
Yao Chan yang sedang bertarung sengit dengan Iblis Hitam, merasakan adanya aura Iblis lain yang tiba-tiba muncul di arena pertarungan.
Saat ia mengalihkan pandangannya ke asal aura tersebut, ia melihat wajah pucat Naga Emas yang merasuki tubuh Gui Han karena keberadaan Trisula Emas yang merupakan senjata utamanya.
Pendengaran Yao Chan yang tajam mampu mendengar perkataan Iblis Ren Mo yang sedang mengejek Naga Emas.
Saat melihat kedua kalinya, Yao Chan menyadari bahwa percikan di Pedang Hijau adalah hal yang menyebabkan wajah Naga Emas memucat.
Yao Chan pun secara perlahan mengerahkan lebih besar qi ke tubuhnya, Iblis Hitam yang menyadari kekuatan lawan meningkat menjadi waspada dan menarik mundur serangannya untuk melihat apa yang akan dilakukan pemuda itu.
Matanya membelalak saat menyadari satu sosok yang sama persis keluar dari tubuh Pemuda itu, ia pun terlihat kebingungan mana yang asli dan mana yang palsu.
Dalam kebingungannya itu, Iblis Ren Mo melihat satu sosok Yao Chan segera melesat ke arah Iblis Hijau yang tengah diam memandang ke sebuah arah. Ia tidak mengetahui apakah sosok pemuda yang kini kembali menyerangnya sosok asli atau bukan.
Iblis Ren Mo ... Awas dibelakang mu!"
Iblis Hitam berteriak memperingatkan Iblis Ren Mo seraya menghindari sebuah tebasan dari sosok Yao Chan yang palsu.
Iblis Ren Mo segera berbalik dan kebingungan melihat dua sosok Yao Chan, ia bergerak mundur menjauhi Yao Chan.
Namun Sosok Yao Chan yang asli, tidak memberinya kesempatan. Ia harus bergerak cepat membantu yang lainnya, terutama Kakek Ma Hua dan Nenek Xin Jia yang sedang terdesak melawan iblis Merah.
Mata Yao Chan berbinar saat melihat satu Pusaka Iblis di hadapannya. Dengan penguasaan langkah Dewa Angin yang hampir sempurna, Ia melesat cepat ke arah Iblis Ren Mo.
Wajah Iblis Ren Mo seketika menjadi pucat saat tiba-tiba sosok Yao Chan telah berada di hadapannya lagi. Ia pun menebaskan Pedang Hijau sekuat tenaga ke arah Leher Yao Chan.
Yao Chan sengaja membuat celah tersebut, karena telah melapisi tubuhnya dengan Zirah Sisik Naga. Ia pun menebaskan Pedang Dewa Perang ke arah Tangan Iblis Ren Mo dengan cepat saat Pedang Hijau milik lawan mengenai lehernya.
TRAAANNGG
CRAAAASSH
Wajah Iblis Ren Mo seketika memucat saat menyadari tebasan kuatnya seperti membentur besi keras saat Pedang Hijau tepat mengenai leher Yao Chan dan ia pun menyadari bahwa dirinya telah terjebak dalam perangkap lawan.
Iblis Ren Mo segera melesat mundur seraya menarik pedangnya. Namun ia terkejut ketika tubuhnya telah menjauh Pedang Hijau masih berada di sana dan kini telah dalam genggaman tangan kiri lawannya.
AAAAAARRRRRGGGGGHHH
Iblis Ren Mo menjerit keras saat menyadari tangan kanan tubuh yang ia rasuki telah putus tertebas pedang Yao Chan dan terjadi sesuatu pada rohnya.
Roh nya yang merasuki tubuh Shin Mu seketika terlepas dan melesat meninggalkan tubuh Guru Huang Lun itu. Rohnya kembali memasuki Batu Merah yang berada di cincin tangan kanan Shin Mu yang telah tertebas putus.
Roh Iblis Ren Mo kembali mendiami Mustika Cincin Batu Merahnya tepat sesaat sebelum Yao Chan mengirim potongan tangan Shin Mu yang masih menggenggam Pedang Hijau itu ke Gelang Ruang Dimensinya.
Yao Chan ingin segera menghabisi Shin Mu namun suara teriakan dari Nenek Xin Jia dan Kakek Ma Hua membuatnya mengalihkan pandangan dan bergerak cepat menolong dua tubuh Tua yang terlempar ke arah dinding Perisai Lindung yang dibuat oleh Xian Mey.
