
Tetua Qin Long dan para Anggota Klan Naga Bumi bergidik ngeri melihat apa yang terjadi dihadapan mereka.
Lima ratus orang lebih, tewas hanya dengan satu kali hentakan jurus, dan tubuh Ketua Qin Long bergetar, ketika mendengar jurus yang digunakan oleh Yao Chan.
“Apakah Dia Yuan Long Si Tangan Seribu Naga? … Bukankah Dia telah dibunuh oleh Dewa Naga?”
Benak Ketua Qin Long dipenuhi pertanyaan tentang sosok Yao Chan yang kini terlihat menyatukan kedua tangannya.
Dua kepala Ular naga itu, kini menyatu dan berwujud lebih besar dari sebelumnya.
Lalu dari mulut Kepala Ular Naga yang terbuka itu, melesat seekor Ular Naga Besar yang berselimutkan Api kuning keemasan.
Ular Naga Api Emas itu segera melesat menyerang Tetua Hong Tu. Walau berhasil menghindarinya, Jubah tetua Hong Tu yang terkena bara api seketika terbakar.
Dengan sekali kibas api tersebut padam, namun Ular Naga Api Emas segera saj kembali menederu kearahnya dengan cepat.
Merasa terlambat untuk menghindar, tetua Hong Tu segera mengerahkan energinya ke arah dua telapak tangannya.
“Tapak Murka Naga Hitam!”
Blaaaaar
Seberkas Cahaya Hitam kemerahan segera menghadang Ular Naga Api Emas itu. Terjadi ledakan keras saat kedua energi itu bertemu. Namun mata Tetua Hong Tu terbelalak lebarsesaat kemudian .
Kepala Ular Naga Emas itu tiba-tiba muncul dari balik asap dan segera terbuka lalu melahap tubuhnya.
Tetua Hong Tu yang tidak menduga hal itu, harus merelakan dirinya tewas dengan tubuh meledak. Sesaat setelah Ular Naga Api Emas itu menelan tubuhnya.
“BLAAARR …”
“Tetua Hong …”
“Tetua …”
Setelah melihat tetuanya tewas, para anggota Klan Naga Hitam yang tersisa, segera melesat ke berbagai arah untuk kabur dari Yao Chan.
Namun Yao Chan tidak membiarkan hal itu terjadi. Ia pun segera membuat perisai seluas satu kilometer.
Hal itu membuat para anggota Klan Naga Hitam yang mencoba melarikan diri, terkejut dan menjadi panik.
Menyadari diri mereka telah terkurung dan tidak bisa pergi dari tempat itu, membuat mereka menjadi liar.
Ratusan orang melesat bersamaan ke arah dimana Gong Li dan Yao Shen berada bersama Serigala Angin.
Mereka ingin meringkus Isteri dan anak Yao Chan untuk menjadikannya sandera, sehingga bisa pergi dari tempat itu
Karena panik mereka terlupa bahwa Yao Shen memiliki kekuatan yang tinggi. Gong Li segera saja mengeluarkan Pedang Pelangi.
Ia segera menebaskan pedang itu di udara ke arah ratusan orang yang bergerak mendekati mereka.
SLAAASSHHH
BLAR BLAR BLAR
Energi tujuh warna segera melesat bagai kilat dari bilah Pedang Pelangi warisan Ayah Mertuanya itu.
Arrrgggh Arrrggh
Puluhan orang yang datang menyerang, tewas dengan tubuh terpotong dua bagian.
Mereka yang tewas tidak menduga jika akan mendapat serangan hebat yang demikian cepatnya itu.
Sementara mereka yang berhasil menghindari serangan Gong Li, harus rela tewas dengan tubuh membeku.
Serigala Angin yang bergerak dengan cepat, segera saja menyerang mereka dengan melepaskan serangan Angin berhawa sangat dingin dari mulutnya.
Gerakan Serigala Angin yang cepat itu, tidak bisa di hindari oleh para Anggota Klan Naga Hitam yang berada di tingkat Pendekar Suci.
Yao Chan yang baru saja memasukan Gelang Ruang Dimensi milik Tetuo Hong Tu, terkejut saat mendengar suara petir menggelegar memenuhi udara.
“Aih … Shen’er melakukannya lagi. Apa gerangan yang menyebabkan Dia menjadi marah sebesar itu.”
Yao Chan mengelus dagunya yang tanpa jenggot itu seraya mengedarkan pandangan nya.
