Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
149: Menemui Jiao Xin


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


Iblis kuning bertanya melihat Iblis Hitam hanya terdiam saja sambil memandangi Pedang Iblis Hijau.


"Kita akan mencari orang untuk menggunakan pedang ini sekaligus menjadi wadah untuk ia rasuki. Sekarang kita kembali dulu ke Kekaisaran Song, karena aku sudah berjanji pada Pemilik Tubuh ini untuk kembali ke istananya setelah menjemput Iblis Hijau."


Iblis Hitam pun segera menggantungkan Pedang Iblis Hijau di pinggang Tubuh Song He. Lalu mereka bersepakat untuk kembali bersemayam dalam senjata mereka masing-masing.


Beberapa saat kemudian terdengar helaan nafas dan suara Song He yang telah sekian waktu hanya menjadi penonton bagi tubuhnya sendiri.


"Akhirnya aku bisa segera kembali ke Istana. Sudah sejak lama aku meninggalkan mereka."


Shin Mu yang tertua diantara mereka tampak sedang berpikir keras. Setelah beberapa saat kemudian ia pun menyampaikan usulannya.


"Tuan Muda, Pedang Iblis Hijau belum menemukan Sosok untuk bisa digunakan kekuatannya. Menurutku, sebaiknya kita menemui Jiao Xin, Pendiri Sekte Golok Iblis."


Song He memandang Shin Mu dengan benak yang dipenuhi pertanyaan. Ia tidak mengetahui Siapa Jiao Xin itu.


Menyadari hal itu Shin Mu melanjutkan penjelasannya bahwa Jiao Xin adalah salah satu tokoh Aliran Hitam terkenal dan salah satu yang terkuat di masa lalu.


Selain itu ia juga mempunyai kemampuan beladiri yang tinggi dalam senjata golok, sehingga dalam menggunakan Pedang Iblis Hijau ia tidak akan merasa kesulitan.


Song He terdiam dan terlihat sedang berpikir setelah mendengarkan penjelasan dari Shin Mu. Dua keinginan berbeda dalam hati dan pikirannya, seolah sedang berlomba-lomba meminta untuk dipenuhi.


"Baiklah Kek, kita akan menemui Sosok tersebut, selain untuk memenuhi kepentingan bangsa Iblis hal ini juga bisa memperkuat aliansi kita untuk menyerang Kekaisaran Wu yang akan segera kita persiapkan setelah kita kembali ke istana Song."


Shin Mu terlihat puas mendengar jawaban dari Song He. Mereka pun bergegas melesat ke udara dan melayang ke arah Sekte Golok Iblis yang berada di sebelah tenggara dari danau tersebut.


Setelah menempuh perjalanan dengan melayang di udara selama satu jam, akhirnya mereka pun tiba di sekte Golok Iblis.


Kedatangan mereka yang tiba-tiba dari langit membuat pucat para penjaga gerbang masuk ke sekte tersebut.


"Siapa ... Kalian...?!"


Salah seorang penjaga memberanikan dirinya untuk bertanya walau dengan suara yang bergetar.


Shin Mu segera menjelaskan kedatangan mereka untuk menemui Jiao Xin dan meminta penjaga untuk segera mengantar mereka menemuinya.


Para penjaga yang terlihat ketakutan itu, tidak membantahnya. Dua orang diantara mereka menjadi penunjuk jalan dan membawa mereka ke kediaman Pendiri sekte Golok Iblis itu.


Saat itu dikediamannya, Jiao Xin sedang berbincang-bincang dengan Wang Chun. Murid sekaligus Ketua Sekte Golok Iblis yang Kedua.


Wang Chun sedang menerima pengarahan tentang Jurus yang baru saja ia pelajari dari sang Guru saat tiba-tiba Jiao Xin menghentikan kata-katanya dan menatap tajam ke arah pintu.


Pendiri Sekte Golok Iblis tersebut merasakan adanya lima aura kekuatan yang lebih besar darinya sedang bergerak ke arah mereka. Benaknya dipenuhi pertanyaan darimana dan siapa mereka itu.


"Mohon menghadap Pendiri Sekte, ada lima orang ..."


"Biarkan mereka masuk!"


Belum sempat penjaga gerbang tesebut menyelesaikan perkataannya, Jiao Xin telah memerintahkan kepada penjaga itu untuk membiarkan kelima tamunya tersebut memasuki ruang besar di dalam kediamannya.


