Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
240: Yao Chan Vs Han Mo II


Untuk melepaskan dirinya dari lilitan Tali Jiwa Iblis, Yao Chan hanya memikirkan satu cara seperti yang dilakukan oleh Dewa Naga.


Yao Chan segera merapal mantera yang Ia pelajari dari Kitab Emas pemberian Dewa Tertinggi, Teknik Pembesar Raga.


Dengan teknik ini, Yao Chan Berhasil melepaskan diri dengan memutuskan tali Jiwa Iblis menjadi sembilan bagian.


Tali Jiwa Iblis berhasil Ia putuskan dengan membesarkan tubuhnya. Dalam proses tersebut, Yao Chan meledakan Energi yang sangat kuat.


Dewa Iblis Han Mo terkejut bukan kepalang. Selain karena Tali Jiwa Iblis miliknya putus, aura kekuatan yang dipancarkan oleh Yao Chan, sangatlah kuat hingga memaksanya menelan ludahnya sendiri.


Sedangkan tubuh Yao Chan kini memiliki tinggi enam meter lebih. Membuatnya terlihat bagai seorang Dewa, karena tubuhnya kini diselimuti aura kuning keemasan yang terang.


Tekanan udara seketika menjadi sangat berat di area yang terkurung oleh Perisai Energi yang Yao Chan buat sebelumnya.


Jika saja tidak ada perisai energi itu, mungkin semua orang selain Gong Li, Xian Mey dan dua bocah kecil itu, akan jatuh terduduk dan tak kuasa untuk berdiri.


Tubuh Dewa Iblis Han Mo yang terkejut, seketika limbung dan meluncur jatuh.


Sesaat sebelum tubuhnya terhempas, Dewa Iblis Han Mo segera menggunakan Teknik Api Iblisnya dan mengalirkan energi api itu ke telapak kakinya.


Ia pun berhasil mengatasi tekanan yang luar biasa besar ke arah tubuhnya. Yao Chan hanya tersenyum tipis melihat hal itu.


Ia memang sengaja mengarahkan Aura Kekuatan energinya ke tubuh Dewa Iblis Han Mo yang tentu saja tidak menduganya.


Untuk beberapa detik kemudian, Dewa Iblis Han Mo memandanglekat ke arah Yao Chan. Ia tidak menduga ada sosok lain yang memiliki kekuatan yang hampir menyamai Dewa Naga.


Melihat lawannya diam saja, Yao Chan segera melayangkan sebuah pukulan Jarak jauh yang membuat Dewa Iblis Han Mo terkesiap.


Tangan Yao Chan terlihat membesar dan sesaat kemudian tangan itu seolah terlepas dari bahunya dan melesat ke arah dirinya.


Dewa Iblis Han Mo tak ingin gegabah, tangan raksasa itu Ia hindari dengan mudah, namun Ia tidak menduga Tangan berbalik dan melesat kearah dirinya.


Dewa Iblis Han Mo bersiap menghindari lagi serangan tersebut, namun Ia kembali dikejutkan karena kepalan tangan itu, tiba-tiba saja terbuka dan melepaskan serangan energi berhawa sangat dingin.


BRUUUSH


Dewa Iblis Han Mo terlambat menyadari serangan itu, membuatnya tubuhnya seketika membeku.


Namun dengan teknik Api Iblis, Ia dengan cepat membebaskan dirinya dengan melelehkannya gumpalan Es itu.


Dewa Iblis Han Mo mendengus kesal, energinya telah terkuras banyak untuk hal yang baru saja Ia lakukan.


Lagi-lagi, Yao Chan hanya tersenyum tipis. Ia memang sengaja menguras energi Dewa Iblis Han Mo agar menjadi lemah saat Ia nanti menyegelnya dengan Tombak Pemusnah Roh.


Yao Chan lalu mengalirkan energi sangat besar ke arah kedua matanya, Ia pun melesat menyerang dengan serangan tinjunya untuk mengalihkan konsentrasi Dewa Iblis Han Mo.


Keduanya kembali bertarung dengan sengitnya, Walau tubuh Yao Chan dua kali lebih besar dari dirinya, Dewa Iblis Han Mo tidak merasa gentar sedikitpun.


Ia membalas setiap serangan yang Yao Chan lakukan, semakin lama gerakan keduanya semakin cepat.


Yao Chan menyeringai, sesaat kemudian Ia melepaskan energi dari kedua matanya, saat Dewa Iblis Han Mo berkelit dari serangan tinjunya.


