Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
043: Mendatangi Hutan Merah


"Tahan Kek.. jangan di bunuh!"


Suara Yao Chan mengejutkan mereka semua. Mereka terkejut bukan karena Yao Chan menahan serangan Tetua Ma Hua, tetapi mereka terkejut karena kecepatan gerak Yao Chan yang di luar nalar manusia.


Jarak Yao Chan dengan Tetua Ma Hua lebih dari sepuluh meter, sedangkan kurang dari satu detik lagi, pedang Tetua Ma Hua akan menebas putus leher lelaki itu.


Bahkan Guo Jin sendiri merasa takjub karena dirinya tak yakin bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Yao Chan barusan, Walau dirinya kini berada di tingkat Pendekar Suci Tahap Menengah.


"Ada apa Chan"er? kenapa kau menahan pedang kakek? " Tanya Tetua Ma Hua yang kebingungan dengan apa yang baru saja dilakukan Yao Chan.


Didalam hatinya Tetua Ma Hua sebenarnya terkejut dengan kemampuan Yao Chan. Tangannya tadi sempat terasa kebas untuk beberapa waktu setelah berbenturan pedang dengan Yao Chan.


"Kakek.. biarkan dia pergi, lengannya sudah terputus. Mungkin dia benar-benar akan berubah menjadi orang baik." Jawab Yao Chan sambil memasukan Pedang Pelangi kedalam sarungnya.


Zhu Yin yang mendengar kata-kata Yao Chan mengerutkan dahinya. "Pendekar muda yang hebat tetapi sayangnya masih Naif." Zhu Yin berkata santai sambil membersihkan Pedang Gadis Suci dari darah yang masih melekat.


Kalimat Zhu Yin membuat Yao Chan tersedak sekaligus terpesona saat menatap wajah gadis yang datang bersama Guo Jin. Kecantikannya yang tak kalah dari Yu Lian, membuat Yao Chan menatap Zhu Yin lekat-lekat hingga tak menyadari Raut wajah Yu Lian berubah.


"Kenapa.. Apa ada yang salah dengan kata-kataku?" Tanya Zhu Yin sambil tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.


Yao Chan menjadi kikuk dengan pertanyaan Zhu Yin.


"Nona.. aku tidak mengenalmu bahkan baru melihatmu sekarang, kenapa kau berani menilai ku seperti itu?" tanya Yao Chan sambil mengembalikan pedang Pelangi kedalam Gelang Ruang Dimensinya.


Beberapa orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yao Chan yang mampu menghilangkan sebuah pedang dengan hanya meletakkannya atas pergelangan tangan.


Zhu Yin sedikit terkejut dengan kata-kata Yao Chan. Namun berkat kejeniusannya dengan mudah ia menjawab pertanyaan Yao Chan.


"Aku .. aku mungkin bukan siapa-siapa mu saat ini, entah dimasa depan nanti. Aku berani menilai mu seperti itu, karena kau salah meletakan prinsip kebaikan kepada orang-orang seperti mereka!."


Yao Chan kembali tercekat dengan perkataan Gadis cantik dihadapannya, usia gadis manis ini mungkin tidak lebih banyak darinya, hanya saja kata-kata yang diucapkan, seolah-olah dirinya telah mengarungi hidup jauh lebih lama dari Yao Chan.


Wajah Yu Lian menjadi merah karena marah, marah mendengar kata-kata "entah di masa depan nanti".


Setelah mengembalikan Pedang Rajawali kedalam Gelang Ruang Dimensi, Guo Jin berjalan kearah mereka dan menengahi perdebatan Yao Chan dan Zhu Yin.


"Tetua Ma.. biarkan orang ini hidup, biarkan dia mengubur jasad saudara seperguruannya."


Lalu Guo Jin menatap lelaki yang terlihat semakin pucat karena terlalu banyak kehilangan darah dari luka di lengannya.


"Kau boleh pergi dari kota ini, dan bawalah jasad-jasad saudaramu dan penuhi janjimu tadi. Jika kau masih melakukan kejahatan lagi, maka Kau akan mati jika bertemu denganku. Pergilah!!"


Lelaki tersebut mengucapkan terimakasih, lalu manggil beberapa anggota Sekte Lembah Iblis Neraka yang terlihat olehnya.


Mereka pun pergi sambil membawa jasad lima Hantu Lembah Neraka yang juga menjadi pemimpin mereka dalam misi kali ini.


