
"Apa maksud mu dengan mengawasi kami secara diam-diam!"
Sepasang mata yang mengawasi mereka sedari tadi, terlihat membelalak terkejut karena melihat pemuda yang seharusnya jatuh di dalam kobaran Api, berada di hadapannya saat ia berbalik karena mendegar suara dari belakang tubuhnya.
Yao Chan tersenyum tipis saat melihat bahwa sosok yang mengawasi mereka adalah makhluk yang memiliki wujud seperti Xian Mey. Seorang peri lain yang memiliki tinggi kurang dari dua meter.
Belum sempat Peri itu menjawab pertanyaan pemuda dihadapannya itu, Yao Chan telah mencengkram lehernya yang membuat tubuh Peri itu seketika menjadi lemas.
Peri itu tak berkutik saat Yao Chan membawanya ke tebing dimana ke empat gadisnya tadi berada.
Sementara Gong Li dan yang lainnya terlihat tengah memadamkan api dengan kepanikan menghiasi wajah-wajah cantik itu. Tanpa menyadari Yao Chan telah berada di atas tebing tempat mereka sebelumnya.
"Sampai kapan kalian akan begitu terus!"
Suara lantang Yao Chan mengejutkan keempat gadis dari tiga dunia yang berbeda itu. Mereka sontak menoleh ke arah asal suara dengan wajah yang terlihat gembira walau hanya untuk sesaat.
Keempat gadis tersebut terlihat melesat kearah Yao Chan, namun firasat jelek membersit di benaknya saat melihat ke empat gadis itu sedang membicarakan sesuatu yang serius.
Ke empatnya tiba di depan Yao Chan yang masih mencengkram leher Peri bertubuh setinggi mereka.dari Dunia Manusia.
"Chan Gege ... Apa yang kau lakukan, tolong lepaskan dia. Dia adalah anggota kami dari bagian pengintai."
Xian Mey yang mengenali sosok yang sedang tersengal-sengal di cengkraman tangan Yao Chan, segera berkata demikian karena melihat adanya simbol Pohon Xian Fun Da Shi di lengan kiri peri itu yang merupakan simbol Peri Pengintai.
Tidak semua peri memiliki tubuh setinggi Xian Mey. mereka ada yang setinggi umumnya manusia walau jumlahnya sangatlah sedikit.
Karena ukuran tubuh mereka yang lebih kecil dari yang lain, mereka direkrut menjadi prajurit Peri Pengintai, karena mudahnya bersembunyi dengan ukuran tubuhnya yang terbilang kecil itu.
"Terimakasih Tuan Puteri Mey, maafkan atas kelancangan hamba."
Peri itu segera membungkukkan tubuhnya seraya menarik tangan kiri kebelakang lalu menekuknya, sementara tangan kanan di tekuknya di depan dada dengan telapak tangan tergenggam dan ibu jari yang teracung.
Sikap penghormatan itu membuat Yao Chan ingin tertawa karena terlihat lucu, namun ia menahannya, mengingat ini bukan di dunia asalnya yang tentu saja berbeda budayanya.
"Jadi kau adalah Tuan Puteri bangsa Peri?"
Zhu Yin dan Qing Mi bertanya pertanyaan yang sama dan waktu yang bersamaan pula. Keduanya terkejut karena baru mengetahui hal tersebut saat ini.
Sementara Gong Li hanya tersenyum tipis, melihat pembawaan Xian Mey yang sering terdengar memerintah, ia sudah menduga hal tersebut. selain informasi bahwa ketiga Peri Legendaris Dari Dunia Moxian adalah Puteri dari Ratu Peri.
Ke lima orang itu akhirnya terbang melesat di udara dengan Xian Mey yang menjadi yang berada di depan menjadi penunjuk arah.
Sementara Peri Pengintai kembali melaksanakan tugasnya, yang diberikan Xian Mey untuk memastikan bahwa tidak ada Siluman Laba-laba yang masih hidup di hutan yang masih terbakar itu.
Setelah melewati sebuah bukit besar, Mata Zhu Yin, Qing Mi dan Yao Chan melotot lebar melihat apa yang ada dihadapan mereka.
Sebuah Pohon berukuran Raksasa terlihat menjulang tinggi menembus Awan. Batang Pohon tersebut setidaknya memiliki diameter tiga hingga empat puluh meter dan ketinggian yang mencapai seribu meter lebih.
