
Setelah puas bermain-main bersama kedua anaknya, Yao Chan pun kembali memasuki Aula Istana Peri bersama dengan Yao Shen dan puterinya Yao Xian Li.
"Apakah petunjuk itu sudah bisa dipahami oleh Mi’er atau Xia’er?" Yao Chan bertanya entah ditujukan kepada siapa.
"Belum, kami masih berusaha memecahkan petunjuk itu." Gong Li segera menjawab pertanyaan Yao Chan.
"Apakah memang serumit itu?" Yao Chan pun kembali bertanya kepada Gong Li.
"Sebenarnya telah didapat petunjuk bahwa sisi gelap itu hanya dapat disegel oleh kekuatan tujuh benda Element Suci."
"Tujuh benda Elemen Suci? Apakah Mutiara Inti Elemen ataukah Pusaka Inti Elemen?" Yao Chan bertanya lebih lanjut.
"Entahlah … itulah yang sedang kami selidiki saat ini. " jawab Gong Li
"Kurasa yang dimaksud tujuh benda elemen suci adalah Mutiara Dewi surgawi yang kita miliki bertujuh."
Ji Xia berbicara seolah sedang menggumam namun suaranya terdengar jelas dan hal itu membuat Qing Mi mengerutkan dahinya karena Ia memiliki pemikiran yang sama.
"Benar kurasa kata "Mutiara" ini adalah Mutiara Dewi surgawi dan kita adalah pasangan sisi terang. jadi kemungkinan besar mutiara di dalam tubuh kita adalah Tujuh Mutiara Elemen Suci. "
Penjelasan Qing Mi membuat yang lainnya menjadi berkerut dahinya.
"Jika benar memang begitu, lalu bagaimana cara membuat segel dengan Mutiara Dewi Surgawi itu?" Gong Li pun bertanya kepada Qing Mi.
"Mengenai cara membuat segel, Shi'er adalah orang yang tepat. Karena dia memiliki pengetahuan tentang cara-cara membuat segel."
Raja Peri Xian Bun berkata dan memandang ke arah putrinya, Xian Shi.
Xian Shi kini menjadi tatapan seluruh orang yang berada di dalam ruangan Aula Istana Peri itu.
Xian Shi terlihat diam sejenak, Ia lalu menyerahkan bayinya kepada Ibunya Ratu Peri Xian Xing.
“Sebenarnya ada beberapa cara membuat segel. Jika kita ingin menggunakan Mutiara Dewi Surgawi, kita harus mengeluarkan kekuatan penuh Mutiara tersebut. Aku akan mencoba terlebih dahulu, dengan cara bagaimana, kekuatan Mutiara Dewi Surgawi ini dapat dikeluarkan dengan penuh.”
Xian Shi lalu melangkah keluar dari ruangan aula, diikuti oleh yang lainnya menuju ke halaman Istana Peri.
Xian Shi lalu duduk bermeditasi, beberapa saat kemudian Ia menggerakan tangannya ke atas.
Setelah beberapa kali melakukan gerakan aneh, Akhirnya Xian Shi berdiri. Ia pun terdiam beberapa waktu, lalu berteriak dengan keras.
Selarik sinar keluar dari bagian pusar Xian Shi. Sinar yang berwarna kuning keemasan itu, menghantam sebuah dahan kayu raksasa dan mematahkannya.
Xian Shi berbalik dan tersenyum, Ia kini memahami bagaimana energi Mutiara Dewi Surgawi dapat digunakan secara penuh.
Xian Shi lalu menjelaskan kepada mereka, bagaimana cara membuat segel dari ketujuh mutiara tersebut.
Setelah mendengar penjelasan Xian Shi, wajah semua orang terlihat berkerut. Secara teori, Teknik Penyegelan itu mudah untuk dilakukan.
Namun secara praktiknya, hal itu butuh waktu yang lama untuk melatihnya agar segel tersebut benar-benar dapat bekerja dengan maksimal.
Setidaknya butuh waktu satu hingga dua minggu untuk dapat menguasai teknik penyegelan itu.
Yao Chan pun memutuskan untuk mengajak mereka memasuki Alam Kristal Dewa. Dimensi waktu yang berbeda dengan dunia Moxian dan dua Dunia lainnya, menjadi alasan Yao Chan melakukan hal itu.
