
"Kakek ... bolehkah kami melihat Trisula Iblis Itu?"
Song He yang mendengar cerita tersebut menjadi antusias. Ia pun mengutarakan keinginannya untuk melihat senjata Iblis yang ia yakini memiliki kekuatan yang hebat.
"Putera Mahkota apa maksudmu dengan ingin melihat senjata tersebut?"
Gui Hu menatap tajam Song He, Ia tidak seperti Xun Chang yang bersedia membantu Istana kekaisaran Song. Gui Hu tidak sejalan dengan kebijakan Kaisar Song Yu, Kaisar Song saat ini.
Melihat banyaknya rakyat Kekaisaran Song yang menderita, membuat antipati timbul dalam hati Gui Han. Beberapa waktu lalu ia mencari adik seperguruannya untuk mengajaknya berhenti bwkwrja pada istana.
Tak ia sangka kini sang adik justru mendatanginya, namun dengan membawa seorang Putera Mahkota yang terlihat dipenuhi ambisi di dalam hatinya.
"Aku hanya ingin melihatnya saja kakek, jika diizinkan aku ingin mencoba mencabutnya."
"Tidak!! ... Aku tidak akan menunjukan senjata itu kepada seseorang yang dipenuhi ambisi sepertimu."
Song He tersedak nafasnya sendiri, tak menyangka identitasnya sebagai seorang Putera Mahkota, calon Kaisar Song di masa depan, tidak memiliki arti di hadapan Gui Han.
"Kakak ... Biarlah Putera Mahkota melihat Trisula Pusaka itu. Sekedar melihatnya sepertinya bukan sebuah masalah."
Xin Chang berusaha mencairkan suasana yang kini terlihat tegang karena keinginan Song He itu. Saat Xun Chang hendak menjelaskan lebih lanjut, raut wajah Gui Han berubah kesal.
"Ada dua orang berkekuatan tinggi telah menerobos masuk menuju tempat pusaka itu berada."
Gui Han segera mencabut senjatanya, dengan cepat ia melompat ke udara lalu melayang menuju ke arah Utara.
Xun Chang mengerutkan dahinya, teknik apa yang telah dipelajari oleh kakak seperguruannya itu, hingga mengetahui seseorang telah memasuki lembah tempat dimana mereka dulu berlatih ilmu beladiri.
Tak ingin kehilangan jejak sang Kakak seperguruannya, Xun Chang pun segera meraih kerah jubah Song He, lalu membawanya melesat ke udara ke arah yang di tuju oleh Gui Han.
Xun Chang berhasil menyusul Gui Han saat ia telah berada di sebuah tempat yang cukup luas. Dihadapan mereka terlihat dua orang yang tak mereka kenali, mereka tiba bersamaan dengan kedatangan Xun Chang.
"Siapa kalian!?"
Gui Han membentak seorang kakek yang datang bersama seorang lelaki berusia sekitar lima hingga enam puluh tahun. Mereka tak lain adalah Huang Lun dan Shin Mu.
Keduanya tak menyangka bahwa kedatangan mereka akan disambut oleh dua orang berkemampuan tinggi dan seorang pemuda yang terlihat seperti seorang Bangsawan.
"Nama kami tidaklah penting, namun tujuan kami yang lebih penting jadi kenapa kalian mencampuri urusan kami?"
Shin Mu berkata demikian sambil melirik kearah sebuah Trisula yang memancarkan Aura Kematian yang sangat pekat.
"Hahaha jadi kalian juga berminat dengan trisula Iblis ini? Ambilah jika kalian bisa melakukannya!"
Gui Han segera menghunuskan Trisula Emasnya kearah Shin Mu. Xun Chang pun meraih Tombak Pusaka di punggungnya bersiap membantu sang kakak.
Melihat hal itu, Shin Mu segera bersiap dengan jurus terkuatnya Tapak Iblis Api. Dia tak ingin gegabah menghadapi seseorang yang memiliki kemampuan di tingkat Pendekar Suci tersebut.
Namun sesuatu hal berbeda dirasakan oleh Shin Mu, ia merasakan aliran energi yang begitu besar dari cincin yang ia gunakan. Energi itu membuat tubuhnya kini diselimuti api yang menyala.
Gui Han tercengang saat melihat hal itu, terutama saat merasakan Aura Iblis yang begitu kuat merembes dari tubuh Kakek dihadapannya.
