Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
065: Tiba di Desa Dawu


Yu Ma akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Ibukota Wu Chang An.


Untuk menggantikan komandan yang telah tewas dan memperkuat penjagaan di Desa Luan, Yu Ma menempatkan dua orang Tetua yang mempunyai kemampuan beladiri di tingkat Pendekar Raja.


Selain mempunyai kemampuan yang tinggi sebagai tetua, dua orang yang bernama Lui Gi dan Yan Lu juga seorang perwira tinggi di pasukan kekaisaran Wu.


Setelah mengkondisikan segala sesuatunya, mereka pun meninggalkan Desa Luan dan menempuh perjalanan ke arah Utara. Dalam perhitungan Yu Ma, mereka akan sampai di sebuah desa yang bernama Dawu saat menjelang malam.


Rombongan yang kini hanya berjumlah tujuh orang itu menggebrak kuda mereka yang berjumlah lima ekor dengan kecepatan penuhnya.


Sesuai dengan perkiraan Yu Ma, mereka sampai di depan gerbang Desa Dawu saat hari mulai gelap. Terlihat sekitar dua puluh orang prajurit sedang menjaga gerbang.


Para prajurit segera bergegas membuka gerbang, lalu dua penjaga bersiap untuk memeriksa identitas mereka. Beberapa prajurit, wajahnya terlihat kagum saat menatap dua orang gadis yang memiliki kecantikan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.


Namun mereka tidak berani menggoda keduanya, karena keberadaan beberapa laki-laki yang sepertinya para pendekar.Yu Ma dan tiga tetua lainnnya sudah mengganti seragam prajuritnya, sehingga para penjaga tidak mengenali mereka sebagai seorang prajurit Kekaisaran.


Hal ini sengaja dilakukan oleh Yu Ma untuk menyelidiki perangai para prajurit kekaisaran Wu yang ditempatkan di desa-desa.


Bukan sebuah rahasia lagi bahwa para prajurit terkadang melakukan pungutan liar kepada mereka yang melewati atau menginap di desa karena kemalaman, terutama para pedagang.


Hal ini tidak dibenarkan dan dinilai melanggar aturan kekaisaran Wu. Namun masih saja banyak prajurit yang menyalahgunakan jabatan dan tugas mereka. Padahal mereka yang ketahuan melanggar akan diberi hukuman yang cukup berat.


"Tunjukan identitas kalian! dan apa tujuan kalian memasuki desa ini?" tanya seorang prajurit yang memiliki cambang yang lebat.


"Kami ingin menginap di desa Dawu, izinkan kami memasuki desa ini." Jawab Yu Ma sambil mengambil lencana yang bertuliskan Jendral Ma Yun secara perlahan. Yu Ma bahkan pura-pura lupa dimana dirinya menaruh lencana tersebut.


"Jika kalian ingin menginap di desa ini, kalian harus membayar lima keping perak setiap satu orang sebagai uang keamanan."


Prajurit yang berada di samping prajurit bercambang lebat tersebut, menjawab pertanyaan Yu Ma dengan tatapan yang mengintimidasi.


Yu Ma menghentikan tangannya yang sedang mencari lencana, sementara Yao Chan dan yang lainnya mulai tersenyum geli, mereka membayangkan wajah para prajurit saat mengetahui siapa Yu Ma sebenarnya.


"Apakah aku tidak salah dengar? sejak kapan peraturan itu berlaku?" Tanya Yu Ma sambil mengerutkan dahinya. Kemarahan mulai terlihat dari raut wajah Yu Ma.


"Tidak usah banyak tanya!.Cepat tunjukan identitas kalian dan bayar tiga puluh lima keping perak jika ingin menginap di desa ini!" Prajurit yang bercambang lebat membentak Yu Ma dengan suara keras. Hingga seluruh prajurit yang berjaga segera menghampiri lelaki tersebut.


Yu Lian hampir saja melompat menampar mulut prajurit tersebut karena telah berani membentak ayahnya. Namun Zhu Yin yang sudah menduga hal tersebut, segera menahannya.


Sementara Yao Chan tak dapat lagi menahan tawanya, saat membayangkan wajah prajurit tersebut ketika nanti mengetahui siapa sebenarnya orang yang dia bentak.


Prajurit bercambang tersebut melotot kearah Yao Chan dengan wajah yang terlihat marah. Saat hendak mengatakan sesuatu, suara Yu Ma membuatnya tercekat.


"Aku bertanya karena aku memliki hak untuk itu, Apakah kalian sudah tidak menganggap Jendral Ma Yun ini sebagai panglima kalian lagi?"


Yu Ma berkata sambil menunjukan Lencana yang menunjukan identitasnya sebagai seorang anggota militer yang bernama Jendral Ma Yun.


Mata seluruh prajurit tersebut terbelalak lebar, tubuh mereka seketika menggigil ketakutan seraya berlutut secepat mungkin.


