
“Nona Jie … Apakah kau mengenalinya?” Yao Shen bertanya sekali lagi saat mendapati Yue Jie hanya terdiam saja.
“Eh iya … itu… Mereka berdua adalah Sepasang Penyihir Jahat yang menguasai salah satu Dunia di Alam Semesta ke dua. Tongkat Batu Ungu di tangannya itu sangat berbahaya.” Yue Jie menjawab dengan rona wajah yang kembali menunjukkan rasa jerih.
“Begitu rupanya..” Yao Shen hendak melayang maju, mendekati ke enam orang yang baru saja tiba dari gumpalan Awan besar itu. Namun Yao Ling dan Xian Li menghalanginya.
“Shen Gege jangan! Dua orang tua itu bukan lawanmu?” Dahi Yao Shen berkerut.
“Bagaimana kau tahu?” Yao Ling dan Xian Li mengabaikan pertanyaan Yao Shen dan segera waspada, karena melihat sepasang penyihir bernama Labamba dan Labimbi itu menatap tajam ke arah mereka.
“Komedo Namina ura?!” Labamba berkata yang membuat semua orang terdiam karena tidak mengerti apa yang ia ucapkan. Melihat semua orang diam tak menjawab pertanyaannya, Labamba menjadi geram.
Ia mengangkat tongkat ungu di tangan kanannya. “Omedo mina ayeee.” Suara Yao Fan membuat Labamba melotot pada pemuda itu seraya menurunkan tongkatnya.
“Apa yang kau katakan padanya Fan?” Tanya Yao Zhun keheranan. “Ga tau, aku hanya asal bicara.” Jawab Yao Fan santai namun kembali kebingungan setelah mendengar pertanyaan Lambamba berikutnya.
“Sirika! Namina Yinyang ura Komedo?!”
Semua mata terarah kepada Yao Fan yang mulai gelisah harus menjawab apa, karena sebenarnya tadi ia hanya asal bicara. Namun begitu, ia segera bisa mengatasinya.
Yue Jie terkejut panik saat melihat jari telunjuk Yao Fan terarah padanya. “Apa maksudmu menunjuk diriku?!”
Labamba tersenyum dan melesat cepat ke arah Yue Jie.
DUAGH
Mata Labamba melotot lebar, tidak menduga dirinya akan diserang oleh Yao Ling secara tiba-tiba. Beruntung ia berhasil menangkis serangan gadis itu, walau tubuhnya terpental kembali ke sisi Labimbi.
Tiba-tiba Labimbi mengangkat tongkat di tangan kanannya. Cahaya kebiruan segera melesat ke udara dan turun menyelimuti tubuhnya serta Labamba dan keempat makhluk yang berwujud menyeramkan itu.
Beberapa saat suasana menjadi hening, sebelum akhirnya Labimbi berkata kepada mereka. “Siapa yang memiliki serpihan Batu Inti Yinyang? Berikan kepadaku atau kalian semua akan mati!”
Semua orang terkejut dengan ucapan Labimbi yang kini bisa berbicara dengan kata-kata yang bisa dipahami oleh mereka semua.
“Bagaimana ini? Ternyata mereka mengejar serpihan Batu Inti Yinyang?” Yue Jie berbisik kepada Yao Shen yang segera memahami situasi menjadi berbahaya, saat ke empat makhluk itu mulai mengerahkan kekuatan yang mereka miliki.
“Tingkat Dewa Sejati level satu?! Ah tidak lebih kuat lagi.” Yao Shen bergumam saat merasakan udara terasa semakin berat akibat tekanan energi dari keempat makhluk berwujud aneh itu.
“Cepat kalian berikan Batu Inti Yinyang itu!?” Kini Labamba yang membentak Yao Shen dan yang lainnya.
“Batu yang kau cari itu tidak ada di dunia ini. Bagaimana kami harus memberikan batu itu padamu?” Yue Jie segera berkata dan menjelaskan bahwa batu Inti Yinyang berada di dunia Yinyang dan dijaga oleh guru mereka, Zhen Zhi Long.
“Hahahaha … Jangan bohongi kami. Aku bisa merasakan energi Batu Inti Yinyang memancar dari Dunia ini. Cepat Ser…!”
Bentakan Labamba terputus saat merasakan aura kuat memancar dari tubuh Xian Li dan Yao Ling. Hawa panas dan dingin seketika memenuhi udara membuat Yao Shen, Hu Liang dan yang lainnya segera menjauhi kedua gadis tersebut.
