
Saat melihat Xun Chang tertusuk Tombak lawannya, Tetua Ma Hua segera melesat untuk menolong Pendekar dari Kekaisaran Song itu.
Namun ketika tiba dihadapannya, tetua Ma Hua justru mendapati kenyataan yang sebaliknya. Ia mendapati tatapan membunuh dari Xun Chang yang telah dirasuki oleh Iblis Merah.
Sementara tubuh Huang Lun melayang jatuh dengan tombak Xun Chang yang masih tertancap dilehernya.
Iblis Merah yang kini merasuk kedalam tubuh Xun Chang segera mencabut tombak diperut laki-laki tua itu, lalu mengobatinya hingga sembuh.
Semua yang sekilas melihat pertarungan Xun Chang dan Iblis Merah akan menduga bahwa Xun Cang lebih Kuat dari Iblis Merah sehingga berhasil menancapkan tombaknya ke leher Huang Lun.
Pada kenyataannya tidaklah demikian, Iblis Merah yang merasakan adanya aura jahat di dalam hati Xun Chang, memutuskan untuk menjadikan Xun Chang sekutu baginya.
Hal lain yang mendasari niatnya itu dikarenakan ia merasakan jurus-jurus tombak yang Xun Chang gunakan, sangatlah hebat dan banyak variasinya.
Jurus yang Xun Chang miliki akan bertambah dua kali lipat kekuatannya jika digunakan dengan energi miliknya.
Untuk mencapai keinginannya itu, ia pun menambah kekuatan dan kecepatan serangannya pada Xun Chang.
Ia pun berhasil menancapkan tombak pusakanya ke perut Xun Chang. Seperti yang ia rencanakan sebelumnya, ia pun lalu melesat melalui tombak pusakanya untuk merasuk kedalam tubuh Xun Chang.
Hanya saja hal diluar perkiraan Iblis Merah terjadi, saat hendak melesat merasuki tubuh Xun Chang, disaat bersamaan serangan Xun Chang tepat mengenai Leher Huang Lun yang sedang terkejut dengan apa yang dilakukan olehnya.
Tak pernah Huang Lun menduga bahwa ia akan dikhianati oleh Sosok Iblis yang selama ini bekerjasama dengannya dan membuatnya harus kehilangan nyawa karena hal itu.
Menjelang Akhir hayatnya, Huang Lun baru menyadari bahwa bekerjasama dalam sebuah kejahatan, sekecil apapun itu, pastilah akan berakhir buruk seperti yang ia alami.
"Tuan Xun Chang apa yang terjadi dengan mu, bagaimana luka di ..."
Tetua Ma Hua tak dapat menyelesaikan perkataanya karena Tombak Iblis Merah telah menderu ke arah dadanya. Walau terkejut dengan serangan mendadak itu, Tetua Ma Hua berhasil menepis mata Tombak itu hingga mengenai tempat kosong.
Hanya dalam beberapa puluh jurus Tetua Ma Hua mulai terdesak oleh serangan tombak Iblis Merah yang menggunakan jurus tombak milik Xun Chang yang di perkuat oleh energi Iblisnya.
Sebuah serangan cepat ke arah Dada Tetua Ma Hua yang baru saja berkelit membuat Tetua Ma Hua terkesiap karena tak lagi bisa menghindari atau menahannya.
TRAAAK
Sebuah tongkat menepis serangan tombak itu, membuat Iblis Merah menggeram kesal saat mendapati seorang Nenek telah menggagalkan serangannya.
"Tetua Ma jangan lengah, aku akan membantu mu."
Xin Jia dan Tetua Ma Hua akhirnya bekerja sama melawan Iblis Merah. Pertarungan ketiga orang tersebut, mulanya membuat Gui Han terkejut dan dipenuhi pertanyaan tentang apa yang telah terjadi.
Namun setelah mendengar penjelasan Naga Emas yang merasukinya. Gui Han hanya bisa pasrah melihat Adik Seperguruannya itu kini menjadi bagian dari kelompok musuh yang sedang ia hadapi.
Iblis Ren Mo yang terlihat sedang diam, sebenarnya sedang berbincang dengan Shin Mu dalam pikirannya. Shin Mu menyalahkan Iblis Merah yang gagal menjaga nyawa murid terakhirnya itu.
