Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
143: Menambah Kekuatan


"Terimakasih."


Setelah berkata demikian kepada Qing Mi, seluruh tubuh Xian Mey berubah menjadi asap putih yang menggumpal dan bergulung-gulung di udara. Qing Mi pun memejamkan matanya tak ingin melihat asap yang bergerak cepat itu melayang diatas kepalanya.


Sedetik kemudian asap tersebut masuk melalui kepala Cucu Dewa Racun Barat itu. Terlihat senyum Qing Mi terkembang sebelum akhirnya kehilangan kesadarannya.


"Aaah ... Tubuh manusia begitu nyaman, pantas saja Peri Hitam terlihat sangat senang mendapatkan tubuh perempuan itu."


Suara Xian Mey terdengar sedikit berbeda setelah ia merasuki tubuh Qing Mi. Yao Chan hanya tersenyum tipis melihat hal itu.


"Sekarang tolong jelaskan padaku, apa yang baru saja terjadi dan bagaimana kau bisa terluka seperti itu?"


Xian Mey yang masih senang karena mendapat tempat untuk bersemayam, mengabaikan pertanyaan Yao Chan. Ia masih asik memperhatikan sekujur tubuh Qing Mi.


"Hei Nenek Peri, apa pendengaran mu menjadi berkurang setelah merasuki tubuh manusia?"


Yao Chan yang kesal berteriak kencang menyebut Xian Mey dengan panggilan yang membuat raut wajah Qing Mi berubah menjadi sedikit menyeramkan.


"Apa katamu? Nenek? ... Oh aku baru sadar, kau tidak ingat masa lalu mu sehingga terlupa kalau usiamu seratus tahun lebih tua dariku."


Yao Chan tersedak ludahnya sendiri mendengar perkataan Xian Mey. Sementara Zhu Yin menutup mulutnya menahan tawa melihat ekspresi wajah Yao Chan yang terlihat sangat terkejut.


"Jika kau ingin penjelasan ku, bersabarlah. Pemilik tubuh ini telah menyetujui keinginan ku untuk meningkatkan kekuatannya."


Setelah berkata demikian, Xian Mey segera memejamkan matanya, bibirnya terlihat sedang membaca sebuah mantera.


Sesaat kemudian tubuh Qing Mi bergetar hebat membuat tekanan udara disekitarnya menjadi berat. Zhu Yin segera melesat menjauh merasakan hal tersebut.


Beberapa saat kemudian Kekuatan Qing Mi yang sebelumnya berada di tingkat Pendekar Pertapa, kini telah meningkat menjadi Pendekar Suci tahap awal.


"Ah ... Tubuhnya banyak mengandung racun, seandainya tidak ada racun, mungkin tubuh ini bisa mencapai kekuatan yang lebih tinggi lagi."


Yao Chan yang mendengar hal itu mengerutkan dahinya, ia sudah menduga hal tersebut mengingat Qing Mi adalah Cucu dari Dewa Racun Barat.


"Makanlah Wortel Hijau ini untuk membersihkan racun dalam tubuhnya?"


Yao Chan menyodorkan tiga Wortel berwarna hijau kepada Xian Mey, wajah Peri Legendaris Dunia Moxian itu terlihat ceria ketika menerima Buah Wortel Hijau dari tangan Yao Chan.


Dalam waktu kurang dari satu menit, ketiga wortel Hijau itu telah berpindah ke perut Qing Mi. Beberapa saat kemudian Tubuh Gadis itu kembali bergetar.


Beberapa waktu kemudian Tubuh Qing Mi memuntahkan cairan hijau kehitaman. Rerumputan yang terkena cairan itu, seketika berubah menjadi hitam dan layu.


Zhu Yin bergidik menyaksikan hal tersebut. Dirinya tidak menduga bahwa di dalam tubuh gadis yang baru beberapa hari ia kenal itu, menyimpan racun yang begitu mematikan terlepas ia adalah cucu seorang Dewa Racun.


"Apakah kau masih memiliki dua buah wortel itu lagi? masih cukup banyak racun ditubuhnya yang tersisa."


Yao Chan mengambil dua buah wortel dari gelang Ruang Dimensinya dan memberikannya kepada Xian Mey yang lalu segera memakan kedua buah wortel hijau tersebut.