“AAARGGGHHH Kurang Ajar Kau”


Dewa Iblis Han Mo kesal karena tiba-tiba saja melesat dua buah energi dari kedua mata lawannya, energi itu segera melilit tubuhnya seperti.


Nafasnya pun terengah-engah setelah melesat sedikit menjauhi Yao Chan. Ia mulai sedikit frustasi menghadapi lawannya yang tidak Ia ketahui identitasnya itu.


Tidak ingin energinya terkuras sia-sia lagi, Dewa Iblis Han Mo lalu memejamkan matanya, udara pun seketika berfluktuasi di sekitar tubuhnya.


Fluktuasi udara pun semakin meluas membuat Yao Chan menelan ludahnya. Ia mengkhawatikran orang-orang yang disayangi olehnya.


“Bos Muda jangan khawatir, aku akan membuat Perisai Angin Es untuk melindungi mereka.”


Suara Serigala Angin terdengar di Kepala Yao Chan. Hal itu sedikit menenangkan hatinya yang sempat risau melihat kekuatan yang ditunjukan oleh Dewa Iblis Han Mo.


Apa yang dikhawatirkan Yao Chan terjadi, udara yang berfluktuasi itu, kini berubah menjadi angin tornado dan menghancurkan dinding Perisai yang Yao Chan buat.


Awan hitam pun bergulung-gulung menjadi satu di atas hutan yang kering kerontang itu.


Suasana mencekam terasa menyesakan dada saat gumpalan Awan seluas satu kilometer persegi itu, perlahan-lahan turun dan menggumpal menjadi satu.


Serigala Angin yang melihat Dinding Perisai buatan Yao Chan mulai retak, segera saja membuat dinding Perisai Es, untuk melindungi mereka yang sedang melihat pertarungan itu.


Di udara, gumpalan awan hitam itu semakin mengecil, petir pun telah bermunculan menyambar kesana kemari dengan suara yang menggelegar dan semakin keras.


Menyadari hal itu Yao Chan segera kembali ke ukuran tubuhnya sebagai Manusia Bumi yang tingginya kurang dari dua meter.


Yao Chan segera mengerahkan kekuatan penuhnya dalam wujud kecil itu. Karena jurus yang akan ia gunakan untuk melawan Dewa Iblis Han Mo, lebih efisien dan jauh lebih kuat dalam wujud aslinya itu.


Yao Chan mengetahui apa yang tengah Dewa Iblis Han Mo lakukan saat ini.


Walau kekuatan Iblis itu sebenarnya berada pada level enam, namun Ia memiliki sebuah teknik yang dapat meningkatkan secara cepat kekuatannya hingga di level sembilan seperti yang Ia tunjukan saat ini.


Hanya saja kekuatan di level sembilan itu, tidak dapat digunakan terlalu lama, hanya selama tiga puluh menit saja.


Yao Chan tidak ingin gegabah, saat merasakan aura kekuatan yang terpancar dari gumpalan awan itu.


Gumpalan Awan itu semakin mengecil dan terus turun mendekati tubuh Dewa Iblis Han Mo.


Gumpalan Awan hitam lalu menyelimuti tubuh Dewa Iblis Han Mo dan perlahan mulai sirna terserap oleh tubuh Iblis itu.


Sesaat kemudian terjadi perubahan pada tubuh Dewa Iblis Han Mo, mereka yang melihat pertarungan dari jarak sejauh lima ratus meter, menjadi cemas saat merasakan kekuatan besar yang kini dimiliki oleh Iblis itu.


“Chan Gege … “


Qing Mi terlihat khawatir pada Yao Chan, demikian juga dengan Zhu Yin. Mereka berdua terlihat panik akan keselamatan suami mereka itu.


Gong Li dan Xian Mey yang juga tidak mengetahui dengan pasti sebesar apa kekuatan Yao Chan, merasa risau melihat ke arena pertarungan itu.


Sementara Raja Peri dan Ratu Peri Xian Xing serta Peri lainnya menjadi pucat melihat kekuatan yang ditunjukan oleh Dewa Iblis Han Mo yang


“Tenanglah … Kekuatan Bos Muda yang sebenarnya, sedikit lebih besar dari kekuatan Iblis jahat itu.”


Serigala Angin berkata demikian untuk menenangkan mereka yang terlihat olehnya, dilanda kekhawatiran.


*****