Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
230: Kesalahan Yang Indah


Sehari setelah kedatangan Ratu Iblis Rin Mo dan Iblis Fan Mo. Xian Mey, Xian Chi dan Xian Shi bersama Qing Mi telah berada di sebuah bangunan besar yang terletak cukup jauh dari bangunan yang lain.


Gong Li dan Zhu Yin datang beberapa saat kemudian. Keenam gadis itu, kini berada dalam sebuah ruangan besar yang tertutup rapat.


Gong Li tersenyum ketika semua persiapan untuk berkultivasi telah disiapkan, terlihat empat buah bak mandi besar yang telah terisi air tersusun dengan jarak masing-masing sejauh lima meter.


“Baiklah … Mari kita mulai dan masuklah kedalam bak mandi masing-masing!”


Keempat gadis yang akan melakukan proses penempaan tulang dan otot itu, segera saja memasuki bak mandi dengan terburu-buru setelah melepaskan seluruh pakaiannya.


Gong Li segera mendekati bak mandi Qing Mi dan setelah memeriksa kualitas tulang Cucu Dewa Racun Barat itu, Ia pun segera mengeluarkan Guci Emas Dewa Air yang baru saja Ia ambil dari Yao Chan.


Gong Li segera menuangkan beberapa Cawan dari air hijau dan sesaat setelah mendengar suara Qing Mi yang menahan kesakitan Ia pun segera menjauhi Bak mandi tersebut.


Setelah memasang perisai yang meredam teriakan Qing Mi yang semakin keras, Gong Li kemudian mendekati bak mandi Xian Mey.


Hal yang Ia lakukan terhadap Qing Mi, Ia ulangi kepada ketiga gadis lainnya dengan cepat. Karena Ia ingin segera mengawasi proses penempaan tulang dan otot mereka berempat yang telah di mulai.


Sementara itu di air terjun yang berjarak lima ratus meter dari bangunan itu, terlihat Yao Chan sedang mengosongkan energi Permata Jiwa Iblis.


Terlihat Permata Jiwa Iblis menempel di ujung Tombak Pemusnah Roh yang telah Ia aliri energi. Hal itu dilakukannya untuk menyerap dan memurnikan Energi Permata Jiwa Iblis itu.


Saat proses permunian baru saja selesai, Zhu Yin terlihat datang dengan wajah yang terlihat pucat.


“Chan Gege … Qing Mi dan Xian Mey dalam keadaan kritis …. Cepatlah ke sana …”


Zhu Yin berkata dengan panik membuat Yao Chan segera melesat dengan cepat meninggalkan Zhu Yin yang masih belum menyelesaikan kalimatnya.


Dalam beberapa detik saja Yao Chan telah tiba di dalam ruangan itu, dimana terlihat Gong Li dengan wajah pucat sedang berada di depan Qing Mi di dalam bak mandi besar itu.


Qing Mi terlihat mengeluarkan darah segar dari mulut, hidung dan telinganya. Tubuh polosnya bergetar dengan suara erangan untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.


Yao Chan segera saja masuk menerobos kedalam perisai yang mengurung bak mandi dimana Qing Mi berada.


“Li’er … Mengapa bisa begini?”


Melihat kondisi Qing Mi yang seperti itu, tanpa pikir panjang, Yao Chan segera bergerak untuk berada di belakang tubuh Gadis itu.


Yao Chan segera masuk kedalam bak mandi, Ia segera mendudukan tubuh Qing Mi yang masih setengah terbaring di bak tersebut.


Yao Chan segera saja meletakan kedua telapak tangannya yang terkembang ke punggung Qing Mi.


Energi Tenaga Dalam Penyembuh dari Mutiara Jiwa Naga, segera saja mengalir ke dalam tubuh Qing Mi, saat kulit punggung yang putih dan halus itu tersentuh telapak tangan Yao Chan.


Sesaat kemudian, darah yang keluar dari mulut, hidung dan telinga Qing Mi berhenti. Wajah Cantik Qing Mi pun, terlihat kembali memerah setelah sebelumnya memutih pucat.


“Apa yang Kau tunggu? Cepat bantu Xian Mey dan yang lainnya.”


Suara Gong Li menyadarkan Yao Chan yang masih terpana menatap punggung polos Qing Mi yang sangat putih dan halus itu.


Yao Chan segera bangkit, Gong Li seketika menyuruhnya untuk membalikan badan saat Ia kembali merebahkan Qing Mi, untuk merendam kembali sekujur tubuhnya di dalam bak mandi itu.