Hal yang sama terulang kembali, hanya saja cairan yang keluar lebih sedikit dan warna hijau terlihat lebih dominan daripada warna hitam.


"Akhirnya tubuh ini sudah bersih dari racun, akan lebih membantu jika kau juga punya sumber daya untuk meningkatkan tenaga dalamnya."


Yao Chan menghela nafas panjang mendengar perkataan Xian Mey kepadanya. Ia pun mengeluarkan satu buah cawan kecil yang berisi Air Hijau dari Guci Dewa Air.


Mata Xian Mey melotot lebar saat melihat dan merasakan energi yang keluar dari air hijau di cawan kecil itu. Tanpa berkata sepatah kata pun ia mengambil dan menelan habis isi cawan dalam satu tegukan saja.


Tiga Puluh menit berlalu, Xian Mey pun membuka matanya setalah selesai menyerap seluruh energi yang terkandung dalam air hijau itu.


"Air yang luar biasa."


Xian Mey mengguman, sementara Yao Chan berdecak kagum, ia membutuhkan satu jam untuk menyerap seluruh khasiat Air Hijau tersebut. Sementara Xian Mey hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit saja.


Setelah selesai meningkatkan kemampuan Qing Mi, Xian Mey pun memulai penjelasannya.


**


Di saat yang bersamaan, Song He dan keempat sekutunya terlihat sedang melayang di sebuah tempat yang berjarak seratus Kilometer dari Lembah Siluman.


"Apakah masih jauh tempat yang kau tuju itu sayang?"


Peri Hitam bertanya kepada kekasihnya tentang tempat dimana Iblis Hijau berada, saat itu mereka tepat melayang diatas sebuah hutan yang sangat luas.


"Tidak jauh lagi, aku merasakan Auranya semakin dekat mungkin beberapa ratus meter lagi."


Setelah beberapa ratus meter kemudian kelompok yang terdiri dari lima orangitu berhenti tepat di atas sebuah danau kecil yang berada di tengah hutan tersebut.


Kini Peri Hitam bisa merasakan adanya aura Iblis lain yang berada dibawah mereka. Aura yang ia kenali sebagai Iblis Hijau.


"Kenapa aura Iblis Hijau lemah sekali?"


Iblis Merah yang berada di dalam tubuh Huang Lun menyuarakan keheranannya. Iblis Kuning yang merasakan hal sama ingin menanggapi pertanyaan Iblis Merah namun Suara Iblis Ren Mo terdengar lebih dahulu.


"Sepertinya ia sendiri yang belum menemukan wadah untuk bersemayam dan mengeluarkan kekuatannya."


"Bodoh sekali, kenapa dia masuk kedalam air? Tentu saja manusia sulit menemukannya."


Iblis Hitam menggerutu menyadari Iblis Hijau yang terjebak di dalam danau.


"Bagaimana kita menjemputnya?"


Pertanyaan Iblis Kuning dalam Tubuh Mo Duan membuat Peri Hitam tertawa Kecil. Semua mata para Iblis menatap kesal kepada Peri Hitam yang terdengar menghina mereka berempat yang sedang kebingungan.


"Kenapa kau tertawa sayang?"


Iblis Hitam ingin bertanya seperti itu, namun hal itu tidak terucapkan karena ia melihat tubuh Peri Hitam kini diselimuti oleh bola Cahaya yang tipis


"Biar aku saja yang mengambil Pedang Iblis Hijau itu."


Selesai berkata seperti itu, Peri Hitam segera melayang turun dengan cepat ke dalam danau yang airnya berwarna hijau.


Peri Hitam mengarahkan bola cahayanya menuju ke dasar Danau yang ternyata memiliki kedalaman puluhan meter itu.


Saat ia merasa jaraknya semakin dekat dengan Senjata Iblis Hijau yaitu Pedang yang bilahnya berwarna Hijau, sesuatu yang di luar dugaannya tiba-tiba muncul menghadang dirinya.


Peri Hitam menelan ludahnya, ia belum pernah melihat makhluk yang berjenis seperti itu memiliki ukuran yang seratus kali lipat lebih besar dari normalnya. Ia pun meyakini bahwa makhluk tersebut adalah siluman penguasa danau ini.


******