
Setelah berhasil memulihkan diri, Iblis Hitam dan yang lainya segera mengembalikan kesadaran pada pemilik tubuh masing-masing.
Song He terlihat senang setelah mengetahui bahwa Iblis Hitam akan membantunya menyerang kekaisaran Wu dengan membuat prajuritnya menjadi dua hingga tiga kali lebih kuat dari sebelumnya.
Hal itu di katakan oleh Iblis Hitam bahwa ia akan memberikan kekuatan kepada Prajurit Song dengan sebuah cara yang belum pernah diketahui oleh manusia di dunia ini.
Hanya saja untuk bisa menggerakan hampir dua ratus ribu Prajurit Song tidaklah mudah. Hanya Kaisar Song Yu yang bisa melakukan hal tersebut. Untuk itulah song He mengajak ke tiga rekannya untuk segera berangkat ke Istana Kekaisaran Song menemui Ayahnya.
Mereka berempat berangkat malam itu juga dengan membawa Siluman Singa yang tubuhnya seukuran kucing kecil. Siluman Singa sengaja di tinggal di Sekte Golok Iblis saat mereka menyerang Lembah Dewa.
Selain untuk membantu menjaga sekte Golok Iblis, Siluman Singa juga ingin bermeditasi dan mencoba mengeluarkan Mustika Hati Iblis yang telah menyatu dengan organ tubuh di bagian perutnya secara perlahan agar tidak melukai dirinya sendiri.
Iblis Hitam sebenarnya ingin membunuh Siluman Singa itu agar ia bisa segera mengambil Mustika Hati Iblis.
Namun Peri Hitam melarangnya, karena ia ingin membawa Siluman Singa ke Dunia Moxian dan memberikannya sebagai hadiah untuk gurunya.
Untuk itu Peri Hitam mengajarkan sebuah cara kepada Siluman Singa agar bisa mengeluarkan Mustika Hati Iblis itu tanpa harus membuatnya kehilangan kekuatannya.
Dengan petunjuk dari Peri Hitam, Siluman Singa berhasil melepaskan setengah bagian Mustika itu dari organ dalam di perutnya.
Keempatnya melakukan perjalanan ke Negeri Song dengan melayang di udara malam yang dingin. Menjelang pagi mereka pun telah sampai di wilayah Kekaisaran Song bagian Barat.
Setelah tiba di sebuah kota Kecil, Song He memutuskan untuk beristirahat dan memulihkan tenaga dalam mereka terlebih dahulu di sebuah Penginapan yang terlihat cukup Mewah.
Dalam perhitungan Song He hanya butuh beberapa jam saja dengan berkuda untuk tiba di Ibukota Kekaisaran Song. Ia pun memutuskan akan melanjutkan perjalanan setelah beberapa jam beristirahat.
**
*Apa!! ... Bangsa Peri!!"
Terdengar suara keras dari beberapa orang saat Yao Chan menjelaskan tentang siapa sosok yang merasuk dalam tubuh Qing Mi, seorang gadis cantik yang akhirnya diketahui oleh mereka sebagai Cucu Dewa Racun Barat.
"Chan'er benarkah kata-kata mu itu? Bisakah kami melihat wujud asli dari Bangsa Peri itu?"
Yu Ma mengungkapkan pertanyaannya yang juga menjadi pertanyaan dibenak semua orang yang hadir di Aula Sekte Lembah Dewa itu.
Yao Chan tersenyum tipis mendengar pertanyaan sekaligus permintaan dari Sang Ayah tirinya itu.
"Mengenai hal itu, aku tidak bisa memastikannya Ayah, aku harus menanyakannya terlebih dahulu kepada Xian Mey apakah ia bersedia atau ..."
"Tentu saja aku bersedia, apalagi Calon Ayah mertuaku yang memintanya."
Kata-kata Yao Chan terputus oleh suara Xian Mey yang tiba-tiba saja keluar dari Tongkat Sakti Giok Merah yang kini di acungkan ke udara oleh Qing Mi atas permintaan Sosok Peri Legendaris itu.
Pandangan semua orang kini terarah ke segumpal asap putih yang keluar dari Ujung Tongkat di tangan Qing Mi.
Mata mereka melebar saat asap itu berubah menjadi sosok seorang Gadis yang sangat cantik dengan dua sayap bening seperti Capung berada di punggungnya.
