Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
212: Rencana Peri Hitam


Setelah tersadar dari pingsannya, Iblis Hitam duduk termenung dengan wajah lesu, karena menyadari kerusakan pada pusakanya.


Ia pun memandang Peri Hitam dengan raut wajah yang ketakutan. Melihat Iblis Hitam telah siuman, Peri Hitam segera melesat mendatanginya.


“Serahkan Mustika Hati Iblis kepada ku, akan ku biarkan Roh mu kembali ke raga mu, jika tidak …”


Peri Hitam segera mengalirkan energi besar ke tangan kanannya, membuat Iblis Hitam ketakutan dan dengan terburu-buru menyerahkan Mustika Hati Iblis kepada kekasihnya itu.


Peri Hitam tersenyum seraya menimang-nimang mustika ditangannya. Ia pun memberikan kata-kata perpisahan sebelum melesat meninggalkan Iblis Hitam.


“Mulai hari ini kita putus!”


Kata-kata Peri Hitam itu, membuat Iblis Hitam termangu, membenarkan pepatah habis manis sepah di buang, sialnya dialah yang menjadi sepah itu.


Perlahan Iblis Hitam bangkit dan melayang untuk kembali ke raga kasarnya yang masih terbaring di istana Iblis.


Entah bagaimana Ia harus menjelaskan kepada Ratu Iblis nanti, jika dirinya telah gagal mendapatkan Mustika Hati Iblis milik Raja En Mo.


“Semoga Ratu Iblis masih bermeditasi, sehingga Aku bisa segera melarikan diri dari istana dalam keadaan hidup-hidup.”


Sementara itu, Peri Hitam terlihat senang saat terbang melayang dengan sayapnya ke tempat raga aslinya berada.


Ia pun terus berbincang-bincang dengan Roh Keji Han Mo yang akan terlahir dalam tubuh janin yang ia kandung dalam rahimnya itu.


Dari Han Mo juga Peri Hitam mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang Ibu dalam waktu kurang dari enam bulan.


Hal itu disebabkan karena Energi murni yang terdapat dalam Mustika Hati Iblis itu. Peri Hitam terkejut saat mengetahui bahwa Mustika Hati Iblis sebenarnya adalah milik Han Mo di masa lima ribu tahun lalu.


Mustika itu, membantu Han Mo menjadi sangat kuat serta memiliki kemampuan yang menurutnya telah setara dengan Dewa Naga.


Seandainya Dewa Naga tidak memiliki Pusaka sebuah Tombak Sakti yang dapat membunuh dan menyegel Roh, mungkin ia tidak akan bisa dikalahkan oleh Dewa itu.


Lagi-lagi Peri Hitam terkejut mendapati informasi dari sosok Roh Keji itu. Ia pun menjadi gembira mengetahui bahwa kekuatan bayinya nanti sangat besar.


Sebuah harapan terbentang di mata Peri Hitam akan tujuannya bertahan hidup, membunuh Ratu Peri Xian Xing dan menjadi penguasa Pohon Abadi Xian Fun Da Shi.


Han Mo, sosok Roh Keji itu hanya tersenyum licik melihat pikiran Peri Hitam yang Ia panggil “Bunda” itu.


“Kau akan menjadi Ratu Bangsa Peri selama kau menuruti keinginan ku dan menjadi budak ku, Peri Bodoh.“


Han Mo berkata demikian dalam benaknya, Ia tidak bisa menyuarakan hal tersebut karena setiap kata yang Ia ucapkan, akan terdengar dalam pikiran Peri Hitam.


Setelah terbang dengan kekuatan penuhnya yang kini telah tinggi, Peri Hitam pun akhirnya tiba di sebuah hutan, tempat di mana Raga Aslinya berada hanya dalam waktu tiga jam saja.


Ia pun melesat ke arah dimana sebuah goa berada dan tersembunyi di balik semak tinggi yang rimbun.


Ia memasuki goa tersembunyi itu dengan hati berdebar-debar. Senyumnya terkembang ketika melihat raga aslinya yang masih terbaring di tempatnya semula.


Ia pun segera merapal mantera untuk kembali menggunakan Teknik Melepas Roh Membekukan Raga.


Rohnya pun perlahan merasuki Tubuh kasarnya yang terasa dingin itu.


Secara perlahan pula suhu Tubuh Kasar Peri Hitam meningkat dan menjadi hangat seiring selesainya Ia memasuki Tubuh Kasarnya tersebut.


Peri Hitam memutuskan untuk tetap berada dalam goa itu setidaknya selama seminggu, Ia ingin membiasakan tubuhnya dengan kekuatan baru yang berasal dari Roh Han Mo itu.


