Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
254: Tiba Di Klan Pedang Suci


Yao Shen terlihat kagum saat melihat-lihat bangunan Klan Tombak Petir yang begitu megah. Ia pun semakin senang saat mereka berada di Aula Klan tersebut.


Aula yang besar dimana bagian depannya, terlihat sebuah kursi besar dan mewah yang merupakan Kursi bagi Ketua Klan tersebut.


“Ayah … Bolehkah Aku duduk di Kursi yang bagus itu?”


Yao Shen bertanya dengan polosnya membuat Hu Liang tersenyum lalu Ia menjelaskan jika kursi tersebut adalah kursi untuknya sebagai Ketua Klan.


Yao Shen yang tidak mengerti apa itu Ketua Klan, segera saja melesat dan duduk di kursi tersebut.


Ia terlihat senang dan beberapa kali merebahkan tubuhnya di kursi tersebut. Yao Chan hanya tersenyum geli melihat ulah Yao Shen.


Sesaat kemudian, Ruang Aula itu telah penuh oleh para Anggota Klan Tombak Petir yang penasaran untuk apa mereka di kumpulkan.


Setidaknya telah ada seratus Tetua Klan tersebut yang memasuki ruangan. Hu Liang segera meminta Yao Chan dan Gong Li untuk berdiri disamping Yao Shen yang masih asyik rebahan di Kursi Ketua Klan itu.


Para Tetua terlihat heran saat melihat hal tersebut, apalagi melihat Hu Liang yang terlihat tenang-tenang saja kursinya ketua Klan sedang dibuat untuk bermain anak kecil.


Suara-suara berbisik semakin keras terdengar dari hanya beberapa orang kini setengah dari mereka mulai terlihat ribut melihat keganjilan yang ada di depannya.


“Saudara-saudara sekalian, harap tenang!”


Suara Hu Liang yang dilapisi energi qi itu menggema di ruangan Aula membuat suara-suara sumbang itu berhenti seketika.


Hu Liang melanjutkan pidatonya, Ia menjelaskan bahwa hari ini, Ia bukan lagi Ketua Klan Elang Petir dan telah digantikan oleh Ketua baru yaitu Yao Shen.


Seluruh orang yang hadir di ruangan itu sangat terkejut, mereka kemudian menatap Yao Chan. Namun mereka kembali terkejut saat melihat Lencana Ketua Klan berada di leher Seorang bocah kecil.


“Hu Liang kau jangan bercanda!”


Sebuah suara keras yang dialiri energi qi, menggema di ruangan tersebut. Seorang lelaki yang seusia dan memiliki kekuatan yang setara dengan Hu Liang, tiba-tiba melesat dan berdiri dengan sombongnya di depan mereka.


“Oey Han! Apa maksudmu berkata begitu?”


Hu Liang terlihat kesal dengan Oey Han yang sedari dulu selalu menentang keputusan yang Ia buat.


“Hu Liang … Jika kau sudah merasa tak sanggup lagi menjadi Ketua Klan, mengapa Kau tak menyerahkan jabatan itu padaku? Kau malah menyerahkan jabatan tertinggi ini pada bocah yang kencing saja belum lurus. Apa kau sudah gila? Hahahaha”


Suasana seketika menjadi riuh oleh tawa sebagian orang yang pro dengan lelaki yang bernama Oey Han itu.


“Diam!!”


Suasana seketika menjadi hening setelah


mendengar bentakan Hu Liang yang terlihat marah.


“Kalian belum tahu siapa Ketua Klan kita yang baru dan seberapa kuatnya dirinya. Selain itu …”


“Cukup Hu Liang! … Aku tak mau kau beralasan apa pun, biar aku yang menguji bocah itu.“


Suara Oey Han membuat Hu Liang meradang marah dan segera menatap Yao Chan untuk meminta izin menghajar Oey Han. Yao Chan hanya mengedipkan matanya seraya menggeleng pelan.


Sesaat kemudian Yao Chen menyentuh bahu Yao Shen yang telah berdiri karena kesal mendengar lelaki itu ingin menguji kekuatannya.


Tiba-tiba saja tangan kanan Yao Shen terangkat dan menunjuk ke arah Oey Han. Lelaki itu terkejut saat tiba-tiba saja merasakan tubuhnya menjadi kaku.


Tangan Yao Shen yang dikendalikan oleh Yao Chan, segera saja terangkat. Hal yang terjadi berikutnya, membuat seluruh Tetua dan Anggota Klan yang hadir, menjadi terkejut dengan mulut membuka lebar.


Tubuh Oey Han tiba-tiba ikut terangkat ke udara, membuat wajahnya seketika menjadi panik. Ia pun meronta berusaha untuk melepaskan diri, namun sia-sia saja.


