Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
192: Persiapan Perang


Lima hari telah berlalu sejak Kaisar Wu Jian mendapat Surat Resmi dari Kaisar Song He. Isi surat itu adalah meminta Kaisar Wu Jian untuk menyerah dan takluk kepada Kekaisaran Song.


Sebagai tanda bahwa Kekaisaran Wu takluk, Song He meminta Kaisar Wu Jian mengizinkan dirinya menikahi Wu Mei.


Namun Jika tidak bersedia untuk itu, maka Kekaisaran Song akan mengerahkan tentara untuk menyerang Kekaisaran Wu.


Kaisar Wu Jian tidak ingin menyerahkan Puteri Wu Mey kepada Song He untuk dijadikan selirnya. Apalagi Beberapa hari yang lalu adiknya itu, telah memgatakan bahwa dirinya dan Raja Obat Yao Fu telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.


Kaisar mengatakan kepada para menterinya bahwa ia memilih untuk tidak takluk kepada Kekaisaran Song, walau pun perang sebagai taruhannya.


Tidak satupun dari para Menteri yang sudi untuk takluk kepada Kaisar Song He, sehingga mereka.mendukung Kaisar Muda itu sepenuh hati.


Bahkan semua menteri bersepakat akan turut berperang ketika mendengar Kaisar Wu Jian akan memimpin pertempuran itu. Tidak ada yang tidak mengetahui kehebatan Kaisar Wu Jian yang sangat ahli dalam strategi perang.


Setelah hari itu, Kekaisaran Wu segera disibukkan dengan persiapan Perang. Bahkan para penduduk turut membantu terutama di bagian logistik.


Bukan hanya penduduk di ibukota Kekaisaran saja yang membantu, penduduk di tujuh Kota yang sebelumnya di serang, ikut serta dalam persiapan itu.


Ratusan ribu prajurit dikerahkan ke perbatasan dimana Benteng Xiangjin akan menjadi pusat pertahanan bagi pasukan Kekaisaran Wu.


Besok adalah hari dimana pertempuran akan akan dimulai. Yu Ma dan Kaisar Wu Jian bersama Yu Lian, terlihat sedang mengamati ribuan tenda sejauh satu kilometer di hadapan mereka.


Ketiganya saat ini sedang berada diatas tembok benteng pertahanan Xiangjin untuk mengamati pergerakan musuh.


Tenda-tenda yang terlihat oleh mereka itu adalah tenda perkemahan tentara Kekaisaran Song yang jumlahnya diperkirakan lebih dari dua ratus ribu prajurit.


"Ayahanda ... mengapa Ayahanda terlihat gelisah?"


Kaisar Wu Jian bertanya kepada Yu Ma yang terlihat sedang gelisah. Yu Ma hanya tersenyum mendengar perkataan menantunya tersebut.


"Tidak ... Bukan apa-apa, Aku hanya gelisah karena kakakmu Yao Chan belum datang juga."


Yu Ma tidak bisa menutupi rasa cemasnya terhadap informasi Yao Chan tentang adanya sosok lawan yang jauh lebih kuat darinya saat itu.


Semua strategi perang sehebat apapun akan hancur berantakan Jika sosok tersebut turun tangan secara langsung. Bahkan perang akan berakhir hari itu juga jika hal itu benar-benar terjadi.


Kaisar Wu Jian menghela nafas, ia pun membenarkan perkataan Ayah mertuanya itu. Sementara Yu Lian terlihat kesal, entah kepada siapa, kepada Yao Chan atau kepada Suaminya yang melarangnya untuk turun langsung dalam pertempuran esok hari itu.


Saat ingin berkata lebih lanjut, datang dari dua arah benteng yang berlawanan, Dewa Obat, Gui Han dan Yao Fu. Sementara dari sisi yang berlawanan, terlihat Guo Jin, Xin Jia dan Dewa Racun Barat beserta cucunya Qing Mi.


Kedatangan mereka dengan wajah yang terlihat cemas membuat ketiga orang itu merasa heran, firasat buruk pun merasuki benak ketiganya.


"Kakek ada masalah apa? kenapa wajah Kakek terlihat cemas?"


Yu Lian tak bisa lagi menahan rasa penasarannya dan langsung bertanya kepada Guo Jin saat mereka telah sampai menghampiri ketiganya.


"Lian'er ... Apakah beberapa saat tadi kau tidak merasakan adanya energi yang sangat besar memancar dari arah ribuan tenda disana?"


Guo Jin menjawab pertanyaan Yu Lian, dirinya merasa heran kenapa Yu Lian dan Yu Ma tidak bisa merasakan adanya energi qi yang begitu kuat terpancar selama beberapa detik.


Yu Ma dan Yu Lian menggeleng pelan. Guo Jin menjadi heran, kenapa keduanya tidak bisa merasakan hal tersebut.


"Energi qi mereka masih sedikit, jadi mereka tidak bisa merasakan dengan jelas pancaran energi qi musuh tadi."


Suara Fu Mao Sang Dewa Obat terdengar menjawab kebingungan Guo Jin. Mendengar hal itu, Guo Jin pun menganggukkan kepalanya.


Karena hari telah sore dan sebentar lagi menjadi malam, Kaisar Wu Jian memutuskan untuk membicarakan hal ini di dalam Aula pertemuan yang terdapat di benteng tersebut.


Akhirnya mereka pun berbincang di dalam Ruang besar yang memang dipersiapkan sebagai tempat pertemuan para petinggi militer saat perang ini berlangsung.


