
Tubuh Dewa Iblis Han Mo kini menjadi setinggi lima meter dengan aura kekuatan penuhnya yang berada di level sembilan tingkat Pendekar Dewa.
Yao Chan menyeringai, Ia pun segera mengerahkan kekuatan penuhnya. Aura emas di sekitar tubuh Yao Chan pun, kini menjadi lebih terang dari sebelumnya.
“Kau … ?!”
Dewa Iblis Han Mo berkata tertahan, saat menyadari bahwa Yao Chan memiliki kekuatan yang setara, bahkan sedikit berada diatas kekuatannya.
Melihat hal itu, Dewa Iblis Han Mo segera mengeluarkan jurus-jurus terkuatnya. Ia lalu memejamkan mata, mengerahkan seluruh energi ditubuhnya.
Pori-pori tubuh Dewa Iblis Han Mo seketika membara, bagai arang yang tertiup angin. Hawa panas yang tinggi segera merembes dari tubuhnya, membuat udara dalam jarak ratusan meter, menjadi berhawa panas.
Sementara Tubuh Yao Chan mengeluarkan Asap biru yang berhawa sangat dingin. Aura kuning keemasan kini berbaur dengan aura biru, membentuk siluet yang warna yang menyeramkan.
Dewa Iblis Han Mo segera menerjang Yao Chan dengan melemparkan dua bola energi api yang membara dari kedua telapak tangannya dengan sangat cepat.
Yao Chan pun segera melesatkan dua buah bola energi es yang menghadang laju dua bola api itu.
Blaar …. Blaar
Empat buah bola energi bertemu di udara dan meledak secara bersamaan dengan suara yang keras.
Dewa Iblis Han Mo melanjutkan serangan dengan membuat sebuah tombak api berukuran raksasa. Lalu melesatkannya ke arah Tubuh Yao Chan dengan cepat.
Yao Chan segera membuat seekor Naga Es dari energinya yang segera melesat dan melilit Tombak Api tersebut.
Yao Chan menggerakan jari tangannya seolah sedang mencengkram sesuatu. Ular Naga Es itu seketika bergerak menguatkan lilitannya dan meledakan Tombak Api itu.
Dewa Iblis Han Mo merasa geram, Ia tidak lagi melakukan serangan energi melainkan langsung menyerang tubuh kecil Yao Chan.
Yao Chan terlihat kesal, Ia sengaja bersikap pasif dalam pertarungan, untuk menguras tenaga lawan. Melihat Dewa Iblis Han Mo menyerangnya secara langsung, mau tak mau Ia pun meladeninya.
Dewa Iblis Han Mo menyerang Yao Chan dengan tinju besarnya. Tubuh Setinggi enam meter itu, diluar dugaan mampu bergerak lincah dan cepat.
Walau Yao Chan berhasil menghindarinya, namun membuat posisinya tidak menguntungkan, saat menangkis sebuah tendangan keras dan berhawa panas dari Iblis itu.
DUAGH
Tubuh Yao Chan terpental dengan keras saat lengannya berbenturan dengan telapak kaki Dewa Iblis Han Mo.
Dari jarak tiga puluh meter, Yao Chan bergerak dengan Jurus berpindah dalam sekejap dan telah berada di belakang tubuh besar Dewa Iblis Han Mo.
DUAAGH
Ia pun segera menghantamkan tendangan kuat ke arah punggung lawan. Membuat Tubuh Iblis Han Mo melucur jatuh dengan punggung yang sangat sakit.
Dengan geram Dewa Iblis Han Mo kembali melesat dan menghanjar Yao Chan dengan serangan tinju beruntunnya.
Yao Chan berhasil menghindari semua serangan cepat dan mematikan itu, dengan jurus langkah Dewa Angin.
Setelah bertarung belasan jurus, Dewa Iblis Han Mo menggeram kesal. Saat itulah Yao Chan melepaskan serangan dengan jurus Sentilan Jari Naga.
BLAAAR
Tubuh besar yang membara itu, terhempas sangat kuat menghantam tanah. Membuat tanah yang terhantam, kini menjadi cekung dengan diameter lebih dari sepuluh meter.
Bola energi kuning keemasan kembali melesat dari Jari tangan Yao Chan. Bola energi itu menghantam dengan telak tubuh Dewa Iblis Han Mo, membuatnya kembali jatuh tersungkur.
Dengan geram Dewa Iblis Han Mo segera melesat, saat sebuah bola energi lain bergerak cepat kearahnya.
Bola energi ketiga dari Yao Chan hanya menghantam tanah hingga berlubang sedalam sepuluh meter, membuat tempat itu terlihat seperti sebuah kawah gunung.
Dewa Iblis Han Mo yang frustasi karena tidak mampu mendaratkan serangannya segera duduk bermeditasi di udara.
Seketika dari kepalanya, keluar sebuah bayang dirinya berbentuk Api dengan kobaran Apinya berwana merah kehitaman.
Melihat Hal itu, Yao Chan segera mengeluarkan Tombak Pemusnah Roh dari Gelang Ruang Dimensinya.
Yao Chan segera mengalirkan energinya dan dengan cepat Tombak itu menyerap seluruh energi Yao Chan.
Seekor Ular Naga raksasa segera saja melesat keluar dari Tombak Pemusnah Roh saat Api berwujud Iblis Han Mo itu selesai terbentuk dengan sempurna.
Mersakan adanya Aura yang Ia kenali, Dewa Iblis Han Mo membuka matanya dan hatinya seketika bergetar hebat.
“Tombak Pemusnah Roh … Bagaimana .. Ia bisa memilikinya..?”
