
Dari ketujuh orang tersebut, Yao Chan adalah yang terakhir yang terlihat hilang kesadarannya. Namun sebenarnya ia tidak terpengaruh oleh kabut yang mengandung racun pelumpuh saraf itu.
Hal ini karena keberadaan Mutiara Jiwa Naga di dalam tubuhnya. Setiap racun yang menyentuh kulit Yao Chan akan secepatnya dinetralkan oleh Mutiara Jiwa Naga tersebut.
Yao Chan hanya sedang berpura-pura pingsan, untuk membuat orang yang menebarkan racun tersebut keluar dari persembunyiannya.
Sebenarnya bukan hanya Yao Chan saja yang berpura-pura pingsan. Zhu Yin yang telah menyadari ada keanehan dengan kabut tersebut, juga berpura-pura pingsan.
Zhu Yin segera menahan nafas, lalu saat pura-pura jatuh dari kudanya, dengan cepat tangannya mengambil dan kemudian menelan sebuah pil yang membuatnya tetap sadar walau bersentuhan dengan kabut itu.
Beberapa saat kemudian, dari balik pepohonan dan semak-semak, melesat belasan orang yang mengenakan cadar berwarna hitam.
Dari gerakan mereka, terlihat bahwa belasan orang tersebut, setidaknya seorang pendekar Ahli.
"Hahahaha hari ini kita dapat ikan besar, Ketua pasti senang dengan hasil kita kali ini."
Terdengar suara tawa seorang lelaki yang tampaknya pemimpin kelompok tersebut, diikuti tawa belasan orang lainnya. Lelaki tersebut terlihat memiliki kemampuan seorang Pendekar Bergelar.
Ikan besar yang dimaksud adalah dua orang gadis yang memiliki kecantikan bak bidadari yaitu Yu Lian dan Zhu Yin.
Selain itu melihat di setiap kuda terdapat buntalan yang cukup besar, membuat mereka berada dalam kesenangan tanpa menyadari malaikat maut sedang mengintip nyawa mereka.
"Cepat angkat kedua gadis tersebut, dan bawa semua barang-barang mereka.!"
Lelaki tersebut kembali bersuara memerintahkan anak buahnya. Tak menunggu lama empat orang yang terdekat dengan Yu Lian dan Zhu Yin segera melompat ke arah keduanya.
Zhu Yin yang memang sudah waspada, segera melompat serta melepaskan sebuah tendangan keras saat pria bercadar tersebut dalam jangkauan kakinya.
DEESHH!!!
AAARRGGGGH!!!!
Pria tersebut terlalu terkejut untuk menangkis atau menghindari tendangan Yu Lian yang begitu cepat. Tubuhnya terlempar beberapa meter, dari mulutnya menyemburkan darah segar. Seluruh organ dalamnya hancur, membuatnya tewas sebelum tubuhnya menyentuh tanah.
Pemimpin kelompok bercadar hitam terkejut melihat racun pelumpuh saraf milik ketua mereka tidak bekerja pada seorang gadis yang terlihat berusia belasan tahun.
Ini pertama kalinya ada yang mampu bertahan dari racun pelumpuh saraf sehingga menimbulkan tanda tanya besar di benaknya tentang identitas kedua anak muda itu.
Setelah berhasil menjatuhkan seorang perampok, Zhu Yin melanjutkan serangannya pada perampok bercadar lainnya yang sedang terkejut melihat rekannya terlempar jauh dan tewas seketika.
Perampok bercadar kedua berhasil menangkis pukulan Zhu Yin, namun tanpa ia duga tulang lengannya hancur, membuatnya menjerit kesakitan sehingga pertahanannya terbuka.
Zhu Yin segera melepaskan tendangan yang sangat cepat kearah kepala perampok tersebut, tendangan yang membuat pria tersebut tewas dengan kepala yang retak.
Belasan perampok bercadar lainnya segera melompat mundur. Dua orang diantaranya, mendarat tak jauh dari Yao Chan. Hanya berjarak tiga jengkal dari tubuh Yao Chan.
Hal ini tak disia-siakan oleh Yao Chan yang segera berdiri diantara keduanya. Ditepuknya kedua bahu pria itu, saat keduanya menoleh, dengan cepat dipegangnya leher kedua orang tersebut, lalu kedua wajah orang itu dibenturkan satu sama lainnya.
krak..krak
"Hahahaha.." Yao Chan tertawa mendengar suara tulang hidung yang patah itu.
