Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
185: Melawan Roh Gadis Suci


Para prajurit penjaga gerbang Nanjing yang tersisa separuh, menarik nafas lega saat melihat para pendekar yang hendak membunuh mereka telah tewas dalam waktu yang relatif singkat.


Namun berbeda dengan Feng Hu yang tubuhnya berkeringat dingin karena melihat Yao Chan melangkah santai kearahnya.


Menyadari ketua Sektenya saja tidak mampu mengalahkan pemuda itu, ia merasa jerih karena dirinya yang baru di tahap awal Pendekar Suci jelas bukan lawan bagi pemuda itu.


Ia pun memutuskan untuk melarikan diri dengan melesat ke udara dan melayang untuk meninggalkan tempat itu.


Namun baru saja ia melesat hendak pergi, sosok pemuda itu telah berada dihadapannya tanpa ia ketahui kapan ia bergeraknya.


Merasa tak ada jalan untuk melarikan diri, Feng Hu segera menerjang Yao Chan dengan menebaskan pedangnya ke leher Yao Chan.


Trang


Pedang itu berakhir di leher Yao Chan diiringi dengan tatapan kebingungan dari Feng Hu, hingga ia tidak bisa menghindar tangan Yao Chan yang bergerak ke lehernya.


Tubuh Feng Hu menjadi lemas Hinga pedangnya pun terjatuh saat Yao Chan mencengkram lehernya dengan kuat. Mata Feng Hu melotot lebar menatap Yao Chan.


Yao Chan berhasil mengunci pandangan Feng Hu, ia pun segera mengerahkan jurus Mata Menghisap Ingatan pada tetua Sekte tersebut.


Kreeek


Satu menit kemudian Yao Chan mengeraskan cengkeramannya hingga membuat hidup pria tua itu berakhir dengan cepat. Yao Chan melemparkan mayatnya ke arah dimana empat puluh orang temannya telah terbunuh.


Yao Chan bergegas melesat ke arah para prajurit yang terlihat ketakutan padanya, walau mereka tahu Yao Chan telah menyelamatkan mereka, namun melihat kekejaman yang ia lakukan tetap saja membuat mereka merasa takut.


"Kalian kuburkan mayat mereka atau buang saja kehutan, lalu perketat penjagaan di setiap gerbang."


Yao Chan berkata kepada salah seorang yang merupakan pemimpin para prajurit penjaga itu. Tanpa mengunggu lebih lama lagi, Yao Chan segera menghilang dari tempat itu untuk menjemput Zhu Yin.


"Chan Gege ... Kau selalu membuatku terkejut dengan jurus mu itu."


Zhu Yin tersenyum tipis saat Yao Chan tiba-tiba saja muncul dibelakangnya dan sedikit mengejutkan dirinya.


"Sepertinya kau berhasil mengamankan kota Fuxuan dengan baik. Tapi kenapa kalian berdua berdebat?"


"Bos Tampan dia tidak mau mengenalkan aku dengan gadis yang keluar dari pedangnya itu."


Yao Chan terkejut mendengar hal itu, ia pun menatap Zhu Yin yang terlihat kesal pada Sosok Duplikatnya itu.


"Hei Sosok palsu! sudah kubilang jangan mengatakan hal itu pada tuan mu malah kau langgar. Aku tidak jadi mengenalkan dia padamu weeek."


Zhu Yin yang kesal segera menjulurkan lidahnya pada sosok Yao Chan palsu yang kini terlihat sedih wajahnya mendengar ucapan gadis itu.


Yao Chan menatap Zhu Yin untuk meminta jawaban darinya, tapi Zhu Yin seolah tidak mengetahui hal tersebut.


"Anak Buah Bos Tampan, terimakasih telah membantu dan menjaga dia, sekarang tidurlah kembali."


Setelah berkata demikian Yao Chan memejamkan mata lalu menghela nafas panjang. Sosok Yao Chan palsu terlihat hendak berkata, namun tubuhnya melesat dan masuk kembali kedalam tubuh Yao Chan.


Yao Chan masih memejamkan matanya untuk beberapa saat. Lalu ia membuka kembali kedua matanya dan menatap tajam kepada Zhu Yin yang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Chan Gege ... kenapa kau sep.."


Suara Yao Chan yang terdengar marah memotong perkataan Zhu Yin yang kini terlihat merasa bersalah pada Kekasihnya tersebut.


