
Yao Chan yang sedang membantai anggota Golok Iblis, tertawa geli saat sesekali ia melihat duplikat dirinya sedang mempermainkan Wang Chun. Sosok palsu dirinya itu, beberapa kali menyentil telinga Wang Chun secara bergantian.
Wang Chun terlihat kewalahan menghadapi Yao Chan Palsu yang tubuhnya tembus senjata itu. Beberapa kali Golok di tangan Wang Chun, mengenai kepala atau pun leher lawan, tetapi selalu saja goloknya seolah mengenai udara hampa.
Pada saat itulah, Yao Chan palsu, menyentil telinganya hingga berdengung karena rasa sakit yang luar biasa hingga membuat mata tuanya mengeluarkan air.
Jika saja pertarungan itu terjadi di siang hari, tentu akan terlihat jelas kedua telinga Wang Chun berubah warna menjadi merah seperti kepiting rebus.
Wang Chun terlihat putus asa karena tidak bisa mendaratkan satupun serangan kepada lawannya. Rasa frustasinya membuatnya lengah sehingga sosok Yao Chan palsu berhasil mencengkram lehernya dengan tangan kiri.
Wang Chun berusaha memberontak melepaskan dirinya dari cengkraman itu. Namun usahanya sia sia saja karena tebasan, pukulan dan tendangannya tidak satupun yang berpengaruh terhadap lawannya.
"Diamlah Kakek Bau Pesing ... Aku akan membersihkan telingamu biar tidak bau Pesing lagi."
Wang Chun membelalakan mata mendengar perkataan lawannya yang aneh itu. Ia ingin tersenyum tapi sentilan keras di telinga kirinya, membuatnya meraung kesakitan.
Walau melihat lawannya meraung-raung kesakitan, Sosok Yao Chan palsu itu nyatanya tidak peduli, ia bahkan memasukan jari telunjuknya ke dalam telinga Wang Chun lalu memutar-mutar jarinya tersebut.
Wang Chun menjerit keras merasakan sakit luar biasa di telinga kirinya yang dimasuki jari Yao Chan Palsu.
Suara jeritan Wang Chun yang melayang di udara itu, membuat suasana di Alun-alun Sekte Golok Iblis menjadi lebih mencekam dari sebelumnya.
"Ketua!!!"
Beberapa Tetua berteriak panik melihat hal itu. Sementara Yao Chan tertawa kecil saat melihat sejenak kejadian itu.
Namun begitu, ia tidak menghentikan serangannya. Pedang Pelangi terus memakan korban Anggota Sekte Lembah Dewa yang kini tersisa kurang dari separuhnya.
Tumpukan mayat pun semakin meninggi, beberapa Tetua yang mencoba menghentikan pembantaian itu, berakhir hidupnya dengan cara yang mengenaskan.
Belasan Tetua lain berembuk sejenak, akhirnya mereka memutuskan Tiga orang Tetua termuda untuk melarikan diri dan menyusul Guru Besar mereka ke negeri Song.
Sementara belasan Tetua lain akan mengorbankan diri menahan Yao Chan dan berharap dendam mereka akan dibalaskan oleh Guru Besar mereka Jiao Xin.
Ketiga Tetua termuda itu segera melesat menyebar ke tiga arah meninggalkan Alun-alun Sektenya. Mereka berencana akan bertemu di sebuah tempat yang telah di sepakati lalu berangkat ke Negeri Song.
Setelah ketiga Tetua itu hilang dari pandangan, belasan Tetua yang tersisa segera melesat ke arena pertarungan di mana Yao Chan telah membantai ratusan orang anggota mereka.
Yao Chan Menyeringai saat belasan tetua yang berada pada Tingkat Pertapa Tahap Awal itu menyerangnya secara membabi buta, seolah tak takut akan Dewa Kematian yang telah siap menjemput nyawa mereka di ujung Pedang Yao Chan.
Belasan Tetua itu berhasil mengalihkan perhatian Yao Chan dari membantai anggota mereka yang tersisa kurang dari seratus orang lagi.
Melihat Tetua mereka datang membantu, para Anggota Sekte yang tersisa segera bergerak mundur untuk memberi ruang bagi Tetua mereka bertarung.
