
Yao Chan segera memasang Dinding Perisai untuk melindungi ketiga orang tersebut.
Ia pun segera menghilang dari pandangan Gong Li yang terlihat kesal karena belum sempat berkata sepatah kata pun.
Yao Chan segera muncul di atas bangunan Paviliun Harta Kultiva dan kehadirannya itu membuat Lin Shan terkejut.
Saat itulah Lin Shan menyadari bahwa Aura kekuatan Ye Mao tidak dapat Ia rasakan lagi. Ia pun menyadari telah terjadi sesuatu yang buruk terhadap rekannya itu.
Sesaat kemudian dari kejauhan, terasa aura yang sangat kuat mendatangi tempat dimana mereka berada.
Lin Shan tersenyum saat menyadari bahwa sosok yang datang itu adalah Huang Jun, Tetua Klan Tapak Api Neraka sekaligus saudara seperguruannya.
Wajah Ketua Zhou Kin semakin memburuk, demikian juga dengan Gong Xhun, mereka menyadari bahwa pertarungan selanjutnya tidak akan mudah bagi mereka.
Sementara Ratu Es Abadi terlihat senang saat melihat Gui Yan tak mampu bertahan lebih lama dari serangan Racun Es miliknya.
Tubuh lelaki berusia lebih dari seratus tahun itu, melayang jatuh dengan mata yang melotot lebar. Seakan tak percaya dirinya akan mati karena terkena racun seperti itu.
Ratu Es Abadi yang telah kehilangan separuh energi qi nya, melayang mendekati Ketua Zhou Kin dan Ketua Gong Xhun.
“Bagaimana situasinya saudara Kin? Sepertinya kita kalah dalam jumlah.”
Ratu Es Abadi bertanya namun menjawab sendiri pertanyaannya saat mengedarkan pandangan ke pihak lawan.
Kini kedua belah pihak yang berseteru itu, masih saling menatap satu sama lainnya. Sepertinya sedang mengukur kekuatan masing-masing.
Huang Jun yang baru datang segera berada disamping Lin Shan, keduanya adalah lawan terkuat bagi Yao Chan sekalipun.
Di belakang keduanya, terlihat Ketua Klan Kipas Dewa Angin Chu Lung yang baru bertarung dengan Ketua Zhou kin.
Lalu terlihat sosok wanita yang datang bersama Lin Shan. Jing Mui, ketua Klan Bunga Sedap malam itu.
Walau terlihat seperti wanita berusia empat puluh tahun, sebenarnya Jing Mui telah berusia lebih dari seratus tahun.
Lalu satu orang lainnya adalah Bao Jin, Ketua Klan Pedang Petir yang berasal dari benua Awan Hitam yang tadi bertarung dengan Gong Xhun.
“Saudara Lin … Kenapa Aku tidak merasakan aura saudara Ye Mao? Apakah terjadi sesuatu padanya? Aku juga sempat merasakan Aura guru berasal dari sini. Apa yang sebenarnya terjadi?
Lin Shan menghela nafas sebelum dirinya menjawab pertanyaan Huang Jun.
“Sepertinya Saudara Ye Mao telah tewas olehnya, Guru ingin menolongnya namun sepertinya gagal. Dialah Pemilik Tombak Pemusnah Roh yang aku ceritakan dulu.”
Lin Shan berkata seraya menunjuk ke arah Yao Chan. Hal itu tentu mengejutkan bagi Huang Jun. Karena sebelumnya, Ia tidak merasakan Aura kekuatan Yao Chan.
“Jadi dia pemilik Tombak Sakti itu? Apakah kita harus pergi dari sini? Guru melarang kita melawannya saat ini. Bukan?”
Huang Jun berkata dengan suara sedikit bergetar saat teringat perkataan guru mereka, Iblis Sejati.
Lin Shan pun mengangguk, Ia berpikir hal yang sama dengan Huang Jun. Namun untuk bisa pergi dari sini, tidaklah semudah yang mereka inginkan.
“Aku punya rencana agar kita bisa meninggalkan tempat ini dengan aman, tunggulah sejenak.”
Lin Shan segera melesat mendekati Jing Mui yang merupakan kekasih gelapnya itu. Lin Shan lalu menyampaikan situasi yang mereka hadapi dan rencananya kepada Jing Mui.
Wajah Ketua Klan Bunga Sedap Malam itu, terlihat marah mendengar rencana Lin Shan yang ingin menggunakan anak buahnya untuk melarikan diri dari tempat ini.
Namun mendapati kenyataan mereka semua akan tewas jika tidak melarikan diri dari tempat tersebut, membuat Jing Mui terpaksa menyetujui rencana gila Lin Shan.
Jing Mui segera melesatkan sebuah bunga yang berwarna merah muda ke udara. Sesaat kemudian bunga tersebut meledak dan membentuk sebuah bunga sedap malam berukuran raksasa.
