Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
210: Menyiapkan Ramuan Pembesar


Setelah Yao Chan menyimpan Tombak Pemusnah Roh ke dalam Gelang Ruang Dimensinya, ia pun mengelus kepala Serigala Angin yang terlihat membalasnya dengan menggerak-gerakan kepala ke arah tubuh Yao Chan.


Xian Bun Sang Raja Peri, memandang Yao Chan dengan berbagai pikiran yang tak menentu di dalam kepalanya.


Ia mengetahui bahwa awalnya Yao Chan adalah manusia pilihan Dewa, hanya saja entah apa sebabnya ia tiba-tiba berubah menjadi manusia yang sangat keji dan jahat.


Dengan satu harapan bahwa kesalahan masa lalunya tidak terulang lagi, Raja Peri Xian Bun mengubah sikapnya kepada Yao Chan.


“Pendekar Muda maafkan atas sikap kami sebelumnya, semua itu terjadi atas apa yang kami alami di masa lalu, ku harap engkau memaklumi sikap kami yang tidak sopan kepada mu yang datang untuk membantu kami menghadapi ancaman dari Bangsa Iblis.”


Setelah berkata demikian, mereka pun kembali duduk seperti semula.


Pembicaraan pun dilanjutkan tentang Han Mo, Sosok Dewa Iblis yang kini telah bersemayam dalam janin di perut seseorang, yang dalam waktu satu tahun lagi akan lahir dan segera mewujud remaja hanya dalam waktu sehari saja.


“langkah pertama kita adalah membuat tubuh mereka menjadi sebesar tubuh kita. Untuk itu, aku ingin Kakek Xian Niu untuk membuat Ramuan Pembesar bagi para manusia bumi ini.”


Sosok Kakek Xian Niu mengangguk namun sedetik kemudian ia berkata yang membuat Raja Xian Bun menghela nafas panjang.


“Aku akan membuatnya, namun kita masih kekurangan satu bahan lagi. Yaitu cairan dari Bunga Air Mata Pengantin yang hanya berada di Lembah Hou Gu.”


Semua bangsa Peri yang hadir terkejut mendengar nama Lembah Hou Gu, selain jaraknya yang sangat jauh, lembah itu dijaga oleh Siluman Gorila Api.


Dahulu mereka pernah mendapatkan cairan yang berada di kelopak bunga tersebut setelah Raja Siluman Gorila Api mengizinkan mereka mengambilnya dengan menukar sepuluh Buah dari Pohon Abadi.


Pohon Abadi Xian Fun Da Shi memang memiliki buah, hanya saja pohon tersebut berbuah dalam seratus tahun sekali. Dan jumlahnya pun hanya sepuluh buah saja.


Buah dari Pohon Abadi itu, memilki energi yang sangat kuat yang terkandung didalamnya.


Semakin sedikit buahnya, semakin kuat energi yang terkandung di dalamnya. Dan saat ini, Pohon Abadi hanya memiliki lima buah saja dan akan matang dalam waktu satu bulan lagi.


“Kita tidak mungkin menunggu satu Bulan lagi bukan? Sedangkan Raja Gorila Api, tidak akan mengizinkan kita mengambil cairan kelopak Bunga itu, jika kita hanya membawa lima buah saja.”


Suara Peri Xian Xing terdengar putus asa, hal yang sama juga dirasakan oleh Raja Peri Xian Bun dan Kakek Tabib Xian Niu.


Hanya mereka bertiga yang pernah bertemu dengan Raja Siluman Gorila Api yang memiliki kekuatannya di atas mereka bertiga.


Saat semua orang terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing, terdengar suara yang membuat mereka semua terkejut, Sosok serigala Angin terdengar berbicara kepada Yao Chan.


“Bos Muda, kita datangi saja si Gorila Api itu dan kita minta ia memberikan cairan dari bunga itu, kalau ia menolaknya biar aku yang akan mengurusnya.”


Dengan Sombongnya Serigala Angin berkata demikian membuat ia mendapat tatapan heran dari Ketiga tokoh bangsa Peri tersebut.


“Sekuat apa Serigala Angin ini, hingga ia berani berkata se sombong itu.”


Xian Bun tentu saja tidak mengatakan hal itu dengan bibirnya. Hal yang senada juga di katakan Yao Chan dalam benaknya.


“Bos Muda, memangnya kau memiliki Bos tua?”


“Dewa Tertinggi adalah Bos Tua ku, Ia memerintahkan aku memanggilmu begitu.”


Serigala Angin menjawab dengan nada malas saat ia telah mengetahui kekuatan Yao Chan yang dimatanya masih lemah.


Tidak ada yang menyanggah perkataan Serigala Angin lagi setelah ia menyebutkan kata Dewa Tertinggi.


Raja Peri Xian Bun pun segera mengajak Yao Chan untuk segera menuju ke Lembah Hao Gu yang akan memerlukan waktu tiga hari tiga malam di tempuh dengan terbang kecepatan penuhnya.


