
“Hantu?! … Kurasa tidak ada yang namanya hantu di dunia ini, yang ada adalah kau di hantui olehku bukan?”
Raut wajah Huang Fei sedikit berubah, Ia menatap wajah Yao Chan lekat-lekat.
“Jadi Kau memang Yuan Long Si Tangan Seribu Naga? Ku pikir Kau benar-benar-benar mati di Dunia lain. Baguslah jika kau masih hidup?”
Kini Yao Chan yang mengerutkan dahinya, baru kali ini ada yang senang jika sosok dirinya di masa lalu masih hidup.
“Sepertinya kau terlihat senang jika aku masih hidup. Apakah Kau ingin menikahkan aku dengan cucumu? Cantikkah Ia?”
Mendengar Yao Chan berkata seperti itu, Huang Fei merasa perutnya menjadi mual, namun Ia tersenyum karena mendapat cara untuk membalasnya.
“Apakah Kau ingin menikah dengan cucuku? Jika Ia, Aku tidak keberatan.”
Tetua Wang Rui menahan tawa mengingat semua Cucu Huang Fei adalah laki-laki. Yao Chan terlihat senang mendengar perkataan Huang Fei tersebut.
“Benarkah? Secantik apakah dia?”
“Dia kelewat cantik hingga akhirnya menjadi sangat tampan.”
Huang Fei tersenyum puas berhasil membuat wajah Yao Chan menjadi merah setelah tertegun sejenak.
“Tak kusangka, Aku masih bisa dikibuli oleh calon mayat seperti kalian.”
Selesai berkata demikian, Yao Chan melesat cepat menampar mulut Ketua Huang Fei.
PLAK
Tamparan Yao Chan yang sangat cepat, sulit untuk dihindari oleh Huang Fei sehingga tubuhnya terpental belasan meter akibat kerasnya tamparan tersebut.
Wang Rui terkesiap melihat kecepatan Yao Chan. Ia tak menduga Ketua Klannya harus mengusap darah dari sela bibirnya oleh serangan cepat itu.
“Kurang Ajar!! ….”
Huang Fei meradang marah setelah berhasil menguasai dirinya. Ia sedikit terkejut dengan kemampuan Yao Chan yang dikenalinya sebagai Yuan Long itu.
“Tak kusangka kau selicik itu, menyerang lawan saat sedang dalam pembicaraan.”
Huang Fei berkata dengan kesal. Ia pun melirik Wang Rui untuk menggunakan jurus gabungan mereka.
Huang Fei dan Wang Rui melesat mundur mengambil jarak sepuluh meter dari Yao Chan.
“Ketahuilah Aku senang Kau masih hidup, karena Aku Ingin membunuhmu dengan jurus kami yang tak ada tandingannya ini.
Mata Yao Chan menyipit, mendengar alasan Huang Fei yang baginya terdengar bodoh.
Sesaat kemudian Yao Chan merasakan dua aura pendekar Dewa Level Enam memenuhi udara di atas klan Tapak Api Neraka itu.
Tapak tangan Huang Fei dan Wang Rui kini telah menyala dengan api yang berkobar-kobar tertiup Angin.
Keduanya menatap heran kepada Yao Chan yang terlihat masih santai walau melihat mereka akan menggunakan jurus terkuat yang belum pernah kalah itu.
“Tapak Api Menghukum Bumi! Murka Tapak Api!”
Keduanya berteriak bersamaan, Sesaat kemudian terlihat Dua buah Tapak Api Raksasa melesat ke arah Yao Chan yang terkejut melihatnya.
BLAAARR
Tubuh Yao Chan terpental belasan meter, Ia berhasil menghindar dari kedua Tapak Api Raksasa tersebut, namun tidak Ia duga, Jari Api itu menyentil dirinya dan tak sempat untuk Ia hindari lagi.
Setelah menguasai dirinya Yao Chan menatap Kedua Tapak Api Raksasa yang kini berada di atas kepala Huang Fei dan Wang Rui.
“Tapak Api Menghukum Bumi! Empat Tapak Membakar Bumi!”
Sesaat kemudian Dua Tapak Api dengan besar yang sama, muncul di atas kepala keduanya.
Hawa udara dalam radius puluhan meter, menjadi panas suhunya dalam sekejap
Yao Chan tak ingin gegabah, Ia pun mengeluarkan jurus yang membuatnya terkenal di Dunia Kultiva itu.
“Tangan Seribu Naga! Murka Naga Es!”
Dari Kedua Tangan Yao Chan terbentuklah Dua Kepala Ular Naga yang mulutnya terbuka lebar.
