
Sementara itu di dunia Moxian, Zhu Yin dan Qing Mi masih terlihat sedang berlatih bersama Xian Chi dan Xian Shi.
Keempat gadis itu kini menjadi jauh lebih dekat dari sebelumnya, mengingat setiap hari mereka selalu bersama.
Qing Mi maupun Zhu Yin, Keduanya tidak mengetahui bahwa Yao Chan telah melangsungkan pernikahan dengan Gong Li dan Xian Mey.
Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing, hanya memberitahu Tabib Xian Niu, Ketiganya merahasiakan hal tersebut dari kedua gadis calon isteri Yao Chan yang lain.
Rasa penasaran menyelimuti hati kedua orang tua Xian Mey itu, Ratu Peri sudah sangat tidak sabar untuk segera meminang cucunya yang dikabarkan akan menjadi penjaga kedamaian Dunia Moxian, kelak di masa depan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Gong Xhun, Ia menyimpan rahasi itu dari adik-adiknya dan tak sabar untuk menanti kedatangan Yao Chan di Dunia Kultiva bersa Keponakannya itu.
***
Seminggu setelah Yao Chan menikahi Gong Li dan Xian Mey, Yao Chan memutuskan untuk segera memulai kultivasinya.
Gong Li dan Xian Mey hanya memandang sayu ke arah tubuh suami mereka yang kini sedang melesat di udara, menuju ke Kristal Dewa yang berbentuk Bintang itu.
Tubuh keduanya terlihat lebih kurus dari saat mereka tiba di Alam Kristal Dewa seminggu yang lalu.
Keduanya merasa enggan untuk berpisah, seandainya mereka tidak memiliki tugas lain, tentu mereka berdua akan ikut serta berkultivasi.
“Li Jie jie … Apakah Chan Gege akan melakukan proses penempaan tulang dan otot lagi?”
Xian Mey bertanya kepada Gong Li dengan suara yang menunjukan kekhawatirannya. Hal itu membuat Gong Li tersenyum. Ia tahu kemana arah pembicaraan Xian Mey.
“Semoga saja tidak, Jika Ia, aku tidak tahu akan sebesar apa saat ia kembali nanti. Bukankah itu akan lebih menyenangkan buat kita?”
Gong Li sengaja tidak mengatakan bahwa Yao Chan akan melakukan penempaan Tulang dan Otot sekali lagi dan untuk yang terakhir kalinya.
Xian Mey terlihat sedih mendengar hal tersebut, Gong Li menatapnya dengan heran, Ia pun menanyakan sebab Xian Mey bersikap demikian.
Gong Li tertawa mendengar jawaban Xian Mey, Isteri kedua Yao Chan itu, merasa tidak mampu memuaskan suaminya, karena begitu mudahnya kalah dalam setiap pertarungan mereka selama seminggu ini.
“Aku akan mengajarimu penempaan otot khusus wanita untuk menaklukannya.”
Gong Li akhirnya menenangkan Xian Mey yang wajahnya seketika berubah ceria. “Jadi itu sebabnya Chan Gege selalu menggeram saat sedang bersamamu?”
Gong Li hanya tertawa dan segera meraih tangan Xian Mey untuk masuk ke Istana Kecil mereka.
Sementara Yao Chan terlihat takjub saat tiba di depan Kristal Dewa. Ia merasakan energi murni begitu banyak bertebaran di udara, dalam radius lima puluh meter dari Kristal Dewa itu.
Yao Chan segera membuka Kitab bersampul Emas, setelah mengeluarkannya dari Gelang Ruang Dimensinya.
Yao Chan tertegun saat membaca halaman pertama dari Kitab tersebut.
Halaman pertama menjelaskan bahwa hanya mereka yang memiliki Tulang Bintang saja yang dapat mempelajari teknik di dalam kitab tersebut.
Yao Chan pun lalu membuka halaman ketiga dimana disebutkan cara untuk menempa Tulang Berlian menjadi Tulang Bintang.
Ia tertegun saat menyadari bahwa penempaan tulang itu akan berlangsung cukup lama. Setidaknya satu bulan penuh.
Ia pun memutuskan untuk kembali dulu dan memberitahu kedua isterinya tentang hal tersebut.
Gong Li dan Xian Mey terlihat sedih mendengar penjelasan Yao Chan saat Ia telah kembali berada di Istana Kecil mereka.
Yao Chan pun segera memeluk kedua isterinya untuk menenangkan hati mereka. Setelah itu Ia pun kembali ke Kristal Dewa dan mencari tempat yang dijelaskan dalam Kitab tersebut.
Yao Chan melesat ke udara dan berada lima ratus meter dari tanah. Tepat di tengah Kristal Bintang setinggi satu kilometer itu, Yao Chan menemukan sebuah kolam berisi air berwarna keemasan.
