
"Ayah ... Apakah Ayah tidak bisa lebih cepat lagi? Aku ingin segera mengabarkan berita ini kepada Kakek Guo Dan Nenek Jia."
Yu Ma hanya tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Yu Lian.
Saat itu Yu Lian dan Yu Ma sedang melayang menuju lembah Dewa untuk mengabarkan tentang rencana pernikahan Yu Lian dan Kaisar Wu Jian kepada Guo Jin dan Xin Jia di Lembah Dewa.
Keduanya memutuskan untuk melayang di udara agar segera tiba disana. Yu Ma sempat menolak hal tersebut, karena tenaga dalamnya tidak sebesar putrinya itu. Namun setelah berpikir ulang, ia pun menyetujuinya.
Apa yang dipikirkan Yu Ma benar adanya, ia tidak mampu mengimbangi kecepatan Yu Lian, mereka pun melayang ke Lembah Dewa dengan kecepatan yang Yu Ma miliki.
Yu Lian memaklumi hal itu untuk beberapa waktu saat perjalanan diperkirakan telah menempuh setengah jalan. Yu Lian Tiba-tiba merasakan firasat buruk.
Saat ia hendak.mengatakan hal tersebut, sang Ayah telah lebih dulu berbicara.
"Lian'er ... Kenapa Ayah merasakan firasat buruk? Apakah telah terjadi sesuatu di istana?"
"Ia Ayah ... Aku juga merasakan firasat buruk ini, tapi semakin dekat ke Lembah Dewa semakin kuat firasat ini."
Yu Lian membenarkan firasat Ayahnya tersebut, Ia pun mengajak Ayahnya agar lebih cepat tiba di Lembah Dewa.
Keduanya melesat sedikit lebih cepat dari sebelumnya, membuat nafas Yu Ma sedikit terengah-engah karena melepaskan energi Tanaga dalamnya dalam jumlah besar.
**
Sesaat setelah Guo Jin terlempar akibat tendangan kuat dari Iblis Ren Xian, Gui Han yang sedang bertarung dengan Iblis Ren Mo, terkejut seketika saat lawan meningkatkan kekuatannya.
Serangan Pedang yang bilahnya Hijau di tangan Iblis Ren Mo berubah menjadi cepat dan kuat. Dengan Trisula Emasnya, Gui Han bersusah payah menghadapi kekuatan baru lawannya itu.
Ia pun mengerahkan segenap tenaga dalam yang ia miliki, Aura berwarna kuning keemasan dari trisula emas pun memancarkan memenuhi udara.
Iblis Ren Mo hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut, ia pun kembali menerjang Gui Han dengan serangan yang lebih cepat dan lebih kuat lagi.
Pedang dan Trisula kembali bertemu, memperdengarkan suara dentingan yang semakin lama semakin sering dan keras.
Gui Han merasa geram karena serangannya belum satupun yang mengenai lawannya sementara sudah dua kali ia terkena tendangan Iblis Ren Mo. Walau tidak begitu keras mendarat di tubuhnya tetap saja itu terasa sakit.
Iblis Ren Mo walau tidak sekuat Iblis Hitam, namun ia pernah menjadi jagoan nomor dua beberapa ratus tahun lalu. Pengalaman bertarungnya demikian banyak sehingga mudah baginya untuk mendominasi pertarungan mereka.
Sementara Gui Han pun tak ingin kalah dengan mudah. Ia pun mengeluarkan jurus terakhir dan terkuat yang ia miliki.
Iblis Ren Mo hanya tersenyum melihat itu namun tiba-tiba senyumnya memudar seiring asap berwarna kuning keemasan melesat memasuki Trisula itu. Asap yang dia ketahui berasal dari arah Yao Chan yang sedang bertarung dengan Iblis Hitam.
"Apa Yang terjadi, mengapa Aku tiba-tiba merasakan Aura Si Naga Emas?"
Iblis Ren Mo menjadi waspada saat ia melihat asap itu menghilang masuk ke dalam Trisula lawannya.
Sesaat kemudian, Iblis Ren Mo dibuat menelan ludahnya sendiri saat menatap Wajah Gui Han yang saat ini bola matanya telah berubah menjadi kuning keemasan. Tanda bahwa ia sedang dirasuki oleh Roh Naga Emas.
Tekanan Udara disekitar Iblis Ren Mo seketika berubah menjadi berat dan sesaat kemudian terdengar suara yang berbeda dari Sosok Guo Han.
