
Sementara Dewa Tertinggi telah memanggil Dewa Naga untuk datang ke tempatnya. Hal itu karena ada sesuatu hal penting yang akan Ia sampaikan.
Dewa Naga terkejut saat mendengar bahwa beberapa waktu ke depan Dewa tertinggi akan segera kembali ke tempat di mana Sang Maha Agung berada.
Untuk itu Dewa Tertinggi menyampaikan banyak pesan serta pengetahuan tentang Alam Semesta dan beberapa Teknik yang belum di kuasai oleh Dewa Naga.
Dewa tertinggi juga memberitahu bahwa jika nanti Ia pergi, beberapa Benda Pusaka akan turut menghilang dari alam semesta dimana mereka berada saat ini.
Salah Satunya adalah Kristal Dewa. Dengan menghilangnya Kristal Dewa di Pangkal Batang Pohon Fun Da Shi, menyebabkan perubahan Besar akan terjadi di Dunia itu.
“Nanti Kau akan mengetahuinya sendiri, Saat perubahan itu terjadi, ku harap Kau bisa memberikan penjelasan kepada Raja Peri Xian Bun dan Tabib Xian Niu.”
Dewa Tertinggi berkata demikian setelah Dewa Naga bertanya apa perubahan yang dimaksud tersebut.
Dewa Naga hanya menganggukkan kepalanya, dia pun termenung karena ada dua pertanyaan yang kini mengisi benaknya.
Perubahan besar apa yang akan terjadi di Dunia Moxian serta sebuah pertanyaan yang telah timbul sejak dirinya bertemu dengan Dewa Tertinggi, belasan Ribu Tahun yang lalu.
“Kau pun akan mengetahui jawaban atas pertanyaan yang berumur belasan ribu tahun itu sesaat sebelum kepergianku hehehehe …”
Dewa Naga hanya menggaruk kepala yang sebenarnya tidak berketombe itu. Ia pun mengalihkan pikirannya kepada Yao Chan.
Dewa Tertinggi tersenyum mengetahui hal itu, Ia pun mengalihkan pembicaraan mereka tentang Yao Chan.
“Hanya satu ujian lagi yang tersisa untuknya menjadi Dewa Penjaga Kedamaian. Dia harus melawan sisi gelap dirinya yang telah terbebas saat Xian Mey dan kedua adiknya melepaskan Segel yang kau buat itu.”
Dewa Tertinggi berhenti sejenak mencoba mengetahui apa yang ada dalam pikiran Dewa Naga.
Ia pun tersenyum dan menjelaskan bahwa Yao Chan berbeda dengan dirinya yang merupakan Makhluk Ras Naga.
Yao Chan adalah manusia dan setiap diri manusia pasti memiliki sisi gelap yang membuat manusia menjadi jahat dan sisi terang yang membuat manusia menjadi makhluk yang baik.
“Dia harus mampu mengalahkan sisi gelap dirinya tanpa harus membunuhnya. Jika Ia membunuh sisi gelapnya itu, maka ia pun akan mati bersamanya.”
Dewa Naga terkejut mendengar perkataan Dewa Tertinggi tentang hal tersebut. Benaknya segera dipenuhi berbagai cara agar Yao Chan bisa mengalahkan sisi gelapnya dirinya itu, tanpa membunuhnya.
“Cara yang kau pikirkan tak akan dapat mengalahkannya. Karena dirimu sekalipun tak akan mampu mengalahkannya. Bahkan Aku sendiri tidak bisa mengalahkannya jika harus tidak membunuhnya. Itulah sebabnya Aku melarangmu untuk mencegah apa yang kini tengah Ia lakukan di bumi.”
“Sekuat itukah sisi gelap Yao Chan?” Tanya Dewa Naga setelah hilang rasa terkejutnya.
Dewa Tertinggi menghela nafasnya. Ia tidak punya kemampuan mengubah apa yang telah digariskan oleh Yang Maha Agung yang Maha Kuasa atas segala hal di alam semesta ini.
“Berarti hanya dengan menyegel sisi gelapnya itu agar Ia tidak berbuat kerusakan dan agar Yao Chan tetap bisa hidup?”
“Benar … Namun yang mampu menyegel sisi gelap yang memiliki kekuatan Pendekar Dewa Sejati Level Tujuh itu, bukanlah sembarang segel.”
“Pendekar Dewa Sejati Level Tujuh?!”
Dewa Naga terkejut mendengar hal itu. Ia tidak menduga jika kekuatan Sisi Gelap Yao Chan itu sama dengan sosok Sisi terangnya yang akan menjadi Dewa Penjaga Dunia menggantikan dirinya.
“Benar … Kekuatan Sisi gelapnya akan bertambah seiring kekuatan yang dimiliki oleh sisi terangnya. Hanya saja teknik bertarungnya yang tidak mengikuti ketentuan tersebut.”
Dewa tertinggi menjelaskan lebih lanjut hal yang membuat Dewa Naga terkejut saat mendengarnya.
“Lalu Segel hebat apakah yang dapat menyegel makhluk tersebut?”
Tanya Dewa Naga yang semakin penasaran dengan penjelasan Dewa Tertinggi yang penuh dengan misteri itu.
Dewa Tertinggi hanya tersenyum lagi, membuat Dewa Naga semakin penasaran dibuatnya.
