Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
286: Pertarungan Tingkat Tinggi II


Yao Chan menjadi waspada ketika melihat dari tubuh Bhu Kin, menghembuskan angin energi yang sangat besar.


Tubuh yang kini menjadi kekar itu, tiba-tiba berputar dengan cepat sehingga tercipta hembusan angin topan yang menerjang tubuh Yao Chan dengan hebatnya.


Yao Chan mencoba bertahan dari terpaan Angin itu dengan menjejakan kakinya lebih kuat dan dalam.


Namun semakin lama terpaan angin itu semakin menghebat. Membuat tubuhnya menjadi oleng dan terlempar ke udara sejauh seratus meter lebih sedikit.


Sesaat kemudian, Yao Chan berhasil menguasai dirinya. Matanya melotot lebar saat melihat ke tubuh Bhu Kin yang kini setinggi lima meter.


“Pantas saja energinya meningkat, Ia bisa memperbesar tubuhnya hingga seperti itu.”


Yao Chan berkata demikian dalam benaknya saat ia menemukan energi Bhu Kin sekarang lebih besar dari sebelumnya.


Yao Chan pun kembali mendekati lawan yang telah berhenti memutar tubuhnya. Sementara hembusan angin topan yang dahsyat itu ikut pula berhenti.


HEAAAHH


Saat Yao Chan telah mendekati dirinya, Tiba-tiba Bhu Kin berteriak keras. Sesaat kemudian dari kedua telapak tangannya yang besar, keluar pusaran angin tornado yang bergulung-gulung secara mendatar.


Yao Chan yang terkejut, segera mengeluarkan Jurus Auman Naga, karena melihat gulungan Angin itu seperti pusaran energi yang keluar dari energi suaranya.


Dua energi yang bergulung itu saling berbenturan di udara. Sesuatu yang di luar dugaan Yao Chan pun terjadi.


Energi suara dari Jurus Auman Naga itu, menggulung pusaran angin tornado itu dan membuat Bhu Kin berteriak-teriak dalam bahasa yang tak dimengerti oleh Yao Chan.


Namun walau tak memahami apa maksud teriakan Bhu Kin, Yao Chan menyadari bahwa energi suaranya membuat Wajah Bhu Kin terlihat ketakutan.


Akhirnya Yao Chan menyadari sesuatu, Ia pun menghentikan teriakkannya, setelah Pusara Angin Tornado dari tangan lawannya lenyap tak berbekas.


Mata Bhu Kin melotot lebar sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangan.


Yao Chan tersenyum saat mengetahui mata melotot itu karena rasa takut pada dirinya. Bukan karena rasa marah.


“Jadi kelemahanmu adalah energi suara ya? Baiklah kalau begitu akan kuberi sebanyak yang kau tak mau.”


Yao Chan segera mengalirkan sejumlah besar energi qi ke arah paru-parunya. Ia berteriak lebih kuat dari sebelumnya dengan rahang yang terbuka lebar.


Wajah Bhu Kin menjadi pucat pasi saat gelombang suara yang memiliki energi besar itu, melesat cepat ke arah tubuhnya.


Ia pun melesat ke udara untuk menghindari energi suara yang bergulung-gulung bagai pusaran angin tornado itu. Namun pusaran energi itu meliuk dan bergerak mengejar dirinya.


Hon Ji terkesiap melihat jurus yang digunakan Yao Chan. Sementara Dewa Naga tertegun melihat keahlian Yao Chan dalam menggunakan jurus yang Ia ciptakan itu.


“Bagaimana cara dia mengendalikan energi suara itu?” Dewa Naga bertanya-tanya dalam benaknya.


Ia yang menciptakan jurus itu, tetapi tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Yao Chan saat ini.


Sementara itu, Bhu Kin terlihat telah mengeluarkan Kipas Hitam yang tadi Ia masukan ke dalam Gelang Ruang Dimensinya.


Dengan sekuat tenaganya, Bhu Kin lalu mengibaskan Kipas Hitam itu. Seberkas energi Angin yang besar, melesat dan menderu ke arah pusaran Energi Suara itu.


BRUSSHH


Energi Angin dari Kipas Hitam menghilang di telan Pusaran Energi yang kini semakin membesar itu.


