
Tiga jam dari sejak Gong Li mengumpat kepada Yao Chan, tiba-tiba terdengar suara Yao Chan yang sedang menggeram dengan tubuh yang menggigil seperti menahan sesuatu.
"Serap seluruh energi itu! alirkan ke tulang dan otot mu!"
Mengetahui apa yang terjadi dengan Yao Chan, Gong Li memberikan arahan kepada pemuda itu. Ia mendekati Yao Chan yang tubuhnya kini memancarkan Cahaya Putih yang menyelimuti tubuhnya.
Cahaya putih yang bulat dan besar itu, memancarkan energi yang sangat kuat membuat Gong Li sekalipun harus mengerahkan energi qi nya untuk tidak terdorong dari tempatnya melayang.
Energi itu dirasakan juga oleh Zhu Yin yang berada lima puluh meter dari tempat itu. Gadis dari kekaisaran Ming itu segera melesat menghampiri mereka berdua.
Ia sudah tiga hari ini tidak mendekati tempat itu karena merasa tidak tega dengan apa yang terjadi dengan Yao Chan yang selalu berteriak kesakitan dari waktu ke waktu.
"Apa yang terjadi? Apa yang ia lakukan?"
Pertanyaan Zhu Yin membuat Roh Gadis Suci meletakan jari telunjuk di bibirnya agar Zhu Yin tidak bersuara.
Gong Li segera mengajak Zhu Yin untuk menjauhi Yao Chan saat merasakan pancaran energi yang keluar dari tubuh itu mulai terserap memasuki tubuhnya.
Cahaya putih yang mulanya sangat besar itu, perlahan menyusut seiring dengan Yao Chan menghela nafas panjang dari hidung dan mulutnya.
Yao Chan merasakan energi besar mengalir deras memasuki tubuhnya saat menghirup udara dan ia pun segera mengalirkan energi itu kedalam Tulang dan otot tubuhnya.
Setelah dua jam hal itu berlangsung, akhirnya lingkaran cahaya putih yang menyelimuti dirinya, telah sirna dan terserap kedalam tubuhnya.
Yao Chan merasakan tubuhnya dipenuhi oleh energi yang membuatnya merasa sangat nyaman. Ia pun mengerahkan seribu kristal qi ke arah dua jarinya dan menjentikan ke arah sebuah pohon besar yang sangat besar untuk mengetahui sejauh mana kekuatannya meningkat.
BLAAAAR
Bukan hanya pohon itu saja yang hancur berkeping-keping, lima pohon lain yang berada di belakang pohon yang diincar Yao Chan pun ikut hancur.
Mata Yao Chan melotot lebar ia hanya mengerahkan energi qi seribu kristal saja, namun bukan pohon itu saja yang hancur akibat terkena jurus Sentilan Jari Naga yang kini kekuatannya menjadi berlipat ganda.
Yao Chan merasa sangat gembira melihat hal, itu ia berdiri dan melesat ke udara setinggi lima meter untuk mencoba jurus yang lainnya.
Namun teriakan ngeri dari Zhu Yin dan Gong Li membuatnya menoleh dan menatap heran ke arah dua calon isterinya itu yang kini wajahnya terlihat ketakutan.
Ia menelan ludahnya saat melihat kedua gadis itu terbelalak dan menatap sesuatu di bagian bawah yang membuatnya segera tersadar dengan kondisi tubuhnya.
Yao Chan melesat secepat mungkin untuk segera menjauhi keduanya. Sedetik kemudian ia telah berada pada jarak satu kilometer dari kedua gadis cantik yang kini terlihat shock dengan apa yang baru saja mereka lihat.
Ulah Yao Chan yang tiba-tiba dan tidak terduga itu, menanamkan kengerian mendalam kepada kedua gadis cantik yang kini sedang berpikir ulang untuk membatalkan saja pernikahan mereka dengannya.
Yao Chan segera mengeluarkan jubah dari Gelang Ruang Dimensi dan menutupi tubuhnya. Saat itulah ia baru memahami mengapa Dewa mentakdirkan dirinya untuk beristri empat.
Saat Yao Chan baru selesai mengenakan jubahnya, tiba tiba ia merasakan sebuah bahaya datang dari atas kepalanya.