Huang Fei dan Wang Rui sempat tergetar, melihat jurus yang telah memakan ratusan ribu nyawa itu.
Namun begitu, keduanya merasa yakin dapat menandingi kehebatan jurus tersebut dengan jurus gabungan mereka berdua.
Yao Chan segera menghentakkan kedua tangannya lalu melesatlah dua ekor ular Naga Putih raksasa dari masing-masing mulut Kepala Ular Naga tersebut.
Hawa Udara seketika berubah menjadi dingin, saat Ular Naga Es itu meliuk-liuk dan melilit empat Tapak Api Raksasa milik Huang Fei dan Wang Rui.
Yao Chan menelan ludahnya saat melihat dua ekor Naga Es itu, perlahan meleleh akibat panasnya keempat Tapak Api Raksasa.
Sedangkan Huang Fei dan Wang Rui terlihat senang melihat Kedua Ular Naga Es itu, perlahan-lahan sirna.
Yao Chan segera menyatukan kedua tangannya, lalu dua kepala ular Naga itu bergabung menjadi membentuk satu kepala Ular Naga yang besar.
“Tangan Seribu Naga! Lidah Naga Es”
Dari Mulut Ular Naga Itu melesat lidah Ular berwarna putih yang berhawa dua kali lipat lebih dingin dari sebelumnya.
Huang Fei dan Wang Rui terkesiap, saat melihat lidah Ular Naga Es itu, melilit Tapak Api Raksasa mereka dan membekukannya satu persatu.
Sesaat kemudian empat dentuman keras terdengar saat Lidah Ular Naga Es itu, menampar satu persatu Tapak Api Raksasa yang telah membeku itu.
Yao Chan segera mengerahkan energinya kembali, Ia menarik Lidah Ular Naga Es itu dan memunculkan seekor Ular Naga Es yang berukuran dua kali lipat dari sebelumnya.
Huang Fei dan Wang Rui mengeluarkan jurus gabungan terkuat mereka dari Teknik Tapak Api Menghukum Bumi.
“Tapak Api Menghukum Bumi, Golok Tombak Api!”
Sesaat kemudian, dari tapak tangan Wang Rui melesat sebuah Tombak Api raksasa yang berkobar terang dan sangat panas.
Disusul dengan melesatnya sebuah Golok Api yang sangat besar dari telapak tangan Huang Fei.
Kedua Tombak dan Golok bersatu di udara. Membentuk Tombak Golok Api yang seketika berubah menjadi sangat besar.
Tombak Golok Itu kini mengarah ke tubuh Yao Chan yang berjarak tiga puluh meter dari keduanya.
“Kita tentukan Jurus Siapa yang paling hebat diantara kita!”
Huang Fei berteriak keras dan segera menggerakkan telapak tangannya. Lalu Tombak Golok Raksasa itu melesat dengan gerakan menusuk ke arah Yao Chan.
Ular Naga Es yang berwarna seputih salju itu, segera meliuk menghadang laju Tombak Golok Api raksasa tersebut.
WHUUUTSS
BRUSSSSHH
“APA!!”
“Tidak Mungkin!!”
Mata Huang Fei dan Wang Rui melotot lebar saat melihat apa yang terjadi dengan Tombak Golok Api mereka.
Sementara Yao Chan tersenyum saat melihat Tombak Golok Api itu, kini telah membeku akibat tersembur Energi sangat dingin dari mulut Ular Naga Es itu.
Namun walau membeku dalam bongkahan Es, terlihat nyala api dari bagian dalam bongkahan itu yang bersumber dari Tombak Golok Api Raksasa tersebut
Sesaat kemudian wajah Huang Fei dan Wang Rui memucat saat melihat Mulut Ular Naga Es Itu, tiba-tiba menelan bongkahan Es yang membekukan Tombak Golok Api mereka.
Mulut Ular Naga itu segera menyemburkan kembali bongkahan Es ke arah keduanya dengan laju yang sangat cepat.
Keduanya berhasil menghindari semburan Ular Naga Es tersebut.
Namun sesaat kemudian bongkahan es besar yang berisi Api dari jurus mereka tadi, tiba-tiba saja meledak sesaat setelah melewati keduanya.
BLAAAMMM
Suara ledakan yang sangat keras, menggetarkan seantero udara di langit Klan Tapak Api Neraka.
Seluruh anggota mereka terkesiap saat menyaksikan apa yang terjadi kemudian setelah ledakan keras itu.
******
Novel Ke dua Author sudah Kontrak Lho... Dukung dan Support Author Ya ....
Legenda Zhu San
Like dan Komennya Di tunggu ya.