Yao Shen segera mengeluarkan Tombak Inti Petir dan mengacungkan ke arah Oey Han yang seketika terkesiap mengenali Tombak yang merupakan pusaka Klan mereka itu.


“Kalian dengarkan baik-baik, Aku Yao Shen, Aku adalah Ketua Klan Tombak Petir ke Lima. Siapa yang berani Membangkang pada diriku, hukumannya adalah … Mati!”


JEDAAAR


Suara petir menggelegar dengan sangat keras saat menghantam tubuh Oey Han yang seketika hancur berkeping-keping menjadi butiran sehalus debu.


Semua mata membelalak lebar melihat hal itu. Mereka menatap ngeri ke arah Yao Shen yang masih mengacungkan tombaknya kepada mereka.


“Hormat Kepada Ketua Yao Shen.”


Suara Hu Liang yang bergetar segera memberi perintah dan seketika mereka semua berlutut di hadapan Yao Shen.


Tidak ada satupun yang berani menatap Yao Shen, sekalipun ada itu pun dengan tatapan yang terlihat takut kepada bocah itu.


Yao Chan hanya tertawa dalam hatinya, sementara Yao Shen terlihat bingung dengan apa yang Ayahnya lakukan terhadap dirinya tadi.


“Berdirilah … Kalian sudah melihat kehebatan puteraku bukan? Sekarang aku mewakili dirinya untuk menyampaikan sesuatu hal.”


Setelah melihat semua orang berdiri, Yao Chan lalu menjelaskan bahwa Yao Shen akan berlatih di sebuah tempat khusus dan akan kembali sepuluh atau dua puluh tahun lagi.


Selama kepergiannya itu, segala urusan Klan Tombak Petir akan di tangani oleh Tetua Hu Liang.


Yao Chan juga mengatakan bahwa mereka semua harus berlatih keras, karena di masa depan akan terjadi kekacauan besar dimana makhluk dari alam lain yang sangat kuat akan mendatangi Dunia Kultiva.


Untuk itu Yao Chan akan memberikan mereka sumber daya yang berharga dan langka yaitu Apel Dewa.


Suara kembali riuh saat Yao Chan mengatakan tentang Apel Dewa, wajah semua terlihat senang mendengar hal tersebut.


Setelah itu, pertemuan pun di bubarkan. Hanya Tetua Hu Liang dan tiga orang Tetua lain yang masih berada di ruangan itu.


“Tetua Liang … Terimalah Gelang Ruang ini, di dalamnya terdapat lima ratus buah Apel Dewa. Anda semua berhak atas lima buah Apel Dewa. Yang lainnya silakan dibagi satu orang satu buah.”


“Baik Tuan … Terimakasih atas kemurahan hati Tuan, Kami akan berusaha sekuat tenaga menjaga Klan ini.”


Tetua Hu Liang menerima cincin itu dengan tangan yang gemetar, hal itu karena Ia begitu senang Klan Tombak Petir akan menjadi lebih kuat lagi di masa depan.


Yao Chan pun memberikan beberapa perintah mengenai situasi Klan Tombak Petir yang dikelompokkan sebagai bagian dari Klan Aliran Hitam.


Yao Chan memberikan beberapa aturan baru, bahwa mereka dilarang untuk berbuat kejahatan lagi.


Yao Chan juga memerintahkan Klan Tombak Petir untuk bekerja sama dengan Klan Naga Bumi di mana Ketua Klan tersebut adalah sahabat baiknya.


Setelah selesai dengan semua hal yang ingin Ia sampaikan, Yao Chan, Gong Li dan Yao Shen segera melangkah keluar di ikuti oleh Tetua Hu Liang dan tiga orang lainnya.


Setibanya di halaman Aula itu, Yao Chan segera menghubungi Serigala Angin yang masih melepas rindu dengan Serigala Petir.


Sesaat kemudian Serigala Angin datang dengan wajah kesal. Sementara Serigala Petir terlihat menundukkan kepalanya.


“Bos … kenapa kita terburu-buru pergi dari sini, Aku masih betah disini.”


Serigala Angin memprotes keputusan Yao Chan dan berbicara melalui telepati.


“Gong Li merasakan firasat buruk, sebaiknya kita cepat ke Klan Pedang Suci sekarang juga.”


Sesaat kemudian Tiga orang itu bersama dua serigala, menghilang dari pandangan mata Tetua Hu Liang dan tiga Tetua lainnya yang terlihat takjub dengan kemampuan Yao Chan dalam berpindah dalam sekejap.


Berdasar ingatan Tetua Elang Petir Yang Yao Chan Hisap, Yao Chan pun segera muncul di atas langit Klan Pedang Suci di Benua Awan Biru.


Mata mereka melotot marah melihat kekacauan yang terjadi di seluruh bagian Klan tersebut.


*****