Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
089: Yu Ma Vs Tao Yan


Tao Yan tak ingin gegabah, ia melompat ke udara menghindari energi pedang Yu Ma. Melihat hal itu Yu Ma segera melompat memburu Tao Yan.


Dua bilah pedang Pusaka Bumi berbenturan di udara malam yang beranjak menyambut pagi. Dinginnya suhu malam itu seolah tidak perduli dengan suara dentingan dua senjata yang sering beradu.


Dari beberapa kali benturan itu, Tao Yan menyadari tenaga dalam miliknya berada satu tingkat di bawah Yu Ma. Dua tahun lalu mereka masih memiliki kekuatan yang seimbang saat bertarung untuk pertama kalinya.


Yu Ma tersenyum tipis di sela pertukaran serangan dengan Tao Yan, ia merasa beruntung mendapatkan beberapa buah dari Alam Kultiva Naga yang di berikan oleh Yao Chan. Dalam waktu kurang dari tujuh hari, Iya memiliki tenaga dalam jauh lebih besar dari sebelumnya.


"Bayangan Memeluk Raga!"


Seruan Tao Yan membuat Yu Ma waspada, seiring dengan pola serangan lawannya yang berubah lebih cepat dan mengarah ke bagian Vitalnya.


Yu Ma mengenali jurus terkuat ke dua Tao Yan ini. Dirinya pernah menghadapi kehebatan jurus ini 2 tahun yang lalu sehingga iya mulai biasa mengerti arah dan kelemahan dari serangan jurus ini.


"Matahari Menyibak Bayangan"


Yu Ma berteriak mengeluarkan jurus ke 3 terkuatnya untuk menghancurkan kan jurus yang digunakan oleh Tao Yan yang memiliki banyak tipuan dengan bayangan pedang yang seolah-olah nyata.


Yu Ma memutar pedangnya di depan dada dengan sangat cepat sehingga Pedang Matahari berputar layaknya baling-baling.


Tao Yan mengenali jurus ini, ia tersenyum karena merasa jurus yang Yu Ma gunakan belum berubah saat menghadapi dirinya dulu. Senyum Tao Yan memudar saat tiba-tiba selarik sinar kekuningan keluar dari baling-baling pedang Yu Ma.


Tao Yan menggeram marah, dadanya nyaris saja tertembus sinar tersebut, beruntung ia sempat menghindar, walau agak terlambat. Jubah Lengan kirinya terbakar tersambar energi karena sedikit kelengahannya.


"Kau.. jurus mu licik sekali, rasakan ini!"


Tao Yan dengan cepat memadamkan api yang membakar lengan jubahnya. Lalu menangkis tusukan pedang Yao Ma yang mengarah ke perutnya.


Pertukaran kembali terjadi hingga puluhan jurus, kedua nya terlihat seimbang untuk beberapa waktu. Saat itu sesosok gadis tiba-tiba melayang di udara mendekati area pertarungan mereka berdua.


Tao Yan terpecah konsentrasinya karena hal itu. Seingatnya yang mampu melayang adalah seorang pemuda bukan seorang gadis.


"Ayah .. biarkan aku yang menghadapinya."


Yu Lian berteriak melihat sang Ayah masih bertarung imbang dengan lawannya. Yu Ma tersenyum tipis mendengar perkataan Yu Lian.


Keduanya berhenti dari pertarungan mereka, Tao Yan mengerutkan dahinya ketika ia menyadari tidak terdengar lagi suara pertarungan dari halaman kediaman putera mahkota tersebut.


"Lian'er bukannya kau harus melindungi Putera Mahkota?'


"Tenang Ayah ...dua orang pembunuh itu telah tewas oleh para tetua."


Jawab Yu Lian sambil menatap lawan sang Ayah. Tao Yan akhirnya memahami bahwa situasi sedang tidak menguntungkan baginya. Ia pun diam-diam mengambil sesuatu dari balik jubahnya. Dengan cepat ia menyalakan benda yang tak lain adalah kembang api itu.


Yu Ma dan Yu Lian mengerutkan dahi saat melihat kembang api bersinar terang di udara. Sebuah pertanyaan bagi mereka, melihat kembang api tersebut hanya menyala satu kali saja, sehingga langit yang semula terang kembali gelap.