"Ren Mo ... Kau masih Hidup rupanya. Kupikir Iblis sepertimu tidak berumur panjang, rupanya aku salah."
Roh Naga Emas tidak ingin berlama-lama didalam tubuh Gui Han. Ia pun segera menerjang ke arah Iblis Ren Mo dengan menusukan Trisulanya.
Iblis Ren Mo terkesiap dengan Kecepatan itu, ia berhasil menepis ujung trisula Emas, namun sebuah tendangan mendarat telak di perutnya. membuatnya terlempar.lukuhan meter di udara.
"Sialan Kau Naga Emas!"
Iblis Ren Mo menjadi sangat marah, namun kemarahannya tertelan oleh rasa terkejutnya ketika menyadari Roh Naga Emas tidak berada di hadapannya melainkan di belakangnya dan sedang menusukan Trisula ke arahnya.
Dengan kecepatan yang tinggi karena rasa panik dihatinya, Iblis Ren Mo berhasil menepis ujung Trisula itu saat berada sejengkal lagi dari tubuh Shin Mu yang ia rasuki.
Hanya saja Iblis Ren Mo tidak menduga bahwa trisula yang berhasil ia tepis itu, berbalik arah lagi dan menebas kearah lehernya.
Ia dengan panik memundurkan tubuh dan kepalanya, namun tetap saja ujung Trisula berhasil mengoyak tipis leher manusia yang ia rasuki.
Leher itu pun segera mengeluarkan darah, namun Iblis Ren Mo segera mengobatinya sehingga hanya sedikit saja darah yang keluar dari luka yang tidak begitu dalam.
"Hahaha ... kekuatan mu menurun jauh rupanya Iblis Ren Mo. Sepertinya hari ini akan jadi hari kematian mu."
Roh Naga Emas tertawa mendapati ia dengan mudahnya bisa melukai Iblis Ren Mo. Sementara Iblis Ren Mo bergetar hatinya mendapati kecepatan Roh Naga Emas berhasil mengunggulinya.
Kepercayaan diri Iblis Ren Mo mulai memudar namun tiba-tiba ia mendengar suara telepati dari Iblis Hijau yang rupanya telah bangun dari meditasi panjangnya.
"Panglima Iblis Ren Mo, biarkan aku membantumu."
"Iblis Hijau kau sudah bangun rupanya. baguslah jika kau bisa membantuku, tapi bagaimana caranya menyatukan kekuatan kita?"
Iblis Ren Mo kembali merasa ada harapan untuk mengalahkan Roh Naga Emas yang terdiam karena mengetahui pembicaraan ke dua Iblis itu tanpa mereka berdua sadari.
Iblis Hijau lalu menjelaskan bahwa selama ini ia telah disiksa oleh Siluman Belut Listrik sehingga ia kini bukan hanya kebal dari listrik, ia juga bisa mengeluarkan dan membuat perubahan energi menjadi Listrik.
Hal itu sangat berbahaya bagi Roh Iblis, Roh Peri ataupun Roh Naga. Iblis Hijau meminta Panglima Iblis Ren Mo untuk melapisi rohnya dengan seluruh energi yang ia miliki agar rohnya tidak terluka akibat listrik darinya.
Iblis Ren Mo melakukan arahan dari Iblis Hijau yang segera mengeluarkan energi nya ke Pedang di tangan Shin Mu yang tubuhnya dirasuki oleh Iblis Ren Mo.
Wajah Roh Naga Emas terlihat tertegun ketika melihat pedang ditangan lawannya tiba-tiba memendarkan percikan energi yang terlihat seperti petir kecil namun memiliki kekuatan yang tidak kalah dari petir itu sendiri.
Roh Naga Emas segera melapisi rohnya dengan setengah energi yang tersisa ditubuhnya, Keduanya pun bersiap untuk bertarung lagi. Namun suara jeritan keras mengalihkan perhatian mereka,
Keduanya tertegun saat menyaksikan Perut Xun Chang tertusuk tombak Iblis Merah, sementara Leher Huang Lun yang menjadi lawannya tertusuk oleh Tombak Xun Chang.
Hal itu harusnya menjadi hal yang menguntungkan Lembah Dewa, namun terjadi sesuatu pada Tubuh Xun Chang ketika tiba-tiba ia berteriak kesakitan karena Roh Iblis Merah merasuki dirinya.
*****
Tidak berjanji akan pastinya, tapi nanti malam di usahakan untuk Up satu Chapter lagi.
Like dan Vote nya jangan lupa ya..🙏🙏🙏