Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
220: Sekutu Baru Ratu Iblis


Belum sehari setelah penyerangan terhadap Lembah Hou Mon gagal, berita itu telah tiba di Istana Iblis.


Ratu Iblis terlihat sedang memarahi Panglima Iblis Hen Mo yang tidak turut serta dalam penyerangan itu.


Panglima Iblis Hen Mo hanya terdiam karena telah merasa bersalah dengan mempercayakan penyerangan itu, dibawah Pimpinan Lima Taring Naga, sekutu mereka dari Dunia Kultiva.


Hanya saja berita tidak terduga tentang adanya manusia dari Bumi, mengejutkan mereka berdua.


Tidak mereka duga sebelumnya jika penyerangan ke Lembah Hou Mon, gagal karena campur tangan manusia Bumi itu.


“Panglima Hen Mo, selidiki tentang manusia Bumi itu. Jika mereka bisa mengalahkan Lima Taring Naga, kita tidak boleh meremehkan Kekuatannya.”


Ratu Iblis memerintahkan Panglima Hen Mo untuk mengirim mata-mata terbaik mereka, untuk mencari informasi tentang kekuatan manusia Bumi itu.


Setelah berkata demikian, Ratu Iblis segera menghilang dan meninggalkan Istana Iblis. Ia menuju sebuah tempat dimana tubuh Raja Iblis tersegel pada sebuah Bola Energi yang berwarna kekuningan.


Ratu Iblis memandangi bola energi tersebut dengan berbagai perasaan berkecamuk dalam hatinya.


Kerinduan pada Sang Suami dan ketidakmampuannya membebaskannya dari segel tersebut, membuat air matanya menetes.


Rasa amarahnya menggelegak mengingat pengkhianatan Iblis Hitam yang juga merupakan murid dari suaminya itu.


Ia pun berniat untuk mendatangi salah seorang tokoh Iblis lainya yang juga merupakan guru dari Iblis Ren Mo dan Iblis Ren Xian, sosok bernama Iblis Fan Mo.


Iblis Fan Mo merupakan adik seperguruan dari Raja Iblis En Mo suaminya. Karena hal itulah, Ia berniat menemui sosok yang memiliki kekuatan hampir setara bahkan mungkin kini melebihi kekuatan suaminya.


Ia pun segera melesat ke udara dan melayang secepat angin menuju Lembah Gaze Mon, tempat dimana Fan Mo tinggal selama ratusan tahun terakhir.


Butuh waktu beberapa jam bagi Ratu Iblis yang memiliki kemampuan Pendekar Dewa Level 2 itu untuk menempuh perjalanan sejauh ribuan kilometer tersebut.


Hawa dingin yang menusuk, menyambut tubuh Ratu Iblis yang tiba di Lembah Gaze Mon saat siang telah berganti malam .


Sebuah cahaya terlihat dari balik pohon dimana sebuah Pondok Kecil berdiri dengan Kokohnya.


Sebuah Aura kekuatan yang besar menerpa Tubuh Ratu Iblis yang baru turun dan menjejakan kakinya di tanah.


“Kekuatan Fan Mo kini, setidaknya setara dengan kekuatanku, ah tidak sepertinya sedikit lebih besar dariku.”


“Ratu Iblis Rin Mo, ada apa malam-malam mengunjungi ku?”


Sebuah suara serak, terdengar seolah berada di samping Ratu Iblis yang membuatnya tersenyum tipis. Jarang sekali nama aslinya dipanggil oleh seseorang seperti ini.


“Adik Fan Mo, beginikah cara mu menyambut Kakak Iparmu?”


setelah mendengar jawaban Ratu Iblis Rin Mo, suara tawa terdengar dari dalam pondok kecil itu.


Pintu pondok itu terbuka oleh serangkum Tenaga Dalam. Ratu Iblis Ren Mo segera melesat melewati pintu tersebut dan tiba di dalam sebuah ruangan.


Ia mendapati sosok Iblis Fan Mo terlihat sedang bermeditasi dengan tubuh bagian atas yang terbuka dan berkeringat.


Ratu Iblis Rin Mo menjadi jengah melihat hal tersebut, desiran hawa hangat yang telah tujuh ratus tahun tidak ia rasakan lagi, kini merasuki tubuhnya dan membuatnya menelan ludah.


