Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
233: Pernikahan Yao Chan


Dengan memeluk erat tubuh Xian Mey dan Gong Li, Yao Chan segera melesat lebih cepat, saat merasakan lorong gerbang dimensi di belakangnya, mulai runtuh dan menghilang.


Namun semakin mendekati ujung lorong, Ia merasakan tubuhnya serta beban kedua tubuh gadisnya itu, semakin terasa berat.


Dengan mengerahkan segenap energi qi-nya, Yao Chan pun akhirnya tiba di ujung lorong yang menghantarkannya pada sebuah tempat yang membuatnya terpana.


“Bagaimana bisa ada benda seperti itu di tempat seperti ini? Apakah ini Kristal Dewa itu?”


Ketiganya menatap takjub pada apa yang satu kilometer, berada di hadapan mereka.


Apa yang dilihat oleh mereka adalah sebuah Bintang yag bercahaya terang dengan ketinggian satu kilometer.


Terlihat ribuan butiran butiran cahaya sebesar rumah mengambang di sekitar tempat itu.


“Chan Gege … Kenapa tubuhku terasa sangat berat sekali?”


Xian Mey dan Gong Li terkejut saat Yao Chan, menurunkan mereka dari pelukannya. Tubuh mereka serasa sepuluh kali lipat lebih berat dari sebelumnya.


Gong Li masih mampu berjalan normal setelah mengerahkan delapan puluh persen energi qi-nya.


Sementara Xian Mey harus mengerahkan seluruh energinya untuk dapat berbuat seperti seperti Gong Li.


‘Entahlah, tekanan udara disini sangat berat sekali, tempat yang aneh dengan benda yang aneh pula.”


Saat keduanya tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, tiba-tiba saja sebuah cahaya keemasan sebesar bukit kecil melesat kearah mereka dengan sangat cepat.


Ketiganya segera saja bersiaga, namun apa yang terjadi kemudian membuat ketiganya kembali menjadi takjub.


Awalnya mereka menduga itu adalah Dewa Naga, namun saat cahaya itu meredup dan menampakan sosok setinggi sepuluh meter, membuat keduanya segera saja berlutut.


“Mungkinkah ini Dewa Tertinggi?” Dalam benaknya, Yao Chan menduga siapa sosok tersebut.


Tubuh Yao Chan dan kedua gadisnya bergetar hebat sesaat kemudian. Sosok Dewa tertinggi, pernah mereka dengar sebelumnya dari Dewa Naga.


Aura yang sangat hangat namun sangat menyejukkan, seketika memenuhi udara di sekitar mereka, saat sosok tersebut mewujud nyata sepenuhnya.


“Anak Manusia bernama Yao Chan, selamat datang di Alam Kristal Dewa. Ini akan menjadi tempat mu untuk berlatih, Kuasailah segala jurus dan teknik yang terdapat dalam kitab ini.”


Sosok yang diselimuti cahaya kuning keemasan itu, berkata seraya melambaikan tangannya.


Lalu dihadapan mereka muncul sebuah kitab yang bersampul kuning keemasan yang besar.


Kitab Emas itu perlahan-lahan melayang mendekati Yao Chan yang segera saja menerimanya dengan kedua tangan.


Sebuah energi sejuk merasuki tubuh Yao Chan yang mengalir dari Kitab itu melalui kedua tanganya yang bersentuhan langsung dengan sampulnya.


“Terimakasih atas anugerahnya ini Yang Agung Dewa Tertinggi.”


Yao Chan segera memberikan kata-katanya sekaligus untuk memastikan bahwa sosok tersebut, Dewa Tertinggi atau bukan.


Dewa Tertinggi tersenyum, saat mengetahui bahwa dalam benak Yao Chan, timbul pertanyaan untuk meastikan bahwa dirinya adalah Tuan Pemilik Serigala Angin.


