Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
272: Rencana Iblis Sejati


Setelah melarikan diri dari Paviliun Harta Kultiva, Lin Shan, Huang Jun dan Jing Mui kembali ke Klan Bunga Sedap Malam.


Ketiganya sedang membicarakan rencana Aliansi ke depannya nanti berkaitan dengan kemunculan Yao Chan.


“Siapa Pemuda itu sebenarnya, Mengapa kalian berdua begitu takut dengannya?”


Jing Mui bertanya kepada Huang Jun dan Lin Shan saat mereka bertiga telah berada di ruangannya.


“Entahlah, Kami hanya diperingatkan oleh guru kami untuk tidak melawannya. Ia memiliki Tombak Sakti dari Dewa Tertinggi yang merupakan senjata berbahaya bagi pusaka Iblis Kami.”


“Tombak Sakti? Dewa Tertinggi? Ah Kalian membuatku bingung saja.” Jing Mui terlihat heran mendengar penjelasan Huang Jun.


Huang Jun lalu menjelaskan lebih lanjut apa yang dia ketahui tentang Yao Chan. Begitu juga dengan Dewa Tertinggi dan Tombak Pemusnah Roh.


Jing Mui tertegun mendengar penjelasan Huang Jun. Ia pun menjadi jerih karenanya.


“Apakah tak ada yang bisa mengalahkan dia atau bahkan membunuhnya?”


Lin Shan menghela nafas panjang, sebagai murid pertama Iblis Sejati, Ia mengetahui banyak hal tentang rencana gurunya itu.


“Sebenarnya Guru bisa saja membunuh dia, namun kekuatan guru saat ini masih belum pulih sepenuhnya.”


Lin Shan berkata demikian untuk membuat tenang hati kedua rekannya yang terlihat risau.


“Kudengar Guru akan meminta dua saudara Iblis Sejati di Alam Semesta lainnya untuk membantu kita.”


Lin Shan menjelaskan lebih lanjut bahwa Dua Iblis Sejati di Alam semesta lain itu, masing-masing memiliki Tiga orang murid.


Kedua Iblis Sejati itu, dikabarkan akan mengirim satu orang dari tiga muridnya untuk datang ke alam semesta ini.


“Apakah mereka memiliki kekuatan yang hebat?” Jing Mui menjadi Antusias mendengarnya.


“Entahlah … yang pasti Guru Kami menjadi tenang setelah kedua saudaranya itu akan mengirim salah satu murid mereka masing-masing.”


“Kapan mereka akan datang? Lalu apa yang akan kita lakukan saat ini? Berdiam diri dan menunggu pemuda itu menemukan kita di sini?”


Jing Mui mencecar Lin Shan dengan pertanyaan beruntun, membuat Lin Shan bingung untuk menjawab.


“Mengenai kapan datangnya, Aku sendiri belum tahu. Yang pasti saat ini sebaiknya kita menghimpun kekuatan dari Anggota Aliansi kita untuk berkumpul di satu tempat saja.”


Lin Shan terlihat berpikir keras setelah berkata demikian.


Ia lalu menyampaikan kepada Jing Mui bagaimana jika Klan Bunga Sedap Malam saja yang menjadi markas baru bagi aliansi mereka.


Setelah berpikir beberapa saat, Jing Mui menyanggupi hal tersebut. Mereka pun berbagi tugas untuk menghubungi masing- masing Anggota Aliansi yang tersebar di Tiga Benua.


Huang Jun Kembali ke Benua Awan merah dan mengkoordinir anggota Aliansi yang berada di benua itu.


Malam itu juga, Huang Jun berangkat ke Benua Awan Merah, sementara Lin Shan akan berangkat ke Benua Awan Hitam keesokan paginya.


Sementara Jing Mui akan mengkoordinir anggota mereka yang berada di benua Awan Biru ini.


Huang Jun mempercepat laju terbangnya saat siang hari berikutnya ketika telah memasuki wilayah Benua Awan Merah.


Ia merasakan firasat buruk saat semakin dekat dengan tempat dimana Klannya berada.


Kekhawatirannya semakin menjadi-jadi saat merasakan tiga aura berkekuatan besar memancar kuat dari arah klannya.


BLAAAM


Suara menggelegar menyentakkan lamunan Huang Jun. membuatnya segera melesat dengan menggunakan seluruh kemampuan yang Ia miliki.


“Kakak !!”


Huang Jun berteriak keras saat tiba di atas bangunan Klan Tapak Api Neraka.


Ia terkejut saat mendapati sang Kakak tengah memuntahkan darah akibat terkena energi ledakan keras tadi.


Sementara tak jauh darinya, Wang Rui terlihat mengalami hal yang sama.


Saat mengedarkan pandangan ke arah yang berbeda, Ia melihat sosok Yao Chan yang membuat hatinya seketika bergetar.


“Dia … bagaimana dia telah berada disini?”


Huang Jun terheran melihat Yao Chan.


Namun begitu, Ia segera melesat untuk menemui sang Kakak.


“Kakak …. Bagaimana kondisimu? Tetua Rui Kau Bagaimana?” Huang Jun berkata dengan rasa cemas melihat kondisi mereka.