Yao Chan yang melesat dengan Langkah Dewa Angin berhasil merengkuh tubuh kedua sesepuh sekte Lembah Dewa itu sebelum membentur Dinding Kubah Perisai Pelindung.
"Terimakasih ... Chan'er ... "
Xin Jia yang pertama kali berhasil menguasai dirinya segera mengucapkan terimakasih kepada Yao Chan yang hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"Nenek ... Nenek stabilkan tenaga dalam Nenek, Aku akan mengobati luka Kakek Ma terlebih dahulu."
Yao Chan segera mengalirkan qi penyembuh dari Mutiara Jiwa Naga. Berbeda dengan menggunakan tenaga dalam, menggunakan qi penyembuh terhadap luka tusuk di perut Tetua Ma Hua berlangsung dua kali lebih cepat.
Nafas Tetua Ma Hua kembali normal sesaat setelah luka tusuk dan luka dalamnya selesai di obati oleh Yao Chan. Tetua Ma Hua bahkan merasakan tenaganya pulih kembali seperti saat sebelum ia bertarung.
"Terimakasih Chan'er ... Apakah kau sudah mengalahkan Iblis Hi... tam?"
Mulut Tetua Ma Hua terbuka lebar dan pertanyaannya terputus karena melihat sosok Yao Chan yang lain sedang bertarung sengit dengan Iblis Hitam.
Yao Chan hanya tersenyum tipis dan tidak menjawab pertanyaan Tetua Ma Hua karena Kakek Yu Lian itu telah mendapat jawaban dengan melihat sosok palsunya.
Yao Chan mengalihkan pandangannya ke arah Nenek Xin Jia yang terlihat masih menahan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya.
"Nenek ... Biarkan aku mengobati luka Nenek."
Tanpa menunggu jawaban dari Nenek Xin Jia, Yao Chan segera mengerahkan energi qi penyembuh dari Mutiara Jiwa Naga melalui punggung Xin Jia.
Mata Nenek tua itu terlihat melotot namun bibirnya tersenyum saat merasakan aliran qi yang merasuki tubuhnya menyembuhkan lukanya dengan cepat bahkan ia merasakan tenaganya pulih seperti sediakala.
Iblis Merah yang masih terdiam melihat Yao Chan yang telah selesai mengobati kedua lawannya tadi, memutuskan untuk menghindari pemuda tersebut dan melesat ke arah Iblis Hitam yang terlihat sedang kesal.
Kekesalan iblis Hitam disebabkan karena serangan Trisulanya seolah-olah mengenai ruang hampa walau serangan itu tepat mengenai Tubuh Yao Chan yang palsu. Sebaliknya serangan Yao Chan palsu berhasil melukai tubuh manusia yang ia rasuki.
Hal itu membuat Iblis Merah yang telah berada di dekat keduanya, terheran-heran menyaksikan pertarungan yang aneh tersebut.
Ia ingin pun berniat membantu Iblis Hitam namun suatu ledakan yang bersuara sangat keras terdengar di ikuti oleh hawa udara yang tiba-tiba berubah.
Hawa sejuk di sore hari itu tiba-tiba berubah menjadi hangat dan berubah sedikit panas bersama suara ledakan keras yang terdengar memenuhi wilayah Sekte Lembah Dewa.
Semua orang berhenti bertarung dan bergerak mundur untuk melihat apa yang terjadi. Kecuali Yao Chan, mata semua orang melebar ketika pada jarak lima puluh meter, mereka melihat pemandangan yang mengejutkan.
Shin Mu yang telah putus tangan kanannya dan kehilangan kekuatan Roh Iblis Ren Mo, memutuskan melarikan diri saat Yao Chan melesat meninggalkannya untuk menolong dua Tetua Ma Hua dan Xin Jia.
Naga Emas bermaksud mengejar Shin Mu, namun ia menghentikan gerakannya karena melihat sosok Yu Lian dengan Cambuk yang menyala kebiruan menghadang Shin Mu.
Lalu terjadi pertarungan beberapa belas jurus sebelum akhirnya tubuh Shin Mu meledak menjadi serpihan kecil, tanpa sempat ia memperdengarkan jerit kematiannya.
Tubuhnya meledak karena lecutan kuat dari Cambuk Naga Api di tangan Yu Lian yang membuat tubuh tokoh tua Aliran Hitam itu menjadi serpihan kecil yang terbakar oleh api biru yang membuat hawa udara dalam radius seratus meter berubah menjadi panas.
******