Segera Ia melesat turun dan berhenti di tepi kolam itu. Ia pun menanggalkan seluruh pakaiannya lalu memasuki kolam dengan hati berdebar.
Yao Chan segera merendam tubuhnya di dalam kolam emas itu, Ia pun merebahkan seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya saja.
Yao Chan mulai bermeditasi, Ia pun mulai menyerap secara perlahan energi yang terkandung dalam kolam emas itu.
Satu hari berlalu, namun Yao Chan masih belum merasakan rasa sakit pada tubuhnya. Di hari kedua Yao Chan mulai merasakan ngilu pada tulang dan seluruh ototnya.
Di hari ketiga Yao Chan pun mulai merasa kesakitan yang semakin kuat mendera tubuhnya. Namun Ia masih bisa menahannya untuk tidak berteriak.
Barulah pada hari ketujuh Yao Chan merasa tidak tahan dengan rasa sakit itu dan mulai berteriak.
Pada sore hari ke tiga puluh, Yao Chan merasa akan kehilangan kesadarannya, seluruh lubang di tubuhnya kini mengeluarkan darah yang sangat banyak.
Air Kolam yang awalnya berwarna kuning keemasan itu sekarang telah jernih, menandakan seluruh energi dalam kolam itu telah terserap dalam tubuhnya.
Air dalam kolam itu kini berubah kembali warnanya, menjadi merah oleh darah Yao Chan yang semakin lama semakin deras keluar dari sembilan lubang di tubuhnya.
Beruntungnya, kecepatan penyembuhan Mutiara Jiwa Naga, mampu mengimbangi kecepatan pergantian darah yang terjadi dalam tubuh Yao Chan.
Seluruh darah merah Yao Chan kini berganti menjadi darah berwarna kuning keemasan.
Yao Chan tidak mengetahu bahwa dirinya kini memiliki tubuh abadi seorang dewa seperti tubuh Dewa Naga yang darahnya berwarna Kuning Keemasan.
Yao Chan akhirnya berhasil mendapatkan Tulang Emas dan Otot berlian yang kekuatannya dua kali lipat dari kekuatan tulang sebelumnya.
Ia pun segera keluar dari kolam dan terkejut mendapati pusakanya bukan hanya jauh lebih besar dan panjang saja. Ia merasakan bagian itu dipenuhi energi yang sangat besar. Membuatnya ingin segera mengetahui keampuhan pusaka tersebut.
Yao Chan Segera membuka Dinding perisai yang meredam suaranya selama satu bulan ini. Ia tidak meyadari bahwa Gong Li dan Xian Mey selalu mengunjunginya setiap pagi dan sore hari.
Seperti sore ini, keduanya ingin memastikan bahwa suami mereka baik-baik saja sekaligus untuk menjemputnya.
Namun sore ini mereka mendapatkan kenyataan mengerikan, saat melihat suami mereka, baru saja keluar dari kolam tempat proses latihannya selama satu bulan ini.
Yao Chan segera mengajak Ke dua isterinya untuk kembali ke Istana Kecil mereka. Ia sudah sangat merindukan keduanya.
Ia pun memeluk Ke dua isterinya itu dan dalam sekajap telah berada di ruangan Gong Li.
Sementara di Awan Dalam Dimensi lain, Dewa Naga dan Dewa tertinggi sedang berbincang.
Sesaat kemudian Dewa Tertinggi meminta Dewa naga untuk menunggunya. Dewa Naga segera saja berada dalam sebuah ruangan Khusus.
Dewa Tertinggi segera mengambil sebuah guci emas kecil, lalu membukanya. Dua Buah cahaya berwarna kuning keemasan segera melesat dan berada di udara.
“Sudah tiba waktu untuk kalian berdua terlahir kembali. Hanya saja, saat ini kalian terlahir sebagai manusia. Bukan lagi makhluk sebelumnya.”
“Terimakasih Yang Agung Dewa Tertinggi”
Dua suara bersamaan terdengar dari dua cahaya itu. Dewa tertinggi tersenyum dan mengibaskan tangannya, membuat kedua cahaya itu seketika menghilang dari pandangannya.
Ia pun tersenyum saat melihat cahaya itu telah berada di pusar ke dua Isteri Yao Chan yang telah tergeletak lemas dengan nafas yang tersengal-sengal.
Kedua Cahaya itu pun kemudian memasuki rahim Gong Li dan Xian Mey secara tak kasat mata.
Masing-masing cahaya, segera bersatu dengan cairan kental berwarna kuning keemasan yang telah berada di sepanjang jalur Dunia Alam Rahim itu.
******
Bagi yang telah masuk Grup Auraga, Besok jam dua belas Siang bersiap-siap ya … akan ada lima pemenang yang mendapat hadiah menarik dari Author, sebagai wujud terimakasih dan penghargaan Author atas kebersamaan kita. Terimakasih
PS: Zhu San Besok Pagi Update lagi ya.