Tetua Ma Hua segera menyampaikan hormatnya kepada Guo Jin. Terlihat kegembiraan di wajah Tetua Ma Hua saat mengetahui ketua Sektenya telah menembus Tingkat Pendekar Suci.


Guo Jin lalu mengenalkan Zhu Yin dan menjelaskan siapa Zhu Yin sebenarnya. Mata Yao Chan melotot saat mengetahui Zhu Yin memiliki garis keturunan dari Zhu Long.


Yu Lian yang awalnya merasa jengkel dengan Zhu Yin, kini terdiam dengan perasaan tak menentu. Sesuatu menyeruak di dalam hatinya.


**


Di sebuah ruang penginapan yang berjarak tiga ratus meter dari rumah makan Lao Qin, Wang Yun terkejut hingga berdiri dari kursinya setelah mendapat laporan dari salah satu Tetua Sektenya.


Sebagai Ketua Sekte Golok Iblis yang ikut menyerang Sekte Lembah Dewa sepuluh tahun lalu, dirinya merasa tertipu dengan kabar kematian Guo Jin dan para petingginya di Jurang Dewa.


Menemukan mereka kini sedang berada di kota Xinan dan memiliki kemampuan diatasnya, membuat hati Wang Yun menjadi gentar.


Apalagi saat mengetahui bahwa Enam Hantu Lembah Neraka, lima diantaranya telah tewas, sedang satu yang tersisa mengalami luka parah dengan salah satu lengannya putus.


"Ketua apa yang harus kita lakukan? apa kita akan terus melanjutkan perjalanan menuju Hutan Merah?"


Wang Yun terdiam beberapa saat, pikirannya dilanda kegalauan, bukan galau karena merindukan seseorang tetapi kegalauan akan nasib Sekte yang dipimpinnya.


Wang Yun mengetahui dari Jiao Xin bahwa Jiao Xin lah yang menghancurkan seluruh bangunan Sekte Lembah Dewa. sepuluh tahun lalu.


Tentu saja setelah mereka kembali ke Dunia Persilatan, mereka akan menuntut balas kepada Sekte Golok Iblis atas apa yang dilakukan oleh pendiri sektenya.


"Menurutku sebaiknya kita kembali ke sekte terlebih dahulu, kemunculan mereka diluar perhitunganku, apalagi dengan kemampuan mereka yang telah meningkat pesat. Akan buruk bagi sekte kita jika bertemu mereka sekarang."


"Baik Ketua.. akan ku perintahkan anggota lainnya untuk segera bersiap." Jawab Tetua Sekte yang merasa senang dengan keputusan Wang Yun.


Dirinya sudah merasa gentar ketika melihat seorang pemuda membunuh salah satu dari Enam Hantu Lembah Neraka dengan mudahnya setelah bertarung ratusan jurus dengan empat dari Enam Hantu Lembah Neraka.


**


Sesampainya di kediaman Walikota, mereka disambut dengan penuh hormat oleh Fu Zianhe yang langsung menjamu dengan hidangan terbaiknya.


Acara makan malam di penuhi dengan suasana canggung terutama Yu Lian, Zhu Yin dan Yao Chan.


Yu Lian merasakan sesuatu yang membuat hatinya dongkol setiap memergoki Zhu Yin menatap Yao Chan dengan tatapan yang menunjukan rasa kagum kepada Yao Chan.


Rasa dongkol Yu Lian semakin bertambah ketika memergoki Yao Chan beberapa kali menatap Zhu Yin dengan melempar senyum. Wajah Zhu Yin menjadi merah setiap kali Yao Chan tersenyum padanya.


Hanya saja Zhu Yin telah salah menduga, Yao Chan tersenyum beberapa kali karena membayangkan raut wajah Zhu Yin saat nanti berhasil dijahili olehnya.


Yao Chan yang masih jengkel dengan ucapan Zhu Yin yang mengatakan dirinya masih naif, berencana menjahili Zhu Yin.


"Ketua .. apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Tetua Ma Hua setelah acara makan malam selesai.


"Menjelang pagi nanti, kita akan mendatangi Hutan Merah, Kemungkinan salah satu dari tiga Pusaka Iblis yang muncul di alam manusia berada di sana." Jawab Guo Jin.


"Baik Ketua.. Aku akan memberitahu anggota lainnya untuk bersiap."


*****


LIKE yang anda berikan setelah membaca Chapter ini menjadi VITAMIN bagi Author. Dan Author berterimakasih untuk itu.