Mengingat perjalanan itu sangat berbahaya, Raja Xian Bun meminta hanya Ia dan Yao Chan serta Serigala Angin Saja yang berangkat.


Yao Chan pun menyetujui hal itu, Ia pun berpamitan kepada ke empat gadis calon isterinya tersebut.


Saat Yao Chan berpamitan kepada Xian Mey, Raja Peri Xian Bun menemukan sesuatu dari sikap tidak biasa yang ditunjukan oleh Puteri pertamanya itu.


Ia pun memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada Xian Mey sekembalinya ia dari Lembah Hou Gu.


“Bos Muda, kau terlalu meremehkan Aku. Bagaimana kalau kita beradu kecepatan saja?”


Yao Chan tertegun mendengarnya, ia pun memegang telinganya untuk memastikan tidak salah mendengar.


Raja Xian Bun segera mengajak keduanya menuju halaman, semakin cepat mereka mendapatkan cairan tersebut akan semakin baik.


Ketiganya melesat ke udara diiringi tatapan kekhawatiran dari mereka yang mengantar hingga ke halaman Aula Istana itu.


Saat jarak mereka telah satu kilometer dari Pohon Abadi Xian Fun da Shi, serigala Angin kembali melakukan hal yang membuat mereka terkejut.


Yao Chan melesat mengikuti kecepatan terbang Xian Bun yang menggunakan sayap di punggungnya itu.


Saat Yao Chan meminta Raja Peri Xian Bun untuk terbang lebih cepat lagi, ia mendapat jawaban yang membuatnya tersenyum kecut.


Sementara Serigala Angin mendengus Kesal, sedetik kemudian tubuhnya telah berada dua kilometer di depan mereka berdua.


“Kecepatan yang luar biasa.”


Yao Chan berdecak kagum melihat hal itu, karena ia hanya mampu menempuh jarak setengahnya dalam waktu yang sama. Sementara Raja peri Xian Bun terpana dengan mulut terbuka lebar melihat kecepatan yang ditunjukan oleh Serigala Angin itu.


Mereka pun tiba di dekat Serigala Angin yang berhenti dan menatap mereka dengan pandangan meremehkan Yao Chan.


“Bagaimana Bos dengan kecepatan ku tadi?”


Suara Sombong Serigala Angin menyambut keduanya setelah berhenti di hadapan Makhluk Peliharaan Dewa Tertinggi itu.


“Huh … jika aku mengerahkan kekuatan penuh ku mungkin aku hanya tertinggal seratus meter di belakang mu.”


Yao Chan Sedikit berbohong untuk membuat Serigala Angin itu tidak lagi bersikap sombong.


Namun diluar dugaannya, Serigala Angin malah bersikap sebaliknya.


“Jika begitu, aku ini makhluk tercepat di jagad ini setelah Bos Tua. Aku tadi hanya menggunakan setengah dari kecepatan penuh ku.”


Raja Peri Xian Bun menjadi bengong di buatnya, sementara Yao Chan menelan ludahnya mendengar perkataan itu.


Serigala Angin akhirnya memutuskan agar mereka naik ke punggungnya saja. Hal itu ia Katakan setelah mengubah Wujudnya menjadi setinggi lima belas meter.


Raja Peri Xian Bun dan Yao Chan segera melesat dan duduk diatas Punggung Serigala putih itu.


Yao Chan segera memasang perisai udara agar mereka tidak kesulitan bernafas atau terhempas saat Serigala Angin melesat dengan kecepatan penuhnya menuju arah yang disebutkan oleh Xian Bun.


Jarak empat kilometer hanya ditempuh dalam waktu satu detik oleh Serigala Angin, sementara Xian Bun membutuhkan setidaknya satu menit untuk jarak sejauh itu.


Perjalanan tiga hari tiga malam itu, berhasil di tempuh oleh Serigala Angin dalam waktu kurang dari lima jam saja.


Serigala Angin melambatkan gerakannya saat jarak mereka kurang dari lima kilometer dari Lembah Hou Gu, setelah Yao Chan dan Xian Bun turun dari punggungnya, Serigala Angin segera kembali ke wujudnya semula dengan tinggi satu meter.


Ketiganya segera terbang merendah, dan saat jaraknya kurang dari satu kilometer lagi, sebuah Aura kekuatan yang besar tiba-tiba memenuhi udara.


Tubuh Xian Bun bergetar saat mengenali Aura kekuatan itu, dirinya tidak menduga jika Raja Siluman Serigala itu memiliki kekuatan yang jauh diatasnya.


“Sepertinya tidak mudah untuk menaklukan Raja Gorila Api ini. Kekuatan yang ia miliki setidaknya sama dengan ku saat ini.”


Yao Chan berkata dalam benaknya saat Aura itu menerpa tubuh mereka bertiga. Sementara Serigala Angin menyeringai kesal.


“Huh … Dasar Gorila bodoh, dengan kekuatan selemah ini mau bersikap sombong di hadapan ku. Awas kau nanti!”


******