
Yao Chan bersama Zhu Yin dan Qing Mi terlihat melesat di udara untuk menuju ke Lembah Dewa. Yao Chan dan Zhu Yin bergerak dengan kecepatan yang membuat Qing Mi yang baru saja bisa melayang, terlihat kepayahan.
Melihat hal itu, Xian Mey pun kembali merasuki Tubuh Qing Mi, untuk membuatnya bisa mengimbangi kecepatan terbang Yao Chan dan Zhu Yin.
Selain itu Xian Mey juga ingin menyampaikan kepada Yao Chan bahwa ia merasakan enam aura energi makhluk dari Dunia Moxian berada di arah yang mereka tuju.
Mendengar hal tersebut Yao Chan tiba-tiba menjadi gelisah, firasat buruk pun memenuhi hati dan pikirannya.
Ia pun mengatakan kepada Zhu Yin dan Xian Mey bahwa ia akan lebih dulu berangkat dengan kecepatan penuhnya ke lembah Dewa.
Xian Mey yang menyadari kekuatan para Iblis dan Peri Hitam, menyetujui keinginan Yao Chan tersebut. Setelah mendengar persetujuan dari keduanya, Yao Chan pun menghela nafas panjang.
Sesaat kemudian ia mengerahkan energi qi nya dalam jumlah besar untuk melesat lebih cepat dari sebelumnya.
Zhu Yin terbelalak saat sedetik kemudian Yao Chan sudah berada seratus meter di depan mereka. Xian Mey tersenyum tipis melihat kecepatan yang Yao Chan tunjukan
"Ah ... dengan kecepatan sebesar ini aku bisa segera tiba di lembah Dewa, Semoga tidak terjadi sesuatu dengan kakek dan yang lainnya."
Saat jaraknya semakin dekat, Yao Chan merasakan enam energi besar berada di depannya. Ia merasa senang sebab setelah Titik Syaraf Kekuatan dalam tubuhnya terbuka dari segel gaib, Yao Chan merasakan peningkatan luar biasa pada seluruh Inderanya. Dua diantaranya adalah mata dan telinganya.
Dalam jarak satu kilometer lagi, ia bisa mendengar suara bentakan yang terdengar mengancam Kakek Gurunya.
"Guo Jin keluarlah atau ku hancurkan Sekte kecilmu ini!"
Yao Chan menjadi geram mendengar perkataan salah seorang kakek yang bisa ia lihat walau dari jarak sejauh satu kilometer darinya. Ia pun segera melesat lebih cepat lagi.
Sepuluh Detik kemudian Yao Chan sudah berada di hadapan ke enam manusia Sekutu Iblis Itu, membuat mereka semua terkejut, karena kehadiran Yao Chan yang begitu tiba-tiba dan lalu berteriak lantang kepada mereka.
"Lakukanlah Jika kalian memiliki kemampuan untuk melakukannya!"
Song He menelan ludahnya, melihat kehadiran Yao Chan yang seolah-olah muncul dari ruang hampa karena kecepatannya yang sangat tinggi itu.
Hatinya pun tiba-tiba merasakan sedikit gentar karena hal itu. Demikian juga dengan ke lima rekannya, terutama Shin Mu dan Huang Lun.
Shin Mu dan Huang Lun menyadari Yao Chan menjadi jauh lebih kuat dari terakhir kali mereka bertemu beberapa bulan lalu.
Seandainya tidak ada Iblis Ren Mo dan Iblis Merah dalam senjata mereka, mungkin Shin Mu dan Huang Lun sudah lari terbirit-birit saat ini.
Dari teriakan Yao Chan yang dilapisi energi qi itu, mereka semua mengetahui bahwa sosok pemuda yang terlihat masih belasan tahun itu memiliki kekuatan jauh diatas mereka berenam.
"Chan'er !"
Guo Jin, Xin Jia dan Tetua Ma Hua berteriak bersamaan dalam keterkejutan mereka. Kekhawatiran Ketiga orang yang telah sepuh itu seketika berkurang drastis saat melihat kekuatan yang Yao Chan tunjukan.
"Kakek biarkan aku yang menghadapi mereka semua, Kakek lebih baik melindungi anggota sekte yang lain."
Yao Chan yang mengkhawatirkan Guo Jin dan yang lainnya, berkata demikian untuk menjaga banyaknya jatuh korban dari pihaknya.
Namun perkataannya tidak sesuai harapan, Guo Jin dan yang lainnya secara bersamaan melesat ke udara dan berdiri di sampingnya.
"Chan'er ... mereka berenam sedang kau sendiri, lalu kau meminta kami diam melihatmu dikeroyok oleh mereka? Tentu saja kami tidak bisa seperti itu."
Guo Jin menjawab perkataan Yao Chan, karena merasa kekuatan mereka seimbang dengan para tamu tak di undang itu.
"Anak Muda, biarkan kami membantumu, mereka memiliki kekuatan yang masih disembunyikan, kau akan kerepotan jika bertarung sendirian."
Gui Han pun berkata senada dengan ucapan Guo Jin. Ia Lalu memperkenalkan dirinya dan adik seperguruannya Xun Chang kepada Yao Chan saat melihat pemuda itu mengerutkan dahi karena merasa tidak mengenali mereka berdua.
