
Semua orang yang sedang bertarung terhenti seketika saat merasakan Aura Kematian yang sangat menekan tubuh mereka. Bahkan para pendekar Ahli dan para prajurit pemanah yang berada di atas tembok benteng kota, langsung terjatuh dan tak sadarkan diri.
Yao Chan mengalihkan pandangannya keatas dimana aura kematian tersebut berasal. Tampaklah seorang Kakek berjubah hitam sedang melayang dan menatap Yao Chan dengan tatapan yang sangat tajam seolah hendak menelan Yao Chan bulat-bulat.
Pandangan Kakek berjubah hitam kemudian beralih kepada Yu Lian yang terlihat mematung setelah membunuh ribuan orang dengan Cambuk Naga Api. Mata Kakek berjubah hitam tersebut berbinar saat melihat cambuk di tangan Yu Lian.
Sementara di tangan kakek tersebut tampak sebuah Golok yang memancarkan cahaya biru dan mengeluarkan aura kematian yang mengerikan itu.
"Golok Iblis Biru?" Yao Chan bergumam sendiri melihat Golok yang merupakan satu dari lima Pusaka Iblis yang sedang dicarinya.
Di lain tempat di waktu yang bersamaan, tubuh Zhu Yin bergetar hebat, dirinya mengenali siapa Kakek berjubah hitam tersebut. Kakek itu adalah orang yang dilihat olehnya saat menggunakan jurus Mata Menghisap Ingatan kepada Raja Siluman Serigala Merah beberapa hari lalu.
Di sisi lain Guo Jin yang juga menghentikan pertarungannya melawan salah satu pendekar Suci dari Sekte Lembah Iblis Neraka, mengerutkan dahinya saat mengenali sosok yang baru saja datang.
"Qin Yun si Tongkat Giok Darah, mengapa dia datang di saat seperti ini?" Guo Jin berkata dalam benaknya sendiri. Rasa putus asa tiba-tiba menyeruak di hati Guo Jin.
Kelicikan dan kekejaman Qin Yun sang Pendekar Tongkat Giok ppDarah sudah bukan rahasia umum di Dunia Persilatan kekaisaran Wu, bahkan juga di kekaisaran Ming.
Mendapati Qin Yun datang saat sedang terjadi pertarungan, firasat buruk menyelimuti pikiran Guo Jin. Dan membuatnya ingin segera mengakhiri pertarungan dengan lawannya.
Guo Jin segera mengeluarkan Pedang Rajawali dari Gelang Ruang Dimensinya. Hal itu mengejutkan lawannya yang kemudian segera mencabut pedang yang masih tersarung di pinggangnya.
Guo Jin mengalirkan delapan puluh persen tenaga dalamnya ke seluruh tubuh. Aura Pendekar Suci tahap menengah memancar dari tubuhnya. Hal ini membuat sang lawan menyadari bahwa kekuatan Guo Jin satu tahap berada diatasnya.
Menyadari kenyataan yang tidak menguntungkannya, Pendekar Suci tersebut mengerahkan seluruh tenaga yang dimilikinya untuk menggunakan jurus terkuat yang dimilikinya.
Guo Jin melesat menyerang dengan Jurus Murka Jiwa Pedang. Gerakannya yang berubah menjadi jauh lebih cepat dari semula membuat lawannya terkejut. Jurus terkuat yang dimilikinya, ternyata tidak mampu mengimbangi Jurus Guo Jin yang merupakan teknik Tingkat Langit.
Pertukaran serangan tak berlangsung lama, karena Guo Jin berhasil memaksa lawannya berada dalam posisi bertahan. Luka goresan pedang mulai dia berikan pada lawannya yang terlihat mulai melemah.
Belasan jurus telah berlangsung, Guo Jin semakin berada diatas angin dengan Jurus Murka Jiwa Pedang yang dipelajarinya dari membaca kitab milik Yao Chan. Lawannya pun terlihat telah putus asa, menyadari bahwa kini nyawanya benar-benar terancam. Beruntungnya jurus yang dia gunakan memiliki teknik bertahan yang kuat, sehingga dirinya mampu bertahan dalam waktu cukup lama.
Ketika menyadari dirinya tak mungkin bisa selamat dari Guo Jin, Pendekar Suci yang juga merupakan salah satu Tetua Sekte Lembah Iblis Neraka itu, mengubah tekniknya dari bertahan menjadi menyerang.