Kelima Orang tersebut segera memasuki Ruangan dimana Jiao Xin dan Wang Chun tengah menungggu mereka.


Dahi Jiao Xin mengerut saat mengetahui mengenali salah satu diantara lima orang tersebut adalah Shin Mu. Yang membuat tokoh berusia seratus lima puluh tahun lebih itu adalah kekuatan yang terpancar dari tubuh Shin Mu.


"Salam Sesepuh Jiao Xin, salam ketua Wang Chun, maafkan jika kedatangan kami mengganggu Anda berdua."


Shin Mu segera memberi hormat dan salamnya kepada mereka berdua. Jiao Xin menganggukan kepalanya melihat hal itu, matanya menatap tajam ke arah sosok Matriak Bunga Hitam yang merupakan wanita satu-satunya diantara kelima orang tersebut.


"Ada keperluan apakah gerangan sehingga anda semua jauh-jauh berkunjung ke Sekte Kami?"


Wang Chun segera bertanya setelah mempersilakan mereka duduk di kursi yang tersedia cukup banyak di ruangan itu.


"Kakek Shin biarkan aku yang berbicara, perkenalkan namaku adalah Song He, kedatangan ku kemari adalah ingin mengajak kakek Jiao Xin bergabung dengan aliansi kami dan juga menjadi pemilik Senjata Pusaka ini."


Song He tersenyum tipis, saat ia melihat Wajah Jiao Xin yang sebelumnya terlihat marah mendengar perkataannya, seketika berubah saat melihat Pedang Iblis Hijau yang ia ajukan dengan kedua tangannya itu.


Jiao Xin bukanlah kakek kemarin sore yang tidak bisa melihat adanya maksud tersembunyi dibalik kata-kata Song He.


Mendapati seseorang menyerahkan sebuah Pedang Pusaka yang memiliki aura mencekam membuat dahi Kakek Seratus lima puluh tahun itu mengerut.


Dalam sekali lihat ia mengetahui bahwa Pedang Hijau tersebut memiliki semacam Roh, namun ia tak mengetahui dengan pasti roh apakah tersebut.


"Mengapa kau menyerahkan pedang hijau dengan mudah, jelaskan pada ku siapa sosok roh yang mengisi pedang tersebut!"


Song He mengumpat dalam hatinya melihat keangkuhan dari Jiao Xin yang memerintahnya seolah ia adalah anak buah kakek tersebut.


Seandainya ia tidak mendengar tentang sifat Arogan Jiao Xin dari Shin Mu sebelumnya, mungkin ia sudah menantang Kakek itu untuk bertarung dengannya.


"Kakek Sosok di dalam Pedang Hijau ini adalah Iblis Hijau, ia merupakan salah satu Roh Iblis terkuat dari dunia Moxian."


Roh Iblis terkuat? Hahahaha .... Jangan membual didepan ku, auranya memang mencekam, tetapi dibanding Golok Iblis ku ini, Aura Pedang itu tidak ada apa-apanya.


Shin Mu segera mengacungkan Golok Iblis yang ia letakkan di atas meja di dekat kursinya.


Song He yang marah mendengar kata-kata Jiao Xin yang meremehkan pedang itu hendak memakinya, namun seketika pandanganya menjadi gelap karena Roh Iblis Hitam telah mengambil alih kesadaran tubuhnya.


Begitu pun dengan keempat rekannya yang lain. Suasana ruangan mendadak menjadi hening saat Aura mencekam keluar dari lima sosok tersebut.


Lutut Wang Chun terasa lemas dan nafasnya menjadi sesak. Sementara Jiao Xin tersentak karena ia merasakan aura Iblis yang jauh lebih kuat dari aura Iblis yang ia rasakan dari Golok besarnya itu.


Saat dirinya hendak berkata, tiba-tiba ia merasakan aliran energi yang begitu kuat dari Goloknya, pandangannya pun seketika berubah menjadi gelap saat energi itu merasuki kepalanya.


Saat ia bisa melihat lagi, Jiao Xin terkejut karena berada disebuah tempat asing, namun ia bisa melihat seluruh ruangannya seperti saat tadi ia masih tersadar.


"Ren Xian ... Bagaimana bisa kau berada di dunia manusia?"


*****