
"Di mana Jendral Besar Ma Yun berada?!" Prajurit tersebut bertanya kepada Lang Pao setelah matanya menatap ruangan dan tidak menemukan rombongan Yu Ma.
"Ada apa tuan prajurit? Tuan Jendral sedang makan di ruangan untuk tamu khusus."
Lang Pao menjelaskan dengan benak dipenuhi pertanyaan melihat kepanikan di wajah prajurit tersebut. Firasat buruk mulai menyelimutinya.
Prajurit tersebut tidak menjawab pertanyaan Lang Pao, dirinya bergegas ke ruangan untuk tamu khusus yang biasa mereka gunakan untuk minum arak hingga mabuk.
"Hormat kepada Jendral Ma Yun, izin untuk melaporkan. Sesuatu yang mengerikan telah terjadi kepada Komandan dan pasukannya." Prajurit tersebut segera berlutut seraya memberi hormat kepada Yu Ma yang sedang menyantap hidangannya.
Semua orang di dalam ruangan tentu saja terkejut mendengar laporan yang disampaikan dengan suara yang bergetar dan wajah kepanikan dari sang prajurit.
Yu Ma segera menghentikan kegiatannya, lalu berdiri yang diikuti oleh lima orang tetua yang juga menjadi prajurit kekaisaran tersebut.
"Baiklah, antar kami kesana!"
Perintah Yu Ma kepada prajurit tersebut.
"Kalian bertiga tetaplah disini dan selesaikan makan kalian, aku akan melihat situasinya terlebih dahulu."
Ucap Yu Ma kepada Yao Chan, Zhu Yin dan Yu Lian.
"Baik Paman.. kami akan menyusul setelah menyelesaikan makanan kami."
Jawab Yao Chan yang membuat Yu Lian kembali duduk untuk menyantap hidangan mereka.
Yu Ma pun bergegas keluar ruangan bersama lima tetua mengikuti prajurit yang menjadi penunjuk jalan bagi mereka.
Yao Chan dan Zhu Yin menyelesaikan makanannya dengan cepat, sementara Yu Lian kehilangan selera makannya sehingga hanya menunggu Zhu Yin dan Yao Chan untuk menghabiskan makanan mereka.
"Chan Gege.. kenapa kau masih bisa makan dengan lahap di situasi yang belum kita ketahui ini?" tanya Yu Lian sesaat setelah Yao Chan selesai menyantap hidangan miliknya.
Yao Chan tersenyum tipis mendengar perkataan Yu Lian. Dirinya pun sebenarnya ingin mengikuti Tetua Yu Ma, namun dirinya sadar bahwa yang terjadi saat ini adalah masalah yang berkaitan dengan kekaisaran dan sepenuhnya tanggung jawab Yu Ma sebagai seorang Jendral.
"Lian'er.. aku hanya mematuhi perintah Paman Yu Ma, apa ada yang salah dengan dengan hal itu?" jawab Yao Chan sambil melirik Zhu Yin yang baru saja menyelesaikan makannya.
Yu Lian terdiam mendengar jawaban dari Yao Chan, sementara Zhu Yin tersenyum geli mendengar perkataan Yao Chan. Zhu Yin tentu saja mengetahui bahwa Yao Chan sedang berbohong kepada Yu Lian.
"Kenapa kau tersenyum sendiri saudari Yin? Apa perkataanku terdengar lucu?"
Yu Lian mengerutkan dahinya mendapati Zhu Yin tersenyum mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Tentu saja lucu, tapi bukan perkataanmu tapi dia!" Jawab Zhu Yin sambil melirik kearah Yao Chan. Yu Lian kembali mengerutkan dahinya, tak mengerti sama sekali dimana hal yang lucu dari perkataan Yao Chan.
Sementara Yao Chan tersenyum tipis mendengar perkataan Zhu Yin, dirinya sudah menduga bahwa sulit menyembunyikan sebuah kebohongan dari gadis secerdas Zhu Yin.
Saat Yao Chan hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan terlihat Lang Pao sang pemilik kedai masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang panik.
"Tuan Muda ... Tuan Muda ..gawat ... siluman harimau menunggangi perampok menyerang desa di gerbang!" Lang Pao masuk ruangan dengan tergopoh-gopoh sambil berbicara yang membuat Zhu Yin tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya.
