
DUAAAG!!
Tendangan keras dari Yao Chan mendarat telak di punggung Jiang Lun. Membuat tubuhnya melesat jatuh ke tanah dengan sangat keras.
Seteguk darah terlihat keluar dari mulutnya, membuat sebagian besar anggota klan Golok Batu berseru girang.
Yao Chan mengerutkan dahinya, Ia terheran-heran melihat hal itu, namun tidak dengan Gong Xhun.
Ia sudah mengetahui masalah internal dalam Klan tersebut dari bagian telik sandinya.
Jiang Lun yang menduduki jabatan Ketua Klan dengan cara licik itu, tidak disenangi oleh para Tetua lain dan juga sebagian besar anggota Klan Golok Batu tersebut.
Gong Xhun pun tidak merasa heran jika sesaat kemudian, dua kelompok segera terbentuk di dalam pasukan Klan Golok Hitam yang menyerang Klan Pedang Suci itu.
“Xhun Gege … Apa yang terjadi dengan mereka? Mengapa mereka terlihat saling berseteru?”
Yao Chan yang tiba-tiba telah berada di samping Gong Xhun, sedikit mengejutkan Kakak Ipar Yao Chan tersebut.
“Cepat sekali, di level berapa Chan’er ini sebenarnya?”
Gong Xhun bertanya dalam benaknya sebelum Ia menjelaskan kepada Yao Chan tentang masalah intern dalam Klan Golok Batu Baja tersebut.
Selain cara licik yang dilakukan oleh Jiang Lun, sikapnya yang arogan dan kejam dengan membunuh Ketua Klan dan salah satu Tetua lainnya, membuatnya dibenci sekaligus ditakuti.
Namun kini, melihat Jiang Lun seperti mainan di tangan Yao Chan, membuat sebagian besar Tetua yang membencinya, kini memberontak kepadanya.
Walau Jiang Lun memiliki, kekuatan yang tertinggi diantara mereka, namun melihat kondisinya yang kini terluka parah, membuat dua orang Tetua Klan Golok Batu yang lain segera menyerangnya.
Jiang Lun yang baru saja bangkit dari jatuhnya, mendengus kesal saat melihat dua orang Tetua Klannya itu, menyerang dirinya dengan kekuatan penuh.
Walau dua orang Tetua itu berada di level Dua tingkat Pendekar Dewa, namun Ia tak ingin gegabah menghadapi keduanya.
Ia pun segera mengalirkan qi-nya dalam jumlah besar dan menebaskan goloknya ke depan, saat kedua tetuanya itu sedang berada di udara.
“dasar Pengkhianat!! Matilah kalian!”
Seberkas energi berbentuk golok yang sangat besar, seketika melesat dari Golok Batu Baja di tangan Jiang Lun.
Dua Tetua yang menyerang Jiang Lun seketika menjadi pucat, keduanya tidak menduga jika Ketua Klan yang mereka benci itu, masih memiliki kekuatan besar walau terluka cukup parah.
Saat energi berbentuk golok itu hampir mengenai tubuh mereka, Yao Chan segera bergerak menyelamatkan keduanya dengan Jurus berpindah dalam sekejap.
Lagi-lagi mulut semua orang terbuka lebar, tidak terkecuali dengan Gong Xhun.
Kakak Ipar Yao Chan itu, menelan ludahnya saat Ia teringat pernah mengancam akan menghajar Yao Chan bila menyakiti adik perempuan satu-satunya itu.
Yao Chan membuat dua Tetua Klan Golok Batu selamat dari serangan kuat Jiang Lun yang mendengus kesal.
“Terimakasih Tuan … Terimakasih telah menyelamatkan Kami berdua.”
Salah satu tetua yang mengenakan Jubah Abu-abu, menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Demikian juga dengan rekannya.
“Tidak masalah … Apakah kalian akan mendendam kepadaku atau Klan Pedang Suci jika Aku membunuhnya?”
Yao Chan sengaja menyuarakan pertanyaan itu, untuk memastikan bahwa tidak ada dendam Klan tersebut kepada Klan Kakak Iparnya itu.
“Tidak!, Kami justru berterimakasih kepada Anda dan Klan Pedang Suci karena telah membantu menyelamatkan Klan kami dari kehancuran karena ulahnya.”
Tetua lain yang tadi ditolong oleh Yao Chan, segera menjawab dengan cepat. Hal ini membuat Yao Chan tak sungkan lagi untuk segera menghabisi Jiang Lun yang terlihat telah menelan sesuatu.
“Pil Bunga Iblis!!! Tuan Muda … berhati-hatilah, kekuatannya akan meningkat dua level dari levelnya saat ini.”
Tetua lain mengingatkan Yao Chan yang tersenyum, karena Ia mengetahui hal tersebut saat bertarung dengan Luo San.
AAAAAARGGGGGHHH!
Aura Pendekar Dewa Level tujuh terpancar dari Tubuh Jiang Lun bersama teriakkannya yang menggema keras itu.