Selain itu, Dewa Naga juga memerintahkan Yao Chan agar secepatnya kembali ke Dunia Bumi, dimana Sisi gelapnya semakin semakin sering mengamuk dan telah membunuh ribuan orang.
Yao Chan bertanya kepada Ibu Mertuanya Ratu Xian Xing.
“Pergilah ke Alam Kristal Dewa, Aku dan lima orang peri akan merawat mereka. Semoga kalian berhasil dengan latihan kalian di sana?”
Yao Chan pun tersenyum, sementara ke tujuh isterinya segera menciumi kening bayi yang akan mereka tinggalkan pergi selama satu atau dua minggu di jika dihitung berdasarkan hukum waktu dan ruang dari Alam Kristal Dewa.
Ratu Peri Xian Xing dan Raja Peri Xian Bun terlihat bersemangat selama dua hari mereka merawat ke lima bayi itu.
Sementara Yao Shen dan Yao Xian Li sesekali terlihat mengganggu adik-adik mereka.
Waktu dua hari terasa cepat bagi Ratu dan Raja Peri itu. Keduanya terlihat bahu membahu, merawat kelima bayi dan dua anak kecil tersebut.
Sesaat kemudian udara dipenuhi Aura Kekuatan yang berasal dari tubuh Yao Chan dan ketujuh isterinya.
Yao Shen dan Yao Xian Li segera berlari menyambut Ayah dan Ibu mereka. Sementara ke lima Ibu muda itu segera menemui bayi mereka masing-masing.
Setelah beberapa jam beristirahat, Akhirnya Yao Chan memutuskan untuk segera kembali ke Kekaisaran Wu.
Ia pun mengajak ke tujuh isterinya beserta anak-anak mereka untuk menemui Nenek mereka yang lain.
Yao Chan tersenyum sendiri saat dirinya membayangkan wajah terkejut sang Ibunda Saat nanti Ia memperkenalkan ketujuh menantunya itu.
Ia juga membayangkan bagaimana terkejutnya Kakek Guo Jin dan Nenek Xie Jin saat mengetahui dirinya beristeri tujuh.
Hal itu membuat Yao Chan segera menghilang dan lalu muncul di ruangan Tabib Xian Niu.
“Kakek, bagaimana Ramuan yang ku minta, apakah sudah bisa digunakan?”
“Tenang saja, sudah ku lakukan uji coba beberapa kali. Dan hasilnya sangat bagus.”
Tabib Xian Niu menjawab dengan nada yang penuh rasa bangga, membuat Yao Chan segera memuji dan mengucapkan rasa terimakasih kepadanya.
Ramuan tersebut adalah ramuan untuk membuat tubuh ketiga Isterinya, Xian Mey, Xian Chi dan Xian Shi, memiliki ukuran tubuh yang normal saat mereka berada di dunia asal Yao Chan nanti.
Setelah menerima ramuan itu Yao Chan pun segera kembali ke Alun-Alun Istana Peri Peri dimana ketujuh Isterinya telah bersiap-siap.
Tabib Xian Niu merasa senang dengan menimang-nimang tiga buah apel dewa sebagai upah membuat ramuan itu.
Raja Peri Xian Bun segera menemui Yao Chan, agar menyampaikan salam mereka berdua kepada Ayah dan Ibunya.
Yao Chan menganggukkan kepalanya. Setelah itu Yao Chan membuat sebuah kubah perisai pelindung, untuk melindungi kelima anaknya dari efek hukum ruang dan waktu.
Setelah kubah perisai selesai dibuat, Yao Chan pun segera menghilang bersama mereka dari hadapan Ratu Peri Xian Xing dan Raja Peri Xian Bun.
Keduanya hanya bisa berharap, bahwa mereka kembali dalam keadaan baik-baik saja.
Mereka sebenarnya ingin sekali ikut ke Dunia Asal menantu mereka itu, namun karena adanya bahaya besar disana, mereka berdua menahan keinginan itu dengan tidak mengatakannya.
Seandainya saja keduanya ikut bersamanya, mungkin saat ini keduanya bisa membantu menenangkan kemarahan dan kesedihan Yao Chan saat dirinya telah sampai di dunia asalnya itu.
Yao Chan yang sangat rindu kepada Ibunya, menjadi tertegun dengan tubuh bergetar Ia jatuh terduduk saat tiba di halaman depan rumah kedua orang tuanya.
*****