Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
TPS 005: Ketua Klan Tangan Api


Sepuluh muda-mudi itu segera bergerak membentuk lingkaran, saat melihat puluhan orang mendatangi mereka dari empat arah penjuru angin.


Setelah keempat kelompok itu tiba dan berhenti pada jarak sepuluh meter dari mereka, suasana pun berubah menjadi tegang. Terlihat wajah terkejut dari beberapa sosok tua yang menjadi pemimpin kelompok itu.


Yao Shen tersenyum saat mengenali satu orang pemimpin dari keempat kelompok yang datang mengepung mereka saat ini.


Sosok yang diberi senyum oleh Yao Shen, membelalakkan matanya cukup lebar. “Senyum pemuda ini … Wajahnya tak asing bagiku, tapi di mana ya Aku pernah melihatnya?”


Sosok yang tak lain adalah Hu Liang, Ketua Klan Tombak Petir (Baca Ch. 253), mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Yao Shen. “Kakek Hu Liang … Bagaimana kabar Anda?”


“Siapa Kau anak muda? Aku tak mengenalimu walau wajahmu sepertinya pernah ku lihat.” Yao Shen tersenyum lalu mengeluarkan Tombak Inti Petir dari gelang ruang dimensinya.


Mulut Hua Liang terbuka lebar dengan mata membelalak. “Ketua Yao Shen … Hormat pada Ketua Klan Tombak Petir!” Seketika Hu Liang berteriak memberi perintah kepada puluhan anggotanya, agar mereka segera berlutut seperti dirinya.


Pemandangan itu membuat tiga ketua kelompok yang lain heran melihat sikap Hu Liang, terutama dari kelompok yang berasal dari Klan Naga Bumi (Ch.247). Sosok kakek yang bernama Yehlu San, segera melesat ke samping Hu Liang.


“Yao Shen …? Benarkah itu dirimu nak?” Tanyanya sambil menatap ke arah Yao Shen dengan mata yang berbinar. “Benar Kakek Yehlu San, ini Aku Yao Shen. Bagaimana kabar Kakek?”


Yao Shen segera memberi salam lalu mengedarkan pandangannya pada kelompok yang dipimpin oleh Ketua Yehlu San. “Di mana Kakek Qin Long? Aku tidak melihatnya?”


Wajah Yehlu San seketika berubah sedih, lalu Ia menjelaskan bahwa Ketua Qin Long telah tewas dua bulan lalu, setelah bertarung melawan Ketua Klan Tangan Api yang merupakan klan terkuat di Benua Awan Hitam saat ini.


Rahang Yao Shen menggembung menahan amarahnya. Saat hendak bertanya siapa nama Ketua Klan Tangan Api, aura besar mendatangi tempat dimana mereka berada.


Dua Ketua lain yang tidak Yao Shen kenali terlihat memucat wajahnya, setelah merasakan aura besar yang membuat mereka segera melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.


“Ketua Klan Api?! … Tidak salah lagi, aura kuat ini miliknya…” Yehlu San berkata dengan suara bergetar. Namun, Yao Shen justru tersenyum mendengarnya.


“Jadi dia yang telah membunuh Kakek Qin Long?” Yehlu San menganggukkan kepalanya. “Benar … Ketua Shen … Kami pamit dulu, Kami tak ingin mati konyol melawannya.”


Yehlu San segera bersiap hendak pergi, namun Yao Shen menahannya. “Tenang Kakek … Tetaplah di sini. Lihatlah bagaimana Aku membalas dendam atas kematian Kakek Qin Long.”


Seiring selesainya perkataan Yao Shen, terlihat sebuah kelompok kecil yang terdiri dari sepuluh orang, melesat dengan kecepatan tinggi menghampiri mereka.


Dahi Yao Shen mengerut, menyadari tujuh dari sepuluh orang itu, mengenakan kain yang menutupi kepala hingga sebagian wajah mereka.


“Kakek Yehlu … Apakah Kakek mengetahui siapa tujuh orang yang mengenakan tutup kepala itu?” Yao Shen setengah berbisik saat bertanya demikian.


Yehlu San hanya menggelengkan kepala, karena rasa jerih telah menyelimuti dirinya ketika melihat sosok bertubuh besar yang baru datang, menatapnya dengan tajam.


“Rupanya kau di sini Yehlu San! Jika tak ingin bernasib sama dengan klan mu yang telah ku musnahkan, cepat katakan dimana tempat Tombak Inti Bumi berada?!”


