Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
133: Song He menuju Kekaisaran Wu


Setelah memasukan Belati kedalam jubah Song He, perlahan-lahan Iblis Hitam mengembalikan kesadaran kepada Song He. Ia pun kembali bersemayam di dalam Trisula Hitamnya.


Demikian juga dengan para roh Iblis yang lain. Suasana menjadi hening ketika Song He hanya duduk terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Tuan Muda, apa rencana anda berikutnya?"


Mo Duan yang merupakan rakyat kekaisaran Song, berlaku hormat kepada Song He yang merupakan Putera Mahkota Kekaisaran Song. Berbeda dengan Shin Mu dan Huang Lun yang merupakan rakyat Kekaisaran Wu.


Mereka memangil tuan muda karena keberadaan Iblis Hitam yang memilih Song He menjadi tuannya, atau lebih tepatnya wadah untuk ia jadikan tempat Rohnya.


"Entahlah Kek, Aku sebenarnya ingin kembali ke istana dan mulai segera menyusun rencana dan persiapan penyerangan, Namun Iblis Hitam ingin mencari Iblis Hijau dan seorang pendekar perempuan untuk wadah Roh Peri Hitam."


Song He mengutarakan hasil pembicaraannya dengan Iblis Hitam. Mo Duan terdiam sejenak sebelum mengutarakan pendapatnya.


"Tuan Muda, sepertinya kita memang harus mencari Iblis Hijau terlebih dahulu, dan juga seorang pendekar perempuan. Setelah kekuatan kita lengkap, barulah kita susun rencana."


Song He mengangguk-anggukkan kepalanya, Demikian juga dengan Shin Mu dan Huang Lun., keduanya pun terlihat setuju dengan usul Mo Duan tersebut .


"Baiklah jika memang begitu, malam ini kita berangkat Kekaisaran Wu. Kakek Shin, apakah kau mempunyai kenalan seorang pendekar wanita yang yang bisa bekerja sama dengan kita?"


Mendengar pertanyaan Song He, Shin Mu terdiam sejenak seraya mengingat-ingat siapa yang menurutnya pantas untuk mereka ajak kerjasama.


"Guru, bagaimana kalau kita ke Sekte Bunga Hitam, bukankah Matriak mereka memiliki kemampuan cukup tinggi dan memiliki anggota yang cukup banyak?"


Huang Lun menyuarakan pendapatnya, yang disambut senyuman lebar Shin Mu.


"Benar sekali Tuan muda He, Matriak Sekte Bunga Hitam sepertinya sosok yang tepat untuk Peri Hitam menyalurkan kekuatannya."


Song He terlihat senang mendengar perkataan Shin Mu namun raut wajahnya sedikit berubah saat saat menyadari bahwa seorang Matriak tentulah seorang nenek-nenek yang sudah keriput.


Dalam hatinya Song He mengumpat Iblis Hitam yang memaksanya untuk mencarikan sosok wadah Peri Hitam. Sosok tersebut akan selalu bersama Song He kemanapun ia pergi.


"Kakek Shin, apakah tidak ada murid Matriak yang masih muda yang pantas untuk berada di sampingku?"


Song He menunjukan wajah kecewa ketika membayangkan ia akan selalu berduaan dengan seorang Nenek-nenek.


"Hehehe ... Tuan Muda jangan khawatir walau berumur lebih dari lima puluh tahun, namun penampilan Matriak Bunga Hitam terlihat seperti seorang gadis dua puluhan tahun."


Song He terkejut dengan keterangan Shin Mu, memang tenaga dalam dapat membuat wajah seseorang terlihat jauh lebih muda, namun tidak cukup untuk membuat seorang nenek hampir enam puluh tahun terlihat seperti gadis dua puluhan tahun.


"Benarkah Kek? bagaimana bisa hal itu terjadi?"


Shin Mu terkekeh mendengarnya, hal itu menunjukan Song He belum memiliki banyak pengetahuan tentang Dunia Persilatan. Hal yang wajar mengingat Song He banyak menghabiskan waktunya di dalam Istana.


Shin Mu kemudian menjelaskan bahwa Sekte Bunga Hitam adalah kumpulan para wanita patah hati yang mempelajari ilmu beladiri dan mendirikan sebuah Sekte.


Sekte tersebut didirikan tiga puluh tahun oleh seorang perempuan lajang yang kini berusia hampir seratus tahun. Ia mempunyai seorang murid berbakat yang kini menjadi Matriak Ke dua Sekte Bunga Hitam.


Sosok yang mendirikan Sekte Bunga Hitam itu berjuluk Dewi Bunga Hitam. Bunga Hitam adalah sejenis bunga beracun yang mematikan.


