Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
219: Tangan Seribu Naga


“Dasar murid-murid keparat, kurang ajar!”


Hung Bai merasa geram saat mendapati gumpalan awan yang memercikan petir itu adalah Portal Dimensi ke Dunia Kultiva.


Kedua murid Hung Bai, merasa guru mereka akan kalah dari Yao Chan. Mereka berdua pun sepakat untuk kembali ke dunia Kultiva dengan membuka Portal Dimensi.


Keduanya menggunakan Batu Giok Hijau yang telah dibuat secara khusus oleh Ketua Klan Naga Hitam, Zeng Hu yang juga adalah Guru Luo San.


Yao Chan yang mengetahui jika keduanya akan segera pergi meninggalkan Dunia moxian, segera menggunakan Jurus berpindah dalam sekejap.


Kedua murid Hung Bai terkejut mendapati Yao Chan telah berada tepat di tengah Portal Dimensi dan menghadang langkah mereka.


Keduanya tak sempat berkata-kata saat Yao Chan menyerang dengan Jurus Pedang Mata Dewa yang kecepatannya meningkat jauh dari sebelumnya.


Tubuh Kedua murid Hung Bai itu, terpotong menjadi beberapa bagian sesaat setelah Yao Chan mengedipkan matanya.


Sepuluh Pedang Energi tak kasat mata, keluar dari mata Yao Chan sesaat setelah Ia mengedipkan matanya.


Walau sebelumnya memaki kedua orang muridnya itu, namun menyaksikan mereka mati dengan tubuh terpotong-potong, hati Hung Bai serasa teriris dan sakit.


Ia pun mengeluarkan sebutir Pil hitam sebesar ibu jarinya, Pil Bunga Iblis. Sesaat kemudian tubuh Hung Bai bergetar hebat setelah Ia menelan pil hitam itu.


Udara berfluktuasi dengan hebat saat Aura Pendekar Roh Tahap Akhir memancar dari tubuh Hung Bai yang menggeram keras.


Mata Hung Bai kini berwarna kemerahan seiring tubuhnya memancarkan Aura kekuatan yang berwarna sama.


Yao Chan tersenyum mendapati lawannya telah menggunakan Pil yang berdasar ingatan masa lalunya bernama Pil Bunga Iblis.


Ia pun melesat menyerang Hung Bai dengan jurus Tapak Naga Emas. Hung Bai menyeringai melihat serangan itu, Ia pun segera menghadang serangan Yao Chan dengan jurus Tapak Naga Hitam.


Tapak Yao Chan beradu dengan Tapak Hung Bai. Tubuh Yao Chan tetap tak bergeming, sementara Hung Bai terpental sejauh lima meter dengan mata membelalak karena terkejut.


Tidak Ia duga, telapak tangannya serasa menghantam tembok yang sangat kokoh saat berbenturan dengan telapak tangan Yao Chan yang dua kali lipat lebih besar dari ukuran telapak tangannya.


“Bocah Ini memiliki kekuatan Pendekar Dewa Level Satu?! Siapa dia sebenarnya?”


Hung Bai baru menyadari jika kekuatan Yao Chan yang sebenarnya telah menembus Tingkat Pendekar Dewa Level satu.


“Anak Muda Siapa Kau sebenarnya? Dan dari Klan Mana Kau berasal?”


Yao Chan menyeringai, sebelum menjawab pertanyaan Hung Bai dengan tatapan yang dingin.


“Apakah Kau sudah melupakan nama Yuan Long yang telah memusnahkan satu Kekaisaran di Benua Awan Merah?”


“Apa!! Yuan Long Si Tangan Seribu Naga?!”


Hung Bai terlihat sangat terkejut saat mendengar nama Yuan Long yang terkenal dengan jurus dahsyatnya yang sekaligus menjadi julukannya.


Setelah terdiam sejenak, Hung Bai tertawa keras membuat Yao Chan berdecak kesal mendengar tawa yang meremehkannya itu.


“Huang Long Si Tangan Seribu Naga itu, telah tewas di tangan Dewa Naga karena ingin merobohkan Pohon Abadi Xian Fun Da Shi untuk mengambil Berlian Hati Dewa. Jadi jangan mengaku-ngaku sebagai dirinya jika kau tidak tidak tahu sejarah itu. Hahaha.”


Yao Chan menjadi kesal mendengar kata-kata tersebut. Ia pun mengerahkan seluruh energi qi nya dan mengalirkan ke arah kedua tangannya.


“Tangan Seribu Naga!!”


Hung Bai terkejut saat Yao Chan meneriakkan jurus yang akan digunakan untuk menyerang dirinya.


Tubuhnya bergetar hebat saat mendapati Telapak tangan Yao Chan berubah menjadi kepala Ular Naga yang sebesar tubuhnya.


Dua mulut Naga itu tiba-tiba terbuka lebar dan ratusan Ular Naga kecil berwarna keemasan sepanjang dua meter, melesat keluar dari masing-masing mulut itu.