Sementara wajah Labamba dan Labimbi menunjukkan rasa terkejut, mendapati kenyataan bahwa Batu Inti Yinyang telah berada di dalam tubuh kedua gadis itu.
“Kita terlambat! batu itu telah menyatu dengan kedua tubuh manusia perempuan ini! Biarkan Labuda dan lainnya yang menghadapi mereka.”
Setelah berkata demikian Labimbi segera memberi isyarat ke arah empat makhluk yang wujudnya sangat aneh dan menyeramkan itu.
Di punggungnya, Ia memiliki sayap seperti sayap burung. Kepala makhluk itu sangat menyeramkan berbentuk seperti kepala buaya namun memiliki sepasang tanduk seperti badak.
GOAAARRHH
Sepasang tanduk sepanjang satu jengkal dan sangat tajam itu, memendarkan cahaya keunguan sesaat sebelum Labuda menjerit dengan keras seraya melesat ke arah Yao Ling.
“Cepat Sekali!” Desis Yao Shen terkejut dengan gerakan Labuda yang menyerang Yao Ling dengan serangan mematikan dan sangat cepat itu.
DUAGH
Sapuan kaki elang Labuda berhasil di tangkis oleh Yao Ling yang tidak sedikitpun bergeser dari tempatnya.
Fluktuasi udara akibat benturan dua energi besar itu, membuat Yao Shen dan lainnya terbelalak kaget, setelah diterpa oleh hembusan angin yang membuat Hua Liang dan Yehlu San tersurut ke belakang.
“Sekuat inikah Ling’er sekarang?” Dalam benaknya Yao Shen merasa takjub dengan kekuatan adik perempuannya yang pendiam itu.
“Laluba, Lahula, Laduta! jangan menonton saja! Cepat bantu labuda mengoyak tubuh manusia itu!” Ketiganya melesat setelah mendengar perintah Labamba yang terlihat kesal.
Hal itu karena Labamba melihat Labuda terdesak hebat oleh Yao Ling, hal yang tidak ia duga sama sekali jika ada manusia dari dunia lain, bisa memiliki kekuatan besar yang mampu mengimbangi kekuatan dan gerakan cepat Labuda.
Melihat tiga makhluk setinggi lima meter bergerak ke arah Yao Ling, Xian Li segera melesat menghadang ketiganya dengan kedua telapak tangan yang membara oleh api berwarna putih.
Tanpa bertanya apakah mereka sudah mandi atau belum, Xian Li melepaskan dua serangan energi berbentuk tapak yang berhawa panas dan mengabaikan bau tubuh mereka yang sangat kecut itu.
Dua energi berbentuk tapak api berwarna putih, menderu cepat ke arah Lahula dan kedua rekannya. Sontak ketiganya segera menggerakkan kedua tangan mereka ke depan.
WHUS WHUSS WHUSSS
BLAM BLAAAM
Dua ledakan besar menggelegar, membuat bumi berguncang bagai dilanda gempa saat energi dari kedua belah pihak bertemu di udara dan meledak hebat.
Tubuh Laluba, Lahula dan Laduta terlempar belasan meter, sedangkan tubuh Xian Li tersurut ke belakang beberapa meter dengan wajah yang menahan sakit dan sesak di dadanya.
“Kuat sekali ketiga makhluk raksasa itu. Lima puluh persen kekuatanku pun, masih bisa mereka imbangi.” Xian Li bergumam seraya menatap ketiga lawannya yang sedang memuntahkan cairan hijau dari mulut mereka.
Labamba tersentak kaget melihat ketiga anak buahnya mengalami luka dalam yang cukup parah. Ia pun menjadi kesal pada Xian Li dan berniat menyerangnya.
Labamba segera mengeluarkan sebuah cermin yang mengeluarkan aura mencekam dan membuat Labuda yang sedang bertarung dengan Yao Ling tersentak kaget dan segera melesat mundur, menjauhi gadis tersebut.
“Suamiku … Mengapa kau begitu tergesa-gesa mengeluarkan Cermin Pelebur Sukma?” Tanya Labimbi keheranan. “Aku tak ingin para makhluk itu tewas oleh kedua manusia itu!”
Labamba segera melesat ke arah Xian Li yang kini telah berada di dekat Yao Ling. Keduanya segera waspada dengan kedatangan Labamba dengan sebuah cermin yang memancarkan aura mencekam itu.
Namun tiba-tiba Labamba tersentak kaget, saat merasakan Aura Dewa yang sangat kuat dan membuat tubuhnya bergetar. Semua mata tertuju ke satu arah yang sama yakni langit di atas kepala mereka yang kini memancarkan cahaya biru yang sangat terang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-0-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=