Namun Dewi Bunga Hitam mampu menbuatnya menjadi sebuah senjata mematikan dengan kemampuannya yang berada di tingkat Pendekar Pertapa tahap Akhir.


Ada syarat dan aturan khusus bagi mereka yang ingin bergabung dengan Sekte tersebut yaitu selain masih memiliki kesucian, mereka juga dilarang untuk jatuh hati kepada lelaki.


Jika mereka melanggar aturan tersebut, mereka akan di keluarkan dari sekte dan tenaga dalamnya pun di musnahkan.


"Kakek ... Apakah mereka mau bergabung dengan kita mengingat tidak ada keuntungan yang mereka dapatkan?"


Pertanyaan Song He di jawab dengan senyuman tipis oleh Shin Mu. Sementara Mo Duan terlihat heran melihat kenyataan ketidaktahuan Putera Mahkota Kekaisaran Song itu begitu besar.


"Perempuan mudah takluk dengan uang. Untuk itu Tuan Muda harus menyiapkan. Setidaknya Seratus Ribu Keping Emas untuk membuat mereka mau bekerja sama dengan kita."


Song He terhenyak mendengar perkataan Shin Mu, seratus Ribu bukanlah Uang yang sedikit sekalipun ia merupakan Putera Mahkota Kekaisaran Song.


"Apakah tidak ada jalan lain selain dengan uang Kek?"


Song He masih merasa Seratus Ribu Keping Emas adalah Harga yang mahal untuk sebuah kerjasama yang sebenarnya saling menguntungkan tersebut.


"Jalan lain tentu saja dengan kekerasan. Jika mereka menolak, kita bisa memaksa mereka untuk memenuhinya."


Song He menganggukkan kepalanya, ia pun menyetujui rencana tersebut. Malam itu mereka pun bergegas menuju ke Barat ke wilayah Kekaisaran Wu dengan dua tujuan penting.


**


Kaisar Wu Jian dan Yu Lian tiba di Ibukota Wu Chang An setelah menempuh dua hari perjalanan tanpa henti. Kaisar Wu Jian ingin segera mendiskusikan mengenai berita yang ia terima sebelumnya.


Jendral Yu Ma dan Jendral Lin Yung menyambut mereka di istana Kekaisaran berserta seluruh menteri.


"Bagaimana situasinya Jendral Ma?"


Yu Ma pun segera menjawab pertanyaan Kaisar setelah memberi hormatnya.


"Yang Mulia Kaisar, berita dari mata-mata kita mengatakan, bahwa setidaknya sudah ada puluhan sekte aliran hitam dan aliran Netral yang bergabung di bawah aliansi yang dibentuk oleh Song He."


Yu Ma pun menjelaskan bahwa Setidaknya ada belasan ribu pendekar yang kekuatannya diatas kekuatan para prajurit kedua kekaisaran tersebut.


Selain itu jumlah pasukan kekaisaran Song yang jumlahnya sedikit lebih banyak dari Kekaisaran Wu juga harus menjadi perhatian mereka.


Mendengar hal tersebut, wajah Kaisar Wu Jian terlihat murung. Belasan ribu pendekar yang di bentuk oleh Song He menjadi dilema tersendiri untuk mereka.


"Jendral Ma, Jendral Yung, bagaimana cara menghadapi belasan ribu pendekar aliansi itu?"


Kaisar Wu Jian merasa tak menemukan jalan keluar untuk menghadapi Aliansi Pendekar yang di bentuk oleh Song He. Ia pun menanyakan hal tersebut kepada ke dua Jendral Besar Kekaisaran Wu itu.


"Yang Mulia jangan khawatir, kami berdua memiliki rencana, hanya saja ini akan membutuhkan biaya yang besar."


"Jendral Ma, katakanlah bagaimana rencana itu? mengenai biaya selama itu demi keamanan dan kedamaian rakyat Wu, aku tak segan mengeluarkannya."


Semua orang yang hadir dalam ruangan itu, tersenyum senang mendengar perkataan Kaisar Wu Jian.


"Izinkan kami berdua mengunjungi Sekte-sekte aliran putih dan netral yang berada di kekaisaran Wu untuk bergabung dengan pasukan kita mempertahankan kedamaian Negeri Wu."


Yu Ma pun menjelaskan bahwa dirinya mengenal banyak ketua sekte dari aliran putih dan netral yang mungkin mau bekerja sama dengan pihak Istana. Hanya saja jumlah kompensasi yang harus diberikan, Yu Ma belum mengetahuinya dengan pasti.


Saat Yu Ma hendak menjelaskan informasi lebih rinci, seorang prajurit masuk dengan terburu-buru membuat Yu Ma hampir saja membentaknya.


Namun Kaisar Wu Jian segera mengangkat tangannya, melihat wajah prajurit yang ketakutan itu.


*****