**


Ratusan ribu prajurit terlihat telah bersiap di tempatnya masing-masing. Sekitar lima puluh ribu pasukan berada di dalam Benteng Xiangjin.


Mereka adalah pasukan infanteri yang para prajuritnya bersenjatakan pedang dan tombak. Sedangkan sepuluh ribu pasukan pemanah berada di atas benteng.


Terlihat beberapa senjata berat, batu-batu besar serta ratusan tong berisi minyak telah tersedia di atas benteng terutama diatas pintu gerbang.


Sementara di belakang tembok benteng, Lima puluh ribu pasukan berkuda telah bersiap, mereka akan menyerang dari kedua sisi kiri dan kanan benteng setelah mendapat sinyal untuk bergerak.


Selain itu ada puluhan ribu prajurit lain yang masih di tenda, mereka adalah pasukan infanteri lapis kedua yang merupakan prajurit baru yang belum memiliki pengalaman berperang.


Sebagian mengurusi logistik sebagian menyiapkan peralatan perang seperti anak panah dan busur.


Di bagian tertinggi benteng, Kaisar Wu Jian telah bersiap dengan Baju Zirah Perangnya. Demikian juga dengan Jendral Yu Ma.


Hanya mereka yang berasal dari dunia persilatan yang tidak menggunakan baju zirah. Mereka adalah Guo Jin, Xin Jia, Duan Xing si Dewa Racun Barat, Qing Mi, Fu Mao sang Dewa Obat , Gui Han.


Yu Lian yang akhirnya memaksa untuk ikut bertarung akhirnya di izinkan oleh Kaisar Wu Jian, menyadari Yao Chan saat ini belum tiba. Ikut sertanya Yu Lian dapat menambah Kekuatan kelompok pendekar Kekaisaran Wu.


Selain seribu anggota sekte Lembah Dewa yang berada dibarisan terdepan para prajurit, terdapat sepuluh sekte kecil aliran putih yang turut membantu dengan mengirim setidaknya rafusan pendekar Ahli dan Bergelar yang merupakan tetua sekte dan anggotanya.


Mereka dari golongan pendekar itu tidak menggunakan baju zirah, sehingga keberadaan mereka terlihat dengan mudah dari ketinggian.


Sementara di depan mereka seratus ribu prajurit musuh telah bersiap untuk menyerbu ke benteng Xiangjin.


"Sayang ... Apakah kita akan tetap melepaskan Siluman Singa untuk menghancurkan mental para prajurit Wu itu dan membangkitkan semangat tempur pasukan kita"


Peri Hitam bertanya kepada Iblis Hitam yang telah merasuki tubuh Song He beberapa saat lalu. Keduanya berada di udara dan melayang rendah.


"Tentu saja, Siluman Singa akan maju terlebih dahulu untuk menghancurkan gerbang benteng mereka, lalu pasukan yang telah meminum air dari rendaman mustika Hati Iblis akan menyusul di belakangnya. Dengan begitu mereka bisa membunuh musuh dan mengisi kekuatan Mustika Hati Iblis dengan cepat, sekalipun mereka sendiri yang mati, Mustika Hati Iblis akan menyerap energi roh mereka. Dengan begitu kita bisa membuka Gerbang dimensi Ruang Dunia Moxian dengan Cepat."


Iblis hitam terkekeh setelah mengutarakan rencana besar yang telah ia susun dengan memanfaatkan Sosok Song He dan statusnya sebagai seorang Kaisar.


Kesadaran Song He yang berada di dalam tubuh sendiri, berusaha berontak untuk mengambil alih kesadarannya setelah mengetahui dirinya telah dijebak oleh Iblis Hitam.


Namun kekuatan iblis Hitam yang telah meningkat, membuat Song He tak berdaya untuk mengambil alih kembali kesadarannya.


Peri Hitam segera membuka pintu sebuah kurungan kecil dimana seluman singa berada di dalamnya.


Setelah siluman singa seukuran kucing itu keluar dari kurungan dan menjejakan kakinya di tanah, Peri Hitam membaca mantera untuk membuka gelang di lehernya.


Setelah gelang itu terlepas dari lehernya, Tubuh Siluman Singa itu membesar ke ukurannya semula dengan tinggi sepuluh meter dan panjang dua puluhan meter.


Peri Hitam segera memerintahkan Siluman Singa untuk menyerang gerbang benteng yang lebarnya enam meter itu agar para prajurit Kekaisaran Song dapat menyerbu ke dalam benteng.


Siluman Singa segera melesat dengan cepat menuju gerbang benteng Xiangjin yang berada lima ratus meter di depannya.


Ukuran tubuh Siluman Singa yang sangat besar terlihat jelas dari atas benteng membuat Kaisar Wu Jian menyadari dengan cepat bahwa Siluman itu akan menghancurkan Gerbang Benteng, karena di belakang Siluman itu, puluhan ribun prajurit ikut bergerak ke arah benteng.


"Ayah, Siluman itu akan mereka gunakan untuk menghancurkan gerbang benteng, kita harus hentikan dia. Aku akan perintahkan pasukan pemanah dan penyiram minyak untuk bersiap."


Kaisar Wu Jian terlihat panik mengetahui hal tersebut, namun Yu Ma menenangkannya. Yu Ma segera melihat ke arah Yu Lian dan lalu menganggukan kepalanya.


Sedetik kemudian Yu lian melesat ke udara di iringi tatapan kekhawatiran dari suaminya Kaisar Wu Jian.


*****