Matanya yang biru dan Rambut Hitam legamnya yang panjang itu, sedikit menutupi kedua telinganya yang meruncing di bagian atasnya.
Yu Ma terlihat tertegun, bukan pada kecantikan Gadis Peri itu, melainkan pada kata-katanya sebelum mahkluk dari dunia Moxian itu menampakan wujud aslinya.
"Chan'er ... Apa maksud perkataannya tadi, apakah kau telah berniat menikah dengannya?"
Pertanyaan Yu Ma menyadarkan semua yang hadir dalam ruang Aula. Bahkan Nenek Xin Jia terlihat cemberut saat mendapati Guo Jin terlihat tengah menatap lekat Peri Legendaris Dunia Moxian itu.
"Itu .. Hal itu belum kami bicarakan dengan sungguh-sungguh Ayah, semua terjadi karena kesalah.. "
"Apa katamu?! Jadi kau anggap semua perjanjian kita siang tadi adalah kesalahan!"
Suara Xian Mey terdengar marah kepada Yao Chan yang membuat pemuda tampan itu langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Pertanyaan Xian Mey membuat benak seluruh yang hadir dipenuhi oleh berbagai pertanyaan tentang apa yang telah terjadi diantara mereka.
Aura Ruangan tiba-tiba menjadi sangat berat saat Xian Mey dengan cepat meraih Tongkat Sakti Giok Merah dari tangan Qing Mi dan lalu mengerahkan energi dalam jumlah besar ke Tongkat Pusaka itu.
"Mey'er ... Bersabarlah sejenak, bisakah kau ceritakan pada ku perjanjian apa yang telah kalian buat?"
Yu Ma berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Xian Mey, yang seketika itu segera menarik kembali energinya dari Tongkat pusaka Legendaris itu.
"Calon Ayah Mertua ... Dia telah berjanji akan menikahi aku jika aku membuka Segel yang mengunci Titik Syaraf Kekuatan di tubuhnya."
Xian Mey pun lalu menceritakan tentang Siapa Yao Chan yang sesungguhnya.
Suara dari rasa terkejut mereka yang ada di ruangan Aula itu beberapa kali terdengar, membuat suara Xian Mey terputus-putus saat menceritakan tentang Yao Chan di masa lalu hingga ke perjanjian mereka siang tadi.
"Apakah ada yang salah dengan penampilanku?"
Yao Chan bertanya dengan kebingungan saat semua mata menatap tajam kearah dirinya. Bahkan Yu Lian berdiri dari duduknya karena sangat terkejut mendengar penjelasan Xian Mey.
"Chan Gege ... Benarkah semua yang ia katakan itu?"
"Lian'er ... Tentang masa lalu di kehidupan pertamaku, aku tidak mengingatnya sedikit pun. Namun tentang Titik Syaraf Kekuatanku dan perjanjian itu, semuanya benar seperti yang ia katakan."
Yu Ma yang kini memahami permasalahan itu, mendekati Yao Chan yang juga telah berdiri saat menjawab pertanyaan Yu Lian.
"Chan'er, Pernikahan adalah hal yang sakral, Jika kau telah menjanjikan hal itu kepada seorang Gadis, maka kau harus menepatinya dan menerima segala konsekuensi yang ada. Percayalah Ibumu akan senang sekali karena kau akan memberinya banyak cucu dari ke empat isterimu nanti hahaha."
Suara tertawa beberapa laki-laki mengisi ruangan itu, membuat suasana yang sebelumnya sempat tegang kembali ke suasana semula.
Yao Chan menganggukan kepala mendengar penjelasan Ayah Tirinya itu. Ia pun tersenyum lega karena beban didalam benaknya telah terselesaikan dengan cepat.
Suasana Aula Sekte Lembah Dewa malam itu bertambah gembira saat Yu Ma menyampaikan kepada Guo Jin dan Xin Jia tentang rencana Pernikahan Yu Lian dan Kaisar Wu Jian yang akan dilaksanakan satu bulan lagi.
Setelah beberapa waktu kemudian suasana Aula Sekte Lembah Dewa berubah menjadi hening saat semua orang mendengar rencana Yao Chan yang akan ia lakukan esok hari.
*****