Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
228: Roh Peri dan Iblis Abadi


Sementara di Pohon Abadi Xian Fun Da Shi, terjadi situasi sulit yang tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Lembah Hou Mon.


Xian Bun, Xian Xing dan Xian Niu segera duduk bermeditasi dengan ketiga tongkat yang terangkat di tangan kanan mereka.


Peri Hitam mengerutkan dahinya, Ia belum pernah melihat jurus ini sebelumnya. Begitu pun dengan Roh Han Mo dalam Janin di kandungan Peri Hitam.


Ketika benaknya di penuhi pertanyaan, Peri Hitam membelalakan matanya ketika tiba-tiba ketiga tongkat di tangan ketiga petinggi Istana Peri itu, memancarkan Sinar Kuning Keemasan.


Sinar tersebut bersatu menjadi satu di udara dan membentuk sosok Seorang Peri Laki-laki yang memiliki tubuh setinggi lima puluh meter.


Tubuhnya seolah terbuat dari emas yang memancarkan cahaya terang sehingga udara dalam radius ratusan meter, berubah menjadi kuning keemasan.


Sedetik kemudian Peri Hitam terkejut, saat mendapati mereka berempat telah berada sejauh lima ratus meter dari Pohon Abadi Xian Fun Da Shi.


“Roh Raja Peri Emas. Bantulah Kami untuk melawan Iblis Jahat yang berusaha untuk menghancurkan kehidupan Bangsa peri.”


Suara Raja Peri Xian Bun menggema dengan keras. Peri Hitam yang menyaksikan hal tersebut kini memaklumi apa yang tengah Ia hadapi saat ini.


Roh Raja Peri Emas adalah Sosok penjaga Pohon Abadi Xian Fun Da Shi bersama dengan isterinya Roh Ratu Peri Emas.


Kedua Roh itu bersemayam dalam enam tongkat yang berbeda. Ketiga Tongkat dihadapannya adalah pusaka yang menjadi tempat bersemayam Roh tersebut.


Karena besarnya energi Roh Raja Peri Emas maupun Roh Ratu Peri Emas akhirnya di pilih masing-masing tiga pusaka yang membagi Energi Rohnya.


Roh Ratu Peri Emas mendiami tiga pusaka legendaris yang kini di pegang oleh Xian Mey, Xian Chi dan Xian Shi.


Hanya saja untuk membangkitkan Roh Raja Peri Emas maupun Roh Ratu Peri Emas, konsekuensinya sangatlah besar.


Membangkitkan kedua Roh Peri Emas itu, membutuhkan energi yang besar dari tiga pemegang pusaka itu. Jika mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka ketiga pemegang pusaka itu akan tewas.


Hal itu terjadi karena Roh Peri Emas akan menghisap Energi kehidupan dari ketiga pemilik pusaka tempat Ia bersemayam.


Dengan demikian, Peri Hitam mengetahui bahwa ketiga petinggi itu, merasa tidak mampu lagi menghadapi dirinya dan memilih mati dengan membangkitkan Roh Raja Peri Emas.


Peri Hitam segera bertanya kepada Roh Han Mo bagaimana cara menghadapi Roh Raja Peri Emas itu.


“Bunda … Tidak mudah untuk mengalahkan Raja Peri Emas itu, energi ku akan terkuras banyak dan itu akan membuat waktu kelahiran ku menjadi lambat kembali.”


Roh Han Mo kembali menjelaskan bahwa Ia merasakan adanya energi Roh Iblis Abadi ditempat yang jauh.Roh Iblis Abadi adalah lawan yang setara bagi kedua Peri Emas itu.


Dengan bangkitnya Roh Iblis Abadi, maka Dunia Moxian akan mengalami kehancuran jika Roh Iblis Abadi tidak segera di segel oleh Dewa Naga.


Menyadari akan adanya kemunculan Dewa Naga, Peri Hitam segera memutuskan untuk menunda sementara waktu, rencana balas dendamnya kepada Ratu Peri Xian Xing.


Ia pun segera melesat menjauhi Roh Raja Peri Emas yang masih memejamkan mata karena sedang menghisap energi dari ketiga petinggi Istana Peri itu.


Wajah Xian Bun mulai memucat, demikian juga dengan wajah Xian Xing dan Xian Niu. Beruntungnya, mereka merasakan energi Peri Hitam menjauh sehingga ketiganya segera membuka matanya.


