Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
131: Tentang Tengkorak Kecil


Pedang Tengkorak yang kembali mendapatkan kesadaran atas tubuhnya, nampak termenung saat mendapati dirinya berada di tempat yang sangat jauh dari adik seperguruannya, Raja Tinju Petir.


Ia pun menjadi khawatir akan keselamatan Raja Tinju Petir mengingat kekuatan pemuda yang tidak mereka kenal itu begitu tinggi. Kini ia hanya pasrah jika adik seperguruannya itu, tidak bisa melarikan dirinya dan tewas ditangan pemuda misterius itu.


"Hai manusia, siapa namamu? dan bagaimana kau bisa menemukan kekasihku Peri Hitam?"


Suara Iblis Hitam menyadarkan Pedang Tengkorak dari lamunannya.


Walau kendali atas tubuhnya diambil alih oleh Peri Hitam, namun pedang Tengkorak bisa melihat dan mengetahui apa yang dilakukan Peri Hitam atas tubuhnya.


Ia tercekat saat mendapatkan ingatan Peri Hitam tentang siapa sosok Iblis Hitam yang kini berada dihadapannya itu.


Ia pun menyadari bahwa dirinya selama ini melakukan kesalahan indah yang memabukkan dengan memadu asmara bersama Peri Hitam yang ternyata adalah kekasih dari mahkluk yang memiliki kekuatan sangat mengerikan itu.


"Hai manusia! Apa telinga mu tuli!"


Iblis Hitam membentak keras karena merasa kesal diabaikan oleh Pedang Tengkorak.


Seandainya Iblis Hitam mengetahui penyebab terdiamnya Pedang Tengkorak karena ketakutan kepada dirinya, mungkin ia tidak akan bersikap seperti itu.


"Maafkan aku anak muda, namaku Pedang Tengkorak, mengenai bagaimana aku bertemu dengan Peri Hitam semua itu terjadi secara kebetulan saja."


Pedang Tengkorak kemudian menceritakan bahwa sepuluh tahun lalu ia menemukan sebuah tengkorak manusia yang aneh, tengkorak itu berukuran sekepal tangan dan memiliki aura yang mencekam.


Saat ia mengambil tengkorak itu, tiba-tiba mulut tengkorak kecil itu mengeluarkan asap merah kehitaman. Ketika asap kehitaman itu menghilang, terlihat sosok seorang gadis cantik yang memiliki sayap di punggungnya seperti seekor capung.


Selain memiliki sayap di punggungnya, gadis itu juga memiliki telinga yang meruncing ke atas dan kulit yang hitam legam. Lalu gadis itu menjelaskan jika dirinya bernama Peri Hitam, yang berasal dari dunia lain.


Peri Hitam itu pun memintanya untuk selalu membawa tengkorak itu dengan cara menyatukan dengan gagang Pedang yang berada di punggungnya.


Seperti yang dijanjikan oleh Peri Hitam, ia pun mendapatkan sebuah kekuatan yang diluar nalar manusia sehingga membuat namanya terkenal sebagai Pedang Tengkorak.


Namun Pedang Tengkorak tidak menceritakan bahwa sebagai imbal balik dari kekuatan yang diberikan, ia harus menjadi pemuas nafsu bejad Peri Hitam itu.


Awalnya Pedang Tengkorak menolak keinginan Peri Hitam tersebut, namun saat Peri Hitam merubah dirinya menjadi seorang gadis cantik berkulit putih, dengan ringan hati Pedang Tengkorak pun akhirnya terpaksa memenuhi permintaan Peri Hitam itu


"Lalu di mana Pedang bergagang tengkorak itu? Kulihat kau tidak membawanya?"


Tatapan tajam Iblis Hitam, membuat Pedang Tengkorak menelan ludah.


Lalu ia pun menceritakan pertarungannya dengan Yao Chan, pemuda yang telah merampas pedangnya lalu membuatnya hilang dari pandangan matanya dengan cara yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


BRAAAK


Terdengar suara meja yang hancur berkeping-keping saat Iblis Hitam memukul meja di hadapannya. Wajahnya terlihat dipenuhi dengan kemarahan.


"Lagi-lagi pemuda itu, sudah terlalu banyak ia mengganggu urusanku. Tak akan ku ampuni kau manusia sialan!"


Iblis Hitam menggeram marah. Ia mengetahui betapa pentingnya tengkorak itu untuk Peri Hitam. Karena di tengkorak kecil itu, terdapat berbagai senjata sihir yang hebat tersimpan di dalamnya.


"Iblis Hitam, kenapa kau sepertinya tertarik dengan tengkorak kecil itu? Apakah tengkorak itu memiliki kekuatan yang hebat?"


Iblis Ren Mo yang berada di tubuh Shin Mu, penasaran melihat tingkah laku Iblis Hitam, sehingga ia pun menyuarakan pertanyaan yang memenuhi benaknya itu.