Sementara Shin Mu sendiri juga terkejut menyadari kemampuan dan kekuatan Jurus Tapak iblis Apinya menjadi begitu kuat. Ia tersenyum dengan sombongnya saat menyadari memiliki kekuatan yang telah melebihi Puncak Pendekar Suci.
Gui Han dan Xun Chang menelan ludah menyaksikan hal tersebut.
Gui Han tak ingin gegabah dengan menahan kekuatannya. Ia pun melepaskan seluruh energi tenaga dalamnya yang berjumlah delapan ribu simpul itu ke seluruh tubuhnya.
Trisula Emas seketika memancarkan Aura Dewa yang membuat udara dalam radius puluhan meter berubah seolah menjadi Keemasan.
Tubuh Shin Mu, tepatnya panglima Iblis Ren Mo bergetar saat merasakan Aura Dari Trisula Emas dihadapannya. Getaran tubuh halusnya itu mempengaruhi energi tenaga dalam yang menyelimuti tubuh Shin Mu.
"Senjata si Naga emas itu kenapa bisa berada di tangan manusia ini?"
Shin Mu mengerutkan dahinya, ia bisa mendengar sosok Iblis dalam tubuhnya itu bergumam. Saat itulah Panglima Iblis Ren Mo mengalirkan ingatan pertempuran antar dirinya dengan sang Dewa Naga Emas.
Akhirnya Shin Mu pun mengerti mengapa Iblis Ren Mo bergetar tubuhnya saat melihat Trisula Emas tersebut bercahaya. Namun Shin Mu merasa percaya diri untuk tetap berhadapan dengan kakek dihadapannya itu.
"Baiklah, berhati-hati dalam menghadapinya."
Panglima Iblis Ren Mo pun setuju dengan Shin Mu, ia akan membantu Shin Mu dengan terus menerus mengalirkan kekuatannya untuk melumpuhkan lawannya.
Shin Mu dan Gui Han melompat ke udara hampir bersamaan. Dengan tangan kosong Shin Mu menghadapi lawannya yang menggunakan sebuah Pusaka Langit.
Gui Han berdecak kagum, setelah beberapa kali pertukaran serangan dirinya belum mampu memberikan sebuah luka ditubuh Shin Mu yang bertarung dengan tangan kosong.
Merasa tidak akan menang jika tidak menggunakan senjata, Shin Mu kemudian membuat pedang dari energi tenaga dalamnya.
Dua buah Pedang energi tenaga dalam ia buat di kedua tangannya. Lalu kembali melesat menyerang Gui Han.
Huang Lun yang melihat hal itu, tak ingin berdiam diri, Ia pun segera bergerak melompat ke arah sebuah batu besar dimana sebuah Trisula menancap didalamnya.
Namun sebuah tombak memaksa Huang Lun membatalkan niatnya. Ia menghindari serangan tombak yang dilepaskan oleh Xun Chang.
Pertarungan dua pendekar bersenjata tombak itu pun di mulai. Belasan jurus meningkat menjadi puluhan jurus.
Saat pertarungan memasuki ratusan jurus, sebuah aura kematian yang lebih kuat dari sebelumnya memenuhi udara membuat mereka yang bertarung berhenti dengan meloncat mundur.
Mata Gui Han dan Xun Chang melebar saat melihat Song He telah mencabut Trisula Iblis yang menancap di batu besar tersebut. Gui Han terlihat geram saat mendapati Song He telah berani mencabut Trisula tanpa bisa ia cegah.
"Hahahaha ... Kakek Chang lihatlah ... Trisula Pusaka ini berjodoh denganku, Aku akan menjadi pendekar hebat. Akan Ku taklukan Wu Jian dan kekaisaran Wu itu. Hahahaha."
Song He begitu gembira saat ia berhasil mencabut Pusaka Trisula Iblis itu. Ia tak menduga akan berjodoh dengan pusaka yang begitu banyak orang menginginkannya.
Tawa Song He terhenti seketika, saat merasakan sesuatu merasuki lengannya dan terus menjalar memasuki kepalanya. Song He tak berdaya ketika tiba-tiba Pandangan matanya menjadi gelap.
...*****...
...LIKE dan VOTE adalah VITAMIN bagi Author...
...agar selalu sehat jiwa dan jarinya sehingga...
...terus bersemangat dalam menata kata😁...
...Jangan Lupa Like dan Votenya ya....
...Terimakasih...