"Hormat kepada Jendral Besar Ma Yun!" Suara mereka yang keras tidak mampu menyembunyikan rasa ketakutan di dalam hati mereka.


Yao Chan dan yang lainnya ingin tertawa namun menahannya saat melihat wajah pucat dan tubuh menggigil ketakutan para prajurit itu. Bahkan prajurit yang memiliki cambang lebat, kini pakaian bawahnya telah meneteskan air yang cukup deras.


Tentu saja prajurit tersebut ketakutan, selain melanggar aturan, dirinya telah membentak seorang Jendral Besar dengan keras. Nyalinya menjadi ciut saat membayangkan hukuman yang akan dia terima.


Yu Ma tersenyum kecut melihat prajurit yang tadi membentak dirinya, berlutut ketakutan hingga terkencing di seragamnya. Mungkin jika dirinya bukan atasan mereka, Yu Ma pun sudah tertawa terbahak-bahak melihat hal ini.


"Rupanya begini sikap kalian kepada seorang pendatang yang ingin menginap di desa ini. Sikap kalian ini, tak ubahnya perampok bertopengkan seragam prajurit kekaisaran. Kalian tahu bukan apa hukuman untuk kesalahan kalian ini?"


Tubuh para prajurit semakin menggigil, tentu saja mereka tahu bahwa mereka akan dikeluarkan dari keprajuritan Kekaisaran Wu sebagai hukuman atas kesalahan mereka. Sementara bagi mereka yang kedapatan melakukan tindak kekerasan kepada para penduduk, akan dipenjarakan beberapa tahun.


Yu Ma memahami benar bahwa kekaisaran Wu saat ini sedang membutuhkan lebih banyak prajurit. Sehingga dirinya tidak berpikir untuk menghukum mereka dengan aturan yang berlaku.


"Aku bisa memaafkan kalian dan akan menutup mata dengan apa yang telah kalian lakukan selama ini. Tapi semua itu dengan satu syarat. Apakah kalian mau menerima syarat itu?" Yu Ma menatap tajam para prajurit penjaga desa yang tak satupun berani mengangkat wajahnya melihat Yu Ma.


"Siap Jendral kami akan menerimanya!" Salah satu prajurit menjawab dan diikuti oleh yang lainnya.


Yu Ma memerintahkan mereka memanggil seluruh anggota prajurit yang berjaga di gerbang lainnya. Seluruh prajurit tersebut berjumlah lima puluh orang.


Yu Ma akhirnya mengampuni kesalahan mereka, dengan sebuah syarat yaitu menyisihkan setengah gaji mereka selama tiga bulan untuk memperbaiki rumah penduduk yang telah rusak.


Selain itu seluruh prajurit yang berjaga di desa Dawu itu disumpah untuk tidak melakukan pungutan liar lagi. Dan bila mereka ketahuan melakukan hal tersebut mereka harus bersedia untuk dihukum mati.


Walaupun begitu para prajurit penjaga tetap merasa bersyukur karena tidak di keluarkan dari keprajuritan Kekaisaran Wu.


Malam itu rombongan Yu Ma akhirnya menginap di rumah yang disediakan oleh Kepala Desa dan dijamu dengan makanan terbaik yang mereka miliki.


**


Keesokan harinya Yu Ma dan rombongan melanjutkan perjalanan mereka menuju ibukota Wu Chang An. Mereka akan melewati sebuah desa lagi sebelum akhirnya esok hari akan tiba di Ibukota Kekaisaran Wu.


Mereka memacu kuda dengan kecepatan biasa saja, karena Yao Chan Yu Lian berencana untuk belajar menunggang kuda.


Sesampainya di jalanan yang sepi, Yao Chan bertukar posisi dengan tetua yang akan mengajarinya menunggang kuda. Sementara Zhu Yin akan mengajari Yu Lian.


Dalam waktu satu jam kemudian, keduanya berhasil menunggangi kuda dengan baik. Walau belum bisa dibilang mahir, namun keduanya terlihat senang.


Perjalanan dilanjutkan dengan Yao Chan dan Yu Lian yang mengendalikan kuda yang mereka tunggangi. Wajah keduanya pun terlihat senang, terutama Yu Lian.


Saat tengah hari akhirnya mereka tiba di sebuah hutan yang cukup besar. Yu Ma mengatakan bahwa setelah keluar dari hutan tersebut, satu jam kemudian mereka akan tiba disebuah desa yang hampir menyamai sebuah kota kecil.


Mereka pun memasuki hutan tersebut dengan meningkatkan kewaspadaannya, terutama saat telah sampai di tengah hutan yang berkabut tipis itu.


Yu Ma terkejut saat menyadari bahwa kabut yang mereka lewati, bukan kabut biasa. Namun saat menyadari hal tersebut, semuanya sudah terlambat.


Pandangan mereka seketika menjadi gelap dan tubuh mereka pun terjatuh dari kuda dan kehilangan kesadarannya.


...*****...