Sosok bertubuh besar itu membentak Yehlu San yang terkesiap mendengar jika Klannya telah musnah. Tubuh Ketua Klan Naga Bumi itu bergetar hebat, menahan kemarahan dan juga kesedihannya dalam waktu yang bersamaan.


Awalnya Ia tak ingin percaya dengan ucapan Gai Jien. Namun, melihat ketua Klan Tangan Api itu datang dari arah di mana markas Klan Naga Bumi berada, memaksanya untuk mempercayai perkataan Gai Jien.


“Gai Jien! Aku akan mengadu nyawa dengan mu!” Aura Tingkat Pendekar Dewa tahap Tiga, segera memenuhi udara saat Yehlu San mengerahkan kekuatan penuhnya.


“Kakek Tenanglah… Kakek bukan lawannya.” Mendengar ucapan Yao Shen yang memegang pergelangan tangan Yehlu San, Gai Jien membentaknya dengan keras.


Tiga orang yang berada di belakang Gai Jien sebelumnya, segera menggerakkan ketiga tangan mereka dengan cepat.


DUAR DUAR DUAR


Tiga buah ledakan menggelegar, membuat mata Gai Jien melotot lebar karena merasakan fluktuasi udara yang menerpa tubuhnya, begitu kuat. “Siapa bocah ini? Serangan dari kedua matanya sangat cepat dan mematikan.”


Yao Shen terkesiap, saat mendapati tiga orang bertutup kepala itu, berhasil menghancurkan jurus Pedang Mata Dewa yang baru saja Ia gunakan.


“Siapa mereka sebenarnya? Kekuatannya sangat misterius.” Niat Yao Shen


untuk menebas leher Gai Jien gagal. Karena ternyata, ketua Klan Tangan Api itu mampu melihat serangan cepat darinya.


Namun Ia lebih terkejut dengan kemampuan ketiga orang berkerudung yang telah menghancurkan tiga energi berbentuk pedang yang sangat tipis dan pendek itu.


Xian Li dan adik Yao Shen yang lainnya juga melotot melihat serangan Jurus Pedang Mata Dewa, bisa dipatahkan dengan mudah.


“Bocah Siapa Kau?! Mengapa Kau ikut campur urusanku!?” Yao Shen menatap Gai Jien dengan tajam. “Aku cucu angkat dari kakek Qin Long yang telah kau bunuh. Sekarang aku akan menuntut balas atas kematiannya.”


Tubuh Yao Shen menghilang karena begitu cepatnya Ia bergerak. Yao Shen ingin segera membunuh Gai Jien, karena menyadari jika tujuh orang berkerudung itu, bukan lawan yang ringan.


“APA!”


Semua orang terkejut, saat tiba-tiba Yao Shen telah berada satu meter di depan Gai Jien yang sedang terbelalak karena tak mungkin lagi menghindari cengkeraman tangan pemuda itu pada lehernya.


PLAK!


Namun, sejengkal lagi telapak tangan Yao Shen menyentuh leher Gai Jien, sebuah tendangan keras menghantam telapak tangan putera pertama Yao Chan itu.


Tubuh Yao Shen terjajar, akibat benturan dengan telapak kaki salah satu dari tujuh orang berkerudung yang menendang tangannya dengan kuat.


“Aku lawanmu Putera Dewa Ochan!?”


Yao Shen terkesiap, mendengar perkataan sosok berkerudung yang mengetahui jati dirinya dengan tepat. Padahal Ia belum pernah sekalipun bertemu dengan sosok tersebut.


Dari pertukaran serangan tadi, Yao Shen bisa mengetahui jika kekuatan sosok di depannya itu, tak lebih rendah darinya.


Berbeda dengan Yao Shen, Xian Li dan Yao Ling justru tersenyum setelah mendengar suara dari sosok berkerudung itu.


Suasana menjadi hening saat sosok tersebut perlahan membuka kain hitam yang menutupi kepala dan sebagian besar wajahnya.


“APA!!!”


Kecuali Xian Li dan Yao Ying, semua orang terbelalak kaget, saat menatap wajah yang sedang menyeringai ke arah Yao Shen. Anak pertama Yao Chan itu sedang terbelalak dengan mulut terbuka lebar, dengan apa yang sedang Ia lihat saat ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-0-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author update 2 hari sekali ya... karena sedang menulis novel Nusantara berjudul AJI SENA. sudah 39 Chapter. Slow update (2 hari 1 Ch.) karena belum kontrak dan sedang mengikuti you are writer season 7.