“Aku memang Dewa Tertinggi, begitulah Shen Long dan Serigala Angin memanggilku. Tentunya Serigala Angin telah menyampaikan pesanku, hingga mereka berdua berada disini, bukankah begitu?”


Yao Chan mengangguk dan membenarkan perkataan Dewa Tertinggi itu.


Pernyataan Dewa Tertinggi itu, membuat kedua gadis tersebut akhirnya menyakini, bahwa perkataan Yao Chan tadi, bukanlah alasan agar bisa menggauli mereka berdua.


Sesaat tadi mereka sempat tidak percaya perkataan Yao Chan dan menganggapnya hanya kejahilannya saja.


Menyadari kebenaran akan perkataan Yao Chan sebelumnya, tubuh mereka kembali menjadi bergetar dengan wajah pucat.


Dewa Tertinggi yang mengetahui apa yang ada di benak kedua gadis tersebut, Seketika tertawa kecil.


Yao Chan memandang heran ke arah Dewa Tertinggi yang disadarinya bisa membaca pikiran manusia itu.


“Kalian berdua jangan takut akan hal itu, itulah alasan kenapa dibuat tidak runcing, agar tidak membunuh kalian berdua. Apakah aku perlu mengecilkannya?”


Dewa Tertinggi sengaja berkata demikian untuk menenangkan kedua gadis itu. Yang jawaban keduanya membuat tersenyum.


“Tidak …”


“Jangan ..”


Keduanya menjawab dengan cepat dan nyaris bersamaan, membuat Yao Chan bengong dan terlihat bingung karena tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan.


Setelah berkata demikian, Tubuh Dewa tertinggi tiba-tiba saja Hilang dari pandangan.


Satu detik kemudian, Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing, muncul dihadapan mereka dengan raut wajah kebingungan.


Tidak sampai Lima detik, Dewa Tertinggi telah muncul membawa raganya dan seorang laki-laki yang memiliki kemiripan wajah dengan Gong Li.


“Xhun Gege … “


Ada banyak kata yang ingin Gong Li ucapkan, namun tiba-tiba saja tubuh rohnya itu, terseret masuk ke dalam Raga aslinya yang dalam posisi berdiri dengan mata yang terpejam.


Sesaat kemudian Gong Li telah berada di tubuh aslinya. Ia pun segera membuka matanya dan menyadari tubuhnya kini setinggi tiga meter, begitu pun dengan tinggi tubuh Kakaknya, Gong Xhun.


Ke enam orang tersebut kembali berlutut, Dewa Naga pun lalu menjelaskan tujuannya mengundang ketiga orang tersebut ke Alam Kristal Dewa.


Wajah Ceria dan takjub diperlihatkan oleh Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing. Keduanya sangat bahagia mendengar apa yang disampaikan oleh Dewa Tertinggi.


Namun hal yang berbeda di alami oleh Gong Xhun. Saat Ia melihat wajah calon suami adiknya itu, seketika kemarahan mengalir dalam tubuhnya.


“Kau !!! … Kau Yuan Long Si Tangan Seribu Naga itu bukan? Aku akan membunuhmu karena telah membunuh Ayah dan Ibu mertuaku, Xiang Yan dan Isterinya!!”


Setelah berkata demikian, Gong Xhun Mengerahkan seluruh kekuatannya yang menunjukan dirinya di Level empat Pendekar Dewa.


Namun sesaat kemudian, Tubuh Gong Xhun terjatuh dan membuatnya bersujud tanpa Ia kehendaki. Membuatnya kebingungan dengan apa yang terjadi pada dirinya.


“Dinginkan kepalamu, saat Yuan Long membunuh Xiang Yan, kau belum menikahi Xiang Yimin. Tidak ada alasan bagimu untuk membunuhnya, Karena Dewa Naga telah kuperintahkan untuk membunuh Sisi Jahat Yuan Long. Pemuda yang kau lihat sekarang adalah Sisi baik dari Yuan Long.”


