Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
282: Kedatangan Sang Dewa


Di pagi hari yang sama saat Pasukan Aliansi baru saja tiba di atas Kota Anmei, Yao Chan dan ketujuh isterinya juga baru keluar dari Alam Kristal Dewa.


Ratu Peri Xian Xing dan Raja Peri Xian Bun terlihat senang saat Yao Xian Li dan Yao Shen berlari ke arah mereka.


Selain Gong Li dan Xian Mey, lima orang isteri Yao Chan lainnya terlihat membawa seorang bayi dalam dekapan mereka.


“Siapa namanya cucu Laki-lakiku ini.. Ah Gagah Sekali seperti Kakeknya Hahahaha..” Raja Peri Xian Bun.


Wajah Ratu Peri terkejut saat mengetahui Ia kini memiliki cucu laki-laki. Ia pun mendekati Raja Peri Xian Bun yang tengah meraih bayi Xian Shi.


“Namaku Yao Xian Long Kek … “ Xian Shi menjawab pertanyaan Ayahnya Raja Peri Xian Bun.


Melihat kegembiraan itu, Zhu Yin dan Qing Mi tiba-tiba merindukan Ibu Mertua mereka Lin Hua.


Sudah lama mereka tidak bertemu dengan Sosok wanita lembut yang penuh kesabaran dan kasih sayang itu.


Walau sebagai Ibu Mertua, keduanya yang tidak merasakan kasih sayang seorang Ibu sejak kecil, sudah menganggap Lin Hua sebagai Ibu Kandung mereka.


Tiba-tiba Yao Chan mendapat pesan telepatis dari Dewa Naga agar segera berangkat ke Dunia Kultiva.


“Yin’er, Mi’er, Shi’er, Chi’er dan Xia’er. Aku, Li’er dan Mey’er harus segera berangkat ke Dunia Kultiva. Keadaan disana sedang genting. Kalian jaga anak-anak disini.”


Semua terkejut mendengar perkataan Yao Chan. Namun karena mereka telah mengetahui hal tersebut sebelumnya, kelima Isteri Yao Chan yang lain menerima keputusan Yao Chan.


Yao Shen dan Yao Xian Li merengek untuk ikut mereka bertiga ke Dunia Kultiva. Yao Chan pun melarangnya karena dia tidak mengetahui sekuat apa lawan di sana nantinya.


“Shen’er Kau disini menemani adikmu berlatih ya, setelah urusan di sana selesai nanti kami akan menjemput kalian.”


Gong Li pun menenangkan Yao Shen yang kemudian terdiam dan menganggukan kepalanya.


Sesaat kemudian Tubuh Yao Chan, Gong Li dan Xian Mey telah menghilang dari pandangan mata semua orang.


Ketiganya muncul di Aula Klan Pedang Suci dan terkejut mendapati Klan tersebut telah Sepi.


Yao Chan terkejut dengan ukuran tubuh dirinya dan Gong Li yang kini kembali ke ukuran tubuh asli mereka.


Sementara Xian Mey tetap dalam ukuran tubuh nya setinggi tiga meter.


Sesaat kemudian Sosok Serigala Angin dan Serigala Petir menemui ketiganya.


“Bos Muda … Ketua Gong Xhun dan lainnya telah berangkat ke Kota Anmei sejak semalam.”


“Begitukah? Kenapa kalian masih di sini?”


Tanya Yao Chan yang heran mengapa mereka tidak ikut dalam pertempuran itu.


“Kami diminta untuk menjaga Klan Ini dari serangan yang mungkin muncul.”


“Baiklah jika begitu, sekarang kita berangkat Ke Kota Anmei, kekuatan kalian mungkin dibutuhkan di sana.”


Lalu Yao Chan membawa keduanya untuk ikut ke Kota Anmei. Kelimanya muncul di depan bangunan Paviliun Harta Kultiva.


“Li’er, Mey’er ada dua orang berkekuatan besar diatas sana, ayo Kita kesana!”


Yao Chan dan kedua isterinya kembali menghilang dan muncul secara tiba-tiba di belakang Hon Ji dan Bhu Kin.


Kedatangan keduanya yang secara tiba-tiba itu, segera disadari oleh Hon Ji dan Bhu Kin yang segera membalikan badan menghadap ke arah mereka bertiga.


Gong Li dan Xian Mey yang kini memiliki kekuatan di puncak Pendekar Dewa tertegun melihat wujud kedua orang asing tersebut.


“Chan Gege … apakah mereka berdua yang dikabarkan sebagai Murid Iblis Sejati dari Alam semesta lainnya?”


“Benar … Li’er, Mey’er kalian bantulah yang lainnya. Mereka berdua bukan lawan kalian. Keduanya berada di tingkat Pendekar Sejati.”