Setelah itu ia akan mendatangi Pohon Abadi Xian Fun Da Shi dan membuat perhitungan dengan Ratu Peri Xian Xing demi membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.


**


Ia langsung menemui Panglima Iblis Hen Mo yang menugaskan dirinya dan keempat saudaranya untuk mengambil Mustika Hati Iblis di Dunia manusia.


Mendapati laporan Kegagalan Iblis Hitam mendapat Mustika Hati Iblis itu, membuat Panglima Iblis Hen Mo menjadi Murka.


“Bagaimana bisa kau dikalahkan oleh Peri bodoh itu, bukannya kekuatan mu jauh diatas kekuatannya?”


Pertanyaan Panglima Iblis Hen Mo membuat Iblis Hitam yang telah berada dalam tubuh kasarnya lagi, menjadi kebingungan.


Ia tidak ingin menceritakan bahwa dirinya telah melanggar aturan terlarang Dunia Moxian.


Namun mendapati Aura kekuatan Panglima Iblis Hen Mo terpancar dari tubuhnya, membuat Iblis Hitam menelan ludah.


Walau kekuatannya telah meningkat pesat, namun masih berada dua tingkat di bawah Kekuatan Panglima Iblis itu.


Hal itu membuatnya mengatakan hal yang sesungguhnya tentang apa yang ia lakukan bersama Peri Hitam sampai pada Peri itu merebut Mustika Hati Iblis dari tangannya.


Panglima Iblis Hen Mo sangat terkejut mendengar penjelasan Iblis Hitam, Ia ingin sekali menghantam kepala anak buahnya itu hingga rohnya pun hancur berkeping-keping.


Namun sebuah Aura kekuatan lain yang jauh lebih besar, menindih Aura kekuatan miliknya. Hal itu membuatnya membatalkan niatan untuk membunuh Iblis Hitam.


“Panglima Hen Mo, apa yang terjadi hingga kau mengerahkan kekuatan mu sedemikian rupa?!”


Suara lantang Ratu Iblis terdengar sesaat setelah Tubuhnya melesat memasuki Ruangan Aula dan menduduki Tahtanya.


Panglima Iblis Hen Mo, Iblis Hitam dan seluruh pasukan Elit yang ada di aula tersebut segera memberi hormatnya kepada sang Ratu Iblis tersebut.


Dengan suara bergetar menahan marah kepada Iblis hitam, Panglima Iblis Hen Mo menceritakan tentang apa yang terjadi dengan mengulang penjelasan Iblis hitam.


Wajah Ratu Iblis itu berubah kelam setelah Panglima Iblis Hen Mo selesai dengan penjelasannya.


Ia pun menatap Iblis Hitam yang kini tubuhnya terlihat telah menggigil ketakutan.


Rasa marah dan kesal karena tidak bisa membebaskan suaminya yang tersegel oleh Dewa Naga, membuat Ratu Iblis sangat murka.


Ia pun melesat cepat ke arah Iblis Hitam, lalu sedetik kemudian leher Iblis Hitam telah berada dalam cengkraman tangannya dan mengangkat tubuh iblis Hitam cukup tinggi.


“Katakan di mana Peri itu sekarang berada? Cepat katakan atau Aku akan membunuh mu dengan cara yang tak pernah kau inginkan!”


Iblis Hitam yang telah berada di puncak ketakutannya hanya menyeringai, tentu saja ia tidak bisa berkata-kata karena lehernya berada dalam cengkraman Ratu Iblis itu.


Iblis Hitam hanya diam pasrah, sekalipun Ia mengetahui tempat tubuh kasar kekasihnya itu, Ia tidak akan mengatakannya.


Menyadari bahwa hidupnya tak lama lagi, Iblis Hitam memejamkan matanya, mengingat wajah sang kekasih untuk yang terakhir kalinya.


Ratu Iblis menjadi geram mendapati senyum di bibir Iblis hitam yang tidak mau mengatakan dimana beradanya Peri itu.


Ia pun meledakan energi nya, telapak tangan yang menggengam leher Iblis Hitam, mengeluarkan api berwarna biru.


Tanpa teriakan kesakitan, hanya menyunggingkan senyumnya, Iblis Hitam pun tewas.


Tubuhnya yang menjadi abu karena terbakar api biru yang sangat panas itu, hanya menyisakan trisula Hitamnya.


Tubuh dan Roh Iblis Hitam sirna dari kehidupan Dunia Moxian untuk selamanya, tanpa bisa Ia bereinkarnasi kembali.


*****