Yao Chan sempat terkesiap mendapati serangan yang luar biasa cepat itu, namun saat ia menggerakan tubuhnya sedikit saja untuk menghindari serangan itu, ia kembali terkejut karena kemampuannya sendiri.
Yao Chan tidak menduga sama sekali tubuhnya telah melesat puluhan meter dari tempatnya semula. Membuat elang raksasa yang ternyata makhluk dari bangsa siluman itu menjadi kesal karena gagal mematuk Yao Chan.
Elang tersebut berbalik arah dan kembali hendak menyerang Yao Chan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi lagi.
Siluman Elang raksasa itu melesat dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Yao Chan yang telah bersiap-siap ingin menguji jurus Pedang Mata Dewa terlihat tenang melihat serangan itu.
Saat jarak keduanya terpaut lima meter lagi, tiba-tiba melesat dengan sangat cepat tiga buah pedang yang cahaya yang tak bisa di hindari oleh Siluman Elang itu.
Tubuhnya terbelah menjadi dua dengan kedua sayapnya yang juga putus tertebas pedang energi dari mata Yao Chan.
Bukan hanya itu saja, Yao Chan berhasil mengendalikan ke tiga pedang itu untuk kembali melayang dan mencacah tubuh siluman sepanjang lima belas meter itu menjadi potongan daging sekepal tangan dengan sangat cepat.
Yao Chan tersenyum puas mendapati jurus Pedang Mata Dewa telah meningkat pesat kekuatannya mendekati kekuatan yang ia inginkan.
Saat masih memikirkan cara untuk meningkatkan kekuatan Pedang Mata Dewa, Sebuah bola energi melesat sangat cepat ke arah dirinya.
Yao Chan tidak menghindari serangan bola energi berdiameter lima meter itu. Ia hanya menjentikan jarinya menggunakan jurus Sentilan Jari Naga untuk menghadang serangan yang ia ketahui dari Gong Li tersebut.
BLAAAAR
Udara berfluktuasi dengan hebat akibat dari benturan dua energi itu, Alam Kultiva Naga yang kuat pun berguncang dengan keras.
Gong Li tersenyum tipis mendapati kekuatan Yao Chan sudah setara dan sedikit lebih tinggi darinya yang berada di tingkat Pendekar Roh Tahap Awal yang mampu bertarung imbang dengan dua orang di Tingkat Pendekar Langit Tahap Akhir.
Namun melihat Yao Chan belum terbiasa dengan kekuatan barunya itu, Gong Li menyarankan kepada Yao Chan untuk melatih semua jurus yang ia miliki dari awal. Hal itu ia ucapkan saat dirinya telah berada tiga meter dari hadapan Yao Chan.
Yao Chan pun menyetujui saran tersebut, ia meminta Gong Li untuk membantunya melatih jurus-jurus tersebut. Gong Li pun mengiyakan hal tersebut, namun itu akan ia lakukan setelah ia menaikan kekuatan Zhu Yin dan menempa tulangnya.
Yao Chan memutuskan untuk berlatih sendiri, selama dua hari sambil menunggu Gong Li selesai membantu Zhu Yin untuk meningkatkan kekuatannya.
Karena Zhu Yin akan melakukan proses yang sama dengan Yao Chan, Gong Li meminta Yao Chan menjauh selama dua hari dari tempat tersebut dan melarangnya untuk muncul secara tiba-tiba di tempat itu.
Yao Chan hanya menggaruk kepalanya seraya tersenyum tipis karena menemukan sebuah cara untuk berada disana tanpa diketahui oleh Gong Li dan Zhu Yin.
Senyum Yao Chan membuat Gong Li menjadi curiga. Ia berniat untuk memindahkan Bak Mandi Zhu Yin ke dalam pondok kecil tersebut mengantisipasi ulah nakal sosok tampan di hadapannya itu.
Setelah meminta secawan Air Hijau dan Lima Buah Apel Dewa serta sepuluh helai daun Pegagan Dewa kepada Yao Chan, Gong Li segera melesat kembali ke pondok dimana Zhu Yin sedang menunggunya.
*****