
"Jadi para tabib istana belum mengetahui apa penyebab Ibu Suri pingsan dan mereka tak mampu untuk segera membuatnya tersadar?"
Yu Ma bertanya sambil terlihat berpikir setelah mendengar penjelasan dari Kaisar Wu Jian.
Kaisar Wu Jian menceritakan bahwa Ibu Suri meminta hidangan daging untuk santap malamnya kepada para pelayan, namun entah kenapa setelah menyantap hidangan daging domba itu Ibu Suri jatuh tak sadarkan diri.
Mereka saat ini sedang berada di ruangan besar dimana Ibu Suri tengah terbaring lemah. Sementara dua orang Tabib Istana terlihat sedang berdiskusi di dekatnya.
"Yang Mulia, bolehkah hamba memohon izin untuk memeriksa keadaan Ibu Suri? Hamba ingin memastikan dugaan hamba tentang penyebab sakit beliau."
Suara lembut Yao Fu membuat semua mata melihat padanya dengan pandangan dipenuhi pertanyaan. Pandangan meremehkan terlihat dari dua orang Tabib Istana.
"Apakah saudara Fu mengetahui tentang pengobatan?"
Kaisar Wu Jian mencoba mencerna perkataan Yao Fu yang diketahuinya adalah Saudara Misan Yao Chan. Sementara Wu Mei menatap tajam pemuda yang terlihat memiliki kemiripan wajah dengan Yao Chan itu.
"Hamba mengetahui sedikit tentang pengobatan, hamba memiliki dugaan bahwa ibu suri bukan hanya pingsan, tapi beliau berada pada alam antara alam kehidupan dan alam kematian, jika ...."
"Lancang sekali bicaramu!"
Semua orang terkejut mendengar perkataan pemuda itu, Yao Chan danYu Ma terbelalak mendengar Yao Fu berani berbicara tentang kematian di situasi yang seperti ini.
"Mei'er jaga bicara mu! saudara Fu berniat baik kepada kita. Saudara Fu, mohon maafkan perkataan adikku, ia begitu khawatir pada kondisi Ibunda. Silahkan lanjutkan."
Kaisar Wu Jian meminta Yao Fu melanjutkan perkataannya yang terputus akibat bentakan Wu Mei, Ia pun meminta Yao Fu memaafkan adiknya tersebut dan melanjutkan penjelasannya.
Yao Fu sebenarnya sangat terkejut mendengar sosok gadis yang membuat hatinya bergetar itu, membentak dirinya dengan tatapan yang dipenuhi kebencian, ada rasa sakit mendera hatinya, membuat ia terdiam beberapa saat.
"Yang Mulia, pada kondisi seperti ini jika tidak segera mendapat perawatan yang tepat, mungkin ... mungkin Ibu Suri ..."
Yao Fu tak ingin mendapatkan bentakan dari Wu Mei lagi yang masih menatapnya dengan kebencian yang besar pada dirinya. Hal itu membuatnya terbata-bata saat akan mengatakan hal yang sebenarnya.
"Baiklah aku bisa memahami apa yang ada dalam pikiran Saudara Fu, silakan memeriksanya."
Kaisar Wu Jian akhirnya mengizinkan Yao Fu, untuk memeriksa Ibunya yang masih belum sadarkan diri itu.
Sementara seorang Tabib Istana yang berumur sekitar lima puluh tahun itu, segera berdiri dan mendekat ke arah Kaisar Wu Jian.
"Yang Mulia, apakah tidak beresiko meminta tolong seseorang untuk mengobati Ibu Suri, sedangkan kita baru saja mengenalnya dan belum kita ketahui kemampuannya dalam hal pengobatan. Karena Sepengetahuan kami, hanya Beliau Dewa Obat lah yang mampu mengobati ibu Suri.
Tabib Istana itu berkata dengan panjang lebar mengutarakan ketidaksetujuannya terhadap apa yang diputuskan oleh Kaisar Wu Jian .
"Saudara Jian, Kakak Fu hanya akan memeriksa kondisi Ibu suri, menurutku tidak ada resiko apapun bahkan akan beresiko jika hanya membiarkannya dan berdiskusi yang tak juga menemukan solusi."
Yao Chan tentu saja geram mendengar perkataan Tabib Istana itu, walau ia tak mengetahui apakah Kakak misannya itu mampu mengobati Ibis Suri atau tidak, namun melihat ia diremehkan seperti itu, tentu saja ia tidak akan menerimanya.
"Benar saudara Chan, Aku pun berpikir demikian. Paman Tabib, biarkan Saudara Fu memeriksanya. Saudara Fu silakan."
Yao Fu pun kemudian memeriksa kondisi ibu Suri dan mengeluarkan beberapa alat pengobatan dari balik jubahnya.
Sepuluh menit kemudian, Yao Fu pun selesai memeriksa kondisi Ibu Suri, wajahnya terlihat cerah setelah mendapati dugaannya ternyata benar.
Kaisar Wu Jian segera bertanya dengan rasa penasaran yang begitu besar dihatinya.
"Yang Mulia, dugaan hamba benar, Ibu Suri berada dalam kondisi seperti yang hamba jelaskan tadi."