Keduanya bergerak ke arah bak mandi di mana Xian Mey terlihat sangat kesakitan dengan tubuh yang bergetar hebat, menahan rasa sakit luar biasa di tubuhnya.


Setelah melihat kondisi Xian Mey terlihat kembali membaik, Gong Li pun mengajak Yao Chan untuk memantau kedua adik Xian Mey yang masih terlihat tenang dalam bak mandi mereka.


“Li’er …. Kenapa mereka berdua sampai mengalami kondisi yang kritis seperti itu.”


Yao Chan pun bertanya seraya menatap Gong Li yang seluruh pakaiannya, telah basah kuyup sehingga memperlihatkan lekuk tubuh yang membuat Yao Chan seketika menelan ludahnya.


Gong Li segera saja menutupi bagian dada nya yang menjadi sasaran tatapan nakal Yao Chan dengan kedua lengannya.


“Mereka memintaku untuk menuangkan Air Hijau yang sama dengan yang aku tuangkan ke dalam bak mandi Zhu Yin saat dulu Ia berkultivasi di Alam Kultiva Naga.”


Yao Chan mengerutkan dahinya, Ia menatap heran ke arah Gong Li yang seharusnya mengetahui bahwa hal itu akan sangat berbahaya, mengingat kualitas tulang keduanya jauh di bawah kualitas tulang Zhu Yin.


“Kenapa kau tidak menolaknya, bukan kah Kau tahu bahwa itu sangat berbahaya bagi nyawa mereka?”


Pertanyaan Yao Chan membuat wajah Gong Li seketika mengelam. Merasa dirinya di salahkan oleh Yao Chan atas apa yang terjadi pada Qing Mi dan Xian Mey, Ia pun seketika menjadi marah.


“Aku tahu itu, tapi mereka meminta begitu karena dirimu! Mereka berdua nekad mempertaruhkan nyawa demi membuat mu senang dengan dada mereka yang memb….”


Kata-kata Gong Li terhenti saat menyadari mata kekasihnya itu melebar, menatap lekat ke bagian dadanya yang bergoyang indah di mata Yao Chan, saat tangan Gong Li terayun-ayun menunjuk wajahnya.


Gong Li terdiam dan sesaat kemudian air mengalir pelan dari kedua matanya yang menatap Yao Chan dengan tubuh yang bergetar.


Bagaimana pun dirinya adalah perempuan yang memiliki perasaan yang halus dan disudutkan sedemikian rupa oleh orang yang Ia cintai, membuatnya merasakan sakit yang sangat di dalam hatinya.


Yao Chan tersedak saat melihat air mata kemarahan Gong Li padanya. Ia pun baru menyadari bahwa ia telah salah berkata-kata.


Dihampirinya Gong Li lalu dipeluknya tubuh Gadis dari Dunia Kultiva itu dengan hati yang mengharu.


“Maafkan Aku Li’er, Aku yang bodoh ini telah salah berkata-kata padamu. Maafkan Aku sayang.”


Suara Yao Chan bergetar sambil mengelus rambut Gong Li yang terurai dan lalu mencium kepala bagian atas Gong Li yang masih terisak di dadanya.


Hati Gong Li seketika berbunga-bunga dengan rasa bahagia sebagai kelopaknya. Membuatnya kembali terisak dengan tangan yang memeluk erat tubuh pemuda yang sangat Ia cintai itu.


Dada Yao Chan seketika berdebar keras saat merasakan kehangatan pelukan kekasih di kehidupan pertamanya itu.


Tak dapat dirinya cegah lagi, Pusaka yang mendapat dua gelar hebat yang berlawanan itu, seketika meradang marah. Dari Pusaka terberat di dunia kini menjadi Pusaka teringan di dunia.


Sesaat kemudian isakan Gong Li berhenti, karena Ia menyadari sesuatu yang membuat dirinya tersenyum liar dengan wajah yang seketika merona merah.


Kemesraan mereka di masa lalu pun, kini terbayang kembali. Membuat tangannya secara sadar, terjulur ke arah bawah secara perlahan.


“Apa yang sedang kalian lakukan!?”


Suara Zhu Yin yang menggelegar bagaikan Petir di siang Bolong, membuat wajah keduanya menjadi merah semerah-merahnya saat mendapati Zhu Yin telah berada di ruangan itu tanpa mereka sadari.


*****


Ilustrasi Gong Li