Dahan-dahan pohon itu, memanjang kesamping hingga ratusan meter dan besarnya setidaknya sepuluh hingga dua puluh meter.
Gong Li yang pernah melihat pohon ini dari kejauhan berdecak kagum saat menyusuri batang utama Pohon Abadi Xian Fun Da Shi itu.
Terlihat oleh mereka ribuan bangunan yang tertata dengan rapi dengan anak-anak peri yang sedang bermain atau pun berlatih beladiri.
Sementara di bagian lain terlihat sebuah sistem pengangkut air yang besar dan sedang dikerjakan oleh banyak peri yang berhenti sesaat, memandang heran pada kelompok mereka.
Kelompok kecil tersebut melesat lebih cepat lagi, sesaat kemudian ketinggian mereka telah berada lebih dari satu kilometer dari tanah dimana terlihat cabang pertama batang utama pohon Abadi itu.
"Kita telah sampai, Inilah Istana Kami"
Sebuah bangunan besar yang megah itu, adalah istana bangsa Peri, tempat dimana Ratu Peri berada.
Di halaman istana itu, terlihat pasukan elit bangsa peri sedang berbaris rapi. Kedatangan mereka membuat para peri itu menatap mereka dan berteriak dengan kata yang sama.
"Tuan Puteri Xian Mey telah kembali, cepat beritahu Yang Mulia Ratu Xian Xing!"
Suara pemimpin dari pasukan elit terdengar lantang. Namun sebuah suara perempuan terdengar berwibawa membuat suasana menjadi hening seketika.
Tepat saat Yao Chan lainnya mendaratkan kaki di halaman Istana yang juga merupakan batang utama Pohon Abadi Itu, munculah Sesosok Peri yang terlihat cantik walau sudah tua.
Semua prajurit Peri segera memberikan penghormatan dengan cara yang sama yang di tunjukan oleh Peri Pengintai tadi.
Yao Chan, Zhu Yin, Gong Li dan Qing Mi mengikuti gerakan itu setelah melihat Xian Mey berlaku sama dengan para prajurit elit itu.
"Mey'er, rupanya kau yang datang, cepatlah kembali ke dalam raga mu dan jelaskan apa yang telah terjadi dan informasi apa yang kau dapatkan."
Suara Ratu Peri itu terdengar berwibawa walau ia seorang Peri berjenis Perempuan. Ratu Peri bernama Xian Xing itu, tentu merasa gembira dengan kembalinya Xian Mey, Puteri pertamanya sekaligus Peri Legendaris Dunia Moxian.
Ia menatap Yao Chan sejenak sebelum membalikan badan dan memberikan kata-katanya pada pimpinan Prajurit Elit Bangsa Peri itu.
"Perintahkan Anak Buahmu untuk memanggil Tabib Xian Niu, dan mintalah ia untuk segera menghadap padaku."
Setelah sosok Ratu Xian Xing menghilang di balik Pintu Istana itu, Xian Mey segera mengajak keempat manusia itu untuk mengikutinya memasuki Istana dari sisi yang berbeda yaitu dari sebelah kanan, dimana ruangannya berada.
Yao Chan dan yang lainnya mengikuti Xian Mey dan berjalan dibelakangnya. Baru kali ini Yao Chan melihat Xian Mey berjalan dan ternyata terlihat begitu anggun mempesona dimatanya.
Tinggi Yao Chan hanya sebatas pinggang Xian Mey saat ini, membuatnya harus melihat panorama indah yang bergoyang dihadapannya itu dengan tidak ingin mengedipkan matanya satukali pun.
Gong Li yang menyadari hal itu segera menarik tangan Zhu Yin dan Qing Mi, lalu mereka bertiga segera berjalan tepat di belakang Xian Mey dan didepan Yao Chan yang menggerutu kesal karena terhalang untuk menikmati panorama indah itu lagi.
Sementara Xian Mey sedang berpikir tentang dipanggilnya Tabib Xian Niu, sesaat setelah Ibundanya menatap lekat Yao Chan walau hanya sesaat.
"Apakah Ibu akan memberinya Ramuan Pembesar kepada mereka? Jika ia apa tujuannya?"
*****