Wajah semua Kaisar Wu Jian seketika terlihat sedih. Tak ada yang menyanggah perkataan Yao Fu setelah ia memeriksa Ibu Suri dengan cara yang berbeda.
Bahkan Tabib Istana pun kini terdiam dan menatap kagum kepada Yao Fu, sebuah dugaan terbersit dalam benak mereka berdua tentang isu yang beredar tentang kemunculan sosok pemuda berjuluk Raja Obat yang merupakan murid dari sang legenda, Dewa Obat.
"Chan'er ... Bisakah kita menjemput guru ku dengan jurus mu untuk mengobati Ibu Suri? sepertinya beliau saat ini masih ada di sebuah Penginapan di sebuah kota dekat perbatasan di wilayah Kekaisaran Song."
Perkataan Yao Fu semakin membuat kedua tabib istana itu meyakini bahwa Yao Fu adalah murid dari Dewa Obat. Tabib yang sempat meremehkan kemampuannya merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.
"Kakak, aku tidak bisa menggunakan jurus Berpindah Dalam Sekejap ke sebuah tempat yang belum pernah aku lihat sebelumya."
Yao Chan menjawab dengan suara yang terdengar sedih, namun perkataan ayahnya, Yu Ma membuatnya tersenyum lebar karena menemukan jawaban atas permasalahannya.
"Chan'er Bukankah kau memiliki jurus yang bisa melihat ingatan seseorang? bagaimana jika kau melihat ingatan tentang penginapan itu saja. Lalu kau pergi menjemput Guru Fu'er."
Yao Fu terkejut mendengar kemampuan Yao Chan yang tak pernah ia duga memiliki jurus yang begitu hebatnya. Ia pun bersedia untuk dilihat ingatannya Yao Chan.
Yao Chan menjelaskan bagaimana jurus itu akan bekerja, Yao Fu pun mengikuti arahan Adik misannya itu.Yao Chan pun segera menggunakan jurus Mata Menghisap Ingatan kepada Kakak misannya itu.
Beberapa saat kemudian, suara Yao Chan yang terdengar marah kepada Yao Fu, mengejutkan mereka yang ada di ruangan terutama Wu Mei yang wajahnya tiba-tiba saja memerah. Wajah Kaisar Wu Jian terlihat cerah ketika mendengar bahwa Yao Fu bisa menyembuhkan ibunya.
"Kakak, kenapa kau menyembunyikan kemampuan mu! Kau bahkan diam saja walau sebenarnya kau bisa menyembuhkan Ibu Suri, tapi kenapa kau tidak mengatakannya? Kenapa kau membiarkan dirimu di hina orang bahkan kau pun membiarkan dirimu dibentak oleh gadis yang membuat hatimu bisa bergetar kagum. Kenapa kau sembunyikan kemampuan mu sebagai Raja Obat? Kenapa!?"
Yao Chan merasa geram dengan Kakak misannya yang tengah terkejut karena Yao Chan mengetahui semua tentang dirinya.
"Adik ... Jurus mu hebat sekali, bisa mengetahui semua yang kulihat dan ku pikirkan sebelumnya, tapi kenapa kau marah padaku? Bukannya kau juga tahu guru melarangku bersikap sombong atas kemampuan yang ku miliki ini?"
Jawaban disertai pertanyaan Yao Fu, membuat Yao Chan tersedak sendiri, ia pun meminta maaf kepada kakaknya dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima jika ada orang yang meremehkan Kakaknya.
Yu Ma terkejut senang mendengar perkataan Yao Chan pada bagian Yao Fu yang ternyata bisa menyembuhkan Ibu Suri.
Sementara dua orang Tabib Istana bergetar tubuhnya mendengar perkataan Yao Chan tentang Julukan Raja Obat yang dimiliki noleh pemuda itu. Kini mereka sadar telah meremehkan orang yang mereka kagumi walau tidak pernah bertemu sebelumnya.
Yao Fu akhirnya mengobati Ibu Suri, sebelumnya ia meminta kepada semua orang untuk tidak berada di ruangan itu dan meminta Puteri Wu Mei membantunya. Hal itu disebabkan karena ada hal-hal yang tidak bisa atau tidak boleh ia lakukan, dan hanya Puteri Wu Mei yang boleh melakukan itu.
Mereka pun meninggalkan Yao Fu dan Wu Mei bersama Ibu Suri yang masih tak sadarkan diri.
Satu Jam kemudian terdengar suara Wu Mei dari dalam ruangan yang terdengar ceria memanggil kakaknya Kaisar Wu Jian.
Wajah Kaisar Wu itu berubah menjadi ceria sesaat setelah ia masuk kembali ke dalam ruangan. Ia mendapati Ibu Suri telah bangun dan sedang menatap ke arah Wu Mei dan Yao Fu dengan senyum lebar dan wajah bahagia.
Kaisar Wu Jian tertegun melihat cara bicara manja dari Wu Mei kepada Yao Fu, Sikap adiknya itu telah lama tak terlihat olehnya sejak sebulan terakhir. Sikap yang hanya terlihat saat Wu Mei sedang bersama Ayahnya.
*****