Bhu Kin terkesiap melihatnya, Ia pun segera melesat menjauhi Pusaran Energi Suara yang terus saja mengejarnya.


“Ji Hon !! rueka iturase jigonge!”


Bhu Kin berteriak memanggil Hon Ji saat Ia melesat ke arah rekannya itu dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan.


Hon Ji yang semula terkesiap melihat jurus yang dikeluarkan oleh Yao Chan, segera tersadar oleh teriakan rekannya itu.


“Buu Ukh Sen nean!!”


Setelah berteriak dengan bahasa asli ras bangsanya itu, rambut Hon Ji tiba-tiba meliuk. Sesaat kemudian, melesat kobaran api yang sangat besar ke arah Pusaran Energi Suara itu.


BLAAAAMM


Dentuman sangat keras pun menggelegar saat dua energi itu bertemu.


Udara berfluktuasi sangat hebat. Bahkan langit Alam Dimensi Buatan, bergetar oleh energi ledakan kobaran Api dan Pusaran Energi Suara itu.


Tubuh Yao Chan terdorong mundur tiga meter dengan kerongkongan yang sedikit terasa sakit.


Sementara tubuh Hon Ji terpental puluhan meter dan menyemburkan darah berwarna merah seperti lava gunung berapi dari mulutnya.


Beberapa helai rambut apinya terlihat jatuh melayang dengan api yang masih menyala. Bhu Kin segera mendekati rekannya itu.


Keduanya terlihat berbincang-bincang, lalu sesaat kemudian Bhu Kin mengeluarkan dua buah bola energi merah kehitaman yang tadi Ia telan.


Hon Ji menerimanya dan segera menelan dua bola energi itu tanpa ragu lagi. Sesaat kemudian Aura kekuatan Hon Ji perlahan meningkat.


BRUSSSHHH


Aura Pendekar Dewa Sejati Level tujuh segera terpancar kuat dari tubuh Hon Jin. Yao Chan mengerutkan dahinya melihat hal itu.


Kedua orang dari alam semesta lain itu, segera melesat ke arah Yao Chan. Kini jarak keduanya dengan Yao Chan terpaut sejauh lima belas meter saja.


Hon Ji yang bertubuh lebih kecil dari tubuh Bhu Kin yang sangat kekar itu, berada dua meter di depan rekannya.


Keduanya terlihat akan memberikan serangan gabungan dengan dua elemen yang mereka kuasai itu.


Jantung Yao Chan kembali berdebar-debar saat menebak jurus aneh apalagi yang akan digunakan oleh kedua lawannya itu.


Dari pertarungan sebelumnya, Yao Chan pun mendapat dugaan akan seperti apa jurus gabungan tersebut.


Ia pun segera mengalirkan energi qi nya ke kedua telapak tangannya. Sementara sebagian energi lain, Ia alirkan ke arah paru-parunya.


Hon Ji dan Bhu Kin menyeringai setelah menarik nafas dalam-dalam. Tiba-tiba saja rambut Api Hon Ji berdiri tegak dengan api yang berkobar sangat besar.


Sementara Bhu Kin yang berada di belakang Hon Ji, telah memasukan Kipas Hitamnya. Lalu Ia memutar kedua lengannya dengan telapak tangan yang terkembang.


Di kedua telapak tangan Bhu Kin kini timbul dua angin tornado yang perlahan membesar dan mulai menggulung Api dari rambut Hon Ji.


Yao Chan tersenyum saat menyadari bahwa dugaannya ternyata benar.


HEAAAAHHH!!


HEAAAAHH!!


Keduanya berteriak nyaris bersamaan dan sesaat kemudian terciptalah dua Angin Tornado Api yang sangat besar dan menderu dengan cepat ke arah Yao Chan.


Yao Chan segera berteriak dengan Jurus Auman Naga dan Jurus Tapak Naga Es. Pusaran Energi Suara Auman Naga, kini bersatu dengan energi dingin dari Tapak Naga Es.


Kedua Pusaran Energi itu, kini melesat berlawanan arah untuk saling berbenturan.


BLAAAAMMM


Suara Menggelegar kembali terdengar saat kedua energi itu saling bertemu. Dua buah bola energi yang berbeda elemen itu, kini terlihat saling dorong mendorong untuk menghantam tubuh lawannya masing-masing.


*****