Suara Yao Chan yang bergetar, membuat Xian Mey dan Gong Li tertegun mendengar hal itu.


Walau mereka telah memiliki kekuatan level Sepuluh Pendekar Dewa, namun Pendekar Dewa Sejati adalah level yang terlalu jauh perbedaan kekuatannya.


“Dewa Naga Shen Long, aku butuh bantuan darimu, kedua Murid Iblis Sejati itu, telah berada di tingkat Pendekar Dewa Sejati.”


Yao Chan mengirim pesan telepati kepada Dewa Naga.


“Apa! Pendekar Dewa Sejati. Baiklah jangan memulai pertarungan aku akan ke sana.”


Shen Long sang Dewa Naga, muncul beberapa saat kemudian.


Pertarungan pun terhenti karena Kedatangan Dewa Naga yang tingginya lebih dari lima meter itu.


Aura berwarna kuning keemasan terlihat memenuhi Udara, tekanan yang sangat berat dirasakan oleh semua mereka yang berada di tempat tersebut.


Kedua pihak yang saling bertarung akhirnya memisahkan diri satu sama lainnya. Terlihatlah perbedaan jumlah pasukan antara Aliran Putih dan aliran Hitam.


Ketua Zhou Kin menggeram marah melihat Jumlah Pasukan Aliansi Klan Aliran putih hanya berjumlah kurang dari tiga ribu orang lagi.


Sementara Pasukan Aliran Hitam terlihat masih berjumlah di atas empat ribu orang. Hal ini juga membuat wajah Ketua Gong Xhun terlihat muram.


Setidaknya, separuh anggota Klan Pedang Suci Telah tewas melawan pasukan Aliansi Aliran Hitam itu.


“Xhun Gege apakah kau baik-baik saja?” Gong Li menghampiri Gong Xhun bersama Xian Mey yang telah memegang Tongkat Pusakanya.


“Li’er … Syukurlah Kau telah datang, . Sepertinya Kedua orang dari dunia lain itu sangat kuat. Sehingga Dewa Naga Harus turun tangan sendiri.”


“Benar Xhun Gege … Keduanya berada di tingkat Pendekar Dewa Sejati, Sebagai Penjaga Kedamaian di ketiga Dunia ini, Dewa Naga harus turun tangan mengatasi hal tersebut.”


Grrrrrrhhh


Suara Serigala Angin dan Serigala Petir terdengar di samping mereka saat keduanya melesat mendatangi keduanya.


“Nyonya Bos … Kami sudah lapar, bolehkah kami menjadikan mereka sebagai sarapan pagi kami?”


Gong Li ingin menjawab pertanyaan Serigala Angin, namun sebuah ledakan energi besar terjadi dari tempat di mana Yao Chan dan Dewa Naga berada.


Semua orang merasakan sesak pada dada mereka saat melihat dua orang dari dunia lain itu memancarkan Aura Kekuatannya.


Tubuh Hon Ji kini dipenuhi oleh Api Merah yang berkobar-kobar ditiup angin besar yang berasal dari tubuh Bhu Kin.


Tubuh Bhu Kin telah diselimuti oleh Angin Tornado yang bergulung-gulung hebat. Pusara angin tersebut semakin lama semakin membesar.


“Li’er, Mey’er … Ku serahkan situasi disini kepada kalian berdua. Jangan biarkan satu orang pun meninggalkan tempat ini hidup-hidup.”


Suara Yao Chan bergema sesaat sebelum Tubuh Keempat orang tersebut hilang dari pandangan mata mereka semua.


“Ketua Zhou Kin, Xhun Gege … Biarkan kami yang mengambil alih pertempuran mulai dari sini!”


Gong Li berteriak keras lalu mengerahkan kekuatan penuhnya, demikian juga dengan Xian Mey.


Dua Aura Pendekar Dewa Level Sepuluh segera memenuhi udara dan membuat Udara kini berubah warna menjadi kuning keemasan.


Hal itu karena pancaran Aura tubuh Gong Li dan Xian Mey yang bertubuh raksasa bagi mata semua orang Dunia Kultiva.


Kini semua mata memandang ke arah Xian Mey yang bertubuh besar dengan punggung bersayap dan telinga yang meruncing ke atas.


“Sebesar itukah kekuatan Peri Dunia Moxian itu?”


“Apa Peri Dunia Moxian?!!!”


Jing Mui, Gao Shen, Zhao Wu, Xhu Jun berkata nyaris bersamaan, setelah mendengar perkataan Lin Shan.


Kini mereka menyadari bahwa kemenangan yang mereka pastikan sebelumnya, akan berubah menjadi mimpi buruk jika saja mereka berhasil pergi hidup-hidup dari tempat ini.


******