Aura membunuh terpancar jelas sesaat sebelum Ia menebaskan golok Batu Baja ke udara kosong di depannya.
Sebuah Energi Golok yang sangat besar melesat secara mendatar dan sangat cepat dari Golok Pusaka di tangan Jiang Lun.
Yao Chan yang telah bersiap akan serangan tersebut, sedikit terkejut akan besarnya energi serangan itu.
Ia pun dengan cepat membuat Perisai Energi yang besar untuk melindungi para Tetua dan Anggota Klan Batu Baja yang memberontak kepada Jiang Lun.
BLAAAARRR
Serangan itu berhasil di tahan oleh Yao Chan, Ia pun segera melesat sangat cepat setelah melihat besarnya Jiang Lun dengan kekuatan barunya itu.
Dalam sekejap pertarungan jarak dekat berlangsung dengan sengit. Yao Chan yang telah mengeluarkan Pedang Dewa Perang, terlihat terdesak dan terus mundur menjauhi ribuan orang tersebut.
Saat Jiang Lun tersadar dirinya telah dipancing, jarak mereka telah sejauh lima ratus meter dari tempat mereka berada sebelumnya.
Akibat pengaruh Pil Bunga Iblis, Jiang Lun hanya berpikir untuk membunuh Yao Chan. Sehingga Ia tidak menyadari akan siasat yang Yao Chan gunakan.
Setelah merasa cukup jauh, Yao Chan segera membalikan situasi pertarungan. Dengan Jurus Pedang Bayangan, Yao Chan berhasil mendesak Jiang Lun.
Bahkan Yao Chan berhasil memberikan banyak luka di tubuh Pria yang semakin lama semakin kuat tersebut.
Tentu saja Yao Chan tak ingin berlama-lama dengan pertarungan itu, Ia hanya sengaja mengulur waktu agar efek Pil Bunga Iblis itu menghilang dari tubuh Jiang Lun.
Jiang Lun yang terlihat seperti orang kerasukan itu, akhirnya mengetahui jika lawannya mengulur waktu.
Ia pun segera mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menyerang Yao Chan dengan jurus terkuatnya.
Ia melesat mundur sejauh dua puluh meter dari Yao Chan, lalu menggenggam goloknya dengan sangat erat menggunakan kedua tangannya.
“Hujan Golok Baja Ringan”
Setelah berteriak demikian, Golok Batu Baja di tangan Jiang Lun mengeluarkan Cahaya sangat besar yang membentuk ratusan Golok energi yang sangat tipis dan berwarna keperakan.
Yao Chan yang melihat akan adanya serangan kuat Itu, segera mengerahkan lima puluh Ribu Kristal Qi ke dalam Pedang Dewa Perang.
Yao Chan segera memutar Pedang Dewa Perang sehingga terbentuklah sebuah Angin Tornado yang sangat besar. Itulah teknik Elemen Naga, Jurus Naga Angin yang menggunakan Pedang.
Jiang Lun sempat terkejut melihat Angin Tornado yang sangat besar itu. Namun rasa marah akibat dikhianati anggotanya karena keberadaan Yao Chan, membutakan akal sehatnya.
Ia pun segera menebaskan Golok Batu Baja ke arah Yao Chan. Ratusan golok dari energi yang terlihat seperti baja yang ringan dan sangat tipis itu, melesat sangat cepat ke arah Yao Chan.
Yao Chan pun tidak tinggal diam melihat hal itu. Ia pun dengan cepat menebaskan Pedang Dewa Perang ke arah Jiang Lun.
Angin Tornado yang sangat besar itu, tiba-tiba bergerak mendatar dari sebelumnya yang bergerak ke atas.
Putaran Angin Tornado itu, segera menghadang ratusan golok energi yang melesat cepat ke arah Yao Chan.
Terdengar ratusan ledakan saat golok energi itu meledak akibat kuatnya tekanan Angin Tornado dari Pedang Dewa Perang di tangan Yao Chan.
Jiang Lun terkesiap melihat serangan terkuatnya, mampu dihancurkan oleh Angin Tornado yang berputar dengan sangat kuat dan kini bergerak menuju ke dirinya.
Ia pun segera melesat ke atas udara untuk menghindari terpaan Angin tornado tersebut.
Yao tersenyum melihat hal itu, Ia pun segera menambahkan energi ke dalam Pedang Dewa Perang membuat Angin tornado itu, meliuk-liuk mengejar Jiang Lun.
Wajah Jiang Lun seketika memucat saat merasakan khasiat Pil Bunga Iblis di tubuhnya mulai menghilang.
Sementara Angin tornado itu terus mengejarnya dirinya, membuat Ia harus terus melesat untuk menghindarinya.
Ia berhasil menghindari terpaan Angin tornado itu, namun alangkah terkejut nya Ia saat mendapati Yao Chan telah berada di sampingnya.
******
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi Yang menjalankannya.