Pada Kenyataannya mereka berhamburan melarikan diri secepat dan sejauh mungkin dari sosok pemuda yang kejam itu.
Yao Chan menyeringai sebelum mengerahkan tenaga lebih besar pada Pedang Pelangi. Di awali dengan serangan energi pedang yang memiliki tujuh warna itu, Yao Chan kembali menerjang lawannya dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Belasan Tetua itu terkesiap, saat tidak bisa lagi mengikuti gerakan Yao Chan yang begitu cepat. Dua Orang Tetua terjungkal dengan kepala yang telah berpindah dari lehernya tanpa mereka tahu darimana arah Yao Chan menebas lehernya.
Dalam satu menit kemudian, suasana Alun-alun Sekte Golok Iblis menjadi hening, bau anyir darah yang pekat pun memenuhi udara. Yao Chan segera membersihkan Pedang Pelangi dari darah yang menempel lalu memasukan pedang warisan Ayahnya itu ke dalam Gelang Ruang Dimensinya.
Senyumnya terkembang saat menatap di ketinggian sepuluh meter dari tanah. Sosok palsu dirinya itu telah berhasil melumpuhkan Wang Chun.
Kakek yang menjabat sebagai Ketua Sekte Golok Iblis itu, terkulai lemas dengan leher yang berada dalam cengkraman tangan kiri Sosok palsu dirinya itu.
Yao Chan melesat ke udara dan berdiri melayang di samping sosok palsu dirinya. Ia pun menjadi keheranan melihat darah mengalir dari kedua telinga Wang Chun.
"Apa yang kau lakukan dengan ke dua telinganya hingga berdarah seperti itu?"
"Aku hanya membersihkan telinganya agar tidak bau pesing Tuanku Tampan."
Yao Chan tersedak ludahnya sendiri mendengar perkataan Sosok Palsu dirinya itu. Ia pun bertanya-tanya dalam benaknya apakah memang Jurus Menggandakan Diri hanya mampu menyamakan kekuatan bertarung saja.
Yao Chan mengabaikan pertanyaan yang menggelayuti benaknya. Ia pun mengambil alih mencengkram Leher Wang Chun yang terengah-engah karena kesulitan bernafas.
"Sekarang kau hancurkan bangunan yang tersisa itu dengan energi mu ya!"
"Siap laksanakan Tuanku Tampan."
Sosok Palsu Dirinya itu segera melesat ke arah bangunan terdekat lalu menyentuhnya dan mengalirkan energi ke bangunan tersebut. Sesaat kemudian suara gemuruh dari bangunan yang runtuh, terdengar di malam yang hampir pagi itu.
Setelah meruntuhkan bangunan tersebut, tubuh Sosok Yao Chan Palsu terlihat menjadi sedikit kurus dan lebih pendek dari sebelumnya.
Hal itu berlangsung terus menerus setiap ia selesai meruntuhkan sebuah bangunan. Sehingga saat puluhan bangunan itu telah rata dengan tanah, Sosok Palsu Yao Chan memiliki tubuh setinggi satu jengkal saja.
Bersamaan dengan selesainya Sosok palsu itu meruntuhkan seluruh bangunan Sekte Golok Iblis, Yao Chan pun selesai pula menghisap ingatan Wang Chun.
Dari ingatan Ketua Sekte Golok Iblis itu, akhirnya Yao Chan mengetahui dimana Jiao Xin berada saat ini. Ia pun mengetahui rencana apa yang sedang di persiapkan oleh Song He.
Mengetahui Rencana Song He tersebut, membuat Yao Chan menjadi geram. Ia seketika meremas kuat leher Wang Chun yang menyebabkan hidup Ketua Sekte Golok Iblis itu berakhir dengan leher yang hancur.
Yao Chan pun melemparkan Mayat Wang Chun kearah tumpukan mayat para anggota Sektenya yang tingginya hampir mencapai tiga meter.
Sesaat kemudian mata Yao Chan melebar saat Sosok Palsu Dirinya telah kembali dan berada didekatnya dengan ukuran tubuh yang hanya sejengkal saja.
*****