
Yao Chan menyadari kecepatan Peri Hitam berwujud sosok Pedang Tengkorak itu sedikit diatas kecepatan yang ditunjukan oleh Raja Singa Gurun.
Menyadari kecepatan lawan diatasnya Yao Chan segera mengerahkan Zirah Sisik Naga untuk melindungi tubuhnya. Saat itu pula Peri Hitam kembali melancarkan serangan yang lebih cepat dan lebih keras dari sebelumnya.
PLAAK
Tamparan keras Peri Hitam kembali mendarat di pipi Yao Chan. Namun tidak seperti sebelumnya, Yao Chan tak bergeming dari posisi berdirinya bahkan ia memberikan sebuah pukulan telak ke tubuh Peri Hitam.
Namun sesuatu diluar dugaan terjadi, pukulan Yao Chan yang tepat mengenai tubuh Peri Hitam seolah memukul asap. Tangan Yao Chan terlihat menembus tubuh Makhluk aneh tersebut.
Yao Chan segera melesat mundur mendapati hal itu, namun Peri Hitam tidak membiarkan Yao Chan untuk mengambil jarak darinya. Ia melesat dan tiba-tiba telah berada di belakang Yao Chan.
BUUK
Sebuh tendangan mendarat di punggung Yao Chan, walau tidak merasakan sakit namun tubuhnya terpental ke arah Pedang Tengkorak yang telah bersiap mengayunkan pedangnya.
TRAANG
Pedang Tengkorak pun terkejut mendapati tebasan pedangnya seolah mengenai baja yang sangat kuat. Tangannya sempat bergetar saat pedangnya mengenai tubuh Yao Chan.
Hal itu segera dimanfaatkan oleh Yao Chan, tendangan Yao Chan tepat mengenai pergelangan tangan kanan Pedang Tengkorak yang membuat pedang di tangannya terlepas dan terpental ke udara.
Yao Chan segera melesat meraih Pedang bergagang Tengkorak itu. lalu memasukannya ke dalam Gelang Ruang dimensinya. Sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya pun terjadi.
"Aaaarrrrgggghhg ... "
Suara melengking terdengar dari sosok Peri Hitam. ia meraung-raung seraya memegangi kepalanya, perlahan namun pasti tubuhnya mengalami perubahan disertai asap merah kehitaman yang merembes keluar dari tubuhnya.
Wajah Pedang Tengkorak menjadi pucat melihat hal itu, ia terlihat sangat marah kepada Yao Chan yang telah merebut dan membuat hilang Pedang Pusakanya.
"Sialan kau, cepat kembalikan pedang ku atau akan terjadi sesuatu yang mengerikan!"
Pedang Tengkorak berteriak keras membuat Yao Chan yang sedang memperhatikan perubahan tubuh Peri Hitam menjadi khawatir mendengar perkataan Pedang Tengkorak.
Tubuh Peri Hitam yang sebelumnya menyerupai Sosok Pedang Tengkorak, kini terlihat jauh berbeda. Tubuh itu kini memperlihatkan sosok asli dari Peri Hitam.
Sayap di punggungnya kini terlihat lebih panjang dari sebelumnya, tubuhnya pun
berwujud seorang perempuan cantik yang mengenakan pakaian super ketat yang membuatnya terlihat seksi, hanya saja seluruh kulitnya berwarna hitam.
Keanehan lain adalah telinga Peri Hitam itu yang terlihat meruncing keatas. Selain itu matanya yang berwarna hitam sedikit kemerahan itu membuat sosok seksi itu terlihat lebih menyeramkan daripada mempesona.
"Jangan khawatir, ia tidak akan bisa bertahan lama dalam tubuh aslinya ini, walau kekuatan penuhnya bisa ia keluarkan."
Roh Naga Emas di dalam Zirah Sisik Naga kemudian menjelaskan bahwa dunia manusia bukanlah tempat yang bisa didatangi Bangsa Peri dan Bangsa Iblis semau mereka. Ada zat khusus di udara alam manusia yang menjadi racun bagi tubuh mereka dan membuat mereka perlahan-lahan melemah.
"Manusia sialan, kembalikan Pedang Tengkorak itu padanya, atau akan ku cabik-cabik tubuhmu!"
Suara dingin seorang perempuan terdengar serak-serak basah di telinga Yao Chan dan lainnya. Namun suara itu membuat tubuh yang mendengarnya menjadi merinding.
