Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
064: Penghuni Lembah Siluman


Pertarungan pun terhenti saat Aura membunuh yang pekat memancar dari barisan belakang hewan siluman.


Aura membunuh itu berasal dari seekor Singa yang berukuran paling besar yang ditunggangi oleh seorang lelaki bertubuh kerdil yang berwajah seram.


Groooaarrrr


Hewan-hewan siluman tersebut, segera bergerak memberi jalan kepada Siluman Singa yang merupakan pimpinan sekaligus Raja para Hewan Siluman tersebut.


Yu Ma dan para tetua lainnya segera melompat mundur mendekati Yao Chan. Demikian juga dengan Zhu Yin. Namun tidak dengan Yu Lian.


Dengan Cambuk Naga Api di tangannya, Yu Lian justru melayang menghadang Raja Siluman Singa tersebut.


Pria Kerdil yang menunggang Raja Siluman Itu, tampak terbelalak matanya dengan mulut terbuka, menemukan seorang gadis bisa melayang di udara.


Sementara Raja Siluman Singa itu, tiba-tiba berhenti dan diam mematung, Tatapan matanya yang semula memancarkan kebuasan kini berubah menjadi tatapan ketakutan melihat cambuk ditangan Yu Lian.


"Tunggu Lian'er...jangan menyerang dulu!" Yao Chan berteriak menahan Yu Lian yang hendak mengalirkan tenaga dalamnya. Yao Chan melesat ke udara dan sedetik kemudian sudah berada di samping Yu Lian.


"Chan Gege.. kenapa kau menahan ku?" Dahi Yu Lian mengerut mendengar Yao Chan mencegahnya.


"Tenanglah dahulu, karena sepertinya pemimpin mereka hendak berbicara kepada kita."


Setelah menjawab pertanyaan Yu Lian, Yao Chan segera melayang lebih rendah untuk mensejajarkan ketinggiannya dengan pemimpin kelompok tersebut.


Semua Hewan Siluman, segera bersiaga untuk menyerang Yao Chan. Namun lelaki kerdil yang berusia sekitar lima puluhan tahun itu, mengangkat tangannya dan seluruh hewan dan penunggangnya seketika terdiam.


Pria Kerdil itu menatap Yao Chan dengan pandangan menyelidiki, benaknya dipenuhi pertanyaan bagaimana bisa seseorang tanpa memiliki sayap mampu melayang di udara seperti seekor burung.


"Maafkan saya Tuan.. ada permasalahan apa sehingga penghuni Lembah Siluman mendatangi kami penghuni tanah dataran.?"


Yao Chan berkata terbata-bata karena ini pertama kalinya ia menggunakan bahasa mereka. Yao Chan yang memiliki ingatan Qin Yun, dengan mudah mengenali siapa mereka. Dan berdasarkan ingatan Qin Yun pula, Yao Chan dapat berbicara dalam bahasa mereka.


Raut Wajah pria kerdil tersebut terlihat sangat terkejut mendengar perkataan Yao Chan. Seingatnya dia belum pernah bertemu dengan manusia penghuni tanah dataran selain sosok Lelaki Tua yang bernama Qin Yun.


"Siapa kau!? mengapa kau bisa bicara dalam bahasa kami?"


Lelaki kerdil itu tidak menjawab pertanyaan Yao Chan, dirinya terlalu terkejut sehingga balik bertanya kepada Yao Chan. Hal ini membuat Yao Chan tersenyum, sebuah ide terbersit dalam pikirannya.


"Tuan Shouren... aku adalah cucu dari Kakek Qin Yun yang pernah mendatangi anda di lembah siluman."


Pria yang dipanggil Shouren oleh Yao Chan, tampak terkejut saat namanya disebut oleh pemuda dihadapannya. Namun saat Yao Chan menyebut cucu dari Qin Yun, Shouren pun akhirnya bisa memahami situasinya.


"Ooh jadi kau cucu dari Qin Yun si pembohong itu!? Katakan dimana Kakek mu berada sekarang!?"


Bentakan Shouren membuat Yao Chan terkesiap. Barulah disadarinya bahwa Qin Yun telah berjanji untuk kembali ke Lembah Siluman dan memberi Shouren Tongkat Giok Darah dan menukarnya dengan sebuah batu sebesar kepalan tangan yang berbentuk hati dan berwarna Hitam Pekat.