Hung Bai menjadi panik saat seribu Ular Naga bertubuh kecil itu melesat kearah dirinya dengan kecepatan yang sulit Ia lihat.


Udara menjadi berkabut merah oleh darah sesaat setelah suara ledakan keras terdengar menggelegar di seantero Lembah Hou Mon.


Yao Chan segera melesat mengambil Gelang Ruang Dimensi milik Hung Bai. Hanya gelang itu yang tersisa dari Tubuh Kakek yang telah hancur menjadi debu itu.


“Jurus yang Kejam …”


Zhu Yin berkata dengan suara yang bergetar setelah berhenti dari rasa terkejutnya, karena melihat jurus yang digunakan oleh Yao Chan tadi.


Gong Li pun menelan ludahnya melihat jurus yang sudah hampir seratus tahun tidak Ia lihat itu.


“Sebenarnya Aku ingin melihat jurus yang satu lagi, jurus yang tak kalah dahsyatnya dari jurus yang baru saja kita lihat tadi. Bahkan menurutku jurus yang belum Ia tunjukan itu adalah jurus terkejam yang pernah ada di Dunia Kultiva”


Perkataan Gong Li membuat ke lima gadis yang lain menatap kearah dirinya dengan heran.


Mereka merasa ngeri melihat jurus yang baru saja Yao Chan gunakan, sementara Gong Li justru ingin melihat jurus yang lebih kejam lagi yang dimiliki oleh Pemuda itu.


“Apa yang dia lakukan?”


Qing Mi bertanya entah kepada siapa, saat melihat Yao Chan melesat berkali-kali mendekati lima mayat dari kelompok Lima Taring Naga yang terpisah satu sama lainnya dengan jarak yang cukup jauh.


“Itu adalah kebiasaan di Dunia Kultiva kami, mengambil Gelang Ruang Dimensi lawan yang telah terbunuh, lalu memeriksa isi yang berada di dalam gelang tersebut.”


Gong Li lalu menjelaskan bahwa Biasanya Gelang tersebut berisi harta benda berupa uang, senjata pusaka, kitab-kitab beladiri, pil dan sumberdaya lain yang sangat berguna bagi seorang kultivator dalam berkultivasi.


Qing Mi dan ketiga Gadis Peri Legendaris Dunia Moxian itu terlihat bingung dengan kata berkulitivasi yang diucapkan Gong Li.


Melihat kebingungan di wajah mereka berempat, Gong Li lalu menjelaskan bahwa berkultivasi adalah proses meditasi dengan menempa Tulang dan otot tubuh sehingga dapat meningkatkan jumlah qi mereka.


Mendengar perkataan Menempa Tulang dan Otot, Xian Mey dan Qing Mi lalu berpandangan dan sepakat untuk membicarakannya dengan Gong Li.


Gong Li mnjadi heran mendengar hal tersebut. Sebelumnya, Ia telah bermaksud meningkatkan kekuatan mereka berdua dengan cara tersebut.


Namun mengetahui rasa sakit yang luar biasa saat proses itu, mereka berdua memilih untuk tidak melakukannya.


Entah atas alasan apa tiba-tiba saja keduanya kini meminta hal tersebut kepadanya.


“Lihat … Chan Gege sepertinya menemukan sebuah kitab Sakti yang hebat, tapi mengapa wajahnya terlihat seperti itu?”


Zhu Yin berkata memberitahu yang lain saat melihat Yao Chan mengambil Gelang Ruang Dimensi dari Tangan jasad yang terakhir.


Pandangan kelima gadis itu, mendapati Yao Chan sedang membuka lembar demi lembar sebuah kitab yang cukup besar dan tebal dari ukuran umum kitab di Dunia Kultiva.


Ke enam gadis tersebut, segera melesat menghampiri Yao Chan yang terlihat terkejut dengan kedatangan mereka.


Dengan wajah yang terlihat merah, Yao Chan buru-buru menutup Kitab tersebut dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya.


Gong Li yang merasa sudah curiga melihat kitab besar tersebut, segera bergerak cepat ke belakang Yao Chan dan merampas kitab itu.


Bersama ke lima gadis lainnya, Gong Li membuka Sampul Kitab yang bertuliskan:


101 Teknik Surgawi.


Keenam gadis tersebut, seketika memekik tertahan melihat gambar dalam Kitab tersebut.


Wajah mereka seketika memerah dengan tubuh yang bergetar, teraliri energi tak biasa yang memaksa mereka merapatkan kedua lututnya masing-masing.


Yao Chan segera berpindah dalam sekejap ke sebuah air terjun yang Ia lihat sebelumnya. Ia pun duduk di sebuah batu dengan bibir yang tersenyum licik.


“Aku sengaja membiarkan kalian semua melihat isi kitab itu, agar kalian bisa mengingatnya. Karena dengan begitu, Aku nanti tidak perlu mengajari kalian lagi hahaha.”


*****