Ia segera mencari tempat duduk dan melihat dua buah batu yang berjarak satu meter satu sama lainnya.


Suara Ratu Iblis terdengar parau saat mengatakan hal tersebut. Matanya menatap tajam ke dada bidang Iblis Tampan Dunia Moxian, julukan lain yang dimiliki oleh Fan Mo.


“Aku sedang menyempurnakan jurus baru ku, Inti Api Iblis. Ada hal penting apakah sehingga malam-malam begini kau mendatangi Aku?”


Fan Mo menatap tajam ke arah Rin Mo, lalu berdiri dan mengambil jubah untuk menutupi tubuhnya.


Melihat tubuh tegap itu, membuat hati Ratu Iblis itu berdegup kencang. Debaran aneh itu, semakin kuat mengalir dalam tubuhnya membuatnya harus merapatkan kedua kaki untuk meredamnya.


“Aku hanya ingin menyampaikan kabar bahwa kedua murid mu, Ren Mo dan Ren Xian, Roh mereka telah tersegel oleh seorang manusia dari Bumi.”


Suara Ratu Iblis terdengar lebih parau dari sebelumnya, dan hal itu membuat Fan Mo mengerutkan dahinya.


Tentu saja Ia terkejut mendengar berita tersebut. Namun Ia lebih terkejut ketika mendengar suara parau Ratu Iblis itu.


Senyumnya terkembang saat menyadari apa yang terjadi dengan isteri dari kakak seperguruannya itu.


Ia pun segera meletakan kembali jubah yang akan Ia kenakan tadi. Lalu melangkah kehadapan Ratu Iblis dan duduk di hadapannya dengan jarak terpaut satu meter saja.


“Darimana kau tahu hal tersebut? Ku dengar kau telah bermeditasi sejak tujuh ratus tahun lalu.”


Fan Mo menatap tajam ke arah wajah Ratu Iblis yang terlihat jengah dari sebelumnya.


Ratu Iblis pun segera bercerita tentang kedatangan Iblis Hitam dari dunia manusia bumi untuk mencari Mustika Hati Iblis yang di segel oleh Dewa Naga di dunia manusia tersebut.


Di dunia manusia bumi itu, Iblis Hitam mengatakan bertemu dengan Iblis Ren Mo yang pernah menjadi Panglima Iblis dan adiknya Iblis Ren Xian.


Hanya saja mereka mendapati kenyataan adanya manusia Bumi yang memiliki kemampuan sangat tinggi dan mampu menyegel empat saudara seperguruannya dan kedua murid Fan Mo itu.


Ratu Iblis pun menceritakan bahwa penyerangan ke lembah Hou Mon telah gagal untuk mendapatkan Permata Jiwa Iblis milik Raja Iblis Putih Lin Mo, karena adanya manusia bumi itu.


Ratu Iblis pun mengatakan keinginannya, Ia meminta bantuan Fan Mo untuk merebut salah satu pusaka itu demi membebaskan suaminya, Raja Iblis En Mo.


“Aku tak memiliki alasan untuk membantu mu, mengenai manusia bumi yang kini berada di Dunia Moxian, aku akan mengurusnya sendiri. Tapi aku tidak bisa membantumu untuk mendapatkan pusaka itu kecuali ….”


Fan Mo mulai menjalankan siasatnya kepada Ratu Iblis itu, Ia sebenarnya sangat marah mendengar berita jika dua muridnya itu telah tersegel oleh manusia dari Bumi.


“Apa pun yang kau minta sebagai imbalannya, akan ku penuhi, asalkan kau mau membantuku mendapatkan Mustika itu.”


Ratu Iblis Rin Mo berkata dengan suara bergetar. Keinginannya untuk mendapatkan Permata Jiwa Iblis membuatnya berkata yang menempatkan dirinya pada posisi yang sangat sulit.


Hal Itu terjadi ketika Iblis Fan Mo berkata yang membuat hawa aneh di tubuhnya, seketika menguat dan menuntut untuk diledakkan.


“Aku akan membantumu asalkan kau mau menemaniku malam ini dan dua malam ke depan, Apakah kau mau?”


“Tentu saja aku mau, karena aku juga sangat menginginkannya.”


Ratu Iblis menjawab dengan cepat dan selanjutnya apa yang terjadi … terjadilah, yang dia tahu hanyalah menyambung rasa.


*****