"Maafkan aku tuan Shouren, seminggu yang lalu aku bertemu dengan Kakek Qin, beliau menitipkan Tongkat Giok Darah tersebut kepadaku. Lalu memintaku untuk mengantarkan ke Lembah Siluman untuk menemui anda dan menukarkan Tongkat Giok Darahnya dengan batu hitam itu."


Yao Chan bersyukur, sesaat setelah membunuh Qin Yun beberapa hari yang lalu, dirinya juga mengambil Tongkat Giok Darah itu dan memasukannya ke dalam Gelang Ruang Dimensinya.


Penjelasan Yao Chan membuat Shouren terdiam. Ingin dirinya tidak mempercayai perkataan Yao Chan. Namun saat mengingat bahwa perjanjian itu hanya mereka berdua yang mengetahuinya, akhirnya Shouren tersenyum.


"Jika memang tongkat itu ada pada dirimu, bisakah kau menunjukannya padaku?" Tanya Shouren sambil menatap Yao Chan yang terlihat hanya membawa pedang saja.


Yao Chan yang sudah menduga hal tersebut, segera mengeluarkan Tongkat Giok Darah dari Gelang Ruang Dimensinya. Hal itu membuat semua yang melihatnya terkejut, karena melihat sebuah tongkat seolah-olah muncul dari ruang hampa.


"Bagaimana? apa kau masih belum mempercayainya? sekarang tunjukan Batu Hati berwarna Hitam itu" Tanya Yao Chan


"Baiklah aku percaya denganmu, Batu Hitam itu ada di Lembah Siluman mari ikut aku kembali ke Lembah Siluman." Jawab Shouren dengan nada memerintah Yao Chan.


Mendengar hal itu Yao Chan mengerutkan dahinya.


"Aku tidak bisa ikut denganmu sekarang, karena aku sedang dalam perjalanan untuk menemui seseorang dan aku sudah berjanji padanya. Tentu kau tidak akan memaksaku untuk mengingkari janjiku itu bukan?"


Dari ingatan Qin Yun, Yao Chan mengetahui bahwa Shouren adalah orang yang menjunjung tinggi tentang janji. Untuk itulah dirinya menjawab demikian.


"Baiklah, aku akan menunggumu selama satu bulan di Lembah Siluman. Tetapi bila kau bohong, maka aku akan mencarimu dan membunuh seluruh manusia penghuni tanah Datar yang kutemui."


Shouren akhirnya menyudahi perbincangan mereka, lalu berbalik dan memacu Raja Siluman Singa yang segera melesat dengan sangat cepat, yang kemudian diikuti oleh hewan siluman lainnya.


Raja Siluman Singa yang sudah sejak tadi merasa gentar dengan Cambuk di tangan Yu Lian, berusaha secepat mungkin pergi dari tempat itu. Raja Siluman Singa itu samar-samar dapat merasakan Aura Dewa Naga Api yang begitu menakutkan terus mengintimidasi dirinya.


Yao Chan menepuk jidatnya, menyadari bahaya di masa depan akibat dirinya berbohong kepada Shouren. Sebenarnya mudah saja baginya untuk membunuh mereka semua. Namun Yao Chan tidak menemukan alasan untuk melakukan hal itu saat ini.


"Chan Gege, apa sebenarnya yang mereka inginkan? kenapa kau biarkan mereka pergi begitu saja?"


Yao Chan tidak menjawab pertanyaan Yu Lian, namun mengajak Yu Lian untuk kembali ke tempat Yu Ma beserta yang lainnya berada.


Sesampainya di hadapan Yu Ma, Yao Chan kembali menerima pertanyaan yang sama seperti yang ditanyakan Yu Lian.


"Paman...mereka sedang mencari orang yang baru kita bunuh beberapa waktu lalu, tujuannya adalah untuk menagih janji kepadanya." Jawab Yao Chan sambil menghela nafasnya.


Yao Chan pun mulai menjelaskan tentang siapa mereka dan darimana mereka berasal serta tujuan kedatangan mereka. Yao Chan juga menjelaskan alasan komandan dan beberapa prajurit penjaga desa yang tewas terbunuh oleh mereka.


"Lembah Siluman ya..sejauh ini aku tak pernah menemukan lokasi mereka dengan pasti, siapa sebenarnya mereka itu?" Yu Ma mengguman pada dirinya sendiri.


...*****...