Dewa Tertinggi berkata dengan suara datar dan dingin. Hanya dengan menggerakan dua jarinya saja, Gong Xhun bisa terbunuh bahkan Tiga Dunia pun bisa berakhir dalam sekejap karenanya.


Tubuh Gong Xhun terlihat menggigil hebat, Gong Li segera menghampiri Kakaknya.


Sementara Yao Chan terlihat bersedih hati, mengingat bagaimana dengan kejamnya, Ia membunuh Xiang Yan dan isterinya hingga tubuh keduanya hancur seperti debu.


“Kakak jangan bersikap Arogan di Hadapan Dewa tertinggi, Cepat mohon ampun kepadanya.”


Gong Li menangis saat Ia tidak bisa membangunkan kakaknya yang tengah bersujud itu. Seolah ada batu besar menindih punggung Sang Kakak.


“Memerintahkan Dewa Naga, Dewa Tertinggi?”


Gong Xhun berbicara dalam benaknya, mendengar ucapan Gong Li, saat itulah Ia menyadari dengan siapa Ia berhadapan, segera saja Ia berkata dengan Suara yang bergetar.


“Dewa Tertinggi, Mohon Ampuni Aku, Aku sangat bodoh, sehingga tidak mengetahui di hadapan siapa Aku berbicara sekasar tadi.”


Dewa Tertinggi tersenyum mendengarnya, Lalu Ia mengedipkan matanya, saat itu Juga Gong Xhun merasakan tubuhnya kembali ringan seperti sebelumnya.


“Terimakasih telah mengampuni ku Dewa Tertinggi”


Gong Xhun segera bersujud sebanyak tiga kali kepada Dewa tertinggi.


Merasa tidak ada permasalahan lagi, akhirnya prosesi pernikahan Yao Chan dengan Gong Li dimulai. Setelah itu Prosesi Pernikahan Xian Mey dan Yao Chan pun di langsungkan.


Dewa tertinggi kemudian menghadiahkan sebuah kediaman yang menyerupai Istana Kecil tak jauh dari tempat mereka berada.


Akhirnya waktu untuk Raja Peri Xian un dan Ratu Xian Xing untuk kembali ke Dunia Moxian Tiba. Ratu Xian Xing kembali mengingatkan Xian Mey untuk patuh kepada suaminya.


Tubuh Kedua orang tuanya menghilang begitu saja dari pandangan mata mereka dan kembali berada di dunia Moxian.


Sementara Gong Xhun meminta waktu sebentar untuk berbicara berdua dengan Yao Chan yang kini telah menjadi Adik Iparnya itu.


“Li’er adalah adik perempuanku satu-satunya, Ia Permata bagi keluarga Gong. Jika aku mendengar kau berbuat kasar padanya, Aku akan datang pada mu dan membunuhmu! Ingat jangan pernah menyakitinya hingga membuat kulitnya berdarah, kau akan berhadapan denganku nantinya.”


“Tidak Xhun Gege … Aku berjanji akan menjaga permata Keluarga Gong, seperti aku menjaga ayah dan ibuku. Terimakasih telah merestui kami berdua.”


Gong Xhun menepuk bahu Yao Chan seraya tersenyum, karena menyadari akan segera memiliki seorang keponakan, dimana kelak akan menjadi penguasa Dunia Kultiva.


Setelah kepergian Gong Xhun dan Dewa tertinggi, Yao Chan terduduk saat menyadari sesuatu yang membuatnya menjadi lemas seketika.


“Ah kenapa aku begitu bodoh tadi, bagaimana aku bisa punya anak jika tidak menyakiti dan membuat Li’er berdarah terlebih dahulu? Benar-benar bodoh!”


Yao Chan menggerutu seraya meremas rambutnya dengan kedua tangan. Hal itu karena Ia telah berjanji yang tidak bisa Ia tepati.


Ia pun segera mengajak Kedua isterinya itu memasuki kediaman mereka untuk segera memulai melanggar janjinya pada Gong Xhun.


*****