Namun Iblis Ren Mo dengan kata-katanya yang penuh tipu muslihat, berhasil menenangkan kemarahan Shin Mu dan memintanya untuk diam agar ia bisa fokus menghadapi Lawan mereka.
Naga Emas yang menyadari serangan tersebut, segera menggerakan Trisulanya dengan Cepat untuk menahan tebasan pedang Hijau di tangan Iblis Ren Mo.
zzztaaarzzztarrr
Suara Pedang Hijau dan Trisula Emas beradu menghasilkan percikan listrik yang merayap ke tangan Naga Emas membuatnya tersurut ke belakang untuk melepaskan diri dari sengatan listrik Pedang Hijau.
Jika saja Rohnya tidak terlapisi oleh energi, mungkin saat itu juga Naga Emas kehilangan kesadarannya.
Wajah Naga Emas seketika menjadi pucat saat menyadari tubuh rohnya terasa kebas dan ngilu akibat terkena percikan energi listrik dari Pedang lawan.
"Hahahaha ... Naga Emas mengapa wajahmu memucat seperti itu? Apakah sekarang kau takut melawanku?"
Iblis Ren Mo tertawa melihat wajah pucat Naga Emas. Ia pun kembali menerjang Naga Emas yang kini memilih menghindari beradu senjata agar tidak tersengat listrik dari pedang ditangan Iblis Ren Mo.
Cara yang digunakan Naga Emas membuat Iblis Ren Mo mendengus kesal. Belasan kali serangannya hanya menemui tempat kosong.
Naga Emas yang melihat hal itu tersenyum tipis, ia memang berhasil bertarung imbang tanpa harus beradu senjata. Hanya saja ia tak mungkin bisa menang jika hanya bertarung dengan cara seperti itu.
Naga Emas melirik ke arah Yao Chan yang masih bertarung sengit dengan Iblis Hitam. Ia tersenyum tipis saat menyadari bahwa Yao Chan tidak akan bisa membantunya.
Ia pun melihat sekilas ke arah pertarungan Zhu Yin dan Iblis Kuning. Senyum pun menghiasi bibir Naga Emas saat melihat gadis itu berhasil mendesak Iblis Kuning yang terlihat terluka di beberapa bagian tubuhnya.
Karena perhatiannya yang terpecah, perut Naga Emas pun terkena tendangan kuat dari Iblis Ren Mo yang terlihat kesal karena merasa diremehkan oleh Naga Emas yang masih sempat-sempatnya memperhatikan pertarungan orang lain.
Tubuh Naga Emas pun terpental sejauh puluhan meter dengan perut yang terasa sangat nyeri, seolah-olah isi di dalamnya hancur akibat tendangan itu.
Saat hendak mengumpat, tiba-tiba Naga Emas merasakan aura keberadaan Naga Api yang semakin lama semakin mendekat ke arahnya.
Senyum pun terkembang di bibirnya yang membuat Iblis Ren Mo mengurungkan serangannya dan menjadi waspada karena hal itu.
Sesaat kemudian Iblis Ren Mo merasakan aura kekuatan Roh Naga yang lain yaitu Roh Naga Api. Pandangannya pun teralihkan ke sebuah arah darimana aura Naga Api berasal. Hanya saja ia tidak menemukan sosok.manusia yang bersamanya karena jaraknya yang masih jauh.
Karena perhatiannya yang teralihkan, Iblis Ren Mo manjadi sangat terkejut ketika Iblis Hitam berteriak memperingatkan dirinya.
"Iblis Ren Mo ... Awas dibelakang mu!"
Seketika Iblis Ren Mo pun membalikan badannya dan ia terbelalak saat melihat sosok Yao Chan telah berada satu meter di belakangnya yang tersenyum sinis melihat dirinya.
Iblis Ren Mo melebarkan matanya saat menyadari ada dua sosok Yao Chan yang ia lihat, Satu sosok sedang bertarung dengan Iblis Hitam dan satu lagi sedang berada dihadapannya.
Iblis Ren Mo segera bergerak sedikit menjauh dari sosok Yao Chan dengan benak dipenuhi pertanyaan tentang bagaiman hal itu bisa terjadi.
*******