dari Dewa Naga, agar tidak pernah meminjamkan apalagi memberikan permata itu kepada En Mo, Ia pun menolak permintaan saudaranya tersebut.


Mereka berdua pun akhirnya bertarung hingga dirinya berhasil mengalahkan Raja Iblis En Mo.


Setelah kejadian itu, Ia memilih meninggalkan Istana Iblis dan mendiami Lembah Hou Mon dengan para pengikutnya yang mencintai kedamaian dengan bangsa Peri maupun Siluman.


Namun Raja Iblis En Mo selalu berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi, dan menyerang Bangsa Peri untuk mengambil sebuah Pusaka yang berada disana.


Dewa Naga menyegel tubuh Raja Iblis En Mo dengan sebuah Bola Energi berwarna Keemasan. Lalu membawa Mustika Hati Iblis Ke dunia lain dan menyegelnya di sana.


Berita terakhir yang Ia dengar adalah Lima Murid Raja Iblis En Mo mencari Mustika Hati Iblis itu dan pergi ke dunia manusia Bumi.


Kabar terbaru yang ia terima, Iblis Hitam telah kembali dengan membawa mustika Hati Iblis bersama sorang Peri dan melakukan hubungan yang dilarang oleh Dewa Naga ribuan tahun lalu.


Hal itu menyebabkan Roh Han Mo terlepas dari segelnya dan merasuki janin yang akan terbentuk dari hubungan terlarang itu.


Hanya saja Iblis Hitam tidak membawa Mustika Hati Iblis saat tiba di Istana Iblis.


Hal itu karena terjadi perselisihan antara dirinya dan Peri Hitam yang tiba-tiba saja memiliki kekuatan besar setelah dirasuki oleh Roh Han Mo.


Dengan kekuatan barunya tersebut, Peri Hitam berhasil merampas Mutiara Hati Iblis dan membawanya pergi meninggalkan Iblis Hitam yang terluka.


Saat tiba istana Iblis, Ratu Iblis telah selesai dari meditasi panjangnya dan membunuh Iblis Hitam karena telah gagal mendapatkan Mutiara itu.


“Apa Peri Hitam memiliki kekuatan yang melebihi Iblis Hitam?”


Suara Xian Mey terdengar bergetar mengetahui berita tersebut.


Lin Mo menegaskan bahwa berita itu benar, karena mata-matanya yang bekerja sebagai pelayan di istana Iblis, belum pernah satu kali pun memberikan informasi yang keliru padanya.


"Jadi ada kemungkinan bahwa Peri Hitam akan kesini untuk merebut Permata Jiwa Iblis yang akan digunakan Reinkarnasi Han Mo saat ia lahir nanti.”


Suara Yao Chan membuat yang lain terkejut, wajah Lin Mo pun terlihat risau karena sebelumnya Ia telah menduga hal tersebut.


“Kakek Lin Mo, jangan khawatir, apakah Kakek ingat dengan tombak ini?”


Yao Chan mengeluarkan Tombak Pemusnah Roh dari Gelang Ruang Dimensinya. Lin Mo terkejut saat melihat Tombak ditangan Yao Chan.


“Benar … Benar sekali ini Tombak yang digunakan oleh Dewa Naga waktu itu, bagaimana bisa berada di tangan mu?”


Yao Chan pun menjelaskan secara singkat tentang tujuan kedatangannya ke Dunia Moxian.


Raja Iblis Putih Lin Mo akhirnya menerima penjelasan Yao Chan dan mempercayai sepenuhnya penjelasan pemuda yang baru saja menolongnya itu.


Lalu Yao Chan menyampaikan niatannya untuk berlatih di Air terjun yang tak jauh dari kediaman Lin Mo.


Selain itu Yao Chan juga ingin meminjam Permata Jiwa Iblis demi meningkatkan kekuatannya.


Awalnya Lin Mo menolak permintaan Yao Chan tersebut, namun mengingat pemuda dihadapannya itu adalah sosok yang ditunjuk oleh Dewa Naga untuk menjaga perdamaian di Dunia Moxian, Ia pun meminjamkan Permata itu.


Setelah itu Yao Chan dan ke enam gadis dari tiga dunia berbeda itu, segera melesat kearah air terjun di mana Serigala Angin sedang tidur disana.


Serigala Angin merasa mengantuk ketika perutnya kenyang setelah kemarin memakan Burung Elang Hung Bai yang ikut mati saat Kakek itu tewas ditangan Yao Chan.


Serigala Angin terbangun saat Yao Chan dan enam orang gadis tiba di Air terjun yang udaranya terasa sangat sejuk itu.


Yao Chan pun menjelaskan secara singkat kepada mereka, bahwa setidaknya Ia akan butuh waktu tiga atau empat hari, untuk menerobos ke level kedua dari Tingkat Pendekar Dewa menggunakan permata Jiwa Iblis tersebut.


Yao Chan segera melesat ke arah Air terjun yang berjarak lima puluh meter dari tempat mereka berada.


Gong Li dan Zhu Yin segera membalikan badan saat melihat Yao Chan melesat ke arah air terjun. Tetapi tidak dengan Qing Mi, Xian Mey, Xian Chi, dan Xian shi.


Mereka berempat terus memandangi Yao Chan yang Tiba-tiba saja melepas semua pakaiannya dengan sangat cepat.


Sesaat kemudian terdengar jeritan dari empat gadis tersebut, yang membuat Gong Li dan Zhu Yin terpingkal –pingkal saat melihat raut wajah ke empat gadis itu.


**


Tiga Hari kemudian, Yao Chan yang tengah berkultivasi dengan menggenggam Permata Jiwa Iblis di pusarnya, merasakan adanya dua Energi besar sedang mendekat ke arah lembah Hou Mon.


Hal itu bertepatan dengan detik pertama Ia menerobos ke Level Dua Pendekar Dewa. Udara di sekitar Air terjun pun seketika berfluktuasi dengan hebat.


Tiba-tida terdengar suara Ledakan keras dari dua arah yang berbeda, satu dari Arah kediaman Raja Iblis Putih dan satu ledakan dari Air Terjun dimana Yao Chan sedang berusaha menyerap energi besar yang meledak keluar dari dalam tubuhnya.


******