"Benarkah kau bisa mencabik-cabik tubuhku? lakukanlah jika kau memiliki kamampuan untuk itu"
Peri Hitam itu mendengus kesal, ia segera menggerakan tangan kanannya, lalu terciptalah sebuah tombak yang dengan sangat cepat Ia lemparkan ke arah Yao Chan.
Dalam waktu kurang dari satu detik, tombak itu telah mengenai Tubuh Yao Chan. Namun tombak itu berubah menjadi asap ketika menyentuh tubuh Yao Chan yang terlindungi oleh Zirah Sisik Naga.
Mata Peri Hitam melotot lebar melihat hal itu. Saat itulah ia menyadari bahwa pemuda dihadapannya memiliki pusaka pelindung yang membuat sihirnya tidak bekerja.
Selepas membuat tombak dengan sihirnya, peri Hitam merasakan sesuatu yang menyakitkan di tubuhnya, ia pun segera melirik Pedang Tengkorak yang terlihat pucat melihat apa yang baru saja ia lakukan.
Peri Hitam tersenyum, namun bagi Yao Chan senyum itu mendatangkan firasat buruk baginya.
Tiba-tiba Peri Hitam melesat sangat cepat dan sudah berada di belakang Pedang Tengkorak. Lalu ia pun segera memeluk Pedang Tengkorak dari belakang. Perlahan-lahan tubuh Peri Hitam berubah menjadi asap dan menghilang, ia pun kini merasuki tubuh si Pedang Tengkorak.
"Manusia keparat, sekarang aku akan menghajarmu, mencabik-cabik tubuhmu hingga menjadi daging cincang."
Suara Kakek berjuluk Pedang Tengkorak itu kini berubah menjadi suara perempuan yang serak-serak basah yang terdengar sangat kesal kepada Yao Chan.
Saat Peri Hitam yang hendak menyerang Yao Chan, tiba-tiba matanya membelalak dan ia pun memalingkan wajahnya ke arah timur dimana sebuah aura yang ia kenali terasa cukup kuat olehnya.
"Ini ... Ini aura Iblis Hitam, ah kekasih ku ... ternyata kau masih hidup sayangku."
Peri Hitam tersenyum dengan wajah yang terlihat ceria. Ia pun segera merapalkan sebuah mantera, beberapa saat kemudian tangannya terlihat bercahaya putih, lalu ia menggerakan kedua tangannya membentuk sebuah lingkaran.
Sesaat kemudian terlihatlah sebuah lingkaran yang mengeluarkan cahaya putih di tengah-tengahnya.
"Kau beruntung kali ini manusia sialan, tunggulah akan tiba waktunya tubuhmu akan tercabik-cabik olehku."
Setelah berkata demikian Peri Hitam segera melompat ke dalam lingkaran putih. Hal aneh pun segera terjadi ketika tubuh Pedang Tengkorak memasuki lingkaran itu.
Tubuh yang seharusnya keluar dari sisi sebelahnya itu, ternyata menghilang bersama lingkaran bercahaya putih tersebut.
"Jurus Berpindah Dalam Sekejap!"
Yao Chan berteriak kaget, ia akhirnya mengetahui apa yang dilakukan oleh Peri Hitam tersebut. Melihat Jurus yang belum bisa ia kuasai itu, membuat Yao Chan menjadi gundah.
Untuk menguasai jurus itu setidaknya di butuhkan sepuluh ribu Kristal qi. Namun Yao Chan belum bisa menggunakan jurus itu, karena qi yang ia miliki masih enam ribu kristal.
Ketidakmampuan tubuh Yao Chan menambah kristal qi membuat Yao Chan menjadi gundah. karena ia kini mengetahui kekuatan Peri Hitam yang sebenarnya saat ini.
Raja Tinju Petir terkesiap mendapati kenyataan bahwa kini ia sendirian, sedangkan dua musuh kuat berada di depannya. Ia mengumpat kepada Pedang Tengkorak yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja.
"Hahahaha kenapa wajah mu menjadi seperti kambing yang melihat pisau wahai Raja Tinju Petir!"
Dewa Racun Barat yang telah mengerahkan kekuatan barunya, tersenyum meledek lawannya yang kini terlihat gelisah.
"Dewa Racun Barat jangan sombong dulu kau, kau pikir aku takut menghadapi kalian berdua!"
Raja Tinju Petir berteriak lantang mengusir kegalauannya. Ia tidak gentar menghadapi Dewa Racun Barat, namun menghadapi pemuda yang belum ia ketahui sejauhmana Kekuatannya membuatnya sedikit frustasi.
*****