Raja Peri Xian Bun segera meminta Roh Raja Peri Emas untuk kembali bersemayam ke dalam pusaka mereka bertiga.


“Aku akan bersemayam di tiga pusaka kalian lagi, hanya saja kalian harus segera berangkat ke Lembah Hou mon. Roh Iblis Abadi telah dibangkitkan. Ratu Peri Emas tidak akan mampu menghadapinya sendirian. Aku harus segera berada disana.”


Perkataan Roh Raja Peri Emas, bagaikan petir di siang bolong ditelinga ketiga Petinggi Istana Peri itu.


Ratu Peri Xian Xing, tiba-tiba saja menangis mendengar penjelasan Roh Raja Peri Emas.


***


Yao Chan terkejut setelah mendengar penjelasan tentang Roh Iblis Abadi dan Roh Raja serta Roh Ratu Peri Emas.


Kini Ia memahami apa sebab ketiga Peri pemegang Tongka Sakti Giok itu, disebut sebagai Peri Legendaris.


Ketiganya akan menjadi legenda setelah kematian mereka menghentikan Kiamat bagi Dunia Moxian yang disebabkan oleh Roh Iblis Abadi yang kini telah dibangkitkan oleh Ratu Iblis Rin Mo.


Yao Chan menggaruk kepalanya memikirkan cara untuk menghadapi Roh Iblis Api yang kini telah sempurna wujdunya dan sedang menghisap energi Ratu Iblis Rin Mo.


Wajah Fan Mo memperlihatkan rasa terkejutnya saat menoleh ke arah Ratu Iblis Rin Mo. Ia yang sedari tadi menatap sosok Roh Iblis Abadi, kini terpana mendapati wajah ratu Iblis Rin Mo.


Wajah yang semula berkulit segar, kini terlihat mulai mengeriput dan aura kekuatan Ratu Iblis itu pun, perlahan-lahan menurun drastis.


Menyadari sesuatu yang buruk akan terjadi, Iblis fan Mo segera melesat dengan cepat untuk pergi dari tempat itu.


Yao Chan dan ketiga Peri legendaris itu, melihat kepergian Iblis Fan Mo dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka berempat sedang berpikir keras tanpa perlu membangkitkan Roh Ratu Peri Emas yang akan merenggut nyawa ketiga Peri itu.


“Bos Muda, kenapa lupa dengan Tombak Pemusnah Roh dari Dewa Tertinggi? Hajar saja Roh Iblis Api itu”


Serigala Angin berkata dengan santainya seolah apa yang akan terjadi bukan masalah besar baginya.


Berbeda dengan Yao Chan dan ketiga gadis Peri itu, mulut mereka terbuka lebar terutama Yao Chan.


“Apakah cara menggunakannya seperti yang kau beritahukan kemarin kepadaku?”


Yao Chan belum sempat mempelajari cara menggunakan Tombak Pemusnah Roh yang diberikan oleh Dewa Naga beberapa waktu lalu.


“Benar Bos, nanti Tombak itu akan bergerak setelah Si Bos mengalirkan Energi ke dalam nya.”


Serigala Angin kembali menjelaskan dengan santainya. Yao Chan segera mengeluarkan Tombak Pemusnah Roh dari Gelang Ruang Dimensinya.


Bertepatan dengan keluarnya Tombak Pemusnah Roh, Tubuh Ratu Iblis terjatuh dari udara dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


Tubuhnya kini terlihat kurus kering yang menyisakan tulang terbalut kulit saja. Energi hidupnya telah habis diserap oleh Roh Iblis Abadi yang kini sedang menggeram keras.


Tubuh Ratu Iblis Rin Mo melayang jatuh dengan tongkat pusakanya yang ikut hancur saat berbenturan dengan tanah.


Hawa panas tiba-tiba saja meningkat hingga membuat ketiga Peri Legendaris segera menjauhi Dinding Perisai.


Sementara Serigala Angin segera mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menghalau hawa panas tersebut.


Udara seketika berubah menjadi hangat karena pertemuan dua hawa kekuatan yang berbeda dan sama kuatnya itu.


Yao Chan segera mengalirkan Sejumlah energi kedalam Tombak Pemusnah Roh.


Ia pun terkejut saat merasakan tombak itu menghisap energi qi nya dan hanya menyisakan seribu Kristal qi dari delapan puluh Ribu Kristal qi yang kini Ia miliki.


*****