Dewa Iblis Han Mo berkata dengan terbata-bata, membuat konsentrasinya terbagi. Sehingga dengan mudah, Ular Naga raksasa itu segera melilit sosok api yang menyerupai dirinya dengan sangat kuat.
Yao Chan memang telah menunggu serangan Api Roh dari Iblis Han Mo ini.
Hanya saja penguasaan Dewa Iblis Han Mo terhadap jurus ini sudah sangat tinggi. Sehingga Ia mampu untuk menggerakan setengah rohnya dengan kesadaran yang berada ditubuh aslinya.
Yang Yao Chan ketahui, Dewa Naga hampir dikalahkan dengan jurus ini. Karena Serangan sekuat apapun, tidak akan berpengaruh terhadap makhluk Api Roh itu.
Hanya Tombak panjang yang kini berada di tangannya itu yang mampu menaklukan Api Roh tersebut.
Dan Yao Chan, kini kembali menyaksikan kehebatan Tombak Pemusnah Roh itu.
Ular Naga itu kini membesar beberapa kali lipat dan perlahan melahap Api Roh Han Mo yang terus meronta berusaha melepaskan dirinya darinya.
Suara raungan dan teriakan dari Roh Api itu terdengar memilukan saat kepalanya terlahap oleh mulut Naga Raksasa yang baru Yao Chan ketahui adalah Naga Cahaya.
Naga Cahaya adalah Makhluk terkuat dari bangsa Naga. Jauh diatas kekuatan yang dimiliki oleh Dewa Naga sekalipun.
Sementara tubuh kasar Dewa Iblis Han Mo itu, kini mulai bergerak berusaha untuk menarik Api Roh yang keluar dari ubun-ubun di kepalanya.
Namun karena sebagian Api Roh itu telah masuk kedalam mulut Naga Cahaya, maka menarik kembali Api Rohnya menjadi sangat sulit dilakukan oleh Dewa Iblis Han Mo.
Sekejap kemudian seluruh Api Roh itu telah tertelan oleh Naga Cahaya. Dan Sesaat kemudian terdengar Jeritan Dewa Iblis Han Mo.
“ Jangaaaaaaaann … Tidaaaakk !!!”
Jeritan Dewa Iblis Han Mo terhenti seiring tubuhnya terlahap ke dalam mulut Naga Cahaya.
Sesaat kemudian Naga Cahaya bergerak dengan gerakan tubuh yang terlihat sangat menyeramkan.
Seolah sedang bertarung dengan lawan yang kuat. Dan hal itu memang benar adanya.
Dewa Iblis Han Mo masih mencoba membobol Perut Naga Cahaya beberapa kali sehingga tubuh Naga tersebut, bergerak dengan tidak wajar.
Gerakan Tubuh Naga Emas kembali normal, beberapa saat kemudian. Ia pun segera membuka mulutnya lebar-lebar.
Lalu keluarlah sebuah bola berwarna putih yang sangat terang di udara. Sesaat kemudian terdengar suara yang berat saat Naga Cahaya berbicara kepada Yao Chan.
“Anak Manusia pilihan Dewa Tertinggi, hancurkan bola cahaya itu dengan menghunjamkan tombak ditanganmu itu. Agar makhluk keji ini mati selamanya.”
Setelah berkata demikian, sosok Naga Cahaya kembali mengecil dan lalu kembali memasuki Tombak Pemusnah Roh di tangan Yao Chan.
Setelah energinya di pulihkan, Yao Chan segera melesat mendekati bola cahaya itu.
Dengan kekuatan penuhnya, Yao Chan lalu menghunjamkan Tombak Pemusnah Roh yang membuat seluruh batang tombak itu, melesak masuk pada bola cahaya itu.
“Aaaarrghhhhhh”
Yao Chan menjerit keras saat energi murni berhawa sangat panas merasuk dalam tubuhnya dengan cepat.
Ia berusaha melepaskan genggaman tangannya pada batang tombak yang tersisa dalam genggamannya itu.
Namun seolah ada energi yang menariknya, tangannya itu sulit Ia lepaskan walau mencoba mengerahkan tenaganya.
Keanehan terjadi sesaat kemudian, Yao Chan merasakan panas tersebut perlahan berubah menjadi hangat dan terasa nyaman.
Ia pun segera bermeditasi untuk segera mengalirkan energi sangat murni itu, kesulurh otot tubuhnya.
Bola cahaya itu, kini semakin mengecil dan akhirnya sirna di ujung mata Tombak Pemusnah Roh.
Bersamaan dengan sirnanya cahaya tersebut, Yao Chan mengakhiri meditasinya. Ia merasakan kekuatannya bertambah dan kini berada di Level puncak Pendekar Dewa.
“Akhirnya aku mencapai Puncak Tingkat Pendekar Dewa. Tinggal satu Langkah lagi untuk memasuki Ranah Sebagai Dewa. Dunia Kultiva, aku segera akan mengunjungi tanah mu. Demi menyempurnakan Raga dan Roh ku menjadi seorang Dewa.”
*****
Arc 3 telah berakhir. Akan berlanjut ke Arc 4 atau Arc. terakhir novel PTD ini.
Telah Ada 80 kerangka besar untuk dikembangkan menjadi Chapter di Arc. 4. ini.
Bisa berkurang atau lebih saat di kembangkan nantinya.
Akan bercerita tentang pencarian Yao Chan akan lima Permata Elemen yang akan Ia gunakan untuk berkultivasi menjadi Dewa.
Sementara ada tiga orang yang merupakan murid dari Iblis Sejati yang juga mencari permata tersebut. dan berniat menjadikan diri mereka menjadi Dewa yang menguasai tiga dunia.
So ikuti terus PTD yang telah memasuk Arc. terakhir ini.
Terimakasih.
🙏🙏🙏🙏