"Apa yang kau lakukan? bukankah seharusnya kau sembunyi-sembunyi sebagai seorang pembunuh?"


Firasat buruk melanda pikiran Yu Ma, hingga membuatnya segera menyuruh Yu Lian untuk berjaga kembali berjaga di depan ruangan Putera Mahkota.


Yu Lian tak membantah perintah Ayahnya mengingat kembang api tersebut masih menyisakan tanda tanya di benaknya. Berapa banyak lagi para pembunuh yang akan datang menyerang mereka.


Tao Yan tersenyum tanpa menyadari bahwa bantuan yang ia harapkan mungkin tidak akan pernah datang, mengingat Bai Xun sedang berhadapan dengan Yao Chan.


"Sepertinya aku harus segera membunuh mu sebelum bantuan mu datang."


Yu Ma segera mengerahkan delapan puluh persen Kekuatannya. Aura Pendekar Suci tahap menengah merembes dari tubuhnya. membuat Tao Yan menyadari tingkat kekuatan Yu Ma sebenarnya.


"Kau.. kau sengaja menyembunyikan kekuatan mu yang sebenarnya. Dasar manusia licik!"


Tao Yan Mengumpat dengan suara bergetar. Dan tubuhnya ikut bergetar saat melihat Yu Ma perlahan-lahan melayang di udara. Walau sesama Pendekar Suci, namun dirinya belum mampu melayang di udara karena tenaga dalamnya belum mencukupi untuk melakukan teknik itu.


"Mengahadapi manusia sepertimu, aku juga harus menjadi licik untuk tidak bisa kau liciki. Hadapilah jurus terkuat ku ini."


Yu Ma Mengalirkan tenaga dalam sejumlah besar ke Pedang Matahari, seketika pedang tersebut memancarkan cahaya yang jauh lebih terang dari sebelumnya.


Tao Yan tak mempunyai pilihan lain, ia segera mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki, Aura Pedang Bayangannya pun kembali menekan udara.


"Terimalah jurus terkuat ku ini, Jurus Matahari Memurkai Bumi!"


Setelah berteriak, Yu Ma bergerak dengan kecepatan yang membuat Tao Yan terperanjat, karena tiba-tiba Yu Ma telah berada dua meter didepannya dan mengayunkan pedang sebanyak dua kali secara menyilang.


Tao Yan Mengumpat keras saat dua energi pedang melesat dari Pedang Matahari Yu Ma, membuatnya terpaksa melompat ke udara, namun alangkah terkejutnya ia karena melihat Yu Ma telah melesat di atasnya seraya menebaskan pedangnya.


Dua pedang saling berbenturan melepaskan gelombang kejut di udara. Tao Yan menangkis pedang Yu Ma dalam posisi yang tidak stabil. Membuatnya terpental dan meluncur jatuh ke atap dengan dada yang terasa sesak.


Tao Yan tak sempat menyeka darah yang keluar dari sela bibirnya akibat benturan tenaga dalam melalui pedang itu. Hal itu karena ia melihat Yu Ma kembali menyerangnya dengan cepat, Tao Yan tak sempat untuk menghindar, ia pun menangkis tebasan Pedang Yu Ma kearah kepalanya dengan pedang.


Kedua pedang memiliki kualitas yang sama yaitu di tingkat Pusaka Bumi. Walau berbenturan, tak ada satu pun yang patah diantara keduanya.


Hanya saja tebasan yang Yu Ma lakukan dilakukan dengan kekuatan besar itu, tidak mampu ditahan oleh Tao Yan. Pedangnya terdorong dan ujung pedang Yu Ma menggores wajahnya dari atas ke bawah dengan luka yang cukup dalam.


Bahkan mata kiri Tao Yan pun terluka membuatnya hanya bisa melihat dengan satu mata saja.


Yu Ma tersenyum tipis, serangan dengan kekuatan penuhnya itu, hanya mampu melukai wajah Tao Yan yang kini terlihat berdarah dan menjadi pucat. Pembunuh Bayaran itu merasakan kemarahan dan rasa gentar di waktu yang bersamaan.


...*****...


...Like dan Vote adalah VITAMIN bagi Author agar selalu sehat jiwa dan jarinya sehingga terus bersemangat dalam menata kata😁....


...Jangan Lupa Like dan Votenya ya....


...Terimakasih...