Hal ini justru membuat pertahanannya yang tadinya kuat menjadi lemah. Serangan yang dilakukannya pun tidak mampu melukai Guo Jin. Bahkan Guo Jin melihat celah yang segera dimanfaatkannya dengan baik.
Guo Jin melakukan gerakan tipuan yang berhasil mengecoh lawannya. Gerakan menusuk yang dilakukan adalah tipuan untuk melakukan tebasan ke arah leher lawan.
Namun sang lawan masih sempat menangkisnya.Tetapi karena sudah mulai kehabisan tenaga dalam, tangkisan yang dia lakukan tak berhasil menahan laju pedang Rajawali milik Guo Jin. Lehernya tertebas hingga separuhnya, dan hal itu membuatnya jatuh terjungkal meregang nyawa.
Aura Kematian yang mencekam kembali memenuhi udara pagi itu, saat Qin Yun mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah besar ke dalam Golok Iblis Biru.
Qin Yun tidak mau bertindak gegabah, dia menyadari bahwa pemuda di hadapannya memiliki tingkat kemampuan beladiri yang sama dengannya, Pendekar Suci Tahap Akhir.
Hanya saja Qin Yun sedikit khawatir karena dirinya baru saja memasuki tahap tersebut dua hari yang lalu. Itupun karena bantuan Sang Iblis Biru yang memberinya sebuah kekuatan dengan cara yang tak manusiawi.
Iblis Biru adalah makhluk dari dunia lain yang menghuni Golok Besar yang kini berada ditangannya. Iblis Biru bisa berkomunikasi dengan orang yang memegang golok tersebut melalui pikiran. Karena Iblis Biru kini hanya berwujud roh dan hanya bisa merasuki tubuh manusia itupun dalam waktu yang tidak lama.
"Qin Yun, biarkan aku yang menghadapinya, aku merasakan ada kekuatan pusaka dewa yang lainnya di dalam tubuh pemuda itu. Namun aku tak tahu pasti pusaka apa itu."
Tiba-tiba suara yang serak dan berat terdengar dalam pikiran Qin Yun. Suara yang dikenalinya sebagai Iblis Biru saat makhluk itu mengenalkan dirinya melalui pikiran Qin Yun.
Belum sempat Qin Yun menjawab kata-kata Iblis Biru, suara Yao Chan mengalihkan perhatiannya.
"Kakek Hitam, ada apa kau kemari dan apa maksudmu menghunuskan Golok kepada ku?"
Yao Chan akhirnya membuka mulutnya setelah hampir lima menit mereka berdua saling memandang mengukur kekuatan masing-masing.
Qin Yun hendak menjawab, namun dirinya terlambat, Saat menyadari bahwa Iblis Biru mulai merasuk dalam tubuhnya bersamaan dengan asap yang keluar dari Goloknya. Asap itu perlahan mulai menyelimuti tubuhnya.
Yao Chan mengerutkan dahinya sesaat setelah asap biru tersebut menghilang dari Tubuh Qin Yun. Bola mata Qin Yun kini berubah menjadi berwarna biru dan seluruh tubuhnya memancarkan aura jahat yang mengerikan.
"Bocah bau kencur siapa dirimu? dan kenapa kau memiliki pusaka Dewa dalam tubuhmu?"
Suara Qin Yun terdengar serak dan berat yang membuat Yao Chan merinding. Suara tersebut terdengar menyeramkan, apalagi disertai dengan matanya yang berwarna biru.
Sesaat kemudian Yao Chan menyadari bahwa Qin Yun yang ada dihadapannya kini berbeda dengan Qin Yun yang sebelumnya. Yao Chan menyadari bahwa Iblis Biru merasuki tubuh Qin Yun.
Menyadari lawan yang dihadapinya dari bangsa Iblis dengan senjata pusaka iblis, Yao Chan segera memasukan Pedang Pelangi ke dalam Gelang Ruang Dimensinya. Lalu menarik keluar Pedang Dewa Perang dari sarungnya yang tersimpan di dalam gelang tersebut.
Aura hangat yang kuat seketika memenuhi udara diluar benteng Kota Xinan dan menekan aura kematian dari Golok Iblis Biru hingga membuat mata Iblis Biru terbelalak lebar.
"Pedang Dewa Perang" Suara Iblis Biru terdengar bergetar dan raut wajahnya menunjukan kepanikan.
...*****...