Ia pun tersenyum saat menemukan hal yang menyebabkan Yao Shen begitu marah.
Gong Li sedang bertarung dengan ratusan anggota Klan Naga Hitam di bangtu oleh Serigala Angin.
Yao Shen yang sangat marah karena ibunya diserang, segera mengerahkan seluruh kekuatan yang dia miliki.
Hal ini membuat seluruh bagian mata Yao Shen menjadi berwarna kuning kemerahan karena luapan Energi Petir yang dimilikinya.
Hanya Yao Chan yang tahu, bahwa Tubuh Yao Shen memiliki Elemen Petir yang istimewa.
Hanya saja Yao Shen belum mampu untuk mengendalikan kekuatannya itu saat ini.
Hal itu terjadi sesaat kemudian, dimana Yao Shen Segera melesat di depan Gong Li dan melepaskan serangan Petir dari kedua telapak tangannya.
Pada telapak tangan Yao Shen muncul dua buah bola cahaya yang mampu mengeluarkan Ratusan Petir besar.
Ratusan petir itu menyambar kesana kemari hingga membuat para anggota klan Naga Hitam yang melayang di udara, harus mati dengan tubuh hangus bahkan hancur atau menghitam gosong.
Dalam sekejap saja, hampir seribu orang telah tewas oleh serangan dahsyat Yao Shen.
Sementara Gong Li tercekat melihat apa yang dilakukan oleh Putera semata wayangnya itu.
Yao Shen yang seperti sedang kerasukan itu dengan sangat cepat membantai seluruh Anggota Klan Naga Hitam hingga tidak satu pun yang tersisa hidup.
Namun setelah semua anggota Klan Naga Hitam itu tewas, Petir itu mulai menyerang ke arah kelompok Naga Bumi.
Wajah Ketua Qin Long segera menujukan rasa marah, namun sebelum Ia bertindak, Yao sudah bertindak lebih dulu dengan membuat perisai Pelindung baginya dan Anggotanya.
“Shen’er … Hentikan Nak!”
Gong Li yang berjarak sepuluh meter dari tubuh Puteranya itu, seketika berteriak saat melihat Ratusan Petir melesat kearah Ribuan Anggota Klan Naga Bumi.
Beruntungnya Yao Chan telah membuat Perisai Pelindung sehingga Petir itu hanya memantul saja tanpa sempat mengenai mereka.
Yao Chan segera berpindah dalam sekejap. Kurang dari satu detik, Ia telah berada di belakang Yao Shen. Dengan cepat Yao Chan menotok leher puteranya itu.
Tubuh Yao Shen seketika lemas dan Yao Chan pun segera memeluknya lalu melayang mendekati Gong Li yang terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi.
***
“Ketua Qin apakah Anda mengetahui tentang Tombak Dewa Bumi dan juga Mustika Inti Bumi?”
Yao Chan bertanya kepada Ketua Qin Long di pagi hari, setelah kemarin mereka memusnahkan Klan Naga Hitam.
Malamnya Yao Chan menginap di Klan Naga Bumi. Hal ini karena mereka merasa berterimakasih kepada Yao Chan.
Dengan musnahnya Klan Naga Hitam, maka hanya tersisa satu Klan lagi yang mengancam Klan Naga Bumi.
Yao Chan yang memilki misi mengumpulkan Mustika Inti Tujuh Elemen dan Pusaka Inti Tujuh Elemen segera bertanya kepada Ketua Qin Long, saat mereka berbincang di Aula Sekte Klan Naga Bumi.
Ketua Qin Long sangat terkejut saat mengetahui Identitas dan asal Yao Chan. Dan kini Ia dikejutkan oleh pertanyaan Yao Chan Tentang Tombak Inti Bumi dan Mustika Inti Bumi.
“Saudara Chan … Dari ….”
“Ketua Long , sudah ku bilang Aku pantas menjadi cucu Anda, jadi panggilah Chan’er saja. Karena suatu saat dimasa depan, salah seorang Puteraku, akan menjadi Murid dari Klan Anda ini.”
Lagi-lagi Ketua Qin terkejut mendengar perkataan Yao Chan.
“Chan’er … Darimana Kau mengetahui tentang Tombak Inti Bumi yang merupakan Tombak Pusaka Klan Kami?”
Yao Chan tersenyum mendengar perkataan Ketua Qin Long. Ia merasa misinya untuk mengumpulkan Pusaka dan Mustika Tujuh Elemen, tidaklah sesulit yang Ia bayangkan.
*****