“Lukaku cukup parah … Kau pergilah dari sini, kami akan menahannya ...Ia…Ia berniat membantai seluruh anggota Klan kita.”


“Tidak Kakak! … Aku akan tetap disini. Aku akan melawannya dengan seluruh kekuatan ku.”


Huang Jun melesat meninggalkan Huang Fei setelah memberikan sebuah pil penyembuh pada kakaknya dan Tetua Wang Rui.


Dengan kemarahan yang memuncak di kepalanya. Ia melesat menghampiri Yao Chan yang tersenyum melihat dirinya.


“Akhirnya kau datang juga setelah kemarin melarikan diri bersama si Tua bangka Lin Shan itu. hehehehe…”


“Kau !!! Kurang Ajar Kau !”


Tapak tangan Huang Jun seketika menjadi merah membara. Walau tidak terlihat api yang berkobar, namun Hawa panas seketika menyebar memenuhi udara.


Yao Chan sedikit terkejut merasakan hawa panas yang memiliki Aura Iblis, terpancar dari tubuh Huang Jun.


Yao Chan Akhirnya menyadari Huang Jun adalah salah satu murid Iblis Sejati selain Lin Shan dan Ye Mao.


Ia pun segera membuat Kubah Perisai Raksasa yang mengurung mereka berdua dan seluruh bangunan serta anggota klan Tapak Api Neraka.


Huang Jun tidak memperdulikan apa yang Yao Chan perbuat, kemarahan membuat Ia lupa akan kemampuan pemuda itu.


Yao Chan tersenyum tipis saat merasakan Aura kekuatan Pendekar Dewa Level Sembilan memancar kuat dari tubuh Huang Jun.


Huang Fei dan Wang Rui terkejut saat mengetahui Huang Jun memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari mereka berdua.


“Ketua? … Sebesar inikah kekuatan Tetua Jun?” Wang Rui bertanya kepada Huang Fei yang terlihat kagum dengan kekuatan adiknya itu.


“Aku pun baru mengetahuinya sekarang? Semoga Ia bisa mengalahkan Yuan Long, jika tidak … Klan kita akan binasa di tangan pemuda keparat itu.”


Huang Fei terlihat antusias ketika melihat kekuatan adiknya yang kini sedang melesat menyerang Yao Chan dengan Tapak Api Nerakanya.


PLAAAK


DESSS


Suara benturan dua tangan yang beradu, memecah keheningan udara di siang hari yang panas itu.


Dari pertukaran serangan tersebut, Huang Jun mengetahui jika kekuatan Yao Chan sedikit lebih besar darinya.


Hal itu membuat semangatnya kian membara dengan ambisi untuk menang melawannya.


Serangan Tapak Apinya yang membara sangat panas itu, cukup menyibukkan Yao Chan yang menggunakan Jurus Tinju Naga Es dengan kekuatan di level yang sama dengan Huang Jun.


Setelah melakukan pertarungan dengan jurus jarak dekat, Huang Jun yang belum bisa melesatkan satu pukulan pun ke tubuh Yao Chan, segera melesat membuat jarak diantara mereka.


“Tapak Api Jiwa Iblis!”


Huang Jun berteriak sesaat setelah dari kepalanya, keluar sebuah bayangan Telapak tangan yang membara.


Seiring tapak tangan raksasa itu keluar, Suhu udara menjadi dua kali lipat lebih panas dari sebelumnya.


Huang Fei dan Wang Rui terlihat sangat takjub dengan kekuatan itu.


Walau mereka harus mengerahkan energi besar untuk melindungi kulit tubuh mereka yang serasa melepuh, akibat panasnya suhu udara.


Yao Chan menyadari kekuatan Huang Jun tidaklah biasa. Sangat jelas sekali Aura Iblis memancar dari tubuhnya.


Yao Chan lalu mengedarkan pandangannya ke arah luar Kubah Perisai Energi yang Ia buat. Ia berharap Sosok Tangan Iblis Sejati, tidak muncul untuk menolong Huang Jun.


“Murid Iblis Sejati … Akhirnya Aku bisa menghabisimu di sini!”


Huang Jun menyeringai mendengar kata-kata Yao Chan.


Namun sesaat kemudian Ia tersadar dengan siapa Ia berhadapan, saat melihat sebuah Tombak telah berada di tangan lawannya.


Tombak itu, entah kenapa membuat tubuh Huang Jun dan Mutiara Iblis Api di dalam pusarnya bergetar hebat.


Sesaat kemudian dari pusar Huang Jun melesat sebuah cahaya merah seperti api yang segera membentuk sosok makhluk yang memiliki Aura menyeramkan.


Yao Chan menyeringai melihat wujud Iblis Api yang memiliki tinggi lebih dari lima meter itu.


Ia pun segera mengalirkan energi sangat besar ke dalam Tombak Pemusnah Roh.


Sesaat kemudian melesatlah Sosok Ular Naga Putih yang menyebarkan hawa dingin dari tubuh raksasanya.


Huang Jun terkesiap saat menyadari bahwa Iblis Api merasa gentar dengan kehadiran Ular Naga Putih bertubuh raksasa itu.


*****