Kini Lang Pao yang tersedak nafasnya sendiri melihat tiga anak muda di depannya tertawa keras mendengar ucapannya. Saat mengingat apa yang baru saja dia ucapkan, Lang Pao tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
"Paman.. Paman tenang saja, harimau yang menunggangi perampok itu akan kami panggang, paman carilah tempat yang aman untuk bersembunyi, jangan sampai harimau itu menunggangi paman hahahaha"
Yao Chan mencandai Lang Pao yang membuat pria tua itu memerah mukanya menahan malu karena telah keliru dalam berkata-kata.
"Dasar Chan Gege.... paman jangan dengarkan dia, Paman tenang saja kami akan mengusir siluman-siluman itu." Yu Lian segera mengajak Yao Chan dan Zhu Yin untuk menuju gerbang desa.
Ketiganya terkejut saat sampai di luar kedai Lang Pao. Terlihat penduduk desa berlarian untuk menyembunyikan diri, sementara dari arah Gerbang Desa terdengar suara pertempuran dan Auman harimau serta suara binatang lainnya.
Firasat buruk segera menyelimuti ketiganya, mereka segera bergerak secepat angin menuju ke arah suara pertempuran.
Mata mereka terbelalak saat melihat ratusan harimau dengan ukuran yang tidak biasa sedang mengepung Yu Ma dan para tetua lainnya.
Setiap hewan tersebut, ditunggangi oleh seorang manusia yang mengenakan pakaian dari kulit hewan dan hanya menutupi tubuh bagian bawah saja, sehingga tubuh kekar mereka yang berkulit coklat kehitaman terlihat jelas.
Sementara para prajurit penjaga desa terlihat berdiri dengan tubuh gemetar menyaksikan Jendral Ma Yun sedang bertarung melawan enam harimau yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari ukuran normalnya.
Tampak dua ekor harimau telah tewas terbunuh bersama dua orang yang menungganginya. Ke duanya tewas dengan leher nyaris putus akibat tebasan pedang Matahari Yu Ma.
Di sisi lain lima orang tetua tampak kewalahan menghadapi belasan ekor Singa yang dikendalikan oleh manusia dengan pakaian yang terlihat aneh tersebut.
Dua orang tetua tampak sudah mendapat luka yang cukup serius. Dan mungkin tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Melihat situasi di hadapannya, membuat Yu Lian segera mengeluarkan Cambuk Naga Api dari Gelang Ruang Dimensinya. Yao Chan pun segera melesat ke arah dua orang tetua yang sedang terluka sambil mengeluarkan Pedang Pelangi dari gelangnya.
Yao Chan segera melancarkan serangan yang sangat cepat dan kuat menebas leher seekor singa yang hendak menerkam salah satu tetua yang sudah terdesak.
Penunggang singa tersebut terkejut saat tiba-tiba sosok seorang pemuda menebas putus leher singa yang dia tunggangi, sehingga dirinya terpelanting dari tubuh hewan siluman tersebut.
Nasib naas menimpa orang tersebut, tubuhnya yang terpelanting ke arah Yao Chan, langsung tertebas oleh Pedang Pelangi hingga terpotong menjadi dua bagian. Jerit kesakitan terdengar dari mulut orang tersebut sesaat sebelum nyawanya melayang.
Sementara Zhu Yin menerjang ke arah seekor harimau yang akan menerkam tetua lain yang sedang terkejut menyaksikan betapa mudahnya Yao Chan Menghabisi lawannya.
"Paman! ...Jangan lengah!"
Zhu Yin berteriak memperingatkan tetua tersebut sambil menebas leher harimau itu dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata.
Penunggang Harimau tersebut terkejut saat tiba-tiba seorang gadis menyerang dan menebas leher harimau yang ditungganginya hingga terputus. Beruntung dia sempat melompat mundur sesaat sebelum tubuh siluman harimau itu jatuh ke tanah.
Saat dirinya berhasil menjejakan tanah, tiba-tiba muncul Aura membunuh yang sangat kuat mengisi udara.
...*****...
...Jangan lupa Likenya ya, terimakasih....