"Maafkan Aku Chan Gege ... dia melarang ku untuk mengatakan padamu, ia sepertinya mengenali sosok dirimu di masa lalu."


Yao Chan tersurut selangkah dari tempatnya berdiri. Ia pun lalu terdiam memikirkan apa yang sedari tadi membuatnya gelisah setelah menghisap Ingatan dari orang terakhir yang ia bunuh.


"Yin'er .. bisakah kau memintanya menunjukan diri pada ku, ada banyak hal yang ingin ku tanyakan padanya tentang diriku di masa lalu."


Melihat wajah kekasihnya itu terlihat sedang terbebani oleh sesuatu yang yang tidak ia ketahui, Zhu Yin memutuskan untuk memenuhi permintaan Yao Chan.


Zhu Yin meminta Yao Chan untuk mengikuti dirinya ke sebuah bukit yang berjarak satu kilometer dari mereka. Lalu keduanya melesat kearah bukit itu.


Sesampainya di bukit itu, Zhu Yin segera mengeluarkan Pedang Gadis Suci dari Gelang Ruang dimensinya. Lalu ia mengalirkan seribu kristal qi ke pedang tersebut.


Dari ujung pedangnya keluar cahaya putih yang perlahan membentuk sesosok gadis yang amat cantik dan berwajah dingin.


Ia menatap marah kepada Zhu Yin yang memanggilnya saat Yao Chan berada didekatnya.


"Jangan marah padanya, aku yang memaksa ia untuk membangunkan dirimu. Sekarang katakan padaku, siapa namamu dan siapa kau sebenarnya?"


Yao Chan memandang tajam sosok Roh Gadis Suci yang kini wajahnya terlihat memerah saat menyadari Yao Chan menatap begitu tajam pada dirinya. Sebuah senyuman yang indah menghias bibirnya.


Yao Chan merasa jengah menyadari senyuman gadis itu yang entah mengapa ia merasa pernah melihat senyum itu sebelumnya.


"Sepertinya benar yang dikatakan oleh gadis Zhu Yin ini, kau tidak ingat sama sekali pada masa lalu mu, bahkan pada orang yang setia menunggumu kembali."


Yao Chan tercekat mendengar hal itu, ia pun mencoba untuk mengingat kembali dimana ia pernah bertemu dengan sosok gadis yang memiliki senyum memikat itu.


"Apa maksudmu? lekas katakan yang sebenarnya siapa dirimu dan apa hubunganmu dengan diriku yang dimasa lalu.!"


"Kau masih saja arogan seperti yang dulu, sayangnya kekuatan mu yang sekarang jauh dibawah dirimu yang dulu, apalagi teknik bertarung mu, masih sangat lemah."


Yao Chan tersedak ludahnya mendapati bahwa teknik yang ia pelajari dari kitab para Dewa itu disebut sebagai teknik yang sangat lemah.


"Kau belum pernah melihatku bertarung, bagaimana bisa kau menyebut teknik ku sangat lemah, apa kau mau mencobanya?"


"Hihihi bodoh sekali dirimu yang sekarang ini, sekalipun aku tertidur di gelang Ruang Dimensi, aku bisa melihat apa yang terjadi di alam dunia mu ini. Baiklah aku akan menunjukan bahwa teknik mu masih begitu lemah."


Sedetik kemudian Yao Chan merasakan tendangan sangat kuat di pinggulnya yang membuat tubuhnya melayang menghantam sebuah pohon besar yang tumbang saat berbenturan dengan tubuhnya.


Ia sangat terkejut karena tidak bisa melihat pergerakan sosok Roh Gadis Suci itu. Ia bangkit dengan rasa sakit dan kesal karena serangan mendadak itu.


"Hihihihi ... wajahmu terlihat kesal. sekarang aku ingin kau menyerang ku dengan teknik terkuat milik mu itu."


Yao Chan mendengus kesal, ia mengerahkan seluruh energi qi yang ia miliki ke sekujur tubuhnya.


Udara seketika bergetar karena pancaran energi qi nya yang sangat kuat. Bahkan Zhu Yin terpaksa mengalirkan energi qi untuk melindungi organ dalamnnya.


"Apakah itu kekuatan penuh mu? Jika ia sepertinya kau harus banyak berlatih lagi.."


*****