
Yao Chan memukul kepala bagian belakang pemimpin perampok tersebut hingga membuatnya tersungkur dan tak sadarkan diri. Hal itu dilakukannya setelah selesai menyerap ingatan pria tersebut.
"Kenapa kau tak membunuhnya?" Zhu Yin mengerutkan dahi saat melihat Yao Chan hanya membuat pimpinan perampok tersebut kehilangan kesadarannya.
"Kau pikir aku tak ingin membunuhnya? Kita masih membutuhkannya tetap hidup untuk membuat Kepala Desa Yongan itu mengakui perbuatannya." Jawab Yao Chan dengan suara yang sangat geram.
Sebenarnya Yao Chan ingin menghabisi pria tersebut setelah melihat dalam ingatannya. Setidaknya lebih dari tiga puluh orang telah terbunuh di tangan pimpinan perampok ini.
Ada hal yang membuat Yao Chan begitu marah terhadap pria yang tergeletak pingsan di depannya ini. Pria tersebut dengan kejam membunuh perempuan yang sebelumnya telah dia renggut kehormatannya dan itu dilakukannya bukan hanya sekali.
Selain itu beberapa nyawa anak kecil melayang ditangan pria ini. Sungguh kekejaman pria ini, membuat hati Yao Chan bergetar. Dan hal ini membuat Yao Chan berpikir, membunuh lebih banyak orang-orang seperti ini bukanlah hal yang buruk.
"Lalu bagaimana dengan Paman Yu Ma dan lainnya, mereka harus segera diobati bukan?' Tanya Zhu Yin yang membuat Yao Chan tersentak dan tersadar dari amarahnya.
Yao Chan segera melangkah mendekati Yu Ma, lalu mengalirkan tenaga dalam dari Mutiara Jiwa Api di bagian pusarnya yang mempunyai khasiat penyembuhan tingkat tinggi.
Beberapa saat kemudian, Yu Ma tersadar dari pingsannya. Lalu duduk bermeditasi untuk menormalkan peredaran darahnya yang sempat kacau karena racun pelumpuh saraf tersebut.
Saat Yu Ma selesai menormalkan peredaran darahnya, Yao Chan pun telah selesai mengobati Yu Lian dan tiga tetua yang lainnya. Lalu mereka berempat duduk bermeditasi untuk menormalkan kembali peredaran darah mereka.
Yu Ma menghampiri Yao Chan, setelah mengucapkan terimakasih, Yu Ma menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Yao Chan pun memberi penjelasan tentang beberapa mayat yang tergeletak tak jauh dari tempat mereka berada. Yu Ma terkejut saat menerima penjelasan dari Yao Chan yang juga diperkuat oleh Zhu Yin tentang pemimpin utama mereka.
"Berani sekali Chu Lang melakukan semua ini!" suara Yu Ma terdengar sangat geram sambil mengepalkan tangannya dengan kuat dan melangkah ke pimpinan perampok yang masih tergeletak tak sadarkan diri.
Yu Ma kemudian menotok beberapa bagian tubuh pria yang dikenalinya sebagai Chu Lao, adik dari kepala desa Yongan, Chu Lang. Saat dirinya berbalik hendak menghampiri Yu Lian suara benda yang pecah terdengar sebanyak dua kali.
Saat menemukan asal suara tersebut, Yu Ma mengerutkan dahinya. Dipandangnya wajah Yao Chan dengan tatapan heran dan benak dipenuhi pertanyaan. Mengapa Yao Chan membunuh dua orang anggota perampok dengan memecahkan kepala mereka.
Terlihat olehnya wajah Yao Chan yang masih menyisakan kemarahannya. Entah apa yang terjadi dengan pemuda tersebut sehingga terlihat demikian marahnya dan membunuh mereka dengan cara yang kejam.
"Lian'er bagaimana kondisimu nak?"
"Aku sudah merasa lebih baik Ayah, ayah sendiri bagaimana?" Tanya Yu Lian
"Ayah baik-baik saja nak"
Jawab Yu Ma sambil mengelus kepala putri semata wayangnya itu.
Keduanya melangkah mendekati Yao Chan dan melihat Zhu Yin yang telah selesai mengikat kedua tangan pimpinan perampok yang masih belum sadarkan diri itu.
"Bagaimana rencana mu selanjutnya Chan'er.?" tanya Yu Ma ingin mengetahui langkah Yao Chan berikutnya.