"Dasar kakek tua tidak tau diri, aku telah mengampuni nyawa mu dan kakakmu tempo hari, karena aku ingin membalas Budi baik mu Xun Chang. Tapi kau dan kakakmu malah berkhianat kepada Kekaisaran Song. Jangan salahkan aku jika hari ini Aku akan membunuh kalian!"
Song He sangat geram mendapati Xun Chang dan Gui Han berada di Lembah Dewa. Ia pun menyesal telah membiarkan keduanya tetap hidup hanya untuk melihatnya menjadi Pengkhianat.
Gui Han berkata untuk membela dirinya, perkataan yang membuat Song He terdiam setelah mendengarnya.
"Jadi Kau yang bernama Song He, dalang di balik kematian Kakek Ku Lin Bao?"
Yao Chan bertanya dengan tatapan dingin ke arah Song He yang membuat Putera Mahkota Song itu bergetar hatinya. Bukan karena rasa rindu melainkan rasa gentar yang besar.
Walau dirinya telah berada di tahap Pendekar Suci tahap Akhir, namun kekuatannya bukanlah ia dapat dari hasil berlatih keras. Membuatnya tidak percaya diri untuk menghadapi Yao Chan.
Merasa dirinya terancam dalam bahaya, Song He segera meminta Iblis Hitam mengambil alih Kesadarannya. Seketika Ruang Udara dipenuhi Aura Iblis yang sangat mencekam.
Guo Jin, Xin Jia dan Tetua Ma Hua, terkejut menyadari aura Kekuatan yang memancar dari tubuh ke enam tamu tak diundang itu, kini melebihi kekuatan yang mereka miliki.
Sementara Xun Chang dan Gui Han yang telah mengetahui kekuatan mereka saat dirasuki para Iblis, menelan ludah merasakan rasa gentar menggelayuti hati mereka.
"Jadi kau orangnya yang telah menyegel Iblis Biru itu ya? Kemampuan mu lumayan juga."
Suara Song He yang berubah menjadi serak, membuat Yao Chan menyadari Sosok roh Iblis yang bersemayam dalam trisula yang kini berada ditangan Sing He sudah mengambil alih tubuh putera Mahkota itu.
Semua akhirnya mencabut senjata masing-masing dan Yao Chan adalah yang terakhir kali mengeluarkan Pedang Dewa Perang dari Gelang Ruang dimensinya.
"Benar aku lah yang telah menyegel Iblis Biru dan akan kulakukan kepada kalian semua."
Yao Chan menjawab perkataan Iblis Hitam dan bersiap mengalirkan energi ke Pedang Dewa Perang.
"Tunggu ... Biarkan aku yang melawan Peri Hitam!!!"
Terdengar suara seorang perempuan yang tak lain adalah Xian Mey yang rupanya telah tiba bersama Zhu Yin. Peri Hitam dan Iblis Hitam terkejut saat mengenali siapa yang baru saja datang.
"Kau ... Bagaimana bisa kau masih hidup?"
Peri Hitam terkejut mendapati salah satu sosok Peri Legendaris Dunia Moxian itu masih bertahan hidup dan memilih untuk melawan dirinya.
Rasa gentar menyelimuti tubuhnya saat mengenali tongkat yang berada di tangan Xian Mey. Satu dari tiga Pusaka legendaris Bangsa Peri yang memiliki kekuatan luar biasa.
"Bisakah kau buat dinding Perisai untuk melindungi bangunan dan orang-orang yang berada di bawah sana?"
Yao Chan meminta Xian Mey yang kemudian mengangguk memahami tujuan dari perkataan Yao Chan tersebut.
Xian Mey segera melesat turun lebih sedikit dari posisi mereka, memandangi wilayah sekte Lembah Dewa seraya membaca mantera. Sesaat kemudian ia menggerakan Tongkat Sakti Giok Merah.
Mata Guo Jin dan lainnya melotot lebar saat melihat sebuah dinding raksasa terbentuk dari sinar putih yang keluar dari tongkat ditangan gadis itu yang lalu membentuk kubah besar seperti dinding yang terbuat dari kaca.
Benak Guo Jin dipenuhi pertanyaan tentang Siapa Sosok gadis tersebut dan bagaimana ia bisa memiliki kekuatan seperti sihir yang begitu hebat.
Bibir Guo Jin menyunggingkan senyuman saat Zhu Yin memandang kearahnya dan memberinya Hormat. Guo Jin bisa merasakan kekuatan Zhu Yin kini telah meningkat dan cukup jauh diatas kemampuannya saat ini.
"Biarkan Aku yang menghadapi Peri Hitam, kau boleh melawan yang lainnya, tapi ku sarankan kau menghadapi Iblis Hitam dan berhati-hati la dengannya, kekuatannya hanya sedikit di bawahmu."
Xian Mey yang telah berada di samping Yao Chan mengingatkan Yao Chan yang membuat pemuda tersebut tersenyum tipis.
Yao Chan segera mengerahkan sejumlah besar Energi qi ke dalam pedang Dewa Perang, Aura udara seketika berubah menjadi berat.
"Iblis Hitam mari kita tentukan siapa yang lebih kuat diantara Kita."
Selesai berkata demikian Yao Chan segera melesat dan menebaskan Pedang Dewa Perang ke tubuhnya. Dengan cepat pula Iblis Hitam menahan serangan itu dengan Trisula pusakanya.
TRAAANG
*****