Sementara pimpinan perampok sangat terkejut dengan apa yang dilihat oleh matanya. Dua orang remaja belasan tahun, menjatuhkan empat pendekar ahli hanya dengan satu serangan saja.
Tentu saja hal ini membuatnya mengusap mata, untuk memastikan bahwa matanya sedang tidak berbohong kepadanya. Tubuhnya menggigil saat menyadari bahwa kemampuan keduanya jauh diatas ketua mereka sekalipun.
Saat berpikir untuk melarikan diri, pimpinan kelompok bercadar itu baru menyadari Yao Chan sedang melesat ke arahnya. Sementara Zhu Yin bergerak menyerang anggotanya yang kini telah mengeluarkan pedang mereka.
Melihat kelompok bercadar itu menggunakan senjatanya, Zhu Yin segera mengeluarkan Pedang Gadis Suci dari Gelang Ruang Dimensinya.
Melihat seorang gadis memunculkan Pedang dari ruang hampa, membuat mereka terkesiap, barulah mereka sadari telah salah memilih orang untuk mereka rampok.
Dengan cepat Zhu Yin menyerang mereka dengan jurus pertama dari Teknik Pedang Gadis Suci. Dengan jurus itu Zhu Yin berhasil membunuh dua orang perampok bercadar dalam waktu kurang dari satu menit.
Melihat dua rekan mereka tewas dengan leher nyaris putus, membuat delapan orang anggota perampok bercadar lainnya, bergidik ngeri. Mereka akhirnya memutuskan untuk melarikan diri, apalagi melihat pimpinan mereka tersungkur akibat terkena pukulan Yao Chan.
Zhu Yin kembali menyerang dengan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya melihat dua orang lawannya yang paling jauh darinya melompat untuk melarikan diri.
Dengan cepat Zhu Yin membunuh ke enam anggota kelompok perampok bercadar itu, mereka semua tewas hanya dengan satu dua serangan Zhu Yin.
Setelah membunuh enam orang tersebut, Zhu Yin melesat kearah dua orang yang telah lari diantara pepohonan. Zhu Yin berdecak kesal, saat melihat mereka sudah berjarak puluhan meter dan berlari kearah yang berlawanan.
Zhu Yin melesat dengan mengerahkan seluruh kemampuan meringankan tubuh miliknya. dalam beberapa detik, orang tersebut berhasil dia lewati dan dalam satu kali tebasan, kepala pria bercadar itu menggelinding ke tanah.
Zhu Yin kembali melesat dengan cepat kearah yang berlawan, dalam hitungan beberapa detik dirinya berhasil mengejar lalu menghadang orang tersebut sambil menghunuskan pedang ke lehernya.
"Diam dan jangan melawan atau ku penggal kepalamu!"
Zhu Yin membentak lelaki bercadar tersebut hingga tubuhnya gemetar menahan rasa takut. Seandainya dirinya tidak melihat langsung kemampuan dan kekejaman gadis cantik ini, mungkin dia akan tersenyum menghadapi ancaman tersebut.
"Jawab pertanyaan ku jika kau masih ingin hidup! dari mana kalian mendapatkan Racun Pelumpuh Saraf itu?"
"Dari ..ketua kami Nona."
Lelaki bercadar itu segera menjawab dengan cepat. Tak ingin membuat gadis di depannya menjadi marah.
"Siapa Ketua kalian dan dimana dia sekarang!?" Bentak Zhu Yin.
"Ketua kami bernama ...Chu Lang .. dia ..dia adalah Kepala Desa Yongan." jawab lelaki bercadar tersebut dengan terbata-bata karena takut telah membocorkan rahasia ketuanya.
Zhu Yin segera menarik pedangnya dengan cepat, membuat lelaki tersebut membelalakan mata sebelum akhirnya jatuh sambil memegangi lehernya yang hampir putus. Lelaki itu belum bisa percaya bahwa hidupnya akan berakhir ditangan seorang gadis berwajah bak bidadari.
Zhu Yin segera kembali ke tempat Yao Chan yang saat itu sedang menggunakan teknik Mata Menghisap Ingatan kepada lelaki yang menjadi pimpinan para perampok bercadar itu.
...*****...
Selamat Tahun Baru 2021, semoga di tahun ini, hidup kita semua jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.