"Paman ... masalah ini aku serahkan kepada Paman selaku Panglima pasukan kekaisaran Wu, karena ini melibatkan pejabat pemerintahan. Dan menghukum kepala desa tersebut diluar wewenang ku."
Jawab Yao Chan setelah berdiam sejenak. Sebenarnya Yao Chan ingin langsung mendatangi Kepala Desa Yongan tersebut dan membunuhnya.
**
Di Desa Yongan, Chu Lang tiba-tiba saja merasakan firasat buruk, terutama setelah mengetahui bahwa adiknya, Chu Lao, tidak ada di ruangannya.
Saat hari semakin sore, kegelisahan Chu Lang semakin menjadi-jadi. Dari pelayannya Cu Lang mengetahui bahwa adiknya pergi untuk merampok seperti biasanya. Namun entah kenapa kali ini tidak meminta izin terlebih dahulu padanya.
Saat Chu Lang Sedang duduk dengan perasaan gelisah dan marah karena adiknya pergi tanpa seizinnya, seorang penjaga tergopoh-gopoh memasuki ruangannya.
"Lapor Tuan Chu, Jendral Ma Yun datang ingin bertemu dengan Tuan.." Prajurit penjaga tersebut datang melaporkan rombongan Yu Manyang telah tiba di desa Yongan.
Chu Lang terkejut mendengar laporan prajurit penjaganya. Firasat buruk kembali menyelimuti dirinya saat berjalan keluar ruangannya untuk menemui sosok Jendral Besar Kekaisaran Wu itu.
Tubuh Chu Lang seketika bergetar hebat ketika mendapati adiknya, terduduk dengan tangan yang di ikat.
"Kepala Desa Chu! bisa kau jelaskan mengapa adikmu ini menjadi pimpinan aksi para perampok kejam itu?"
Suara keras Yu Ma membuat Kepala Desa Yongan itu langsung terduduk dengan tubuh menggigil.
"Ampuni hamba Jendral Ma Yun, hamba tidak mengetahui jika mereka melakukan perbuatan jahat tersebut."
Chu Lang mencoba berkilah dengan situasi dihadapannya. Hal ini membuat Yao Chan mengepalkan tangannya dengan geram. Seandainya tidak ada Yu Ma mungkin dirinya sudah memecahkan kepala Chu Lang.
"Paman.. izinkan aku melihat ingatannya. untuk membuktikan dirinya terlibat atau tidak" Bisik Yao Chan kepada Yu Ma. Beberapa saat kemudian, Yu Ma menganggukkan kepalanya menyetujui langkah Yao Chan.
Yao Chan melompat kehadapan Chu Lang yang mendadak bangkit dari duduknya. Dirinya bersiaga walau tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh pemuda di hadapannya.
"Puncak Pendekar Bergelar, jangan melawanku atau aku akan melakukan hal yang tidak pernah kamu inginkan!" Yao Chan berkata sambil menatap dingin mata Chu Lang dan mulai menggunakan Jurus Mata Menghisap Ingatan.
Chu Lang terkejut, saat mendengar perkataan Yao Chan yang menebak dengan tepat tingkat ilmu beladirinya, Matanya melotot menatap Yao Chan dan tiba-tiba tubuhnya tak bisa ia gerakkan saat melihat mata Yao Chan memancarkan cahaya putih yang menyilaukan. Setidaknya demikianlah yang terlihat oleh Chu Lang.
Chu Lang tak berdaya saat cahaya itu menerobos masuk kedalam matanya. pandangannya pun menjadi gelap. Diantara sadar dan tidak, dirinya mulai mengingat kejadian-kejadian yang dilaluinya semenjak kecil hingga sesaat barusan.
Semua berlangsung cepat, dan sesaat sebelum dirinya mendapatkan kembali kesadarannya, suara Yao Chan terdengar berbicara dalam pikirannya.
"Aku sudah melihat semua ingatan mu, akui semua perbuatan mu atau akan ku pecahkan kepala mu seperti dua orang anak buah mu ini!"
Sesaat setelah suara Yao Chan menghilang, Chu Lang mendapat ingatan tentang terbunuhnya semua anak buahnya dan dua orang yang dikatakan Yao Chan.
...*****...
...Jangan Lupa Likenya Ya...
...🙏🙏🙏...