Iblis Hitam menarik nafas panjang, ia pun lalu menceritakan kepada Iblis Ren Mo bahwa Tengkorak kecil itu, adalah Pusaka berharga Bangsa Peri Di dunia Moxian.


Salah satu diantaranya adalah pusaka yang mereka butuhkan untuk kembali ke Dunia Moxian dengan membuka lorong dimensi waktu dan ruang.


Iblis Ren Mo dan dua Iblis lainnya, terkejut mendengar hal tersebut. Yang Mereka ketahui, Mustika Hati Iblis adalah pusaka yang bisa membawa roh mereka kembali ke dunia Moxian dan bersemayam kembali ke tubuh asli mereka.


**


"Hanya satu orang yaitu Dewa Obat yang mungkin memiliki solusi atas permasalahan mu itu, Chan'er. Dan orang itu sulit di temui, karena selalu berpetualang hingga kekaisaran Ming dan Kekaisaran Song."


Dewa Racun Barat berkata dengan lesu setelah Yao Chan menceritakan semua permasalahannya tentang kesulitan membuat kristal qi di tubuhnya.


Dewa Racun Barat yang juga mengetahui betapa lamanya proses pembuatan kristal qi, berdecak kagum saat mengetahui jumlah Kristal qi Yao Chan yang mencapai enam ribu kristal.


Sedangkan dirinya baru memiliki empat puluh kristal qi dan kekuatan dan kecepatannya telah meningkat pesat, sehingga ia bisa membunuh Raja Tinju Petir.


"Jadi hanya Kakek Dewa Obat yang mungkin mengetahui permasalahan ku ini?"


"Ya, kurasa ia bisa memberikan solusi atas masalahmu itu."


Yao Chan tersenyum tipis mendengar hal itu, ia belum pernah bertemu dengan Dewa Obat, sehingga mencari sosok tersebut tanpa mengetahui wajahnya adalah hal yang tidak mudah.


"Bagaimana caraku menemukan Kakek Dewa Obat itu Kek?"


Yao Chan minta petunjuk lagi kepada Dewa Racun Barat yang terlihat termenung mendengar pertanyaan Yoa Chan. Ia tak tak tahu bagaimana menjelaskan kepada pura dihadapannya itu.


"Ku dengar kau memiliki hubungan dengan pihak istana, jika benar itu akan sangat membantu sekali."


Dewa Racun Barat lalu menyampaikan idenya, ia mengatakan dengan pengaruh istana, mudah saja membuat pengumuman di seluruh Kekaisaran Wu.


Isi pengumuman itu adalah siapa yang bertemu dengan seorang Tabib berjuluk Dewa Obat, agar menyampaikan kepadanya untuk meminta Tabib tersebut mengunjungi Istana karena Istana sedang membutuhkan bantuannya.


Yao Chan tersenyum tipis mendengar hal tersebut, namun ia tidak membantahnya. Permasalahannya Yao Chan tidak bisa selalu berada di istana untuk menunggu kedatangan Dewa Obat yang entah kapan waktunya.


Tugas dari Dewa Naga baru satu yang bisa ia selesaikan, masih ada empat pusaka Iblis lainnya yang belum Yao Chan dapatkan. Hal itu membuatnya harus lebih banyak berada di luar Ibukota daripada berada disana.


"Jika kau memang berjodoh mungkin kau akan bertemu dengannya dalam keadaan yang tidak terduga, mungkin."


Dewa Racun Barat berusaha menenangkanYao Chan dan mengalihkan pembicaraan tentang gadis yang bersamanya, Zhu Yin.


"Apakah gadis yang datang bersamamu itu adalah kekasih mu?"


Yao Chan tersedak ludahnya, ia pun bingung harus menjawab bagaimana mendengar pertanyaan Dewa Racun Barat yang wajahnya tiba-tiba terlihat murung. Hal yang membuat Yao Chan menjadi heran melihatnya.


"Kakek, ada apa sebenarnya? Kakek sepertinya menyimpan sebuah permasalahan besar, jika aku boleh tahu, apakah yang permasalahan itu?"


Dewa Racun Barat menghela nafas panjang, menatap bangunan besar yang atapnya sebagian telah rusak akibat pertarungannya sore tadi.


Saat ini keduanya sedang bersantai sambil minum arak di tempat tertinggi dari Lembah Nang Xin. Sebuah gazebo kecil tempat dimana Dewa Racun Barat sering menyendiri.


"Chan'er semua ini tentang Qing Mi, dia cucuku satu-satunya. Kedua orang tuanya sudah tewas saat ia masih kecil. Aku .."


Kata-kata Dewa Racun Barat terhenti, ia terlihat bimbang menyampaikan maksudnya.


*****