“Aku tidak akan menjawabnya, Kau dan Yao Chan yang harus menemukan jawaban yang tersembunyi dalam syair yang terdapat dalam Gulungan yang berisi tentang cara membuat segel terkuat itu.”
Dewa Tertinggi mengibaskan tangannya dan muncullah sebuah gulungan yang berwarna keemasan di telapak tangannya.
Dewa Naga mengambil Gulungan tersebut dan membukanya setelah Dewa Tertinggi memerintahkannya.
Dewa Naga membaca syair yang cukup panjang dalam gulungan tersebut.
Kehidupan belahan Jiwa Kematian
kehidupan ada begitu pula kematian
Tak terpisahkan walau terpisah
Dalam tujuh elemen jiwa berbeda
Sebagai penopang kehidupan semesta
Cinta kasih sebagai mantera
Mutiara Elemen tujuh jiwa murni
Pencipta penjara kehidupan
Bagi jiwa dipenuhi Kegelapan
Dewa Naga mengerutkan dahinya pada tingkatan tertinggi dari kerutan kulitnya, setelah Ia selesai membaca syair tersebut.
Dewa Tertinggi hanya terkekeh melihatnya. Ia pun segera memberi pesan-pesan lain, sebelum akhirnya meminta Dewa Naga untuk memberikan gulungan itu, kepada Yao Chan yang masih berada di Alam Kristal Dewa karena kecerobohannya sendiri.
Dewa Naga pun menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Istana Kecil tempat dimana Yao Chan menetralkan Energi dari Naga Bintang di pusaka terhebat yang Ia miliki itu.
Yao Chan muncul di hadapan Dewa Naga saat merasakan Aura Dewa Penjaga Dunia itu berada di Alam Kristal Dewa.
“Mengapa tubuhmu menjadi kurus begitu?” Dewa Naga melontarkan pertanyaan bodoh yang membuat Yao Chan terkejut.
“Benarkah … Aku memang merasa sedikit kurusan, itu juga karena saranmu yang menyesatkan itu!” Yap Chan mendengus kesal.
Dewa Naga tertawa lebar yang membuat wajah Gong Li dan Xian Mey menjadi merah karena malu walau keduanya masih berada di dalam Istana tersebut.
“Salahmu sendiri … Aku belum selesai bicara, kau sudah bertindak duluan. Tapi kau akhirnya punya alasankan? Untuk menuntaskan hasrat mu yang luar biasa besar itu tanpa mereka berdua mampu menolaknya. hehehe ”
Dewa Naga tak ingin disalahkan karena tetap keuntungan yang Yao Chan dapatkan.
“Apa tujuanmu mendatangi kami? Untung sudah selesai kalau belum, jangan harap bertemu denganku. Hahahaha … “ Yao Chan berkata demikian karena merasakan kedekatan antara Ia dengan Dewa Naga sudah bagai seorang teman.
Dewa Naga segera menceritakan tentang pembicaraannya dan memberikan gulungan itu kepada Yao Chan.
Dewa Naga pun melesat pergi menuju Alam Dimensi Buatannya, meninggalkan Yao Chan yang wajahnya terlihat kebingungan.
Yao Chan pun segera menghilang dari tempatnya, Ia kembali memasuki Istana Kecil dan menjelaskan apa yang baru saja didengarnya kepada Gong Li dan Xian Mey.
Wajah kedua isteri Yao Chan itu terlihat terkejut mendengarnya. Dahi mereka pun berkerut setelah selesai membaca syair yang berada dalam gulungan itu.
“Bagaimana? Apakah kalian mengerti petunjuk yang berada dalam syair tersebut.” Yao Chan segera mencecar kedua isterinya dengan pertanyaan.
“Tidak … Tapi Mi’er dan Xia’er mungkin bisa mengetahuinya. Mereka berdua memiliki pengetahuan tentang sastra.”
“Benarkah? Kenapa Aku tak tahu hal itu?” Yao Chan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Gong Li mendengus lirih, Ia lalu mengajak suaminya untuk segera kembali Ke dunia Moxian. Yao Chan pun mengangguk.
Saat itulah Yao Chan menyadari Aura Kekuatan Gong Li dan Xian Mey jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Kekuatan mereka kini, setidaknya telah memiliki tiga hingga empat ratus ribu Kristal qi di dalam tubuhnya.
Hal itu membuat mereka berdua, sudah sepertiga jalan untuk mencapai Tingkat Pendekar Dewa Sejati Level satu.
“Apakah karena energi Naga Bintang yang telah diserap oleh Mutiara Dewi Surgawi dan mengubahnya menjadi Kristal qi? Jika Ia berarti mereka …”
Yao Chan tersenyum lebar saat menemukan alasan untuk meningkatkan kekuatan dari Ke lima isterinya yang lain tanpa harus merasakan sakit saat mereka berkultivasi.
Gong Li yang melihat suaminya tersenyum menjadi heran, demikian juga dengan Xian Mey.
“Chan Gege … Kenapa kau tersenyum? Apakah telah menemukan petunjuk dalam Syair ini?” Xian Mey pun bertanya kepada Yao Chan.
Yao Chan hanya menggelengkan kepalanya, lalu membawa mereka keluar dari Alam Kristal Dewa.
*****
Boleh Minta Rate-nya Engga? Bagi pembaca yang belum Memberi Rate. Siapa tahu Novel PTD ini bisa menaik Rate-nya. 😊😊🙏🙏🙏