Wajah Ketua Zhou Kin kembali memburuk, Ia mengetahui bahwa itu adalah isyarat untuk memanggil lima Tetua Klan Bunga Sedap Malam yang memiliki kemampuan cukup tinggi selain wajahnya yang cantik.
Klan Bunga Sedap malam, adalah Klan Aliran hitam yang mengelola sebuah rumah bordil yang terbesar di Benua Awan Biru ini.
Hampir seluruh Anggota Klan itu berprofesi ganda pada malam harinya. Mereka adalah perampok para bangsawan dengan senjata berupa keindahan tubuh mereka.
“Hormat kepada ketua Klan. Kami siap menjalankan perintah Ketua.”
Salah satu Tetua yang bergaun merah menyala berkata setelah memberi hormat kepada Jiang Mui.
Jiang Mui memejamkan mata dan menghela nafas panjang, Ia tak ingin mengorbankan lima Tetua yang merupakan aset terpenting bagi Klannya tersebut.
Namun jika Ia tidak mengorbankan mereka, maka Ia sendiri yang akan binasa. Akhirnya Ia pun menguatkan hatinya untuk berbicara menyampaikan rencananya bersama Lin Shan.
“Kalian Lihat pemuda Tampan di sana? Ia cukup kuat, aku ingin kalian membantu kami dengan Formasi Lima Bidadari Mengguncang Jiwa tahap ke dua.”
Lalu Jiang Mui menjelaskan bahwa mereka akan membokong pemuda tersebut saat Ia lengah dengan serangan formasi mereka.
Walau dengan sedikit enggan, namun lima Tetua itu tidak berani menyanggah perintah Ketua Klan mereka itu.
“Baik Ketua.”
Kelima gadis cantik dan terlihat sangat seksi itu dengan gaun transparan mereka itu, segera menjawab bersamaan perintah Ketua Klan Mereka.
Saat kelima Tetua Klan Bunga Sedap malam itu melesat menuju Yao Chan, Lin Shan dan Huang Jun bersama Jing Mui, bersiap-siap untuk meninggalkan tempat tersebut.
Kelima gadis Tetua Klan Bunga Sedap Malam itu, mulai menyerang Yao Chan secara bergantian.
Yao Chan hanya menghindari serangan tersebut, Ia sungguh tak tega untuk membunuh gadis-gadis secantik mereka.
“Lima Bidadari Mengguncang Jiwa Tahap Ke Dua!’
Suara Gadis bergaun merah tadi segera terdengar memberi komando kepada ke empat rekannya.
Ketua Zhou Kin sangat terkejut mendengar nama jurus yang diteriakkan oleh gadis tersebut.
“Pejamkan matamu saudara Xhun! Ratu es mohon atasi mereka!”
Ketua Gong Xhun seketika memejamkan matanya saat menyadari gerakan aneh dari kelima gadis tersebut. Dalam benaknya Ia bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi.
Sementara wajah Ratu Es Abadi terlihat merah karena menahan malu dan marah pada kelima gadis Tetua Klan itu.
Matanya menatap tajam ke arah ke lima gadis yang kini tidak lagi mengenakan sehelai kain pun di tubuhnya.
Saat itulah Ia melihat Lin Shan, Huang Jun dan Jing Mui melesat cepat melarikan diri dari tempat itu.
Sementara Bao Jin dan Chu Lung yang tidak mengetahui rencana Lin Shan, telah terkena serangan jiwa dari jurus ke lima Gadis tersebut.
Keduanya menatap tajam pemandangan tak terduga yang tidak bisa mereka temui setiap hari itu.
“Untung Aku sudah mengurung Li’er, jadi aku bisa menikmati keajaiban alam ini dengan tenang dan santai hehehehe.”
Yao Chan tersenyum memandangi kelima gadis yang dalam keadaan polos itu.
Namun Ia tertegun saat menyadari bahwa mereka sedang memandang ke arahnya dengan rasa ngeri sehingga terlupa dengan formasi yang mereka buat.
Ratu Es Abadi yang mengetahui bagaimana formasi itu seharusnya bekerja, menjadi tertegun melihat sikap aneh kelima gadis tersebut.
“Pemuda edan! Sepertinya aku harus segera mengakhiri kekonyolan ini.”
Ratu Es Abadi mengumpat saat melihat apa yang menyebabkan kelima gadis itu lupa dengan formasi menyerang mereka.
Ia pun menjadi ngeri setelah melihat ke arah Yao Chan yang juga baru menyadari apa yang mereka takutkan pada dirinya.
“Sial .. kenapa aku tidak merasakan Ia telah berubah mode? Aaaahhhh “
Yao Chan terkejut dengan apa yang terjadi di hadapannya sesaat kemudian.
*****